Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.
Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___
"Hallo, Mas Sersan"
Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Nayra Mulai Beraksi.
Pagi itu, matahari baru naik setinggi kepala, menghangatkan taman kecil di dalam Bataliyon. Nayra, Dinda, dan Sari duduk di bangku kayu sambil meneguk air minum, setelah sesi jogging yang membuat napas mereka tersengal tapi puas.
"Capek banget. Mungkin udah lama gak jogging." Sari mengelap keringatnya sambil tertawa.
"Capekmu karena lari, apa karena ketawa?" goda Dinda, membuat Sari tertawa.
Nayra hanya tersenyum kecil, masih mencoba menstabilkan napasnya. Dan saat yang sama, ia tak sengaja melirik ke sisi kanan taman. Di sana, di bawah pohon besar, terlihat dua pria berseragam duduk santai. Salah satunya Sersan Arga.
Dunia Nayra seperti berhenti sekejap. Sersan dingin itu duduk membelakangi matahari, wajahnya serius seperti biasa, sedang berbicara dengan temannya. Nayra cepat-cepat menunduk, pura-pura sibuk membuka tutup botol, namun jantungnya berdegup seperti habis sprint lima putaran lagi. Ia tersenyum dan itupun di sadari oleh Dinda.
"Nay, kenapa senyum-senyum gitu?” tanya Dinda mencurigai.
Nayra menggeleng cepat. "Gak papa, seneng aja. Heee." jawabnya, padahal pipinya sudah mulai panas sendiri.
Merasa curiga dengan tatapan Nayra yang selalu ke arah sisi Kanan. Dinda pun ikut melihat ke sana dan ia pun tahu apa yang membuat Nayra tersenyum dengan pipi merona.
"Pantesan." Batin Dinda.
"Nay."
"Hm?"
"Kamu-"
"Din, kamu setuju gak kalo aku deketin kak Arga?"
Byurrrrr.
Air yang di teguk Sari, seketika menyembur dari mulutnya. Bahkan ia terbatuk-batuk, saking kagetnya mendengar ucapan Nayra. Begitupun dengan Dinda, ia pikir Nayra hanya bercanda, ternyata tidak.
"Serius, kamu mau deketin Kak Arga?" Tanya Dinda kurang yakin.
"Serius, Din. Kayaknya aku jatuh cinta deh sama kakak kamu." Jawab Nayra meyakinkan.
"Tapi kak Arga cuek dan dingin loh, Nay. Kamu yakin bisa kuat?"
"Akan ku runtuhkan dinding es balok itu." Jawabnya dengan percaya diri.
"Selain dingin, kak Arga juga gak suka cewek males. Kak Arga suka cewek pinter dalam segala hal, salah satunya pinter Matematika." Ujar Dinda, dengan tipu dayanya.
Nayra menatapnya. "Pinter Matematika? Serius Din?"
"Hmm. Sedangkan kamu, mana bisa Matematika." Ucap Dinda yang seolah-olah mengompori Nayra agar mau belajar Matematika.
"Selain dari itu? Apa gak ada yang mudah di lakukan, Din? Entah itu masak atau nyuci gitu? Soalnya kalo masak sama nyuci aku bisa, walaupun dikit."
"Ada."
"Apa?"
"Kak Arga suka cewek anggun, Nay. Dia gak suka cewek petakilan, ceroboh, dekil. Dia pecinta kebersihan, termasuk masalah cewek."
"Kamu gak lagi nyindir aku kan, Din?"
Sari menahan tawanya, begitupun dengan Dinda.
"Memangnya kamu tersindir?" Jawab Dinda.
Nayra menggaruk lehernya. "Enggak sih!" Jawabnya sambil cengengesan.
Srettt.
"Eh, Nay. Mau kemana?" Tanya Dinda saat Nayra tiba-tiba berdiri.
Sari dan Dinda mendongak, melihat Nayra berdiri.
"Memperjuangkan cintaku."
Setelah mengatakan itu, Nayra berjalan ke arah sisi kanan taman, membuat Dinda dan Sari melotot. Karena mereka tahu, kemana arah tujuan teman mereka itu.
"Din, Nayra gak bakal nerkam kakak kamu kan?" Ujar Sari yang merasa takut dengan kenekatan Nayra.
"Aku lebih takut kalau Nayra di buang ke sungai sama kak Arga." Jawab Dinda, dengan mata yang masih menatap Nayra berjalan di sana.
Keduanya terus memperhatikan Nayra dari jarak jauh. Mereka ingin melihat seberapa besar nyali Nayra untuk mendapatkan cinta Arga. Sedangkan Nayra, ia tersenyum sumringah saat sudah hampir dekat dengan Arga dan temannya.
"Hallo, Mas Sersan."
Arga dan temannya menoleh, terlihat seorang gadis dengan senyum merekah di samping mereka.
"Siapa, Ga?" Tanya temannya.
"Gak kenal." Jawab Arga, tanpa menoleh ke arah Nayra.
Nayra cemberut, kesal. "Masa gak kenal?" Batinnya.
"Aku Nayra, Kak. Temannya Dinda." Ucapnya memperkenalkan diri, padahal Arga mengingatnya, hanya saja ia tidak ingin berurusan dengan teman adiknya itu.
"Ada apa, Nayra?" Tanya Diki, teman Arga.
"Gak papa, cuma pengen bilang sesuatu sama kak Arga." Jawabnya dengan malu-malu.
Diki melirik Arga dengan bibir tersenyum, namun Arga tak merespon.
"Mau bilang apa?" Tanya Diki.
"Mau bilang, kalo aku suka sama kak Arga."
"APA?"
***********