Acara reuni yang seharusnya berjalan dengan menyenangkan, seketika berubah menjadi mencekam dan menegangkan, saat seorang pembunuh berantai muncul membunuh satu persatu para alumni yang mengikuti acara reunian tersebut.
Membuat mereka yang mengikuti acara reunian saling curiga dan saling tak percaya. Pembunuh berantai berada diantara mereka.
Akankah ada yang selamat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"A-ampun! Ampun David!" Heru merasakan sesak saat David mencekik lehernya. Pria itu meronta-ronta memegang tangan David.
"Awas lu kalau sampai lu ngadu ke semua orang tentang gue dan Hilda. Gue jamin lu gak akan pernah pulang lagi ke Jakarta." David mencoba mengancam Heru, karena takut perselingkuhannya bersama Hilda terbongkar.
"I-iya, aku janji, aku gak akan pernah bilang sama siapapun." ucap Heru dengan nada ketakutan.
David pun melepaskan cengkeramannya pada leher Heru, dia tidak boleh meninggalkan jejak kekerasannya kepada pria itu. Bagaimana pun saat ini dia adalah seorang aktor, dia harus menjaga imagenya, sehingga dia pura-pura lupa terhadap kesalahan yang pernah dia lakukan bersama teman-temannya terhadap para korban yang sudah dia bully.
David pun menepuk-nepuk pundak Heru, "Oke gue pegang kata-kata lu. Hanya lu yang tahu masalah ini, kalau sampai masalah ini bocor, berarti lu yang ngasih tau mereka, dan gue pastikan lu gak akan hidup lagi."
Setengah mengancam Heru, David pun pergi meninggalkan pria itu. Sementara Hilda sudah pergi lebih dulu, karena tidak ingin ada yang curiga dengan hubungan mereka berdua.
...****************...
Malam pun telah tiba, di vila tersebut terdapat meja makan yang begitu besar dengan kapasitas 20 orang, sehingga semua alumni bisa makan bersama di meja yang sama.
Para alumni wanita yang memasak dibantu oleh beberapa orang alumni laki-laki yang kebetulan bisa memasak juga.
Dicky sebagai mantan ketua kelas, dia yang harus mengatur berjalannya acara reunian ini. "Malam ini setelah kita makan bersama, kita istirahat saja dulu, tidur sepuasnya. Disini ada sepuluh kamar, satu kamar bisa ditempati oleh dua orang. Tapi ingat ya yang cewek harus satu kamar sama cewek lagi, dan cowok harus satu kamar sama cowok lagi. Kecuali Adam dan Pingkan, mereka sudah sah sebagai pasangan suami istri."
Semua yang ada disana pun menggoda Adam dan Pingkan.
"Wah enak dong bisa sekalian buat anak disini." goda Beni kepada Pingkan dan Adam.
Pingkan terlihat tersipu malu, sementara Adam hanya tersenyum tipis.
David memperhatikan Nicholas, mungkin karena dia merasa iri kepada pria itu, padahal dia yang seharusnya menarik perhatian para wanita yang ada disini berhubungan dia adalah seorang aktor, tapi mengapa wanita-wanita yang ada di vila terlihat sedang mencuri-curi pandang padanya.
"Apa kabar, bro? Lu Nicholas yang culun itu kan? Yang pakai kaca mata tebal?" ucap David kepada pria yang duduknya saling berhadapan dengannya itu, dengan nada meledek, dia hanya ingin semua wanita yang disana tahu bahwa Nicholas itu dulunya begitu culun dan buruk rupa.
"David!" Helena yang posisi duduknya di samping David tidak terima jika calon suaminya itu harus menyinggung orang lain.
David malah tertawa, dia merangkul Helena. "Lho apa yang aku bilang itu fakta lho, sayang. Memang kamu gak ingat betapa jeleknya dia waktu itu?"
Helena melepaskan rangkulan dari David. Sebenarnya dia tidak paham mengapa orang tuanya mau menjodohkannya dia dengan pria seperti David.
Walaupun Nicholas sangat tersinggung dengan perkataan David, tapi dia harus terlihat tetap tenang, walaupun saat ini tangannya terkepal menatap ke arah David. Dia pun pura-pura tersenyum. "Kabarku sangat baik. Terimakasih karena masih mengingatku, David."
Dicky sebagai ketua kelas, dia mencoba untuk meredakan ketegangan yang terjadi diantara David dan Nicholas, dengan membacakan schedule yang akan mereka lakukan besok. "Jadwal acara besok, kita akan melakukan hiking, kebetulan di sekitar daerah sini ada pegunungan, walaupun gunungnya tidak terlalu tinggi, tapi cocoklah untuk dijadikan tempat hiking."
"Wah pasti seru tuh!" seru Atta.
"Hm... ya sudah mari kita lanjutkan makan malam kita kembali!" Dicky memberikan instruksi kepada mereka untuk melanjutkan makan malamnya.
Semua yang ada disana pun melanjutkan makan malam mereka yang sempat terjeda karena ketegangan antara David dan Nicholas.
Namun, terlihat hanya ada satu orang yang sama sekali tidak mencicipi sedikitpun makanan yang ada disana, dia sibuk memainkan sendok dan garpu agar tidak ada satu orangpun yang mencurigainya.
"Aduh! Kok kepala aku pusing banget ya!" ucap Chika sambil memegang pelipisnya, kepalanya sangat terasa pening luar biasa.
Yang lain pun merasakan hal yang sama dengan Chika.
"Iya, kepalaku juga pusing sekali!"
"Pusing banget!"
"Kepalaku benar-benar pusing!"
Dan tak lama kemudian, sembilan belas orang yang ada disana pun tak sadarkan diri, semuanya pingsan karena pengaruh obat tidur.
Hanya ada satu orang yang terlihat masih duduk dengan posisi tegak, dia mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu menyalakan musik klasik.
Orang itu mengambil sebilah pisau yang tersedia diatas meja makan, lalu mengupas kulit apel dengan pisau dan memakannya dengan santai, kemudian dia meneguk segelas air putih yang sudah tersedia di depannya.
Orang itu pun cekikikan memperhatikan kesembilan belas orang yang sudah tak sadarkan diri karena ulahnya. "Mari bermain denganku!"