NovelToon NovelToon
Lima Anak Kembar Milik CEO Kejam, Lumpuh Dan Buta

Lima Anak Kembar Milik CEO Kejam, Lumpuh Dan Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Anak Genius
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.

Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.

Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.

Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Anakku Ada Dua?

Beberapa saat kemudian Kimberly datang menemui Arnold dan menatapnya dengan tatapan sendu dan kembali teringat dengan kejadian enam tahun yang lalu.

Flash Back On

Saat itu Kimberly berada di ruang perawatan rumah sakit dan sudah melahirkan 5 bayi kembar yang wajahnya sangat mirip dengan Diego.

"Karen, Aku mau membawa anak-anakku ke luar negri jadi tolong atur semuanya." Pinta Kimberly sambil menatap ke arah dokter Karen yang merupakan sahabat karibnya.

"Baik. Tapi ...." Ucap dokter Karen menggantungkan kalimatnya dengan wajah kuatir.

"Ada masalah apa?" Tanya Kimberly penasaran.

"Putra sulungmu sangat lemah jadi harus tetap di inkubator selama sebulan penuh. Jika tiba-tiba memindahkannya maka bisa berakibat fatal." Jawab dokter Karen.

"Tapi kalau Aku menundanya lagi maka kami dalam bahaya besar. Karena jika Keluarga Baskoro tahu Aku belum mati, maka Aku dan anak-anak akan dalam bahaya." Ucap Kimberly dengan wajah frustasi.

"Ayah kandungmu sangat kejam dan lebih membela istri keduanya dan anak haramnya." Ucap dokter Karen sambil menahan amarahnya terhadap Ayah Kevin.

"Memang benar karena itulah Aku harus pergi ke luar negri secepat mungkin agar Aku bisa menyelamatkan anak-anakku." Ucap Kimberly.

"Aku setuju tapi putra sulungmu tidak bisa di bawa pergi jauh." Ucap dokter Karen.

"Kalau begitu, biarkan putra sulungku tetap di rumah sakit nanti akan ada orang yang akan menjemputnya." Ucap Kimberly yang tidak mempunyai pilihan lain.

"Baik." Ucap dokter Karen.

"Oh ya, jika orang itu menjemputnya tolong katakan padanya untuk memberikan nama putraku Arnold." Pinta Kimberly bersamaan setetes air jatuh membasahi pipinya yang mulus.

"Baik." Ucap dokter Karen dengan singkat.

Kemudian dokter Karen pamit untuk mengurus semua keperluan Kimberly untuk membawanya ke bandara bersama ke empat anak kembarnya yang masih baru dilahirkan.

Satu jam kemudian akhirnya urusan prosedur rumah sakit sudah selesai. Kimberly dan ke empat bayi kembarnya pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke bandara.

Di dalam perjalanan Kimberly menghubungi Diego untuk mengatakan kalau dirinya hamil dan meninggalkan anaknya di rumah sakit.

Flash Back Off

Kimberly menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengurangi rasa sesak di hatinya sambil masih menatap ke arah Arnold.

Kimberly kemudian duduk bersimpuh di samping Arnold yang masih memeluk tubuhnya dan menundukkan kepalanya menatap ke arah rumput.

"Arnold, maafkan Mommy ya? Seharusnya Mommy kembali mencarimu lebih cepat. Dulu Mommy terpaksa meninggalkanmu bersama Daddy." Ucap Kimberly dengan perasaan bersalah namun dirinya tidak mempunyai pilihan lain.

Arnold yang mendengar ucapan Ibunya langsung mengangkat kepalanya kemudian menatap ke arah Ibunya untuk mendengarkan kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Kimberly.

"Mommy tidak pernah membuangmu." Ucap Kimberly sambil menyentuh dagu Arnold dengan lembut namun langsung ditepisnya.

"Mommy tahu kalau kamu membenci Mommy dan tidak bisa menerima Mommy. Kalau sekarang kamu tidak ingin melihat Mommy, maka Mommy akan pergi." Ucap Kimberly.

Arnold hanya terdiam sambil memalingkan wajahnya ke arah depan kemudian kembali menundukkan kepalanya sambil menekuk ke dua kakinya lalu memeluknya.

Kimberly yang melihat hal itu tentu saja sangat sedih namun dirinya tidak marah karena bagaimanapun juga dirinya merasa bersalah karena meninggalkan Arnold saat Arnold masih bayi.

Kimberly membalikkan badannya dan berjalan dengan langkah yang sangat berat sedangkan Arnold hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.

Setelah langkah suara tidak terdengar barulah Arnold berdiri dengan tegak. Arnold menatap ke arah kanan dan kiri serta belakang namun Kimberly tidak ada. Hal itu membuat Arnold menundukkan kepalanya dan kembali duduk di rumput.

