NovelToon NovelToon
Gelora Cinta Tuan Bara

Gelora Cinta Tuan Bara

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:71.5k
Nilai: 5
Nama Author: Titin

Diam diam seorang Bara Aditama jatuh cinta pada wanita yang bersetatus istri orang. Safira nama wanita itu, wanita yang hampir menginjak usia kepala empat itu mampu membuat hatinya bersebar tak karuan. Hanya dengan berdiri di sampingnya. Sayangnya dia sudah menikah, juga sudah memiliki seorang putra. Lalu tiba tiba dia mengetahui perselingkuhan suami Safira. Lalu apa yang akan di lakukan Bara setelah mengetahui, wanita yang sangat dia cintai di hianati pasangannya.
Baca kisahnya selanjutnya di Gelora Cinta Tuan Bara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7

Bara menyipitkan matanya yang tajam, menatap keluar jendela kaca yang ada di ruang ber Ac ini. Dia sedang berada di Cafe dekat kantor barunya. Menatap kedepan dengan sorot mata tajam.

Bola matanya yang hitam kelam menatap tak berkedip sosok Safira di luar sana. Wanita yang belakangan ini menyita perhatiannya siang dan malam.

Dengan seambrek berkas sketsa di tangannya, Safira tampak berjalan cepat ke arah pintu masuk gedung megah itu. Tapi sayang, tumit sepatunya yang runcing terbenam di tanah lunak, terselip diantara paving block hingga membuat tubuhnya hilang keseimbangan. Beruntung dia tidak jatuh, hanya saja berkas di tangannya berserakan di tanah.

"Dia masih saja ceroboh." desis Bara, saat melihat semua itu. Dia tak kan mungkin lupa segala sifat Safira, walau sudah terbilang tahun lamanya. Wanita dengan kecerobohan tingkat tinggi. Dan sepertinya kebiasaan itu tidak hilang dari seorang Safira.

Bara berdecak kesal saat melihat Safira kesulitan melepas tumit sepatunya dari jepitan paving block. Walau begitu, tak ada niatnya untuk menolongnya sama sekali. Dia hanya melihat dari tempatnya duduk. Sebab dia masih belum berani menampakkan diri di hadapan Safira. Dia tak yakin bisa menahan diri terhadap wanita itu.

Sementara Safira terlihat sudah berhasil melepas sepatunya dari jepitan paving block. Dengan gerakan terburu buru dia memunguti berkas berkasnya yang tercecer di atas tanah. Setelah beres, dia pun bergegas masuk kedalam gedung.

Hari ini ada banyak pertemuan yang harus di hadiri Safira. Ada banyak pasangan calon pengantin yang ingin menemuinya. Mereka ingin Safira lah yang mendesain baju pengantin mereka. Hal ini bukan tanpa alasan. Dua bulan lalu sepasang calon pengantin menghubungi Safira, mereka meminta Safira mendesain baju pengantin serta beberapa baju seragam untuk kerabat terdekat mereka.

Ternyata kedua orang itu adalah pasangan konten kreator. Dengan ijin Safira Keduanya mendokumentasikan proses pembuatan baju pengantin mereka. Tidak disangka hasilnya mengundang decak kagum penggemar keduanya. Dari situ nama Safira mendadak viral. Lalu imbasnya banyak pasangan pengantin yang menginginkan Safira mendesain baju pengantin mereka.

Itu sebabnya untuk beberapa saat ini dia lumayan sibuk. Menghadiri beberapa janji temu dengan calon pengantin yang ingin di buatkan baju olehnya.

Bara menyesap kopi hangat di depannya dengan perlahan. Sementara netranya masih tertuju pada bayangan Safira yang sudah menghilang di balik gedung.

Tak berselang lama, dia pun beranjak dari tempat itu. Melangkah masuk ke gedung yang sama dengan Safira di ruang yang berbeda.

