rena seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara dikota besar...trauma masa lalu membuat dia tidak mempunyai pasangan meskipun usianya sudah cukup dewasa untuk menikah..waktu liburan kantornya keluar kota sesuatu yang buruk terjadi padanya yang membuat hidupnya jadi berantakan
apakah yang terjadi sama rena..??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
liburan
Rena yang sudah siap berhias ,buru buru mengambil tas nya dan melihat hpnya yang mati ,tinggalin aja deh hpnya" sahutnya seorang diri sambil berjalan membuka pintu pintu kamarnya.dengan terburu buru dia berjalan menuju lift dan menabrak seorang pria yang juga sedang terburu buru,rena langsung jatuh diatas tubuh lelaki itu.
"aaaahh" teriak rena saat mukanya dan muka pria itu bersentuhan ,dengan terburu buru rena langsung berdiri dan
"maaf..maaf" ucap rena kepada pria itu yang langsung berdiri didepannya.
"saya juga minta maaf ,saya ga melihat nona karena terburu buru" ucap pria itu lagi dengn sopan
"kalau gitu kita saling memaafkan aja" sahut rena sambil menatap wajah pria didepannya ,dia tampan juga" batin rena
oke" ucap pria itu yang terpesona melihat wajah cantik nan ayuk milik rena ,seandainya dia tidak memiliki kekasih pasti dia ingin kenalan dengan wanita ini" gumamnya dalam hati
akhirnya mereka berdua masuk kedalam lift tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun ,selama dalam lift keduanya membisu ,sibuk dengan pikiran masing masing.
rena langsung menuju ke ruangan tempat teman kantornya ngumpul begitu lift terbuka.dan pria bernama dava itu pun langsung pergi ketempat tujuannya.
Dava sudrajat ,seorang milyader diindonesia ini adalah seorang pria tampan berhati dingin yang sangat setia dengan kekasihnya.
diusianya yang masih muda dia sudah memiliki banyak perusahaan diluar negeri.
dava lebih terkenal diluar negeri ketimbang dinegaranya sendiri ,wajahnya sering menghiasi majalah bisnis luar negeri terutama di amerika ,karena usahanya paling banyak dinegara tersebut.
hari ini adalah hari bahagia buat dava ,dimana hari ini dia telah melamar kekasihnya yang bernama hena ,yang baru selesai menyelesaikan studi lukisnya dari korea.
kekasihnya menyetujuinya ,serta hena juga berjanji akan datang ke pulau impian mereka berdua untuk lamaran resminya.
"kayak mana persiapannya?"tanya dava ke asisten pribadinya..yang dia percaya untuk menangani masalah dekorasi dan semuanya.
"sudah hampir selesai bos ,tinggal menggantung photo nona hena disini" sahut beno sambil menunjuk arah photo yang akan digantung.
"bagus ben ,nanti jangan lupa pastikan hari apa rena akan datang kesini ?sekarang aku mo kekamar dulu" perintah dava ke asistennya lagi
"oke bos" ucap beno ke dava
dava sebenarnya kurang suka dipanggil bos oleh beno ,tapi beno bersikeras memanggilnya bos karena hal itu wajib baginya.
mungkin karena beno berhutang budi kepada orang tua dava ,yang mengambilnya dari jalanan ketika dia masih kecil dan membiayai pendidikannya sampai kuliah.
makanya saat dia lulus kuliah dia bersikeras bekerja ikut dava ,walaupun banyak perusahaan yang menawarkan pekerjaan kepadanya ,beno menolaknya.
beno sudah terbiasa dari kecil menyiapkan segala keperluan dava ,walaupun sudah berkali kali dimarahin ortu dava ,dan membiarkan pelayan yang mengurus keperluan dava.beno tetap menolak
jadilah dia sebagai pengurus dava dirumah itu ,karena beno harus melakukan itu demi membalas kebaikan orang dirumah tersebut.
apalagi sekarang dava sudah tidak mempunyai orang tua ,kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan ketika dava dan beno sama sama menyelesaikan pendidikannya diluar negeri ,kini yang dava punya hanya neneknya dan beno.
*************
Sementara itu ditempat rena ,rena yang baru saja datang menarik perhatian teman temannya.
cantik sekali rena kalau sudah dandan." ucap teman kantornya sambil berbisik bisik
padahal dandannya biasa aja lho ,mungkin karena selama ini rena tidak pernah make up kekantor. makanya sekali make up cantik banget ,beda ama yang onoh noh" timpal yang lain sambil melirik sinta dari jauh.
sinta yang mendengar itu mukanya langsung merah padam ,wajah nya terlihat sangat marah apalagi waktu dia melihat adam yang tidak berkedip pun matanya menatap rena..dia akui memang rena sudah cantik walaupun tidak dandan sekali pun"awas lo ren..tidak akan lama lagi lo bakalan menyesal karena pernah ngelawan gue" gumam sinta lagi
"rena sini" panggil pak direktur yanto
iya pak" sahut rena dengan sopan dan langsung berjalan mendekati pak yanto
"duduk sini ,kamu yang buka acara ya malam ini" ucap pak yanto lagi
apa!!ternyata acara belum dimulai dan dia disuruh buka acara ,apa apaan sih bapak ini ,mana gue ga ada persiapan lagi" batin rena kesal mendengar perintah atasannya itu.
