NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:401.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Sangkalan

Bab 7. Sangkalan

(POV Author)

"Boxer ini punya Mas?"

Lyra mengangkat tinggi boxer hitam di tangan kanan.

"Ah iya, itu boxer ku. Sudah lama aku mencarinya. Kamu menemukannya dimana sayang?"

"Di bawah ranjang Mama."

Wajah Andi mendadak tegang bagai mendengar deguman meriam dalam perang.

Lyra yang menatapnya tajam tanpa berkedip membuat Andi merasa istrinya itu sedang dalam keadaan emosi. Andi berusaha untuk tetap tenang. Pria itu menelan salivanya, mencari kata-kata yang pas agar tidak menyulutkan api emosi dalam diri Lyra.

"Oh... itu. Aku sudah lama mencarinya sayang, makasih ya sudah menemukan."

"Jangan bertele-tele Mas. Jawab pertanyaanku! Kenapa boxer mu ada di kamar Mama?!"

Rupanya kata-kata ampuh yang biasanya membuat Lyra tersenyum, kali ini tidak berlaku.

"Ya mana aku tahu sayang, mungkin saja tikus yang menyeretnya sampai kesana. Kamu nggak berpikiran yang nggak-nggak kan sayang?" Tanya Andi mencoba mencari tahu isi pikiran istrinya.

"Sejak kapan di rumah ini ada tikus Mas?"

"Ya kamu pun nggak selalu 24 jam mengamati. Mana kamu tahu kapan tikus itu menyeretnya kesana. Sudahlah sayang, aku ini lelah baru pulang. Tapi kamu menuduhku macam-macam."

Kali ini Andi manatap tajam Lyra tanpa tersenyum.

Lyra membuang napas kasar. Mencoba meredam emosi yang menumpuk bagai batu di dalam hatinya.

"Hentikan olahraga malam Mu mas!"

"Loh, kenapa? Kamu tahu kan aku hanya punya waktu malam buat olahraga?"

"Ikuti jadwal olahraga yang sudah aku buat. Jika tidak, aku akan semakin berpikir bahwa kamu memang menyimpan sesuatu yang nggak aku ketahui!"

"Tapi..."

"Tok... Tok.. Tok...!"

Suara ketukan pintu dari luar menghentikan sesaat perdebatan suami istri itu.

Andi kehabisan kata-kata. Ia tidak bisa menolak perintah Lyra kali ini untuk meredakan emosi istrinya itu. Dan akhirnya lelaki itu menghempaskan napasnya dengan berat.

"Lyra, Andi, kalian nggak makan? Mama sudah siapkan makanan untuk kalian. Makan lah dulu sebelum tidur, nanti masuk angin kalau nggak makan."

Suara sang Mama yang sedikit nyaring terdengar jelas di dalam kamar yang sedang hening oleh ketegangan dua hati manusia. Mereka saling pandang dalam diam. Namun akhirnya Lyra yang mengalah dan membukakan pintu untuk sang Mama.

"Ya, Ma."

"Kalian belum tidur kan? Mama nggak ganggu kan?" Tanya sang Mama sambil mengintip ke dalam.

"Nggak perlu masak Ma. Kan Lyra udah bilang tadi."

"Sudah terlanjur sayang, mubazir kalau nggak di makan. Ayo, kalian makan dulu! Mama temani."

Mau tidak mau Lyra mengikuti langkah kaki sang Mama begitu juga Andi di belakangnya. Mereka bertiga lalu di duduk di kursi meja makan.

Sambil tersenyum, sang Mama melayani anak dan menantunya mengambilkan makanan. Tentu saja mata lyra tidak pernah absen mengamati keduanya.

Walau Andi menyangkal apa yang Lyra pikirkan, namun wanita itu masih tidak percaya begitu saja kepada Andi.

Hampir tiga bulan menjalani pernikahan tanpa sentuhan, tentu membuat Lyra akhirnya bertanya-tanya. Apalagi banyak hal yang ia alami dan temukan membuat pikirannya terus mengarah ke hal negatif antara sang Mama dan juga suaminya.

Tidak bermaksud untuk menuduh, tapi bila di kait-kaitkan, rasanya semua itu bisa saja terjadi seperti yang ia pikirkan.

Tuhan, Gue harus bagaimana bila kecurigaan Gue benar-benar terjadi? Batin Lyra mengadu pada Yang Maha Kuasa.

