WARNING!!
JANGAN LUPA FOLLOW DAN BERIKAN BANYAK DUKUNGANNYA UNTUK SETIAP CERITA AUTHOR 💚
hai-hai sebelum nya terima kasih karena telah menyempatkan untuk singgah di cerita aku :). sekedar info cerita ini pernah aku publish di wattpad dengan user @juwitaapr dan telah aku hapus. jadi cerita ini sekarang hanya ada di mangatoon.
Bagaimana perasaan kalian jika bertemu kembali dengan orang yang paling kaliann hindari.dia ariella harus bertemu kembali Dengan bryan Ceo nya di perusahaan marshwan.
Hidup ariella yang semulanya tenang menjadi kacau karena bryan.
WARNING !!!! typo bertebaran dimana-mana.:)
Salampelukbantal:)
JuwitaApr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MWMB#6
Ariella memijit pergelangan kaki dan betisnya yang terasa mau lepas,apa lagi pergelangan kakinya hampir membengkak karena tidak berhati-hati sewaktu berlari tadi ia terjatuh.
"Ada apa dengan kakimu?" tanya bryan tiba-tiba berdiri dihadapannya.
"Tidak apa-apa" jawab ariella cuek lalu melanjutkan perkerjaannya yang tertunda.
Bryan menghela napas dengan kasar.ia berjongkok dihadapan ariella lalu dengan kasar ia menarik kaki ariella dengan meletakan kaki ariella diatas pahanya.karena kaget ariella reflek menarik kakinya tapi dengan cepat ditahan oleh bryan.bryan memijit pergelangan kaki ariella dengan telaten.
Ariella menatap lurus kearah bryan yang sedang serius memijit kakinya,tanpa sadar ariella tersenyum jika dilihat seperti ini bryan jauh lebih tampan,bryan tampak seperti laki-laki gentle.
"Au sakitt" ujar ariella merintih pelan.
Bryan menghentikan pijitannya sebentar lalu melanjutkan pijitannya lagi tapi lebih hati-hati.
Bryan memindahkan kaki ariella kembali kelantai
"Lanjutkan" ujar bryan ambigu lalu berdiri.ia berjalan keluar entah kemana.ariella yang mengerti maksud dari bosnya itu ja lalu melanjutkan pekerjaannya.entah berapa kali ariella mengucek
Sudah kurang lebih lima belas menit tapi bryan belum juga muncul.
Klek
Pintu terbuka sontak saja ariella langsung menoleh kearah pintu,tampak bryan membawa plastik putih yang ia yakini didalam plastik itu adalah obat terlihat jelas karena diplastik putih itu ada tulisan apotek.
Bryan kembali meletakan kaki ariella ke atas pahanya.lalu mengoleskan salep yang baru saja ia beli ke pergelangan kaki ariella yang hampir membengkak.
"Trims" ujar ariella tulus ketika bryan telah selesai mengoleskan salep dipergelangan kakinya.
Bryan berdiri menghadap ariella.
"Kenapa kau melanjutkan pekerjaanmu" ujar bryan tampak marah
"Bukannya tadi anda menyuruhku melanjutkan" jawab ariella santai.
"Maksudku lanjutkan pijitan pada kakimu bukan perkerjaan yang tidak penting itu" ujar bryan lagi dengan suara yang agak meninggi.
"Anda berlebihan sir tangan ku masih berfungsi dengan baik."
"Iya tangan mu masih berfungsi dengan baik,kalau ada sesuatu pada kakimu bagaimana?" teriak bryan meluapkan kekesalannya.
"Tapi sir...."
"Kenapa kau selalu menjawabku hah?" potong bryan.
Ariella diam tidak menjawab lagian apa yang harus ia jawab.ia bingung kenapa bryan bersikap seolah-olah dia peduli?.
Bryan mengacak rambutnya frustasi lalu pergi meninggalkan ruangan.ia menutup pintu dengan keras,ariella sampai kaget karena hal itu.
Setelah bryan pergi ariella mengerutkan kening bingung.
'Dia kenapa?'
*****
tbc..