Arnold kembali menekuk ke dua kakinya lalu memeluknya dan menundukkan kepalanya. Sejujurnya dirinya sangat merindukan Kimberly karena bertahun-tahun dirinya ingin merasakan kasih sayang Ibunya.

Sedangkan Kimberly yang bersembunyi tidak jauh dari Arnold untuk melihat apa yang dilakukan Arnold. Langsung kembali menemui Arnold dengan perasaan bercampur aduk.

"Arnold." Panggil Kimberly dengan suara tercekat dan matanya berkaca-kaca.

Arnold yang mendengar panggilan Kimberly langsung berdiri dan berlari ke arah Kimberly kemudian memeluknya.

Kimberly tentu saja sangat terkejut sekaligus sangat bahagia dalam waktu bersamaan. Dirinya sama sekali tidak menyangka kalau Arnold mau memaafkan dirinya di tambah Arnold mau memeluk dirinya.

Kimberly membalas pelukan Arnold hingga beberapa saat mereka melepaskan pelukannya. Kemudian Kimberly mengajaknya untuk pulang.

Arnold yang ingin ingin merasakan kasih sayang seorang Ibu membuat Arnold mengarahkan ke dua tangannya ke atas. Kimberly yang mengerti langsung tersenyum dan menggendong Arnold.

Kimberly berjalan ke arah villa milik Roberto sambil tersenyum bahagia karena putra sulungnya mau memaafkan dirinya.

Singkat cerita kini Kimberly sudah berada di depan pintu utama dan melihat salah satu pelayan sedang berdiri menatap dirinya.

"Siapkan baju yang bersih karena Aku akan memandikan Arnold." Pinta Kimberly.

"Bukankah Tuan Muda Kecil sudah naik ke atas?" Tanya pelayan tersebut dengan wajah bingung.

"Apa katamu?" Tanya Kimberly balik bertanya.

"Saya baru saja melihat Tuan Muda Kecil naik ke lantai atas." Jawab pelayan tersebut sambil menunjuk ke arah anak tangga.

Pelayan tersebut tidak tahu kalau yang datang tadi adalah Alexander. Pelayan itu mengira kalau Alexander adalah Arnold karena wajah mereka sangat mirip dan sulit dibedakan hanya Kimberly yang bisa membedakannya.

"Anak-anak memang lincah sekali, sekejap mata sudah menghilang." Sambung pelayan yang tidak merasa curiga sedikitpun.

Pelayan itu mengira Arnold kembali ke kamarnya lalu pergi lagi entah kemana dan kini kembali bersama Kimberly tanpa menyadari kalau pakaian Arnold berbeda.

("Bukankah Arnold sejak tadi berada di luar? Jangan-jangan yang naik itu Adrian atau Alexander karena wajah Arnold sangat mirip dengan mereka." Ucap Kimberly yang tiba-tiba tersadar apa yang terjadi).

Kimberly hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah tangga sambil masih menggendong Arnold. Sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Diego sedang berbaring di ranjang. Di mana Alexander sedang kosentrasi melakukan akupuntur.

"Arnold, apa yang kamu lakukan?" Tanya Diego yang merasakan tangan kanannya di tusuk jarum.

Alexander hanya terdiam sambil masih melakukan akupuntur sedangkan Diego membiarkan apa yang dilakukan Alexander yang di kira putra sulungnya. Dirinya percaya kalau putranya tidak akan mungkin mencelakai dirinya.

Hingga beberapa saat datang Kimberly sambil masih menggendong Arnold. Kimberly sangat terkejut ketika melihat Alexander sedang melakukan akupuntur.

'Alexander, apa yang kamu lakukan?' Tanya Kimberly dengan suara berbisik agar Diego tidak mendengarnya.

Alexander yang mendengar panggilan Kimberly langsung menatap ke arahnya. Alexander yang ingin menjawab langsung diam, hal ini dikarenakan Kimberly mengarahkan jari telunjuknya ke arah mulutnya.

"Apa yang kamu katakan?" Tanya Diego sambil membuka matanya namun terlihat gelap gulita.

Diego hanya bisa memalingkan wajahnya ke arah kanan dan kiri untuk mendengar suara orang yang sedang berbicara dan juga suara langkah kaki sambil kembali memejamkan matanya.

"Tidak ada apa-apa." Jawab Kimberly berbohong sambil berjalan ke arah Alexander.

Kimberly memegang tangan Alexander kemudian menariknya perlahan ke arah Arnold yang sedang berdiri dekat pintu kamar Diego.

'Bukankah Mommy sudah menyuruhmu pulang? Tapi kenapa kamu malah datang ke sini?' Tanya Kimberly sambil menundukkan kepalanya dengan suara berbisik.

