[SEDANG DIREVISI] S2 nya silakan baca—{Menikahi Mantan Dewa Tertinggi} generasi anak Fu Chan Yin.
Dia menjadi istri surga sang Raja Neraka
Sebelumnya, Fu Chan Yin merupakan agen termuda zaman modern. Tiba-tiba berpindah dimensi ke zaman kuno yang membutuhkan energi spiritual untuk bertahan hidup. Sebagai pewaris esensi delapan dewa-dewi, dia menjadi yang disegani di dunia langit. Dan hidupnya telah ditakdirkan menjadi bintang phoenix sang Raja Neraka, Xiu Jichen.
Pria itu masih ras iblis yang dingin, sombong, kuat dan mendominasi. Dia ditakdirkan untuk memegang gadis itu dalam hidupnya, agar tidak ada orang lain yang berani menatap kecantikannya.
Gadis itu pintar, tak terkalahkan, mampu membuat racun, menjinakkan binatang roh dan memasang array spiritual. Bahkan mengontrak binatang roh suci kuno.
Tapi dibalik itu semua, Fu Chan Yin memiliki kelahiran yang misterius. Dan perjalanan ini, akan mengungkapkan semua jati dirinya. Akankah semuanya terjawab?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Namaku ... Fu Chan Yin
BUNGA aster api memiliki fungsi utama untuk menyembuhkan racun dingin. Kadang bisa dibuat pil. Sesuai namanya, aster api mengandung inti api murni yang abadi. Memiliki unsur Yang dan lawan dari Yin, cocok untuk menyembuhkan racun dingin pada pria.
Sayangnya, karena bunga aster api sangat langka, beberapa sekte atau keluarga bangsawan besar menjadikan bunga aster api sebagai harta berharga. Bahkan kekaisaran saja mengoleksi beberapa tanaman atau bunga herbal langka hasil jarahan.
"Mungkin aku bisa membantu." Fu Chan Yin menawarkan bantuan.
"Bisakah itu? Apa kamu tahu di mana letak bunga aster api yang telah mekar?" Huang Fu Lin bertanya dengan semangat.
"Tidak perlu mencari yang mekar untuk membuatnya mekar," jawabnya sambil tersenyum lucu.
Sebenarnya, Fu Chan Yin bisa memberi mereka bunga aster api yang dimaksud. Tapi segala sesuatu membutuhkan imbalan. Ia tidak puas dengan harta berupa koin emas atau perak dan tael yang diambilnya dari bawah tanah Hutan Tujuh Pagoda.
Jika bukan karena bantuan keempat makhluk suci kuno miliknya, ia mungkin masih miskin hingga sekarang.
"Tapi, siapa yang terkena racun dingin?" tanyanya penasaran.
"Ini ... sebenarnya untuk seorang tokoh yang paling disegani di kekaisaran langit Dunia Atas. Dia adalah rekanku yang memberi tugas." Huang Fu Jung mencoba menjelaskan.
Tidak ada gunanya menyembunyikan niat mereka demi mendapatkan bunga itu. Mungkin, gadis berkemeja putih di hadapannya memiliki cara. Tentu saja ia tahu siapa Roh Bunga. Dengan bantuan Roh Bunga, tanaman apapun bisa tumbuh lebih cepat.
"Jika kamu memiliki bunga itu atau memiliki cara memajukan usia bunga aster api, hadiahnya akan aku serahkan padamu," imbuhnya memikirkan cara agar gadis itu ikut ke kota.
Melihat kemampuan Huan Fu Jung dalam merayu kesempatan besar, kedua adiknya mendukung. Mereka segera setuju dan menambahkan banyak hal.
"Hadiah? Apa hadiahnya?" Sepertinya gadis itu sedikit tertarik.
"Istana Golden Lotus akan menjadi hadiahnya. Itu terletak di dekat Istana Blackhell."
"Oh. Seseorang yang terkena racun dingin ini adalah seorang raja?" Gadis itu mengklarifikasi.
"Benar, raja muda." Huang Fu Lin mengangguk dan memiliki senyum aneh di wajahnya.
"Dia dijuluki Raja Neraka. Sebenarnya, ada pegunungan sakral di sisi utara. Di sanalah Istana Blackhell berada. Meski itu milik saluran Dunia Iblis, tapi pegunungan sakral itu sudah menjadi bagian dari penghubung Dunia Ibis dan Dunia Atas," jelasnya.
Kali ini Fu Chan Yin memiliki pemahaman tentang Dunia Iblis dan Dunia Atas. Dunia Atas saat ini dikategorikan sebagai dunia tingkat pertama oleh kultivator Dunia Bawah. Mereka di Dunia Bawah termasuk keabadian sejati, bukan tempat para manusia seperti mereka.
Keabadian di Dunia Atas pasti terjamin hingga keturunan. Hanya saja budidaya kultivasi sangat diperlukan untuk menambah kekuatan dan vitalitas seseorang. Semakin kuat seseorang, keturunan mereka nantinya juga bertambah hebat.
"Dari puncak pagoda hutan ini, kamu bisa melihat gunung itu. Perjalanan ke sana dari sini menghabiskan waktu mungkin satu bulan dengan menunggangi binatang roh terbang tingkat menengah." Yun Yilan menambahkan.
"Sangat jauh." Gadis itu berpikir sejenak.
Hadiahnya itu tidak terlalu penting baginya. Tapi memiliki tempat tinggal memang sangat dibutuhkan. Ditambah Roh Bunga di ruang spiritual membujuknya untuk menerima hadiah itu nanti.
"Baiklah. Sebenarnya, aku memang memiliki bunga itu. Roh Bunga bisa memajukan usianya."
