NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Dengan jemari yang cekatan, Tania menekan nomor ponsel pribadinya yang kini dibawa oleh Taniza ke desa.

Panggilan itu terhubung pada deringan kedua.

"Assalamu’alaikum, ... Maaf , Ini no siapa ya ?" suara lembut Taniza terdengar dari seberang sana, sangat halus dan penuh kehati-hatian.

"Wa'alaikumsalam, Taniza..., Ini Aku Tania," sahut Tania pelan dengan senyum tipis. "Bagaimana keadaanmu di sana? Sudah lebih tenang?"

"Alhamdulillah, Tania... Di sini sangat tenang. Ayah Harto dan Ibu Sumiati merawatku dengan sangat baik. Mas Dias juga sering datang ke sini membawakanku makanan.." Taniza terdiam sejenak, suaranya terdengar cemas. "...emmm...Kamu sendiri bagaimana di sana, Tania? Mereka... Tante Chana dan Filio... tidak menyakitimu, kan?"

Tania tersenyum dingin menatap langit-langit kamar megah tersebut. "Mereka bahkan tidak berani bernapas keras di depanku. Muka mereka pucat pasi seperti mayat sewaktu melihatku terbaring di kamar ini."

Tania kemudian menetralkan suaranya, memosisikan ponselnya lebih dekat ke telinga. "Taniza, aku menelponmu untuk memberitahukan satu hal penting. Besok pagi... aku akan menikah dengan Ameer."

Terhenyak sejenak di ujung telepon, suara Taniza terdengar tercekat. "Ta-tania...? Besok pagi...?"

"Iya. Kakek Hamzah dan Ameer sendiri yang memutuskannya agar aku punya posisi mutlak dan tidak ada yang bisa menyentuhku lagi di rumah ini," jelas Tania dengan nada suara yang mantap. "Semua berjalan sesuai rencana. Kamu tidak perlu cemas. Fokus saja menyembuhkan luka-lukamu dan nikmati hidup di desa, ya... sampai nanti pada waktunya...Kita memberikan kejutan pada semua orang di sini?"

Di ujung sana, Taniza menahan isak harunya, mengangguk meski tak terlihat. "Terima kasih banyak, Tania... , lagi-lagi kamu berkorban untuk ku, Jaga dirimu baik-baik di sana..."

"Taniza, kau adalah satu-satunya saudara kandung Ku ... Tapi, Apa kamu benar-benar ikhlas kalau Ameer menikah dengan ku...?" tanya Tania memastikan sekali lagi.

Taniza tersenyum di sana "Tentu saja,.Aku sama sekali tidak mencintai Kak Ameer, Justru ....emmmm" Taniza terdiam sejenak sambil senyum malu-malu.

Tania yang selalu peka pada Saudaranya tersenyum "Apa kau menyukai Mas Dias?" .

Taniza terkejut sesaat, memang Saudara nya ini ajaib, apapun yang ada di pikiran nya tahu."Hemmmm , sedikit....Mas Dias sangat baik dan perhatian, bahkan Mas Dias membelikan aku banyak gamis, karena ia melihat Aku memakai gamis-gamis lamamu "

Tania terkekeh" Mas Dias sangat baik, Kalau kau menyukainya..., Aku setuju ".

Wajah Taniza memerah,ia mematikan sambungan telepon nya mendadak setelah mengucap salam ,ia malu pada saudaranya sendiri. Lalu mengirimkan semua Nomor yang ada di kontak Tania di ponsel milik Tania.

____

Siang harinya, ruang makan utama Mansion Hasanuddin yang megah tampak bernuansa dingin dan kaku. Meja kayu panjang berbahan mahoni itu telah tertata rapi dengan hidangan makan siang yang mewah.

Kakek Hamzah duduk di ujung meja, sementara Chana dan Filio duduk berseberangan dengan raut wajah yang serba salah. Mereka makan dalam diam, terus-menerus melirik ke arah pintu lift dengan perasaan waswas.

Tiba-tiba...

Ting...

Suara pintu lift terbuka,Tania dan Ameer melangkah keluar.

Ameer berjalan berdampingan dengan Tania. Tania mengenakan gamis syar'i baru berwarna merah muda lembut yang dipasangkan pas di tubuhnya. Secara fisik, Tania berpura-pura lemah, langkah kakinya pelan, sedikit bersandar pada lengan tegap Ameer seolah tenaganya belum pulih sepenuhnya dari trauma tenggelam.

"Tania, kenapa turun? Seharusnya kamu istirahat saja di kamar, biar pelayan yang antar makan siangmu," ujar Kakek Hamzah hangat saat melihat cucunya mendekat.

"Tidak apa-apa, Kakek... Tania ingin makan bersama Kakek dan keluarga, Kalau tidak keluar, Tania jadi merasa seperti orang lumpuh," jawab Tania dengan suara lembut nan sopan ala Taniza.

Ameer membantu Tania duduk di kursi empuk sebelah kirinya. Namun, saat Tania menarik nafas dan mengangkat pandangannya ke arah meja makan, atmosfer di ruangan itu mendadak berubah secara drastis.

Meski tubuhnya tampak ringkih dan pura-pura rapuh, tatapan mata Tania asli tidak bisa berbohong.

Sepasang manik matanya yang menyala tajam dan dingin menusuk lurus ke arah Chana dan Filio. Tidak ada lagi sisa-sisa binar ketakutan, kepasrahan, atau kelembutan yang biasa dipancarkan oleh Tania yang dulu. Tatapan itu begitu pekat, penuh dominasi, dan sarat akan ancaman terselubung yang seolah berkata""Aku tahu semua kejahatan kalian.

Glek."""

