Pernikahan adalah sebuah rumah bagi setiap pasangan yang telah menikah untuk berpulang. namun apa jadinya kalo Seorang suami tidak menginginkan dirinya. sedangkan di hatinya masih belum bisa melupakan wanita lain yang sudah bahagia dengan suami dan anaknya tersebut.
Itu lah yang di alami oleh Rania
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Tempat tinggal baru
Selama dalam perjalanan antara lintang dan juga Rania saling berdiam diri, sampai membuat Bagas yang sedang mengemudikan mobilnya pun sedikit kesal dengan pasangan pasutri baru itu.
Apa lagi Bagas sangat menyayangkan kenapa bukan dirinya saja yang menikah dengan gadis tersebut waktu itu kenapa ayah dari pria itu malah memilih atasannya yang tidak suka sama sekali dengan pernikahan tersebut.
Mungkin kalau Bagas yang dipilih untuk menjadi pengganti pria waktu itu dirinya bakal senang karena dapat menikahi wanita secantik Rania, namun kini tinggal mimpi saja, karena gadis itu sudah menjadi istri atas tersebut.
Lintang yang tadinya sedang bermain ponsel pun tidak sengaja melihat asistennya mencuri-curi pandang pada wanita yang berada di belakangnya melalui kaca spion atas.
”Apa yang lo liat Bagas." Ujar lintang mengagetkan Bagas yang tadinya masih memperhatikan wanita yang ada di belakangnya itu.
” Apa Pak saya nggak lihat apa-apa kok saya cuman fokus mengemudi aja." jawab Bagas dengan sedikit guguk, dan hal tersebut pun membuat Rania yang tadinya fokus melihat jendela samping pun sedikit melihat ke arah depan dan memperhatikan kedua pria tersebut yang tengah berbicara.
Namun Rania sendiri tidak mempedulikan kedua pria itu dan kini tengah mengambil ponselnya yang berada di tas selempangnya lalu mengetik sesuatu di dalamnya.
Lintang sendiri pun di tidak memperdulikan wanita yang berada di belakangnya. bahkan saja pergi dari rumah orang tua wanita itu lintang semakin bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadap wanita yang kini berstatus sebagai istrinya itu.
Apa lagi lintang memilih duduk di depan bersama Bagas ketimbang duduk di belakang bersama wanita itu. dan saat memasukkan koper pun Bagas yang lebih peka dari pada lintang yang memang tidak melihat kesusahan wanita itu saat mengeret koper itu untuk di letakan di dalam bagasi mobil.
Selama dalam perjalanan lintang pun tidak ada berhenti ataupun mampir ke tempat lain, ataupun menawarkan untuk mengisi perut kepada wanita itu.
Padahal Bagas sudah menahan rasa lapar sejam yang lalu, namun tidak berani berbicara kepada atasan yang tersebut yang terlihat begitu cuek saja.
Mau tidak mau Bagas pun terpaksa menahan rasa laparnya hingga mereka sampai di rumah komplek perumahan yang selama hampir 2 tahun ini lintang tinggali di kota bogor, karna urusan pekerjaan yang ia kelola kerjakan dari kota penghujan ini.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam mobil yang dikendarai oleh Bagas pun sampai di depan rumah pribadi milik Lintang yang selama ini ia tinggali di Bogor. karena pernah waktu itu Lintang menginap di hotel selama beberapa hari sampai akhirnya ia membeli perumahan tersebut yang letaknya strategis dan tidak jauh dari tempat ia bekerja.
karena menurut Lintang lebih baik ia membeli rumah langsung ketimbang harus menginap di hotel ataupun penginapan lainnya yang setiap harinya pastinya mengeluarkan uang untuk biaya ia beristirahat di sana.
Setelah mobil tersebut berhenti pun Lintang keluar begitu saja tanpa mengajak Rania yang masih berada di bangku belakang.
Melihat sikap atasannya yang begitu sangat dingin terhadap istrinya itu, membuat Bagas kasihan apalagi wanita cantik itu hanya diam saja di perlakukan begitu oleh atasannya.