baiklah pak" ucap rena dengan wajah terpaksa
sementara itu adam tak berhenti memandang rena yang sangat cantik ,"ren kapan kamu bisa memaafkanku ,rasanya sudah tak sabar aku pengen memeluk mu ,hatiku sudah ga kuat lagi" batin adam.
akhirnya acara malam itu usai juga ,rena langsung meninggalkan acara menuju kamar tidurnya. dia tidak ingin berbasa basi dengan semua orang diruangan itu ,apalagi dengan adam yang selalu saja memperhatikannya selama acara itu. dia merasa risih dan jijik
cinta yang pernah ada untuk adam sudah hilang seketika dihari mamanya meninggal dunia ,bahkan untuk semua lelaki yang ada dimuka bumi ini ,karena cinta itu telah merenggut mama yang amat dicintainya.
adam yang memang tak melepaskan pandangannya dari rena ,tau kalau rena telah meninggalkan acara itu dan mengikutinya diam diam.
ren " panggil adam yang telah memastikan mereka telah jauh dari tempat acara itu
rena menoleh kebelakang ,ketika melihat adam dia dia langsung mempercepat langkahnya ,dia tidak ingin berbicara dengan adam.
adam langsung berlari dan menangkap tangan rena dan membawa rena ketempat yang agak sepi dan memaksa mencium bibir rena ,dia berharap rena akan luluh dengan ciumannya.
"lepaskan..tolong" teriak rena menjauhkan bibirnya dari bibir adam ,dan saat adam akan berhasil menyentuh bibir rena ,sebuah tangan menarik krah baju adam dan
buuk..buuk.." suara pukulan melesat kewajah adam ,dengan meringis menahan sakit adam melihat kearah pria yang menonjok wajahnya tersebut.
"kamu siapa !,jangan ikut campur urusanku" teriak adam ke pria itu lagi
"ka..kamu" ucap rena yang langsung mengenali wajah orang yang menolongnya itu
"kamu ga apa apa" ucap pria itu dan rena hanya mengelengkan kepalanya
adam yang melihat itu sangat cemburu dan langsung menarik baju pria itu tapi ditepis pria itu
"kamu siapa!teriak adam lagi
"kamu ga perlu tau siapa aku ,yang jelas aku ga suka jika melihat seorang pria melecehkan seorang wanita"ucap pria itu lagi berbalik menuju rena dan berkata
"mau saya antar kekamar anda nona"ucap pria itu lagi dan langsung dianggukin rena
rena dan pria itu meninggalkan adam disana yang hanya bisa terdiam dengan perasaan marah dan cemburu melihat rena dengan gampangnya berjalan dengan pria lain dihadapannya
maaf saya ikut campur dengan urusanmu nona" ucap pria itu lagi sambil berjalan berdampingan dengan rena
"saya yang harus berterima kasih kepada tuan karena telah menolong saya" sahut rena lagi
ga usah panggil tuan ,kenalkan namaku dava" ucap dava berhenti berjalan sambil mengulurkan tangannya kepada rena.
"ga usah panggil nona ,kenalkan namaku rena" sahut rena tersenyum sambil berjabat tangan dengan dava.
"senyuman itu mengingatkanku pada seseorang" batin dava mengingat seseorang dengan senyuman yang sangat mirip dengan rena..ah tapi tidak mungkin dia ,dia telah lama menghilang" batin dava lagi.
hello..kok malah melamun" ucap rena dengan suara yang agak keras hingga mengagetkan dava
"oh tidak apa apa" sahut dava lagi
ayok jalan lagi" ucap dava ke rena sambil berjalan yang diikuti oleh rena disampingnya
boleh aku panggil rena aja" tanya dava ke rena
terserah tuan dava saja" ucap rena lagi
"baru saja dava hendak mengatakan panggil "dava" saja..beno buru buru datang.
"ada apa?" tanya dava ke beno
ada yang mau saya sampaikan bos.." ucap beno sambil melirik rena yang berdiri disamping dava
rena langsung mengerti arti tatapan beno dan langsung pamit undur diri dan mengatakan pada dava bahwa kamarnya tidak jauh lagi
setelah rena menghilang dari pandangan ,dava langsung melirik kearah beno yang langsung dimengerti oleh beno
"gini bos ,barusan nona hena menghubungi bilang besok sore ini dia akan nyampe disini" ucap beno dengan wajah berseri seri karena dia tau dava pasti senang sekali mendengar kabar ini.
"benarkah? ucap dava seakan tak percaya bahwa hena akan datang secepat itu ,dia begitu mencintai gadis itu. setelah menunggu bertahun tahun akhirnya dia menyetujui lamarannya
"ben ,besok pagi pagi kamu periksa semua persiapannya sekali lagi ,pastikan semuanya tidak ada yang salah ,setelah itu sorenya kamu langsung ke bandara menjemput hena.
aku masih ada kerjaan dengan beberapa klien besok ,jadi kamu ga usah nemenin aku dulu "ucap dava kemudian meninggalkan beno menuju kamarnya
sementara adam yang masih berdiri ditempatnya di datangi sinta ,dia memanas manasi adam dengan kata kata yang membuat adam tambah membenci dava ,sinta berpikir adam akan membenci rena tapi justru sebaliknya.