NovelToon NovelToon
Akbar Muhammad Alfattah

Akbar Muhammad Alfattah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: camamutts_Sall29

Bayangin kalo kamu jadi Aku?

Aku punya sepupu di pesantren namanya Fattah!? dia itu populer banget di pondok guys! tapi anehnya Aku dan Fattah begitu terikat sampai banyak mata melihat ngiranya kita adalah pasangan Sah?

penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camamutts_Sall29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasar Malam

Halo guys🥁

...

Hari ini dalam istilah cari angin, Aku udah sampe di pasar malam, yang memutuskan ke pasar malam itu Hamdan katanya, ada wahana rumah hantu yang masuk cuma 2 orang 25k lagi promo.

Kami memutuskan untuk bersama di luar.

Aku dan Mama memutuskan keluar Mobil dengan Rehandi adik kecil, lalu Hamdan keluar bersama Ayah.

"Ternyata ke pasar malam?"

Kata seseorang datang dengan Motornya Abi.

"Nathan?" kataku.

"Lu Family Time Aja Ri, Gua cuma mau kepoin kalian jalan jalan kemana, jujur aja sih Gua rada ga enak sama Abi. soalnya Abi Rehadi yang nyuruh."

Aku dan Mama menggeleng dan tersenyum.

"Ga papa Nat, Yaudah kamu Solo time atau ngobrol sama bagian laki laki aja dulu ya. Aku mau ke biang lala sama Mama dan Adik."

"Oke Riana." balas Nathan dengan anggukan.

"Mau di temenin Sayang?"

Aku merespon gelengan pelan ke Hamdan,"Ada mamaku kamu santai aja sama Ayah dan Nathan ya bertiga."

"Hamdan, Mama pinjem Riana ya?"

Hamdan tersenyum nakal,"jangan lama lama Tante,"

"Mama ih!" kataku menarik lengan mama.

Malu banget rasanya tau Gue!

Di Biang lala-- Aku, Mama dan Adik naik 1 kotak biang lala yang sama dan ga mungkin juga Rehan naik hiang lala kotak yang beda nanti dia kesepian.

Setelah Biang lala itu mulai naik mama cerita pengalaman ketika mempunyai Anak pertama yaitu Kak melati, Kakakku.

kata mama - kak melati suka sama Pasar malam. dan Hamdan menyukai Pasar malam.

ini plottwis yang luar biasa.

"Kaka melati mirip siapa kalo boleh tau Mam?"

"Mirip Kamu Riana, cuma Kak melati giginya gingsul kanan. dia anaknya aktif dan berisik suka Gulali kapas."

"Wahh pasti mama nyaman dan ngabisin waktu banget buat Kakak? yaudah mam kita skip masa lalunya gimana? yang sekarang aja."

"Iyaa mama jadi sedih gitu ceritainnya heheh maaf ya Sayang? ini loh Rehandi anak dari Ayah Nathan!?"

"Nathan? nama Ayahku Nathan Mam?"

Mama mengangguk tanpa Dosa.

"Mam? mama ga tau yang bawa motor Abi Rehadi siapa?"

kataku heran.

"Siapa? duh mama lupa!" kekehnya.

"Itu dia namanya Nathan Mam! Aku panggil dia Nat Nat itu Si Nathan."

Mama tertawa saja.

"Feelingku ga enak! Nama Abi mirip nama Adik, nama Ayah pun sama kaya sama Temanku."

"Nama Aku Rehan Kaka."

"Iya dek, Rehandi. Tapi nama Abi Paman kamu namanya Rehadi. Abi Re-ha-di." Aku mengejanya.

"Iya sama kak tapi kurang N aja." katanya Rehan yang suaranya gemas sekali.

Aku mengusak rambut adek.

“Mam? Mama nikah sama Ayah Nathan lahir Rehan gitu?"

"Gini, Mama kenal Mas Nathan 1 tahun lalu Ri. keliatannya tulus sama mama. Mama juga di tahap suka sih ya tipe mama-- tinggi ga kurus dewasalah ya gitu."

Aku mengangguk saja.

"Terus?"

"Mas Nathan bilang Dia mau nikahin mama tapi dia duda Ri."

"Ohhh paham. di tinggal cerai?" kataku Asbun.

"Di tinggal meninggal Istrinya." mama menjadi sendu suaranya.

"Ayah ternyata Udah jodoh mama." senyumku.

