NovelToon NovelToon
The Beginning Of The Birth Of The Evil God

The Beginning Of The Birth Of The Evil God

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Antagonis / Light Novel / Balas Dendam
Popularitas:456
Nilai: 5
Nama Author: Arfian ray

Di Aethelgard, mata ungu Varian dianggap dosa. Ia bertahan hidup di distrik kumuh hanya demi adiknya, Elara. Namun, malam "Pembersihan Suci" merenggut segalanya.
​Saat Ksatria Suci membunuh Elara di depan matanya, kewarasan Varian hancur. Bukan cahaya yang menjawab doanya, melainkan kegelapan purba. Ini bukan kisah pahlawan penyelamat dunia, melainkan kelahiran sang Evil God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arfian ray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ritual Darah dan Pasukan Terkutuk

Di kedalaman bumi, di mana akar-akar pohon raksasa Hutan Blackwood menjuntai seperti tentakel raksasa yang menembus langit-langit gua, Varian berdiri sendirian. Udara di sini berat, berbau belerang dan kematian purba. Ini adalah sisa-sisa perpustakaan sekte penyembah iblis yang telah terkubur ratusan tahun lalu, tempat yang bahkan cacing tanah pun enggan menggali ke sana.

​Di hadapan Varian, di atas altar yang terbuat dari tumpukan tulang belulang manusia yang disatukan, terletak sebuah buku hitam besar. Sampulnya bukan terbuat dari kulit sapi, melainkan kulit naga hitam yang membatu, terikat oleh rantai besi dingin yang berkarat.

​"Codex of the Undying King" (Kitab Raja Abadi).

​Varian mengulurkan tangannya. Rantai itu bergetar, seolah hidup. Simbol-simbol pelindung menyala merah, mencoba menolak sentuhan siapa pun yang tidak memiliki darah iblis.

​Zzzzt!

​Kulit telapak tangan Varian mendesis. Asap mengepul. Rasa sakit seperti memegang bara api menjalar hingga ke bahunya. Namun, Varian tidak menarik tangannya. Wajahnya datar, seolah rasa sakit itu hanyalah teman lama yang menyebalkan.

​"Tunduk," perintah Varian.

​Mata kanan Varian—Mata Iblis Malakar—terbuka lebar. Pupil vertikalnya berputar ganas. Aura ungu Void meledak keluar dari tubuh Varian, bukan meminta izin, melainkan mendominasi. Energi kehampaan itu melahap sihir pelindung merah buku itu, memakannya sampai tidak tersisa.

​Krak. Rantai besi itu putus. Buku tebal itu terbuka sendiri, halaman-halamannya yang terbuat dari kulit manusia yang disamak berbalik cepat seolah ditiup angin badai dari neraka.

​Varian mulai membaca. Dia tidak membaca dengan matanya, melainkan menyerap esensi pengetahuan itu langsung ke dalam otaknya. Huruf-huruf Abyssal yang menyala ungu meresap masuk ke dalam jiwanya.

​Tiga teknik terlarang terukir di benaknya:

​Necromancy (Void Infused): Bukan sekadar membangkitkan tulang rapuh seperti penyihir kematian amatir. Ini adalah teknik mengisi mayat dengan energi Void, membuat mereka lebih kuat, lebih cepat, dan meledak menjadi bom energi jika hancur.

​Abyssal Immortality (Keabadian Iblis): Regenerasi Mutlak. Selama inti jantung atau otak tidak hancur total, tubuh pengguna akan menyatu kembali menggunakan mana. Harga yang harus dibayar adalah rasa sakit yang abadi.

​Grand Demon Magic - "Hell’s Gate": Sihir skala besar untuk memanggil hujan tombak energi gelap dari langit.

​"Sakit..."

​Varian tiba-tiba mencengkeram dadanya. Jantungnya berdetak tidak beraturan, seolah ingin meledak keluar dari rusuknya. Pengetahuan itu bukan sekadar informasi; itu adalah virus. Sihir Abyssal Immortality mulai bekerja, merombak struktur biologis tubuh manusianya secara paksa.

​Pembuluh darah di leher dan wajah Varian menghitam dan menonjol. Tulang-tulangnya serasa dipatahkan satu per satu, lalu disatukan kembali menjadi lebih padat. Darah merah manusianya perlahan bercampur dengan esensi hitam iblis, mengubahnya menjadi makhluk hibrida.

​Varian jatuh berlutut, muntah darah hitam di lantai batu. Dia mengerang, suaranya bergema di gua sunyi itu. Proses ini seharusnya membunuh manusia biasa. Tapi kebencian Varian adalah bahan bakar yang membuatnya tetap sadar.

​Satu jam berlalu. Rasa sakit itu mereda, meninggalkan tubuh yang terasa baru. Lebih berat. Lebih dingin.