”Mari Mbak Rania kita turun, soalnya sudah sampai biar saya yang mengambil koper Mbak di dalam bagasi. Mbak boleh tunggu di depan pintu rumah itu saja." kata bagas sambil menunjuk ke arah pintu rumah yang sudah terbuka oleh lintang yang sudah masuk duluan ke dalam meninggalkan istri cantiknya tersebut.
”Makasih pak..." kata rania yang belum mengetahui siapa nama pria tersebut yang baik terhadapnya.
” Saya Bagas Mbak Rania, Jangan panggil saya Pak panggil saja Bagas saya asisten pribadi dari Pak Lintang." kata bagas sambil memperkenalkan dirinya kepada istri atasannya tersebut dengan senyum tipis di wajah.
”Baik mas Bagas, Sepertinya saya lebih tua dari Anda makanya saya memanggil anda dengan sebutan Mak yang lebih sopan nggak papa kan." kata Rania dengan senyum ramah terhadap Bagas yang nampak terpanah melihat senyuman dari wanita di hadapannya yang terbilang sangat cantik saat tersenyum seperti itu hingga membuat dirinya tidak berkedip hingga sesaat.
”Eh .... iya gak papa rania, yasudh kalo begitu biar saya ambil kan dulu koper kamu." Kata bagas sambil berjalan kebelakang mobil dan membuka bagasi lalu mengeluarkan koper wanita itu yang sedang melihat-lihat rumah tersebut.
Lalu setelah itu Bagas pun menjerat koper milik perannya ke depan pintu yang lumayan berat sampai di hadapan wanita itu.
”Kalo begitu silakan masuk Rania, Anggap saja sekarang rumah ini seperti rumah kamu sendiri. karnamulai hari ini kamu bakal tinggal di sini." kata bagas yang duluan masuk kedalam. karna Bagas tahu kalau wanita itu masih canggung untuk masuk duluan ke dalam apalagi ini kali pertamanya dirinya ke rumah tersebut.
Rania tidak menjawab namun hanya tersenyum tipis saja, Bagaimana mungkin rumah ini nggak bakal menjadi rumah yang sedangkan pria tersebut saja tidak menganggap dirinya sebagai seorang istri.
Lagian di antara mereka berdua juga tidak ada rasa cinta apalagi hati rania seolah olah sudah mati karena sejak David dan keluarganya tidak datang kepernikah dirinya dan hampir mempermalukan keluarganya membuat Rania tidak lagi memikirkan cinta ataupun yang lainnya.
Biar lah rasa sakit ini hanya dirinya yang menanggung semau akibat perbuatan pria karena ditinggalkan begitu saja tanpa kejelasan apapun.
Bahkan mulai kemarin rania sudah memblokir nomor pria itu beserta keluarganya karena Rania tidak ingin lagi berurusan dengan mereka dan kalau sampai suatu saat nanti pria itu muncul di hadapannya pertama kali yang akan Rania lakukan adalah tertawa karna sudah mereka buat dirinya Serta keluarganya seperti ini
Saat sampai di dalam Rania pun tidak melihat keberadaan pria tersebut di ruang tamu maupun di ruang keluarga.
”Rania silakan duduk dulu, mungkin pak lintang lagi kekamar dulu." kata bagas sambil meletakkan koper milik wanita itu di samping sofa.
”Iya." jawab Rania dengan singkat.
Bener saja tidak lama kemudian pria itu pun turun dari atas tangga, karna memang rumah itu berlantai 2 dengan 3 kamar tidur 2 di atas dan satu di bawah.
”Sekarang kamu boleh pulang Bagas." ucap lintang setelah sampai di sana dengan wajah datar Tampa memandang kearah Rania yang duduk di atas sofa.
”Baik pak, mbak Rania kalo begitu saya Permisi dulu." kata bagas sambil berpamitan dengan atasan serta wanita itu.
”Iya." jawab Rania singkat.
Setelah itu pun Bagas pergi dari sana meninggalkan sepasang suami istri yang masih terdiam satu sama lain.
saking banyaknya list cerita yg di baca 😁😁
rajin up dong 🙏🙏🙏
dan ternyata sy jatuh cinta sama cerita nya.. dan suka alur seperti ini 👍👍🤗🤗🤗
gak sabar saat si Lintang malah berubah haluan dalam memperhatikan Rania 👍🤩😁😁