"Begitulah Ri, kamu ga papakan? Mama punya suami sambung?"

"Gapapa Mam. Rehan udah Aku anggap adek kandung Aku kok."

Mama menangis terharu.

"Nak Rehan... ini namanya Kaka Riana kakakmu- Anak mama juga. Kamu panggilnya Kaka Ri boleh. Kaka juga boleh ya Nakk?"

"Kakak Ri... Kakak Aku ya mama?"

"Iya Rehan. Ga usah malu nanya ke Kakak atau minta apapun ke Kakak ya? oh ya dek. yang ini namanya Mas Hamdan Suami Kaka? kenal kan yang tadi ngobrol sama Ayah."

"Iya Kak. Om ganteng.." katanya dengan Lugu.

Aku dan Mama tertawa lepas mendengar Rehan memuji suamiku.

***

"Udah lama menikah kamu?"

"Belum Ayah. baru jalan sebulan lebih 5 hari,"

jawab Hamdan.

"Sebernya Saya -- Suami Sambung Hanifah. istri saya meninggal pas Rehan putra pertama sama 7 bulan masa menyusui. Lalu istri saya- ga lama kelelahan, dia Saya larikan ke rumah sakit Saya pikir dia tidur. taunya udah meninggal."

"Innalilahi wa inna ilaihi roji'un. Sabar ya Ayah Nat," jawab Hamdan ikutan sedih.

Hamdan menoleh mencari temannya Nathan, tapi malah menghilang.

"Gapapa temanmu main wahana kasian juga sekian lama tidak ber senang senang bukan? jika kamu mau Hamdan Saya bisa sendiri disini."

"Engga Ayah- Justru yang Saya khawatir dengan dia Ayah, biasanya dia nyasaran orangnya."

"Nyasar?"

ketawa Ayah Nathan meledak seperti ketawa Karir.

Btw Ayah ku Tajir melintir.

Saat itu Aku melihat Hamdan Dan Ayah berbicara ringan menatapku tercengang.

"Mas kamu kenapa?" tanyaku.

"Nih Gulali kapas lu Hamdan."

kata Nathan pasang muka di tekuk.

"Kasih ke Riana." katanya melempar topik.

"Makan berdua ih Ga Abis aku."

Hamdan mengangguk dan menyomot gulali kapasnya dan memberikannya padaku lebih dulu baru dia memakannya sendiri.

"Nak Hamdan suka Gulali?" kata Mama.

"Suka Tante, bahkan pertama kali Saya ke sini tuh bareng Kakek dan Paman usia ke 6 th. jadi Gulali kapas Favorite Saya Tan kalo tiap ke pasar malam.

Mama terharu melihat Hamdan suka gulali juga kaya Melati anak pertama mama yang udah meninggal.

Baru kali ini melihat kumpulnya Keluargaku dan menjadi Istri Hamdan begitu hangat dan manis sekali.

"Kok lu tiba tiba sama Istri Gua gimana ceritanya?" Kata Hamdan bingung dan terkekeh. saat itulah gagang gulalinya di sodorkan ke Aku dulu dia mau benerin Pecinya miring.

Mama sambil mengajak bicara Rehan entah bicarain apa.

"Gua ga nemu jalan Keluar Pasar malam. Gua mampir rumah hantu ga ada serem seremnya."

Ayahku tertawa lagi dan menepuk nepuk bahu Hamdan reflek?

Hamdan pun sedikit tersentak tapi memaklumi.

"Bener katamu ya dia NYASAR."

Hamdan tertawa sedikit mengimbangi humor ayah.

"Hamdan jarang tertawa Nak?" Mama berbisik kecil padaku.

"Hamdan kalo bosen gitu Mam."

Mama mengangguk.

"Yaudah Ayo pulang?" kata Mama.

"Ayah. ayo balik?"

Ayahku mengangguk dengan perintah Mama.

Mama sekarang ingin di samping Ayah duduk di depan Lalu Rehan mau tidur di pangkuan Mama karna mengantuk.

Aku dan Hamdan di bagian tengah dan Nathan berjalan dengan motor Abi di belakang.

Mobil melaju kembali ke pesantren karna waktu sudah larut malam.

....

TBC.

mksh dah mampir🥰

1
LEECHAGYN
sama2🤭
Dania
kayak dah nikah tapi yg tau cuma sebelah pihak aja ,cuma perasaan ku aja yak .
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!