Ruang mewah berukuran lumayan luas, dengan desain bergaya modern ini terasa sepi.Ini adalah ruang kerja Bara di kantor ini, hanya kantor cabang milik Bara, sementara perusahaan terbesar miliknya ada di pusat kota.

Tapi akhir akhir ini dia malah lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor cabang. Sampai sampai membuat asisten pribadinya merasa heran.

Seperti saat ini, ada banyak pertemuan penting yang terpaksa di jadwal ulang. Karena kunjungannya ke kantor cabang ini.

"Tuan melewatkan dua pertemuan penting, hanya untuk melihat nyonya Safira jatuh di tempat parkir? Luar biasa." ucap pria berwajah tampan itu, sembari menatap tuanya.

Bara yang sedang menandatangani berkas, beralih menatap Bimo dengan sorot mata dingin.

"Kau memata matai atasanmu?! Besar juga nyalimu." sahut Bara dengan intonasi rendah.

"Aku tak sengaja melihat adegan memalukan itu tuan, maafkan aku." ucap Bimo lagi. Membuat Bara geram.

"Lebih baik tutup mulutmu itu, aku membayar jasamu untuk urusan perusahaan. Bukan urusan pribadi ku, paham?!"

"Tentu saja saya paham tuan." sahut Bimo, sembari tersenyum sarkas.

Bimo adalah orang kepercayaan Bara, juga teman sejak jaman SD. Itu sebabnya dia berani bersikap begitu di hadapan Bara. Ada kalanya dia bersikap layaknya teman, adakalanya dia bersikap layaknya bawahan. Dan, masalah Safira ini pantasnya di sikapi layaknya teman.

"Oh ya, di kantor pusat nona Selyn sudah menunggu tuan selama dua jam." ujar Bimo memberitahu Bara.

"Suruh dia pulang." sahut Bara acuh tak acuh.

Bimo menghela nafas berat. "Temui saja wanita itu, atau kakekmu akan datang dan membuat keributan di kantor." ujar Bimo menasehati.

Bara berdecak kesal, tapi pria itu akhirnya menuruti ucapan Bimo.

Tak berapa lama, Bara sudah sampai di depan kantor pusat. Kedatangannya mengundang perhatian karyawannya. Pesona lelaki itu mampu membius semua mata yang melihatnya. Tak pandang bulu, mau laki laki ataupun wanita. Daya pikatnya mampu menarik perhatian mereka.

Saat tiba di depan resepsionis, salah satu pegawainya memberitahu Bara bahwa Serlyn sedang menunggu di ruangannya. Tak banyak bicara, Bara cuma mengangguk tegas lalu melangkah pergi.

Di depan pintu ruang kerjanya, Bara berdiri sejenak sebelum memutar handle pintu. Lalu melangkah masuk kedalam, sembari mengedarkan pandangannya keseluruh ruang.

Netranya yang hitam kelam mencari sosok Serlyn yang ternyata tengah duduk di sofa.

Melihat Bara masuk, wanita itu beranjak menyambutnya.

"Kau dari mana?" tanya wanita itu mengintrogasi. Bara tak menggubris, dia terus melangkah melewati Serlyn. Berjalan menuju tempat duduknya.

"Bara aku bertanya padamu!?" pekiknya manja. Membuat Bara jengah.

Pria yang memiliki tatapan tajam itu beralih menatap Serlyn. "Ini kali terakhir kau masuk ke ruangan ku tanpa izin. Aku tidak suka orang yang bertingkah seenaknya seperti dirimu. Kau paham." ujarnya, matanya yang kelam menatap gadis itu tak berkedip.

Serlyn mencebik, dia tidak merasa tindakannya salah. Datang kekantor calon tunangan dan menunggunya di sana, dimana salahnya? Itu yang ada dalam pikiran wanita itu. Tapi tidak demikian dengan Bara. Dia belum setuju dengan perjodohan ini.

"Katakan, ada perlu apa kau datang kesini?" tanya Bara tak sabaran.