Melihat gadis itu memenuhi permintaan, mereka bernapas lega. Akhirnya Raja Neraka bisa disembuhkan dari racun dingin yang dimilikinya selama hampir 500 tahun.
Selain itu, Huang Fu Jung memiliki berbagai gambaran tentang bintang phoenix milik Raja Neraka. Jika gadis itu memang orang yang dicari, maka Istana Golden Lotus yang menjadi hadiah sangat cocok.
"Jika sudah diputuskan, maka kita bisa pulang besok."
"Kalian pulang duluan. Aku bisa menyusul." Fu Chan Yin tersenyum masam dan melepas zaoshan milik Huang Fu Jung. "Malam ini aku harus pergi untuk mengurus sesuatu sebelum meninggalkan hutan ini. Aku akan menemui kalian di tempat tujuan."
"Tapi, hutan ini berbahaya juga bagimu. Selain itu, kamu belum mengenal kami. Mungkin akan sulit bertemu jika kita berpisah begitu saja." Huang Fu Yan agak khawatir jika nanti kehilangan Fu Chan Yin.
Fu Chan Yin menggeleng dan menyerahkan zaoshan itu pada Huang Fu Jung. "Jangan khawatir, aku tahu jalan. Menemukan kalian sangat mudah. Tapi malam ini aku harus pergi, terima kasih atas makanannya."
Ia berbalik dan berjalan pergi menuju ke dalam hutan. Sebelum kehilangan sosok kecil itu, Yun Yilan berseru. Ia ingin tahu namanya meski gadis itu tidak berniat mengungkapkan identitas.
"Namaku ... Fu Chan Yin," kata gadis itu datar. Pada akhirnya, sosok itu benar-benar menghilang di kegelapan.
Yun Yilan mengulang nama Fu Chan Yin dengan gumaman. Saat ini Huang Fu Jung tengah menulis surat untuk Raja Neraka, melaporkan ciri-ciri dan nama gadis itu. Setelah selesai, kertas dilipat dan dikirim melalui burung pengantar surat.
"Apakah itu benar-benar dia?" tanya Huang Fu Lin.
"Biarkan Raja Neraka mengkonfirmasi dirinya. Tugas kita telah selesai. Batu komunikasi menunjukkan titik di mana Raja Neraka berada saat ini. Tidak terlalu jauh dari lokasi hutan," jawab Huang Fu Jung skeptis.
Dia mendesah dan memakai zaoshan-nya kembali. "Istirahatlah malam ini. Besok kita harus berangkat ke ibu kota dan menunggu Fu Chan Yin menyusul."
"Bisakah dia menyusul?"
"Yakin saja."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah meninggalkan keempat orang itu, Fu Chan Yin pergi ke sebuah tempat. Ada banyak tanaman herbal yang ia ambil kali ini. Seperti seorang perampas, ia mencabut semua tanaman obat itu dan menanamnya di ruang spiritual.
"Aku tidak tahu bahwa dalam waktu setengah tahun, banyak tanaman herbal tumbuh subur di hutan ini," gumamnya.
Cahaya samar-samar terbentuk di samping Fu Chan Yin, memadat dan mengambil wujud manusia berjubah merah muda. Wajah pria dewasa yang sangat cantik dan terlihat nakal, memandang sang majikan di sampingnya.
Seluruh tubuhnya memancarkan aura seharum bunga. Rambut hitamnya tergerai hingga mencapai betis, sangat dominan dengan keindahan duniawi.
Dia adalah Roh Bunga. Cikal bakal dari keindahan dan tumbuhnya bunga. Hidup selama ribuan tahun dan memilih menetap di Hutan Tujuh Pagoda untuk waktu yang cukup lama. Pada akhirnya ia bertemu dengan Fu Chan Yin dan menjadi peliharaan.
"Tuan, meski tanaman herbal di hutan ini tumbuh subur, ada banyak binatang roh penjaga yang selalu menyerang siapapun yang menyentuh wilayahnya." Dia memberi tahu.
Fu Chan Yin melihat sekitar dan mengarahkan toples berisi inti kristal putih ke berbagai arah. Benarkah ada binatang penjaga?
Tapi kenapa suasananya sekarang begitu sunyi dan damai?
"Aku tidak melihatnya." Ia berkata jujur.
"Mereka mungkin takut."
Saat mengarahkan cahaya ke arah sebuah pohon, Fu Chan Yin menyipitkan matanya. Samar-samar, ia melihat ekor macan tutul. Ketika dilihat lebih jelas, itu memang seekor binatang roh macan tutul yang membelakanginya. Terlihat setengah tubuhnya bersembunyi dan tampak gemetar ketakutan.
Rasanya macan tutul roh itu ingin mencari lubang untuk bersembunyi, bahkan belum sempat menaiki pohon untuk lari.
"..."
Tiga garis hitam muncul di kepala Fu Chan Yin dan Roh Bunga. Ternyata binatang penjaga itu sedang ketakutan dan hanya mampu menyembunyikan sebagian tubuhnya di bawah pohon dekat bebatuan.
"Ternyata ketakutan," katanya.
Saat ini Fu Chan Yin tidak berniat untuk memfokuskan diri dengan binatang roh itu. Ia lebih hati-hati lagi menggali beberapa tanaman spirit dan melemparnya ke ruang spiritual. Setidaknya, ada keempat makhluk suci kuno yang masih menganggur di sana.
"Kembalilah ke ruang spiritual dan bantu keempatnya menanam tanaman," perintah Fu Chan Yin terdengar sakral, tapi Roh Bunga menolak untuk pergi.
ibu fu can yin
ceritamu seru keren 😘😘😘😘😘😘