NovelToon NovelToon
DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

Status: tamat
Genre:CEO / Bullying di Tempat Kerja / Anak Lelaki/Pria Miskin / Mafia / Tamat
Popularitas:132.1k
Nilai: 5
Nama Author: taofik irawan

Erik, Sorang pemuda dari keluarga miskin sering di hina dan bully. dia tidak taku kalo dirinya adalah orang kaya.

hingga suatu hari ayah angkatnya sakit dan memberitahu Erik kalo dirinya bukanlah anaknya dan kedua orang tuanya memberitahukan dirinya salah orang berada.

sejak saat itu kehidupan Erik berubah, diapun membalas. semua orang yang sudah menghina dan membully nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taofik irawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 7

Erik, sambil melihat Mira yang berlari. Sore itu ia terus memikirkan Mira.

"Dari mana ? , Pulang sekolah terus saja kelayapan" tanya ibunya yang baru saja pulang jualan.

Hanya diam, masuk kamar nya dengan wajahnya yang memar. "Itu kenapa wajah mu, berantem hah.." bentak ibunya.

"Tiap hari gak bisakah gak bikin masalah, sudah hidup miskin cari gara-gara. Dengar ayah mu sudah lelah nyari biaya buat mu sekolah. Kapan akan kau ganti semuanya " ibunya terus mengomel.

"Bu, Erik ini anak siapa sebenarnya. Tiap hari ibu begini rasanya aku ini bukan anak ibu ."ucap Erik sambil berlari keluar, ibunya Hanya bisa melihat nya.

"Erik, mau kemana?," Tanya ayah ya yang baru pulang. Sambil melihat istrinya. "Pak lebih baik kasih tahu padanya, ibu capek mengurus dia." Keluh istrinya.

"Bu, jangan begitu. Orang tuanya sudah baik pada kita." Ucap ayah nya Erik.

Setiap ada masalah Erik selalu duduk di tempat sepi, dalam fikiran nya masih memikirkan Mira. Apakah harus menerima cintanya?

Terlebih dia begitu baik padanya, sudah membantu keluarganya dari jeratan hutang rentenir.

Akhirnya Erik memutus untuk mengunjungi rumah Mira sore itu, sampai di depan rumahnya. Ibunya mira langsung menghina nya " eh , mau ngapain kesini kau?" Tanya ibunya Mira, sambil melihat Erik yang kumel." Maaf Bu, mira nya ada."sahut Erik sambil menunduk. "Ga ada, sana pulang dengar ibumu tukang gosip. Lihat dirimu seperti gembel saja ngapain nanyain Mira." Ucap ibunya Mira.

Erik, dia Kembali berjalan pulang. Namun saat akan pergi Mira memanggil."Rik, tunggu. "Panggil Mira, Erik menoleh melihat Mira keluar dari rumah nya.

"Mira, mau keman masuk sudah malam ini. "Ibunya melarang Mira untuk pergi, "Bu, sebentar saja. Mira gak akan lama. "Sahut Mira sambil berjalan menghampiri Erik.

"Ayo Rik..." Berjalan bersama , duduk di pinggir rel.

"Sorry, tapi Lo tahu sendiri gue begini. Jika Lo menerima gue begini apa Lo tidak mengapa?," Tanya Erik.

"Heemmm, gue suka dengan Lo apa adanya. Bukan karena harta atau penampilan Lo yang kumel." Ucap Mira Sambil tersenyum.

Akhirnya Mira dan Erik jadian, saling tersenyum saat menatap. "Ayo pulang, nanti orang tua Lo marah lagi," ucap Erik berjalan pulang.

Tiba di rumah, ibu dan ayah nya Berantem lagi, "pak, jangankan buat bayar sekolahnya anak sialan itu. Buat jajan Rio saja kurang."ucap ibunya.

Erik yang mendengar kan Hanya Bisa diam, "Rik, kau dari mana?," Tanya ayah nya, Erik tidak menyangka perkataan itu keluar dari mulu ibunya.

"Apa!! Anak sialan, pak apa benar dia ibuku?" Erik makin mempertanyakan ibunya, mana mungkin seorang ibu mengeluarkan kata-kata begitu pada anaknya.

"Bu diam!! sudah sana masuk.." perintah ayahnya.

Erik langsung masuk kamar. Sambil menangis mendengar perkataan ibunya yang mengatakan anak sialan pada dirinya. Ayah nya mencoba membujuknya.