"Tambah lagi Andi?" Ujar sang Mama kepada menantunya.

"Cukup Ma."

"Sepertinya kamu suka tongseng daging ini, lain kali Mama akan buatkan lagi."

"Boleh Ma, aku suka."

Keduanya berinteraksi seperti biasanya. Hanya Lyra yang tidak terdengar sama sekali suaranya. Saling pandang dan saling senyum seolah-olah Lyra tidak ada disana.

"Ehem!!"

Sang Mama dan Andi langsung terdiam dan merasa tidak nyaman setelah mendengar deheman Lyra yang tidak melihat ke arah mereka sama sekali. Apalagi Lyra sedari tadi tidak memasukkan satu sendok pun makanan ke dalam mulutnya. Makanan itu hanya di aduk-aduk oleh Lyra dengan malas. Kentara sekali mood hatinya sedang buruk.

Setelah makan ketiganya balik ke kamar masing-masing.

Di dalam kamar, Andi segera membersihkan tubuhnya yang belum sempat mandi akibat berdebat dengan Lyra. Kesempatan itu tidak disia-siakan Lyra begitu saja. Ia lalu meraih smartphone milik Andi yang terletak di atas nangkas, lalu mencoba membuka layarnya.

Sayangnya Lyra tidak dapat melakukan keinginannya. Karena layar ponsel milik suaminya dipasang kode pengamanan berupa pola. Lyra tidak tahu pola apa yang digunakan oleh sang suami yang akhirnya ia meletakkan kembali ponsel Itu di atas nangkas dengan hati yang berkecamuk.

Dikunci. Gimana caranya Gue bisa nyari tahu kalau gini?!

Otak Lyra berusaha berpikir dengan keras. Lyra yakin di dalam smartphone itu ada sesuatu yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya.

Lyra larut dalam pikirannya, sedangkan Andi tampak segar setelah mandi. Wangi sabun dan sampo menyeruak seisi ruangan. Lyra tidak memperhatikan Andi seperti setiap saat yang selalu kagum akan diri sang suami. Bucin.

Andi yang memperhatikan sikap Lyra berbeda dari biasanya tampak canggung. Ia pun mengenalkan pakaian tidur yang di ambil sendiri dalam lemari tanpa di persiapkan oleh Lyra.

Satu kebiasaan yang mulai berkurang dari Lyra. Walau hanya satu, tapi Andi merasa ketar ketir menghadapi sang isteri yang baru pertama kali ini marah padanya setelah setahun lebih mengenalnya.

Perlahan Andi merebahkan dirinya di samping Lyra.

"Sayang, kamu belum ngantuk?"

"Apa aku bisa lihat isi ponselmu Mas?"

"Untuk apa?"

"Hanya ingin aja."

"Banyak rekan kerja dan bahasan pekerjaan di sana. Kamu nggak kenal dan nggak akan paham sayang. Sebaiknya kita tidur saja. Karena subuh jadwal olahraga ku sebelum kita berangkat kan?"

Lyra menghela napas. Apa yang di katakan Andi memang benar karena dirinya lah yang mengatur jadwal olahraga suaminya.

Perlahan Lyra pun merebahkan dirinya. Lampu kamarnya telah di matikan, dan dengkuran halus sang suami pun terdengar di telinga Lyra. Namun sampai jam 11 malam, wanita itu masih belum bisa memejamkan matanya. Lyra sengaja terjaga untuk memastikan suaminya menepati janjinya.

Haruskah Gue pasang Cctv di rumah ini? Tapi pasti banyak biaya? Sedangkan uang tabungan Gue pas-pasan. Mas Andi juga ngasi duit buat keperluan kuliah Gue. Apa Gue minta ke Mama aja ya? Uang peninggalan Papa sepertinya sudah Mama foya-foyakan dengan barang-barang branded. Batin Lyra.

Lyra melihat ke arah Andi yang terlelap.

Apa cuma Gue yang bucin sama kamu Mas? Rasanya dulu waktu kita masih pacaran, kamu sering menggodaku buat ngelakuin lebih. Walau kamu juga yang selalu mengingatkan untuk bersabar sampai kita jadi pasangan sah. Tapi setelah sah, kamu malah....

Lyra menghela napas berat. Otaknya lelah untuk diajak berpikir. Lama-kelamaan pun matanya mulai sayu dan akhirnya terpejam menyusul Andi.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!