​Varian bangkit berdiri. Napasnya teratur. Dia mengambil belati dari pinggangnya. Tanpa ragu, dia mengiris telapak tangan kirinya sampai putus setengah, memisahkan daging hingga terlihat tulang putihnya.

​Sret.

​Darah hitam kental menetes.

​Tapi kemudian... keajaiban mengerikan terjadi.

​Daging yang terbelah itu bergerak sendiri. Serat-serat otot menjulur seperti cacing kecil, saling mengait, menarik luka itu menutup. Kulit baru tumbuh dalam hitungan detik. Dalam lima detik, tangan Varian kembali utuh tanpa bekas luka sedikitpun.

​Varian menatap tangannya yang baru saja sembuh. Wajahnya tetap datar, tapi matanya berkilat mengerikan.

​"Sekarang aku tidak perlu takut mati," gumamnya. "Yang berarti... aku bisa membunuh dengan cara yang jauh lebih gila."

​Varian menutup kitab itu dan menyimpannya ke dalam Cincin Spasialnya. Dia berbalik menatap lorong gelap di belakang altar. Lorong itu mengarah lebih dalam ke perut bumi.

​Itu adalah pintu masuk ke Dungeon of Despair. Tempat yang dihuni oleh monster-monster buas yang ditakuti para petualang. Minotaur, Wyvern, dan Basilisk.

​Varian tersenyum miring. Dia tidak melihat monster di sana. Dia melihat rekrutan baru.

​"Waktunya berburu pasukan."

​Tiga hari kemudian.

​Dungeon itu sunyi. Tidak ada lagi auman monster. Lantai batu dungeon yang biasanya kering kini basah oleh genangan darah dan potongan daging.

​Di aula terakhir dungeon, seekor Minotaur Chieftain (Kepala Suku Manusia Banteng) setinggi empat meter sedang terpojok. Tubuhnya penuh luka sayatan, kapak raksasanya patah. Monster itu gemetar ketakutan menatap sosok kecil di depannya.

​Varian berdiri di atas tumpukan mayat anak buah Minotaur itu. Armornya hancur sebagian, memperlihatkan kulit pucat yang penuh darah monster. Dia tampak lelah, tapi matanya menyala ungu terang.

​"Menyerah, atau mati sia-sia?" tanya Varian dalam bahasa monster yang kasar.

​Minotaur itu meraung putus asa, mencoba menyerang untuk terakhir kalinya.

​Varian tidak menghindar. Dia melompat, pedang hitamnya menebas horizontal.

​Slash.

​Kepala banteng raksasa itu jatuh menggelinding. Tubuh besarnya ambruk dengan suara dentuman keras.

​Varian mendarat di atas bangkai itu. Dia tidak beristirahat. Dia meletakkan tangannya di dada mayat Minotaur itu.

​"Bangkit."

​Aura ungu pekat mengalir dari tangan Varian, masuk ke dalam jantung monster itu. Luka di lehernya dijahit kasar oleh benang-benang energi hitam. Mata banteng yang tadinya mati, kini terbuka kembali dengan nyala ungu.

​Minotaur itu bangkit berdiri. Tidak lagi bernapas, tidak lagi merasa sakit. Ia berlutut di hadapan Varian, menundukkan kepalanya yang baru disambung.

​Varian menoleh ke belakang.

​Pemandangan mimpi buruk tersaji.

​Lima ekor Minotaur Undead berbaris rapi.

Dua ekor Wyvern (Naga kecil) yang sayapnya sudah robek dan berlubang kini bertengger di stalaktit gua, meneteskan air liur asam. Mereka juga mayat hidup.

​Varian berjalan keluar dari dungeon itu, diikuti oleh pawai monster kematian. Langkah kaki berat para Minotaur membuat tanah bergetar.

​"Pasukanku," ucap Varian dingin, melihat ke arah monster-monster itu.

​Mereka bukan teman. Mereka adalah alat. Bom berjalan.

​Varian menatap langit yang terlihat dari mulut gua. Cahaya matahari menyilaukan matanya, tapi dia tidak menyipitkan mata.

​"Uskup Lucius..." bisik Varian, menyebut nama itu seperti mantra kutukan. "Kereta kencananya sedang menunggu. Kita akan memberinya sambutan yang pantas."

​Varian memanjat punggung salah satu Wyvern mayat itu.

​"Terbang," perintahnya.

​Wyvern itu mengepakkan sayapnya yang rusak namun diperkuat sihir, membawa Varian melesat ke langit, meninggalkan jejak asap hitam di belakangnya. Di bawah, para Minotaur berlari menembus hutan, menghancurkan pepohonan yang menghalangi jalan mereka, menuju Ngarai Silverleaf.

​Perburuan dimulai.

1
pengemar novel
Gareth nyebelin banget 😡
aku jugak penasaran apa rencana Varian selanjutnya ya🤔
pengemar novel
wih... kuat banget
pengemar novel
endingnya di luar dugaan di kirain bakal berpetualang bersama adiknya😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!