"Nak, maafkan ibumu. Dia tidak bermaksud begitu , dia Hanya emosi ayah yang tiap hari kerja ga bisa memenuhi kebutuhan nya. Maafkan ya..." Bujuk ayahnya sambil Erik terus menangis.

"Gak apa pak, erik Hanya pembawa sial.mungkin Erik lebih baik mati saja. Rasanya sudah tidak sanggup hidup pun." Ayahnya langsung memeluk nya sambil menangis.

seharusnya erik tidak hidup susah, dia terpaksa harus hidup susah dengannya. "Sudah, jangan berbicara begitu. Ayah besok akan berusaha mencari pinjaman buat bayar sekolahmu ya, kalo ga dapat mungkin bapak akan kesekolahmu berbicara pada kepala sekolah mu," ucap ayah nya.

Erik pun mengiyakan , sambil tidur bersama adiknya ia Hanya ingin membahagiakan keluarganya meski ibunya tidak suka pada dirinya.

Iapun tertidur, menutup hari yang membuatnya sakit.

_________

Hari-hari berlalu, tiba juga hari ujian sekolah yang ia tunggu-tunggu. Meski banyak tunggakan di sekolahnya ia masih bisa mengikuti ujian.

Ia setelah ayahnya datang ke sekolah dan berbicara pada kepala sekolah meminta keringanan, akhirnya erik bisa mengikuti ujian akhir sekolah.

Dengan semangat pagi itu Erik pagi-agi sudah bersiap, Mira yang menunggunya di luar terlihat bahagia.

Diri nya kini sudah menjadi pacarnya, terlihat malu-malu saat Mira menatap Erik Selama di perjalanan.

"Kenapa?," Tanya Erik pada Mira yang sedari tadi senyum-senyum sendiri. "Gak ko, gak apa-apa. " Sahut Mira, karena ada adiknya Erik yang berangkat bersamanya.

"Kak, Rio duluan ya." Ucap nya,

"Heemmm" Erik mengangguk.

Mereka melanjutkan kembali, matahari yang terlihat terbit menyinari Erik yang sedang berjalan."kau setelah sekolah mau kemana?," Tanya Mira. Sambil menatapnya." Mungkin akan merantau ke kota."jawab Erik.

Seketika wajah Mira lesu, orang yang dia cintai akan pergi padahal baru jadian. Tapi dia mengerti dengan keadaanya.

"Gak apa-apa kan," sahut Erik, saat melihat Mira lesu. "Iya, gak apa. Tapi apakah kau akan menghubungiku.terlebih kau gak punya ponsel. "Ucap Mira. Sambil berjalan menuju sekolah melihat teman-teman sekolah sudah pada masuk.

"Lihat nanti saja, ayo nanti telat. "Melihat semua teman sekelasnya berlari begitu juga Eza di belakang berlari. "Uy tunggu gue ." Ucap Eza menyusul.

"Mira bisakah kita rahasiakan hubungan kita, jangan sampai Eza tahu. "Pinta Erik , Mira pun mengiyakan.

Dengan nafas terengah-engah, " Kalian sudah siap. Pasti sama dengan yang kita pelajari kemarin ya kan soalnya" ucap Eza.

Masuk kelas, bangkunya hanya sendiri-sendiri. Rupanya Eza berdekatan dengan dirinya. "za Lo nanti kasih jawab nya kalo gue gak tahu. " Ucap Erik sambil tertawa. "Tenang saja, Lo juga kan udah belajar. "Sahut Eza.

Pukul 7, pengawas pun masuk."tas kumpulkan di depan. " Ucap nya, Nino terus mantap Sambil melotot matanya pada Erik.

Soal ujian pun di bagikan, "jangan ribut kerjakan." Ucap pengawas.

Erik, iya mecoba menjawab apa yang dia bisa. Sudah dia pelajari kemarin-kemarin, mereka terlihat serius.

Dia beruntung bisa ikut ujian, meski masih banyak hutang ke sekolah nya. Mungkin hanya dirinya yang punya hutang ke sekolah.

"10 menit lagi,"ucap pengawas. Terlihat buru-buru. Belum juga selesai serasa mau kencing melihat orang-orang sudah keluar. begitupun Eza dan mira hanya dirinya yang masih di kelas bersama geng Nino.

"5 menit lagi" makin panik Erik, tangannya gemetaran. Dia mencoba semampunya. Dan akhirnya dia selesai juga.

