" Liat saja nanti, akan ku buktikan kalo aku bisa berhasil !! " batin Hania. Kata kata mencemooh dari tetangga bagaikan makanan dan vitamin bagi Hania.
" Cerita tentang seorang gadis dari keluarga broken home. Yang tidak mau mengenal cinta karena perceraian orang tua. "
Tapi apakah hatinya baik baik saja ketika ada yang menawarkan cinta untuknya ?
Ini karya pertama.. dan sedang dalam review untuk kontrak dengan platform ini.
Cerita ini tidak terbit di platform lain...💙
Mohon dukungannya...Semoga berkenan..
Enjoy.. 💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ReeRee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Rama mengikuti Hania dari belakang dengan jarak kira kira dua meteran. Rama merasa canggung sebenarnya, tetapi karena dapat tugas dari ibu suri, mau tidak mau harus mau.
Hania bersandar di mobil dengan menutup mata, tanpa menyadari ada sosok pria yang mengikutinya.
" Eh.." Hania kaget ketika dia membuka mata dan menoleh ke samping ada Rama disampingnya.
" Mami gw nyuruh temenin lo disini..bukan apa apa..jangan salah paham.. Mungkin mami takut lo dibawa lari genderuwo.." kata Rama mencoba melucu
" gw gapapa.. Gak usah peduli.."
" Gw emang gak peduli...tapi mami gw nyuruh.." shiit...batin Rama karena takut perkataannya buat Hania tersinggung
" yaudah lo jauh jauh dari gw... ngapain lo dsni.."
" lo denger kan kata gw..mami gw NYURUH.."
" dasar anak mami..." kata Hania sambil melengos pergi
" lo.." Rama menahan lengan Hania sambil menatap gak suka
" Menuruti kata orang tua bukan berarti anak mami yah..itu bakti gw..lo gak pernah nurut orang tua lo ya ? "
" Gw gak punya..." jawab Hania sambil melepas lengannya dengan kasar...dan segera pergi ke arah jalan utama.
Hania sedikit berlari karena gak mau orang orang melihat dia menangis.
" Tidak..tidak..jangan nangis lagi Hania..." batin Hania. " Gw harus kuat.. Gw harus sukses seperti janjiku ke orang orang itu... Gw gak butuh siapapun.."
Luka hati Hania dan mungkin Herry benar benar diakibatkan karena perceraian orang tua. Tidak jatuh ke tindakan bodoh atau kriminal sudah alhamdulilah. Herry dan Hania menjadi anak yang baik, yang tidak melakukan hal hal yang menentang hukum.
Anak hasil broken home yang selalu kita dengar, pasti gak jauh jauh dari hal hal narkoba, **** bebas, dll dengan dalih kurang kasih sayang.
Tetapi tidak bagi Hania dan Herry. Oma opa yang merawat mereka benar benar mendidik dengan baik.
Walaupun ada aja yang membully karena orang tua mereka yang gak pernah muncul di masa sekolah, toh oma opa mereka selalu ada buat mereka. Itu sudah cukup pikir Hania dan Herry saat itu.
" Fiuh..." Rama menghembuskan napas dengan kasar
" Rama lo jadi cowok jangan gitu gitu amat bisa gak.." kata mami sintia dengan kesal
Sedangkan Pak Adipati hanya tersenyum tipis. Krena mereka tahu bagaimana sikap putra sulung mereka yang sangat dingin dengan wanita.
" Maafkan Hania nak Rama.. Hania pasti marah dengan tante.. Tolong maklumi yah..." kata mami Naya sambil melihat ke putra sulungnya Herry yang berjalan jauh di belakang dengan tertunduk
" Herry..." panggil mami Naya
" Jangan disini.." potong Herry
" Pa, kayaknya kita ajak mereka ke resto terdekat aja supaya mereka bisa berbicara dengan leluasa.. Ambil VIP room..supaya private pa.." bisik mami sintia
" Tapi gak enak ma, mereka bukannya harus balik rumah, karena ada sodara sodara mereka.."
" Tapi mereka harus bicara dari hati ke hati sebelum pulang kerumah supaya bisa hadapin Rely ama Nella dengan kompak..Papa tahu sendiri kan gimana tuh dua orang gak tahu diri itu.." kata mami sintia panjang lebar
" yaudah coba diajak aja.."
" Nay, ikut kami dulu yah baru pulang rumah..Herry ajak Hania juga yah.."
" Tapi tante.." jawab Herry
" Ikut aj bang.." Rama yang menjawab
Herry dan mami Naya mengangguk pelan.
" Susul Hania dulu gih.." kata mami sintia..
" Baik tante.." Herry segera ke mobil dan menyusul Hania