NovelToon NovelToon
Perangkap Cinta CEO Licik

Perangkap Cinta CEO Licik

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:768.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: riri_923

Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.

Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.

*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7. Tidak Tertarik

"Aku akan mengirim Marvel ke Whittier!" Ucap tegas Barra di hadapan para keluarga nya.

"Jangan macam-macam Bar, itu berada di Alaska!" Sahut tak terima Anton-Daddy Barra saat mendengar keputusan anak nya terhadap cucu nya.

"Lalu kemana? Tuvalu?" Ujar Barra lagi semakin menjadi.

"Daddy tidak setuju!" Tegas Anton menolak keputusan anak nya. "Sudah jelas-jelas Marvin mendapatkan bukti nya bahwa Marvel di jebak, lalu kenapa kamu ingin mengirim anak mu ke kota terpencil itu hah?!"

"Pergaulan Marvel sudah di luar batas, biarkan dia hidup di sana selama beberapa bulan hingga sadar"

"Bar--"

"Kurung Marvel di kamar nya saja sebagai tempat untuk dia merenung, Dad" Potong Marvin sebelum terjadi pertengkaran antara Daddy dan Grandpa nya.

"Hm betul, Daddy lebih setuju dengan ide masuk akal dari Marvin!" Timpal Anton.

"Dia akan kabur dan kembali bergaul dengan bocah-bocah sialan itu" Desis kesal Barra.

"Marvin yang akan menjamin nya, Marvel tidak akan kemana-mana. Bukan begitu adik-Ku?" Ujar Marvin menginjak kaki Marvel di bawah sana.

"Aww sakit sia--kak!" Pekik tertahan Marvel yang hendak mengeluarkan umpatan nya di depan keluarga nya.

"Benar 'kan adik ku? Kamu tidak akan kabur dan merenung di dalam kamar mu?" Ulang Marvin penuh penekanan.

"Iya!" Sahut ketus Marvel, lebih baik begitu dari pada ia harus di kirim jauh ke Whittier, Alaska kota terpencil di dunia itu.

"Bagaimana Dad?" Tanya Marvin dengan tatapan meyakinkan.

Sejenak Barra memijat pelipis nya, sejujurnya ia tidak tega jika memang benar-benar harus mengirim putra nya ke sana.

"Sayang.." Queen menggenggam tangan Barra dan menggeleng tanda tidak setuju walaupun dari tadi diri nya hanya bisa diam. "Biarkan Marvel di sini"

"Tiga lawan satu, masih berani melawan huh?" Ujar Anton dengan nada menjengkelkan.

"Baiklah-baiklah, Daddy harap setelah ini kamu sadar dan sebulan ke depan asisten Daddy akan membimbing kamu untuk mengurus perusahaan!" Putus final Barra dengan nada tak ingin di bantah.

Mendengar itu Marvel hanya bisa menghela napas dan mengangguk pasrah. "Baik Dad.."

*

Duduk berhadapan dengan mata yang saling bertatapan tangan mengucapkan apapun membuat Marvin mendengus kesal.

"Berterima kasih lah pada ku pria nakal" Ucap nya memecah keheningan di dalam kamar Marvel.

"Apa harus?" Sahut Marvel dengan nada meledek.

"Ck, jika bukan karena ku mungkin saat ini kamu sudah di kirin Daddy ke kota terpencil itu dan tidak memiliki teman seorang pun"

Marvel memutar bola mata jengah kemudian berbaring di kasur nya. "Ya ya ya, terima kasih kakak ku" Ujar nya malas.

"Marvel..!" Geram Marvin yang tertunda kala ada pesan masuk.

Tidak ada lagi suara yang keluar dari kedua nya selama beberapa saat, Marvin yang terfokus pada handphone nya dan Marvel yang menatap lurus langit-langit kamar nya.

"Maafkan aku.." Gumam Marvel yang dapat Marvin dengar.

"Huh? Kamu bicara apa?"

"Tidak ada" Elak Marvel saat mendengar nada bicara Marvin yang meledek.

"Oh oke baiklah, aku ada urusan harus pergi sekarang" Ucap nya seraya berdiri dan mengantongi handphone nya. "Jangan membuat ulah lagi, ingat kamu sudah dewasa" Lanjut nya sebelum melangkah kan kaki nya menuju pintu kamar.

"Maafkan aku, kak..!"

Marvin terdiam dengan tangan yang memegang handle pintu.

"Aku.. Aku salah, aku di hasut oleh teman-teman ku dan aku--"

"Sudah lah, asalkan kamu tau bahwa aku tidak pernah membenci mu walaupun kamu terus menghina ku" Potong Marvin sebelum akhirnya membuka pintu dan berniat keluar.

"Jaga kesehatan mu, kak!"

Marvin menoleh menatap ke arah sang adik yang ternyata sudah membelakangi nya secepat itu. Senyum tipis nya pun terukir di wajah nya.

"Kalau begitu, jangan nakal dan jangan berulah lagi atau aku akan mengorbankan nyawa ku untuk mu, adik ku" Jawab Marvin. Setelah nya pria itu langsung melangkah meninggalkan kamar sang adik.