Saat keluar ruangan Mira menghampirinya. "Kau bisa kan, kalo dekat tadi aku bantu.". Dia begitu perhatian."gak apa, gue bisa kok." Jawab Erik sambil saling menatap.

Melihat perhatian Mira pada Erik, Eza terlihat curiga,"ada apa nih, kalian makin dekat?," Tanya Eza yang mencurigai kedekatan mereka.

" Gak ada apa-apa, emang kenapa" jawab Erik. Mira senyum-senyum saat Eza berkata begitu.

Eza mendekati Erik sambil merangkul, "Gue tahu, pasti ada sesuatu yang Lo sembunyikan dari geu. Ayo katakan." Ucap nya rupanya Eza tahu Erik menyembunyikan suatu darinya.

Mira yang menatap Erik seperti ingin memberi tahu Eza, tapi Erik diam. "ah perasaan Lo saja." Sahut Erik.

Bel masuk bunyi , ujian pelajaran kedua di mulai. "Eh nanti pulang ikut gue ya.." ucap Eza Erik mengiyakan nya .

Sementara Mira terus menatap Erik sambil tersenyum-senyum sendiri. Pengawas masuk, ujian pelajar ke dua di mulai.

Merekapun kembali serius mengerjakan ujian pelajaran ke dua itu.

Sejak jadian dengan Mira, Erik mencoba menyukai Mira walau dia sebenarnya masih belum merasakan apapun. Hanya kerena kasihan padanya.

Erik tahu ini salah, tapi melihat Mira sendih dia tidak tega. Dia terlalu baik padanya, mungkin seiring berjalan nya waktu perasaan cinta padanya akan tumbuh fikir Erik.

"Tinggal 5menit," ucap pengawas kali ini Erik langsung mengumpulkan soal dengan cepat ke depan.

Mira langsung mengikutinya, melihat kekasihnya duduk sendiri menunggu Eza "Erik, mau kemana sekarang?," Tanya Mira sambil menatap Erik duduk. "Gak tahu juga, nunggu Eza dia mau ke mana." Sahut Erik, padahal Mira seperti ingin mengajaknya berdua saja.

Tapi apakah Erik dia akan mencintai Mira, terlebih dia akan pergi merantau."eh kalian sorry nunggu."ucap Eza saat keluar dari kelas. "ayo..."ucap Eza sambil berjalan melihat Mira yang terlihat berdekatan dengan Erik.

Eza senyum-senyum sendiri, sepertinya dia tahu kalo Erik dan Mira sudah jadian. "Mira, Kenap gak pulang saja."ucap Erik. sepertinya Erik merasa canggung jalan bersama perempuan. "gak apa, lagian bukanya Kalina sudah jadian.." ucap Eza.

Erik dan Mira langsung menoleh padanya, mereka kaget saat Eza tahu mereka jadian. "dari mana Lo tahu?," tanya Erik. " Mira, Lo kasih tahu Eza . sudah gue bilang jangan kasih tahu. " Erik terlihat kesal pada Mira. Mira menggelengkan kepala, " gak kok.." sahut Mira.

Eza tertawa, "heh gembel dengar, lo gak bilang gue sudah tahu dari cara melihat Mira yang menatap Lo tersenyum-senyum. lagian Lo bohong juga gue tahu. " ucap Eza.

Akhirnya Eza sahabatnya pun tahu kalo Erik dan Mira sudah jadian.

1
Suyanto Suyoso
ceritanya kok tanggung blum ada kejelasan.....
Khairul Azman Abdul Kahar
kenapa karyanya tamat tidak ada sambungannya.nyesal baca cerita yg tergantung
Andra Diano
bagus
cikolu ndoke
bukan darah dagingnya kok mau tanggung jawab, harusnya Mira yang tanggung jawab
Alfin
Luar biasa
Benny Bento
kasihan Erik...
IR WANTO
anjiing novel kok ada unsur lgbt taii
IR WANTO
makin tambah gobloknya..
IR WANTO
tolol idiot begooo...taekkk
IR WANTO
tolol lagi lcnya..
Bude Yahman
pemeran utamanya lemah
Sapar Udin
lanjut
otv
gak lanjut season 2 kah thorrrr?
Yuliana Ras
duh maraton nih bacanya
Sri Maulida
lanjuuuttt...
Nuri Maulidia
sngj emg bkin crt bgn biar bd yg laen yg pny drtink d larang
arfgnwn
Ngegantung gini ending nya(?)
Prastono
kok gak ada lanjutannya?
Cak Nun
keren
selviyaenjelista
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!