'Mommy, mata Daddy bisa disembuhkan. Setelah Daddy sembuh, kita bisa berkumpul lagi.' Jawab Alexander yang juga ikut berbisik agar Diego tidak mendengarnya.

'Kalaupun harus diobati, bukan sekarang waktunya. Lebih baik kamu cepat pergi dan jangan sampai ketahuan orang.' Ucap Kimberly dengan nada kesal.

Kimberly kesal karena dirinya takut rahasia yang selama ini ditutup-tutupi akhirnya ketahuan dan otomatis Diego akan meminta Alexander untuk tinggal bersama dirinya.

Kimberly tidak bisa melawan Diego yang memiliki kekuasaan dan hak asuh Alexander pasti akan jatuh ke tangan Diego. Hal inilah yang tidak diinginkan oleh Kimberly karena dirinya tidak bisa hidup jika Alexander di rebut oleh Diego.

"Apa yang kamu katakan pada Arnold? Kamu jangan berani-beraninya membentaknya." Ucap Diego sambil masih memejamkan matanya.

Kimberly hanya terdiam sambil mengarahkan jari telunjuk kanannya ke arah mulutnya agar Alexander diam dan jangan mengeluarkan suara sedikitpun.

Alexander hanya menganggukkan kepalanya kemudian Kimberly berjalan ke arah Diego dan berdiri di sampingnya.

Sedangkan Diego yang tidak mendengar jawaban Kimberly langsung membuka matanya dan menatap ke arah Kimberly. Dirinya sangat terkejut karena bisa melihat wajah Kimberly dengan sangat jelas.

"Aku bisa melihat." Ucap Diego sambil menyentuh pipi Kimberly.

Kimberly langsung diam membatu dengan wajah pucat pasi. Diego kemudian menurunkan tangan kanannya dan menatap ke arah pintu kamarnya.

Kimberly yang melihat hal itu langsung memegang ke dua wajah Diego agar tidak melihat wajah ke dua anak kembar mereka.

Kimberly menarik wajah Diego dengan paksa agar menatap dirinya dan hal itu membuat Diego menatap Kimberly dengan kesal. Diego memaksa memalingkan wajahnya agar bisa melihat wajah putranya karena kedua tangan Kimberly menahan wajahnya.

"Kenapa anakku ada dua? Apa mataku berhalusinasi? Kenapa ada dua Arnold?" Tanya Diego dengan wajah bingung sambil menepis ke dua tangan Kimberly yang menyentuh ke dua pipinya.

1
Sumawita
org yg menculik cari mati
Yayuk Triatmaja
Ada yang komplikasi makanya author ganti
Fanny Puspita
nama kok ganti thir🤣
Andrea Ann
🤣🤣nama ya ampun thor🤭
Yayuk Triatmaja: hehehehe
total 1 replies
Sumawita
sebenarnya apa sih yg ada di pikiran Kimberly, dan jg Diego ko percaya aja ga curiga apa klo Kimberly ga jujur
Sumawita: ya kak, semangat kak😍😍😍😍😍
total 2 replies
Nadira ST
namanya kok ganti Senin Selasa Rabu kms jmt thor🤦🤦🤦
Yayuk Triatmaja: Awalnya senin, selasa, rabu, kamis dan jumat terus sama author di ganti tapi belum semuanya
total 1 replies
Amalia Putri
lanjut thor💪💪💪
Sumawita
mantap kak
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Yayuk Triatmaja: siap. hari ini dobel up
total 1 replies
Rainie Mahadun
nama ibu,keren sekali kimberly,sekali nama anak²nya..haduhhh thor baik tukar nama anak²nya..pelik²
Yayuk Triatmaja: Hehehehe .... Kali ini author bikin nama2nya agak lain. Kalau kurang suka, mohon maaf untuk ke depannya tidak akan bikin nama2 nya yang seperti ini🙏
total 1 replies
Yayuk Triatmaja
betul sekali
Sumawita
sepasang suami-istri yg cerdik🤣🤣🤣
Sumawita
lanjut kak,
Yayuk Triatmaja: Siap hari ini up lagi
total 1 replies
Isabela Devi
wah Diego baru di obati Rabu Uda bisa liat, ajaib memang akupuntur itu
Yayuk Triatmaja: Terima kasih atas komentarnya.
total 1 replies
Yayuk Triatmaja
Hehehehe ... 😄
Yayuk Triatmaja
Betul sekali
Yayuk Triatmaja
Siap. Terima kasih banyak atas komentarnya.
Yayuk Triatmaja
Siap. Terima kasih atas komentarnya
Isabela Devi
bagus juga kasih nama anak hari Senin sampai jumat🙏
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!