NovelToon NovelToon
Aster Veren

Aster Veren

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:260.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fiane

Aster gadis kecil yang hidup sendiri setelah ditinggal pergi oleh ibunya diusia mudanya. Kini dia juga harus kehilangan sosok neneknya, satu-satunya keluarga yang masih dimiliki olehnya.

Lalu suatu hari dia bertemu dengan seorang pria asing dalam sebuah kecelakaan, siapa sangka pertemuannya dengan pria itu membawanya pada kehidupan yang lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 07

-Arsel-

Ku buka mataku perlahan saat mendengar suara mobil yang menjauhi kediamanku. Sepertinya Aster sudah pergi ke sekolah dengan diantar oleh supir pribadiku.

Semalam aku memang memintanya untuk mengantar jemput Aster, mengingat dia adalah keponakanku sekarang. Dan aku benar-benar bersyukur karena bisa bertemu dengannya disaat dia membutuhkan seseorang yang bisa melindunginya ketika ibu dan neneknya sudah tiada.

Tiba-tiba pikiranku mengingat percakapanku dengan ibu semalam. Dia menelponku untuk memarahiku karena meninggalkan Michelle di restoran seorang diri.

Yah sepertinya wanita itu memang senang sekali mengadu, dan aku tak menyukai sifatnya itu. Bahkan aku tak bisa menerima perjodohan ini.

Saat ibu sedang sibuk mengomel, tanpa sengaja aku membicarakan soal kak Helen. Tentu saja itu membuatnya semakin murka, pasalnya ibu memang tak suka mendengar nama Helen Valeria disebut-sebut dalam keluarganya.

Tapi aku mencoba untuk meyakinkannya jika dia memiliki seorang anak ... darah daging putra pertamanya dengan sebuah pengandaian, apakah dia akan menerimanya?

Dengan sangat jelas dia mengatakan bahwa "Hal itu tidak mungkin, dan lagi dia tak pernah mendengar soal kehamilan kak Helen. Jikapun dia memiliki anak, sudah pasti dia bukan anaknya Ansel Veren kakak ku." Begitulah katanya.

Jelas-jelas Aster itu putrinya kakak, dilihat dari sudut manapun dia memiliki banyak kemiripan dengan kakak dan kak Helen.

Rambut hitam dengan warna ungu diujung rambutnya, perpaduan warna rambut kakak dan kak Helen, lalu bola mata ungu yang dimilikinya sama persis dengan bola mata kak Helen. Bagaimana mungkin dia bukan anak kakak?

Aku sudah memutuskan untuk mengadopsinya dan memberitau kakak soal dirinya apapun yang terjadi, untuk sementara waktu aku hanya perlu menyembunyikan sosoknya dari ibuku. Begitulah rencanaku.

"Untuk sekarang lebih baik aku mandi dulu." Gumamku segera beranjak dari tempat tidurku dan pergi menuju kamar mandi pribadiku.

Kalau aku mau memberitau kakak, berarti waktu yang tepat adalah saat kepulangannya dari Singapura. Lanjutku dalam hati sambil membuka pintu kamar mandi.

***

Waktu sudah menunjukan pukul 09:00 pagi, ponselku sudah berdering berkali-kali dan membuatku kesal karena menganggu konsentrasiku yang sedang sibuk bekerja. Dengan malas ku angkat panggilan masuk dari ibuku itu, sepertinya dia berencana untuk mengomeliku lagi sekarang.

"Ya hallo?" Ucapku mengawali pembicaraan setelah menghela napas lelah dan mengangkat telponnya.

"Arsel! Ibu dengar semalam kamu menelpon Michelle dan membatalkan perjodohan kalian, apa itu benar?" Tuturnya terdengar emosi, dugaanku benar kan? ibu menelpon untuk menceramahiku.

Wanita itu! Sepertinya dia memang senang mengadu ya ... semua hal tentangku dia adukan pada ibu, benar-benar menyebalkan. Batinku menggerutu.

"Arsel?" Suara ibu menyadarkan lamunanku.

"Ya benar, lagipula aku tak butuh wanita pengadu sepertinya dan dia juga tak menyukaiku, jadi untuk apa aku melanjutkan perjodohan bodoh ini?" Jelasku mengingat semua hal tentang Michelle.