"Kangen.." sahutnya sembari mengulum senyum. Membuat perut Bara terasa mual.

"Serlyn, jaga sikap mu. Gadis terhormat sepertimu apa pantas bersikap begitu."

Mendengar itu Serlyn menncebik. "Kau tau bukan? Aku bersikap begini hanya di hadapan mu." rajuknya masih dengan sikap yang manja.

Bara medengkus kesal, siapa yang perduli. Dia sama sekali tak perduli.

"Aku tidak pernah memperlihatkan mu sedetail itu. Mungkin kau juga paham. Dan lagi, sikapmu ini bisa membuat pacarku salah paham."

"Pacar?!" pekik gadis itu, sembari membulatkan matanya menatap Bara, Bara mengangguk tegas.

"Omong kosong, kakek memintaku jadi tunangan mu." ucapnya lagi.

"Orang tua itu sembarangan bicara, dia selalu saja menyodorkan barang bekas padaku. Apa dia pikir aku tong sampah." sahut Bara dengan bergumam. Membuat Serlyn semakin membulatkan matanya mendengar kalimat itu.

"Kau bilang apa? Barang bekas?!" wajah Serlyn terlihat memerah menahan marah.

Bara yang sedari tadi sibuk dengan berkasnya, terlihat berhenti beraktivitas. Dengan wajah mengelam dia menatap Serlyn.

"Kenapa? Kau tidak terima?" tanyanya sarkas.

"Serlyn, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hal mana yang tidak aku pahami dari dirimu. Selama ini aku diam saja, itu karena kau masih tau batas batas mu. Tapi sekarang sepertinya kau terlalu berani melampaui batas itu. Jadi jangan salahkan aku bila bertindak sedikit kasar padamu. Mulai hari ini berhenti mengganggu lelaki tua itu. Lagi pula apa kau pikir aku tidak bisa mencari jodoh ku sendiri? Jangan naif Serlyn." ujar Bara panjang lebar.

Gadis berparas cantik itu tampak terdiam kaku. Dia tak menduga Bara yang selama ini diam mampu berucap setajam itu terhadapnya. Walau dia tak yakin rahasia yang mana yang ada di tangan Bara. Tapi tetap saja hal itu membuat nyalinya ciut.

"Pulanglah, dan jangan lupa cari cara agar kakek tidak lagi memintaku menikahi mu. Kau paham?"

Entah mengapa dengan bodohnya Serlyn mengagguk, lalu bergegas pergi.

.

Bersambung

1
YuWie
sudah sampee lupa dg tuan bara
Tata Hayuningtyas
update nya lama bgt thor sampe lupa jalan cerita nya
YuWie
mau dibawa kemanaa hubungan kita..
YuWie
rak mudeng sama bara bara ini... katanya cinta safira tapi klo lihat cewek bening hawane pingin nidurin. Eman2 safira, sama saja dg mantannya fira
sha
/Good/
Yanti yulianti
bagus
Wahyu Agustin
bara bereeee
Wahyu Agustin
bara bere bnyk kjutan
Wahyu Agustin
lanjuttt
atik
bagus
nur adam
lnjut
YuWie
benee kata bimo..seberharga itukah safira bagi Bara.. kulihat malah semakin gak jelas hubungan mereka. tarik ulur. Bara ngeklaim kepemilikan tapi safira gitu2 aja sikapnya
AstutieEcc
lanjut kakakk😍😍😍
AstutieEcc
untung ota semaput safira🤭🤣🤣
YuWie
krg sat set ya alurnya..hehehehe
Afsa
kisahnya bagus Kak..tp sayang,updatenya lama😄
YuWie
Tuan Bara..cintanya memBara2 dg mbak Safira..akan bertahankah dg ujian2 di depannya.
ImaFatima Latief
cepat up Thor
YuWie
Bara2.. bawaannya curigaaa wae..
YuWie
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!