seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Menghargai Istri
Yuda menjadi kaku melihat istri nya kembali terkejut. “Apakah ada yang salah?”
“Jad-jadi ini yang kamu sebut belum seberapa?” Leni hampir pingsan karena tak kuat melihat kenyataan ini, bukan sedih tapi saking senang nya, hidup dalam krisis bahan makanan bahkan biasa nya mereka hanya memakan belalang kaleng untuk bisa bertahan hidup yang hanya di bagikan setiap bulan sekali.
Tapi suami nya dengan santai mengeluarkan nasi putih yang begitu berharga untuk mereka makan. “Apa kamu tidak mau?” tanya Yuda ingin melihat apakah gadis itu tetap mau makan atau tidak.
“Suamiku, aku mau makan, tapi akan kita tidak terlalu boros? Di saat ke dalam sumber daya kita justru dengan boros makan nasi putih dan ayam bakar seperti ini,” perkataan itu di pikir oleh Yuda, dia sebenarnya belum pernah makan se enak ini di zaman modern karena profesi nya sebagai pemulung hanya makan seadanya.
“Bahkan para pejabat di pemerintahan hanya makan daging, mereka tidak mampu untuk membeli nasi putih,” kali ini bulir bening ikut turun seperti air terjun tidak bisa menahan gejolak dalam hati nya.
Brugh.!!,
Yuda langsung memeluk erat istri nya lalu bicara dengan penuh keyakinan. “Kita urus kita dulu, baru kita bisa urus orang lain, pokok nya sayang! Kamu harus makan kenyang, aku akan menebus semua kesalahan dan penderitaan kamu di masa lalu.”
“Tap-..
Cup!!,
“Tidak ada tapi-tapian, istri ku, istri Yuda Gusti, mulai sekarang tidak akan hidup menderita dan kekurangan makanan, aku suami nya berjanji akan terus membahagiakan nya,”Ujar Yuda dengan sungguh sungguh.
Leni menunduk malu sekaligus senang, ia belum pernah merasakan perilaku tulus dan lembut dari siapapun bahkan kedua orangtua nya sendiri, dan baru kali ini Leni merasakan hal itu.
“Apakah sekarang sudah bisa makan hemm..!!” bisik Yuda. “Aku sudah laper lho.”
Leni langsung melepaskan pelukan suami nya, hendak mengambil mangkuk u tuk di isi nasi, tapi Yuda menahan nya. “Kamu duduk saja biar aku yang ambilkan.”
perilaku Yuda membuat hati Leni hangat dan merasa di hargai di zaman seorang tidak akan mendapatkan hal itu. “Ini, kamu pasti sangat menderita sampai kurua begini.”
di hati merasa bersalah, Yuda, walau dulu nya hanya seorang pemulung ia paling tidak tahan dan tidak rela jika seorang wanita merasa kelaparan karena ia pernah kehilangan sosok Ibu hanya karena mereka miskin dan tidak punya apa-apa, semua orang sangat memandang rendah bahkan di saat Yuda dan ibu nya hampir mati kelaparan tidak ada yang membantu sampai ibu Yuda meninggal dunia dan menyisakan Yuda yang hidup sendiri di jalanan.
“Ternyata se senang ini melihat wanita yang bersama kita perut nya kenyang,” gumam Yuda pelan, memperhatikan istri nya begitu lahap memakan ayam bakar buatan nya.
Leni yang menyadari kalau suami nya terus menatap ke arah nya, menoleh dan tersipu saat melihat senyum manis Yuda yang mengarah kepada nya. “Kenapa mas Yuda terus liatin aku gitu, apa aku makan nya belepotan,” ucap nya dalam hati.
Belum sempat Leni bereaksi Yuda mengulurkan tangan lalu dengan pelan jari membersihkan sudut bibir Leni yang ternyata ada bekas nasi di sana. “Maaf, aku makan nya gak pelan-pelan.”
“Euh, tidak papa! Lanjutkan makan,” suruh Yuda kemudian ia juga mulai memakan satu paha ayam yang sangat menggugah selera.
“Cring! Point cinta Leni meningkat menjadi 30% hadiah: Menguasai Teknik bela diri tingkat Langit+ 25 Koin F.”
Yuda hanya tersenyum mendengar pemberitahuan dari sistem nya, selain ingin fokus menatap wajah cantik istri nya, yang kini mulai terlihat Yuda tidak mau menyia-nyiakan kebersamaan seperti ini.
Rumah sederhana dan hanya dua ruangan itu menjadi saksi kalau Yuda menjadi pria yang bertanggung jawab kepada istri nya.
