Ani Alexa gadis 17 tahun yang terpaksa menikah dengan pria pilihan kedua orang tuanya.
Menikah dengan pria yang mesterius, Sombong, Angkuh, membuat dirinya harus terjerat dalam pernikahan ini.
Dendam yang menggebu dalam dirinya terhadap kedua orang tuannya yang sudah memperlakukan dirinya bagaikan anak terbuang.
Silahkan baca di story " Mendadak Nikah Sama CEO"
follow instragram @tikaputri.yesi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Putri yesi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meet Darling
Hari ini Aldo sudah sampai di bendahara soekarno-Hatta,ia baru saja sampai ia ingin kasih ke juga buat Adik tersayangnya itu Ani.
Ia berjalan keluar lalu menyetop taksi menuju rumahnya.selama perjalanan ia sangat tak sabar melihat wajah adiknya itu.Ia pulang seorang dirinya karena orang tuanya masih belum kembali karena masih ada urusan yang mereka urus. Jadi dirinya disuruh pulang terlebih dahulu.
"Aldo, mama dan papa gak bisa ikut pulang besok sama kamu nak!" kata mamanya.
"Lo kenapa ma?" tanya Aldo.
"Papa, masih ada urusan di sini jadi kamu bisa kan pulang sendiri kan?" tanya mamanya.
"Biasa dong ma, mama kira aku masih anak kecil dimana-mana sama orang tua!" balas Aldo.
"Iya mama percaya sama anak mama ini, kamu sekarang harus istirahat kan penerbangan kamu ke Indonesia besok jam 8 pagi."
"Iya Ma Aldo mau istirahat dulu ya," kata Aldo.
Mama Aldo keluar dari kamarnya sambil menutup pintu kamar anaknya itu.
"Ya besok aku pulang, tunggu Kakak Ani."
Tok..tok.... bunyi pintu diketuk, Aldo segera membukakannya lalu dia lihat mamanya yang berdiri di depan pintu sambil memegang paper bag.
"Aldo tolong kasih ke anak mama satu lagi ya! kalau sudah sampai di Indonesia ya!" pinta Mamanya.
"Iya Ma, Aldo mengambil paper bag itu."
"Ya sudah kamu, istirahat lagi sana!"
"lya Ma." Aldo kembali menutup pintu
Kamarnya lalu ia berjalan ke tempat tidurnya ia mendudukkan bokongnya di ranjang itu lalu ia melihat apa yang dikasih mamanya itu buat Ani.
Pas di tengok ternyata gaun cantik berlengan panjang dan wow cantik sekali, dia pasti sangat senang sekali nanti kata Aldo.
Aldo kembali memasukannya kedalam paper bag itu terus ia juga mengambil Kadonya untuk Ani.
Ya sebuah handphone keluaran terbaru dan couple nya sama dengan miliknya. Setelah selesai ia menarok kembali melanjutkan tidurnya .
keesokan paginya Aldo bangun sangat pagi sekali terus ia bersiap -siap untuk penerbangannya pagi ini .
Setelah satu jam ia sudah turn on ke Indonesia .Hingga tiba di Indonesia di bendara soekarno hatta.
Sekarang Aldo sudah sampai dirumahnya ia segera mungkin untuk membersihkan diri ia ingin bertemu dengan adik kesayangannya itu.Rasa tak sabar dia melihat senyum adiknya itu.
Akhirnya ia selesai dan sudah mengendarai mobil miliknya itu menuju kafenya. Ia melakukan mobilnya dengan begitu kencang supaya cepat sampai di kafe, tak butuh makan waktu lama akhirnya dia sampai segera memikirkan mobilnya di parkiran sambil kafe lalu turun dari mobil dengan menjinjing paper bag yang ada ditangan kirinya itu ke dalam kafe, dari luar kafe terlihat banyak sekali pelanggan Aldo merasa senang jika kafe nya di datangi oleh banyak pengunjung.
Aldo segera masuk mencari sosok yang ia kangenin selama berlibur di luar negeri. Ia berjalan menuju lantai dua terlebih dahulu untuk ke ruangan ya untuk meletakkan paper bag yang ia bawah dan nanti baru ia kasih sama adiknya itu.
Setelah dilantai dua ia melihat para penghujung menikmati pemandangan dan lukisan-lukisan yang mereka jadikan objek penarik bagi pelanggan atau pengunjung ke kafe ini.
Lukisan yang dinikmati itu adalah karya adik kesayangannya Ani.Ia Ani pintar sekali dalam melukis tapi ia tak pernah mau melihatkan nya kepada yang lain.
Ia segera menarok dan turun kembali kebawa mencari sosok adiknya itu.
Ia menuju kebelakang di sana semua sedang berkutik dengan pekerjaan mereka, tampaknya sangat sibuk sekali karena pengunjung sahabat banyak sekali.
Dari sudut sana Ani juga sama dengan mereka yang sibuk dengan kerjanya memasak makan khas jepang itu dengan khusuk biar masakannya tak mengecewakan Aldo memperhatikan Adiknya itu lalu ia menghampirinya dari belakang, ia hanya mengamati saja apa yang ia dilakukan adiknya itu.
Seperti yang dilihat Ani sibuk memotong-motong Rempah dan dedaunan yang dibutuhkan. Ia tak tau jika ada seseorang yang memperhatikan dari tadi.
"aduh capek juga pelanggan hari ini sangat banyak sekali bahkan melebih kemaren," ujarnya.