Dia memang tak pernah menyukaiku karena sudah lama menyimpan perasaan pada kakak. Tapi kakak tak pernah menyukainya, pertemuan pertamanya dengan Michelle pun menjadi pertemuan terakhir mereka.

Lalu ku dengar dia juga sempat dijodohkan dengan pria lain sebelum menyetujui perjodannya denganku. Tapi aku tak perduli dengan masalahnya, yang aku tau dia juga merasa keberatan dengan perjodohan ini. Jadi aku mengambil keputusan untuk membatalkan perjodohan ini. Untuk kebaikannya dan diriku.

"Kenapa kamu seenaknya membatalkan perjodohannya tanpa memberitau ibu sebelumnya? Kalau begini kerjasama mereke dengan perusahaan kita akan dibatalkan, kau tau itu?" Tutur ibu dengan suara naik turunnya.

"Aku tak perduli, lagipula kakak bisa menjalankan perusahaan lainnya jika perusahaan yang disini bangkrut." Ucapku sambil beranjak dari tempat duduk ku dan berjalan kedekat jendela ruang kerjaku.

"Arsel!" Ucap ibu terdengar kesal.

"Kalau mau memarahiku sebaiknya jangan menelponku," ucapku segera memutuskan sambungan telponnya, aku benar-benar tidak mau berdebat dengan ibu dan pemikiran kolotnya itu. Hanya demi kerjasama dia sampai membuat rencana menjodohkan putranya dan melakukan pernikahan bisnis.

"Menyebalkan." Lanjutku sambil menghela napas lelah.

***

-Aster-

"Uh ini sangat sakit ...." Ringisku merasakan perih dikedua lututku.

"Hhaha... payah!" Ejek beberapa teman sekelasku yang melihatku terjatuh karena terdorong tubuh gempal Nadin saat sedang berjalan kearah gerbang.

Ini benar-benar sakit. Batinku saat melihat lututku berdarah.

"Pft... maaf ya tubuhmu sangat kecil jadi aku tak bisa melihatnya." Tutur Nadin berusaha menahan tawanya, namun detik berikutnya dia malah tertawa membuat teman-teman lainnya ikut mentertawakanku.

"Kau jahat sekali bilang dia kecil Nadin." Suara Kalea menarik perhatian semua orang.

"Lea ...." Gumam Nadin bersamaan dengan tangan Kalea yang terulur dihadapanku.

"Kau tidak boleh menjahilinya Nadin, dia ini tidak punya ayah dan ditinggalkan oleh ibu dan neneknya. Kita harus bersikap baik padanya kan?" Tutur Kalea membuatku terkejut dan mengurungkan niatku untuk meraih tangannya saat melihat senyum jahilnya.

"Hhaha... benar sekali, Aster kan gak punya ayah terus ditinggal ibu dan neneknya. Bahkan tak ada kerabatnya yang mau menampungnya, dia benar-benar ditinggalkan sendiri." Tutur salah seorang anak pria membuatku teringat kembali dengan wajah ibu dan nenek. Belum lagi semua perkataannya itu benar, dan aku tak bisa menyangkalnya.

"Benarkan dia kasihan, jadi ... sebaiknya kita tak perlu berurusan dengannya. Biarkan saja dia sendirian, kalau bertemu dengannya abaikan saja. Itu lebih mudah daripada harus mengejeknya setiap kali bertemu dengannya. Ayo pergi Nadin." Jelas Kalea membuat semua orang pergi dengan bisikan-bisikan yang menggangguku.

Hiks ... aku memang tak punya ayah, terus kenapa? Ibu bilang banyak anak yang tak beruntung sepertiku, tak memiliki ayah dan ibu. Tapi kenapa aku merasa menjadi anak yang paling tak beruntung disini? Ibu .... Batinku sambil menyeka air mataku dan segera bangkit dari posisi terduduk ku saat melihat pak supir berlari kearahku.

"Nona? Apa yang terjadi?" Tanyanya saat sampai dihadapanku dan segera berjongkok memperhatikan luka dilututku.