Mendengar penuturan Marvin membuat Marvel terdiam. Pria itu berbalik menatap ke arah pintu yang tak sepenuhnya tertutup.

...----------------...

"Siapa pria ini?" Tanya Marvin dengan nada dingin nya.

Menatap tanpa ekspresi beberapa foto di depan nya yang baru saja di ambil beberapa jam lalu.

"Nicholas Prasetya, kekasih nya nona Olivia"

"Apa?!" Nada bicara Marvin naik satu oktaf dengan alis terangkat.

"Maaf sir, sebelum nya saya kurang teliti hingga lupa mencantumkan bahwa nona Olivia sudah memiliki kekasih dan mereka sudah menjalin hubungan selama dua tahun belakangan ini" Jelas Rio dengan kepala menunduk.

Marvin meremat foto-foto di tangan nya, dimana di dalam foto itu terlihat sosok pujaan hati nya tengah berpelukan dengan seorang pria di depan Marmart milik nya.

Bahkan ada beberapa foto dimana kedua nya tengah menikmati malam di sebuah pasar malam yang membuat Marvin semakin murka saat melihat senyum cantik gadis-nya di foto itu.

"Nicholas Prasetya, pria keturunan Indonesia-Amerika yang saat ini tengah berkuliah di salah satu universitas swasta milik tuan besar" Jelas Rio lagi.

"Kapan pesta perayaan itu di gelar?"

"Lusa sir, persiapan pesta nya sudah sempurna. Catering dan--"

"Bagaimana dengan undangan nya? Apa Olivia sudah menerima nya?" Potong Marvin tak ingin mendengar penjelasan lain nya.

"Sembilan karyawan beruntung itu sudah menerima nya sir, tetapi nona Olivia belum"

"Kenapa belum?" Tanya tajam Marvin.

Sejenak Rio mengusap tengkuk nya, tidak berani berucap.

"Katakan Rio!"

"Emm, seperti nya. Hanya seperti nya 'ya sir" Ujar ragu Rio menekan kata seperti nya. "Seperti nya nona Olivia tidak tertarik untuk datang ke pesta itu maka nya dia--"

Brak!

Tubuh Rio terlonjak kaget saat Marvin memukul meja kerja nya cukup kuat hingga suara itu menggema di dalam ruangan nya.

"Bagaimana bisa hah! Kau bilang, kau bisa mengurus nya hah!"

"Maaf sir, ini benar-benar di luar prediksi BMKG--Eh.." Rio menutup mulut nya salah berucap.

Bahkan pria itu memukul nya pelan karena bisa-bisa nya menggunakan kalimat seperti itu di depan bos nya.

"Aku tidak mau tau, bagaimana pun cara nya Olivia harus datang ke pesta itu atau kau turun jabatan!"

"Astaga jangan sir, saya akan memikirkan cara lain" Jawab gelisah Rio.

Bisa-bisa nya Marvin mengatakan hal seperti ini hanya karena gagal menarik pujaan hati nya pada Rio. Apa pria itu lupa akan pengabdian Rio pada diri nya.

"Jika lusa aku tidak melihat Olivia ada di pesta, maka besok pagi nya akan ada pengumuman tentang diri mu!" Ancam tajam Marvin.

"Baik sir, saya permisi" Rio menunduk hormat sebelum meninggalkan ruangan Marvin. Ia harus memikirkan sesuatu agar keinginan bos nya terpenuhi.

...****************...

*Tandai jika ada typo🤗

1
namia khira
bagus ceritanya
Avril
😂😂
Icikiwir
Marvin thor
nobita
sepet nonton drakor
nobita: seperti nonton drakor
total 1 replies
nobita
itu bukan mencintai Marvin tapi obsesi mu terhadap Olivia
nobita
horang kaya mah bebas ya pemirsahh
nobita
itulah tandanya orang sedang jatuh cinta... diluar nurul
nobita
alur ceritanya apik thor... tulisannya juga rapi... ku suka kusuka
Alifah Azzahra💙💙
Bos mah emang banyak modusnya yah Thor 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Kasian kamu Rio punya bos bucinnya tingkat dewa 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Penguntit Mesum🤣🤣
Rahmi Mamimima
wkwk klo marvel lgsg marah pas adisty mngumpat

kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
Rahmi Mamimima
keren sih barra
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
Rahmi Mamimima
kyknya d pkiran marvel skrg adalah oliv.krna dy kn mulai suka sm oliv sjak dy mnemukan oliv d pohon
Rahmi Mamimima
astagaa
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
Rahmi Mamimima
lah km apa vin? gatal sm calon tunangan org 😆😆😆
Rahmi Mamimima
wkwkwkkw🤣🤣🤣

lupa klo suaminya mudah tantrum
Rahmi Mamimima
heh 🤪🤪 bisa2nya lupaa
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan
Rahmi Mamimima
😆 gembul jg krna hamil anakmu vin
Rahmi Mamimima
🤣🤣 gitu2 kn nurun dr klakuanmu barra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!