Filio yang tak sengaja beradu pandang langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam, memegang sendoknya dengan tangan yang gemetar hebat. Sementara Chana hampir saja menjatuhkan gelas air putih di genggamannya. Keringat dingin merebak di tengkuk mereka.

Di sampingnya, Ameer yang selalu memiliki insting tajam sebagai pria yang terlatih mendadak menghentikan gerakannya.

Ameer menoleh pelan, menatap samping wajah Tania.

Sensasi ini sungguh aneh. Gadis di sampingnya ini memang berwajah sama, bersuara lembut sama, namun ada aura keberanian dan ketajaman dingin yang sama sekali baru dari sosok Tania. Perubahan kilatan mata itu sangat terasa, bukan mata seorang korban yang trauma, melainkan mata seorang predator yang sedang mengintai mangsanya.

Ameer menyipitkan matanya sedikit, memperhatikan Tania yang kini kembali menyunggingkan senyum manisnya saat menyendokkan makanan ke piring Kakek Hamzah.

"Ada yang berbeda dari dirimu,Tania..." batin Ameer dengan rasa penasaran yang mulai bergejolak di dadanya.

Atmosfer di meja makan kayu mahoni yang megah itu kian mendingin, dihimpit oleh ketegangan terselubung yang merayap halus. Di tengah keheningan yang hanya dihiasi denting sendok dan garpu, Tania perlahan mengulurkan tangannya yang tampak halus namun mantap.

Dengan gerakan yang sangat anggun dan tenang, jemarinya meraih mangkuk porselen berisi gulai daging kambing rempah. Ia menyendokkan beberapa potong daging kambing yang tebal beserta kuah kentalnya ke atas piring nasi hangat miliknya.

Chana, yang sejak tadi mengawasi gerak-gerik Tania dengan hati yang tak tenang, seketika menghentikan kunyahannya. Alisnya berkerut tipis, matanya menyipit penuh rasa heran sekaligus curiga.

Tanpa sanggup menahan lidahnya, Chana berceletuk dengan nada suara yang agak sumbang di tengah meja makan.

"Tumben sekali Tania makan daging kambing... Bukannya dari dulu kamu paling tidak suka aroma daging dan cuma makan sayur-sayuran saja?" sindir Chana, mencoba mencari celah untuk menyudutkan atau sekadar menguji gadis di hadapannya itu.

Filio yang duduk di samping Chana langsung mengangkat kepalanya, ikut menatap Tania dengan sepasang mata yang penuh ketakutan bercampur rasa ingin tahu.

Mendengar celetukan itu, gerakan tangan Tania tidak berhenti sedikit pun. Ia meletakkan kembali sendok saji ke mangkuk dengan sangat halus, tanpa memicu suara denting yang kasar.

Tania menyunggingkan senyuman yang amat tipis,sebuah senyuman yang terlihat begitu manis dan polos di luar, namun menyimpan rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang rusuk.

Ia menatap lurus ke arah Chana, lalu memindahkan pandangannya perlahan ke arah Filio yang makin pucat.

"Iya, Tante Chana..." sahut Tania dengan nada suara yang sangat halus, lembut, dan mendayu-dayu, persis seperti kepribadian Tania yang dikenal keluarga.

Tania jeda sejenak, mengunyah sesendok kecil nasi dengan sangat anggun sebelum melanjutkan kata-katanya.

"Tania baru sadar... makan daging itu ternyata penting untuk menambah stamina dan energi," saut Tania dengan binar mata yang mendadak menyala tajam dan pekat. "Biar hati dan jiwa Tania bisa jauh lebih sabar... saat harus menghadapi keras dan kejamnya hidup. Termasuk... menghadapi orang-orang yang berhati iblis di sekitar Tania."

JLEB!...

Kata-kata yang diucapkan dengan penuh kelembutan itu menghantam dada Chana dan Filio bagaikan sabetan belati beracun!

Seketika itu juga, Chana mati kutu. Lidahnya mendadak terasa kelu dan kaku, seolah kehilangan seluruh kata-kata. Sendok di tangan Filio bahkan gemetar hingga berdenting keras menabrak piring porselennya, mengundang tatapan heran dari pelayan yang berdiri di sudut ruangan.

Sindiran halus namun mematikan itu benar-benar mengunci pergerakan Chana dan Filio. Mereka tahu betul apa yang dimaksud oleh kata orang berhati iblis dalam kalimat Tania.

Kakek Hamzah yang duduk di ujung meja tersenyum haru, menganggap ucapan cucunya sebagai bentuk keteguhan hati usai meloloskan diri dari musibah penculikan. "Bagus itu, Tania... Kamu harus makin kuat. Kakek senang melihatmu punya semangat baru."

Sementara itu, Ameer yang duduk tepat di samping Tania menghentikan pergerakannya. Pria tegap itu tidak menyentuh makanannya sama sekali.

Mata cokelat Ameer yang tajam menyipit rapat, memperhatikan garis wajah Tania dari samping. Kalimat yang baru saja dilontarkan gadis di sebelahnya sungguh luar biasa, penuh keberanian, sarat akan tekanan mental, dan sangat bertolak belakang dengan sosok Tania yang dulu selalu mengalah dan menangis jika dipojokkan Chana.

Ameer bisa merasakan aura dominasi yang samar-samar memancar dari tubuh Tania. Ada rasa penasaran yang kian membakar dada sang agen Rahasia itu.

"Kamu benar-benar sudah berubah, Tania..."...

"Apakah bertahan hidup disana membuatmu berubah menjadi lebih kuat " batin Ameer dengan tatapan yang makin tak lepas dari sosok gadis yang besok pagi akan resmi menjadi istrinya tersebut.

1
suti markonah
siap² filio chana..pembalasan dendam akan segera di mulai
suti markonah
ameer dah ada rasa sm tania tp blm menyadari
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!