"Aku baik-baik saja paman, tadi terjatuh saat berlari keluar sekolah," jawabku menunjukan senyuman terbaik ku.

"Paman datang untuk menjemputku?" Lanjutku bertanya.

"Ya, tuan muda meminta saya untuk menjemput nona. Mulai sekarang saya akan mengantar jemput nona ke sekolah." Jawabnya segera bangkit dari posisi jongkoknya.

"He? Kenapa?" Tanyaku tak mengerti, kenapa paman merah meminta pak supir untuk mengantar jemputku?

"Wah cuaca hari ini tidak bagus ya, tak lama lagi pasti hujan ... sebaiknya kita segera pulang, ayo nona." Ajak paman mengalihkan pembicaraan dan langsung menggandeng tanganku menuju parkiran mobil.

Sesampainya di tempat parkir, paman langsung membukakan pintu mobilnya untuk ku supaya aku bisa langsung masuk.

Tak lama paman masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya, hujanpun turun membawa kenangan buruk dalam hidupku. Kenangan lama yang ingin ku lupakan ....

.

.

.

Thanks for reading...

1
𝐁𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆
♥️
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
woy secepat ini kah endingnya
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Time skip?😳
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Carel kangen ayang🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
gue suka eps kali ini sama dua eps sebelumnya. Gila manis banget interaksi Aster sama Carel. Tu cowoknya keliatan perduli banget sama Aster, disisi lain gue malah ngira si Carel lagi ngasuh adeknya wkwkwk🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
figuran yg sangat peka ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Mungkinkah Carel berpikir Aster bakal lepas lagi darinya? Secara kan waktu itu Aster dalam bahaya waktu jauh dari Carel, terus Carel juga gk sempet datang tepat waktu buat nolong Aster.

Jadi secara naluri dia berusaha buat tetap jagain Aster dan gk mau jauh-jauh dari Aster. Jadi kalau ada apa-apa juga, Carel bisa bantu. Gitu kan? Kalau gitu gue paham kenapa Carel sampai sepanik itu waktu Aster lepasin genggaman tangannya dan lari jauhin dia🥲
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
berusaha menahan kesal ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Apa ini apa ini?

Jadi Aster udh tau kalau Carel ngaku2 pacarnya dari temen2nya? Terus dia pura2 gk tau buat godain Carel gitu?

Eps kali ini banyak gulanya ye?
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
selamanya juga boleh, yakin tuh si Carel kegirangan karena dipeluk sama pujaan hatinya
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Termasuk gue sebagai pembacanya ye kan😌
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
ni anak gemesin banget woy. Karung mna karung >///<
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
ayo bahas biar Ansel ngamuk
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
sedang menggosipkan si Carel dan ketidakpekaanmu itu
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Ya berduaan denganmu itu maksudnya nak🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
minga maaf karena udh naksir si Aster ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Ternyata si Lea salah paham🤣

Rupanya si Aster sibuk mikirin ucapan si Carel toh.

Gue suka sih interaksi mereka disini. Apalagi Aster mulai memutuskan buat lebih terbuka sama Kalea. Berarti mulai dari sini hubungan pertemanan mereka bakal lebih dalam lagi kan? Mungkin🤔

Btw, gue ngerasa ada bau2 scene romance kedepannya. Apakah sudah waktunya Aster dan Carel mulai memasuki kisah mereka?
𝐌𝐄𝐆𝐀𝐍: lanjutkan👍
total 3 replies
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Nah iya, setuju gue. Sekali-kali Aster harus marah, jangan buat dia terlalu sabar😭
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Karena terlalu seneng sama hubungan pertemanan mu sama Aster itu.

Apalagi Asternya kelewat baik:')
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Oh jadi intinya si Ansel mau memperbaiki hubungannya dengan Aster dengan cara membuat batasan yg jelas sama si Kalea toh.

Ya sih, udh seharusnya tu anak berhenti nganggap Ansel sebagai bapaknya. Kan dia udh nemu bapak baru juga.

Disisi lain ni si Ansel pengen buat Aster seneng kayanya karena kedepannya cuma dia yang bisa manggil Ansel ayah😌
𝐁𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆: Bapak baru🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!