Tidak peduli sesulit apapun yang akan di lewati seberat apa yang di alami Yuda akan mengusahakan yang terbaik untuk istri nya. “ Biar aku bantu beresin mas,” Leni tentu tidak diam saat suami nya membereskan bekas makan mereka.
Yuda sendiri tak menolak memang ia ada sedikit urusan yang mengharuskan Leni tak tahu. "Maaf merepotkan?”
Leni hanya tersenyum kecil ini memang seharusnya tugas seorang istri, tapi suami nya begitu menghargai nya.
“Ada berapa total koin F ku sistem?
“Saat ini koin F tuan ada 40 apakah tuan ingin membeli sesuatu?”
Yuda berpikir sejenak apa yang di butuhkan untuk saat ini, tapi setelah beberapa saat berpikir kebutuhan Yuda untuk saat ini tidak ada karena ia hanya butuh bahan makanan untuk bertahan di zaman ini.
Tok! Tok!,
“Lupakan saja mungkin lain kali,” Yuda memutus untuk menyimpan koin F nya, lalu berjalan ke arah pintu rumah karena barusan ada yang mengetuk pintu rumah nya.
Yuda penasaran apakah yang datang adalah Bagas dan teman-temannya, tapi di pikir seharusnya mereka tidak akan berani jika dalam desa seperti peringatan pak kepala desa pasti membuat mereka takut.
Clek.!!
Yuda terkejut saat membuka pintu, sosok wanita dengan pakaian tidur sedikit lusuh namun dari paras nya wanita itu terlihat sangat cantik dan seksi apalagi dua g*n*Ng yang terlihat menonjol.
“Bi Yeti, kenapa malam-malam ke sini, apakah ada sesuatu,” Yuda mengingat wanita ini, sering di panggil Bi Yeti, tapi walau di panggil bibi penampilan bi Yeti tidak seperti ibu-ibu tua, karena umur bi Yeti baru 32 tahun.
“Yuda,, eum bibi dengar kamu tadi mendapatkan makanan.. boleh bibi minta sedikit, untuk Ziyan, tolong Yuda kami sudah tak punya apa-apa untuk di makan,” bibi Yeti hendak berlutut, tapi Yuda langsung menahan nya.
“Bagas memang jahat, tapi istri dan putri nya tidak bersalah, bahkan bi Yeti sering bantuin istri ku, saat lagi susah,” pikir Yuda dalam hati.
“Baiklah bi, biar aku ambilkan sedikit makanan, karena aku dan istri ku juga butuh makanan,” ujar Yuda sambil tersenyum.
“Terimakasih banyak Yuda.. Kalua gitu....euhh!”
dengan pelan bi Yeti menyingkap kan pakaian luar nya, sehingga Yuda melihat jelas dada putih dan sedikit melihat belahan g*n*Ng.
“Bii- eh, berhenti, apa yang bibi lakukan, cepat tutup atau aku gak akan kasih,” ancam Yuda, bi Yeti terkejut langsung menutup kembali dan menatap dengan tanda tanya.
Tapi Yuda tidak mau menjelaskan langsung masuk, ia berjalan cepat ke arah dapur, lalu mengambil sekitar satu liter beras putih, kemudian memasukan nya ke dalam karung goni mini.
“Bi Yeti! Ini ada sedikit bawa lah untuk makan Ziyan,” ucap Yuda sambil menyerah karung goni mini itu.
Bi Yeti yang tak percaya langsung membuka nya, wanita itu terdiam dengan mata melotot ke dalam karung itu. “Yuda, kamu tahu apa isi di dalam ini.”
“Tentu saja, itu bahan makanan, untuk bibi dan Ziyan,” jawab Yuda santai tapi jujur saja saat ini, mata Yuda malah fokus kepada belahan dada bi Yeti yang tadi sudah menarik perhatian nya.
“Kamu serius memberikan kami beras putih ini yudaa?” bagaimana hati nya tak gelisah, beras putih adalah sesuatu yang sangat sulit di dapatkan bahkan oleh pemerintahan sekalipun tidak ada banyak.
“Iya bibi, udah deh lebih baik bibi cepat pulang dan masak bubur buat Ziyan.”
“Ma-makasih sekali lagi Yuda, kalau gitu bibi pamit dulu..”
“Iya bi..” Yuda menatap ke atas langit bintang seakan setuju dengan keputusan nya malam ini, bulan seakan memberi cahaya kepada hati Yuda agar tidak terbawa nafsu nya.