NovelToon NovelToon
Restu Yang Ditarik Kembali

Restu Yang Ditarik Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:49.1k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Sepuluh tahun membina rumah tangga, Adila mengira restu mertua adalah pelindung abadi bagi cintanya dan Revan. Namun, segalanya runtuh saat Meisya sahabat masa lalu Revan hadir membawa janin di rahimnya karena suaminya meninggal.

​Tiba-tiba, pengorbanan Adila sebagai istri sekaligus calon dokter yang mandiri justru menjadi senjata untuk memojokkannya. Karena dianggap mampu berdiri sendiri, Adila dipaksa mengalah. Revan mulai membagi perhatian, waktu, hingga nafkah bulanan demi menjaga Meisya yang dianggap lebih rapuh.

​Hati Adila hancur saat melihat Revan membelai perut wanita lain dengan kasih sayang yang seharusnya menjadi miliknya. Ketika restu itu ditarik kembali dan posisinya sebagai istri perlahan dijandakan di rumah sendiri, masihkah ada alasan bagi Adila untuk bertahan? Ataukah gelar dokter yang ia kejar akan menjadi jalan baginya untuk melangkah pergi dan meninggalkan pengkhianatan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Yang Ditarik Kembali

Suasana di halaman rumah yang sudah tegang itu mendadak semakin panas ketika sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik berhenti tepat di belakang truk jenazah. Pintu mobil terbuka dengan sentakan kasar, dan keluarlah sosok wanita paruh baya dengan pakaian branded dari ujung kepala hingga kaki, diikuti oleh adik Revan, Tiara, yang wajahnya nampak penuh kemarahan.

"Apa-apaan ini, Revan?! Adila?!" teriak Mama Revan, suaranya melengking membelah udara pagi. Ia berjalan cepat mendekati kerumunan, matanya melotot menatap ambulans dan truk jenazah yang terparkir di sana.

Meisya, yang tadinya sudah terpojok dan hampir menyerah pada gertakan Adila, seketika melihat cahaya penyelamat. Ia kembali memasang wajah memelas, air matanya tumpah lebih deras dari sebelumnya. Ia lari tertatih ke arah Mama Revan dan langsung memeluk kaki wanita itu.

"Tante... tolong Meisya... Kak Adila mau mengusir Meisya dan membongkar makam Mas Bayu... Meisya takut sekali, Tante!" isak Meisya dengan suara yang dibuat tersedak.

Mama Revan merangkul Meisya dengan protektif. Ia menatap Adila dengan pandangan seolah-olah Adila adalah sampah. "Kamu benar-benar sudah tidak punya hati ya, Adila! Kamu mau memindahkan jenazah orang yang sudah tenang hanya karena rasa irimu yang picik?"

Tiara ikut menimpali sambil berkacak pinggang. "Iya, Mbak Adila keterlaluan! Meisya ini sedang hamil calon cucu Mama, calon keponakanku! Kenapa Mbak tega sekali memperlakukan dia seperti binatang?"

Adila berdiri tegak, merapikan jas dokternya yang tidak sengaja sedikit berkerut. Ia tidak gentar sedikit pun. "Ma, Tiara. Ini bukan soal iri. Ini soal aturan di rumah tangga saya. Meisya punya keluarga, dia punya tempat tinggal yang masih dia sewa. Alasan dia bertahan di sini hanya manipulasi."

"Cukup!" potong Mama Revan dengan kasar. "Kamu tidak berhak bicara soal aturan rumah tangga kalau kamu sendiri gagal memenuhi tugas utamamu sebagai istri! Sepuluh tahun, Adila. Sepuluh tahun kamu jadi menantu di keluarga ini, tapi rahimmu itu seperti tanah tandus! Tidak menghasilkan apa-apa!"

Kalimat itu membuat Revan yang berdiri di samping mereka tersentak. "Mah, jangan bicara begitu..." ucap Revan lirih, namun ia tidak berbuat apa-apa untuk menghentikan ibunya.

Mama Revan justru semakin menjadi-jadi. Ia mengelus perut Meisya di depan wajah Adila. "Lihat Meisya! Dia hanya butuh waktu singkat untuk membuktikan kesuburannya. Dia membawa calon penerus yang sudah kami anggap sebagai cucu kami sendiri. Sementara kamu? Kamu hanya sibuk dengan jas putihmu itu, sibuk mengurus orang sakit sampai lupa kalau dirimu sendiri adalah produk gagal bagi keluarga kami!"

Adila merasakan dadanya berdenyut hebat. Rasa sakit itu bukan lagi karena sedih, melainkan karena amarah yang sudah terkristal menjadi keberanian yang dingin. Ia menatap mertuanya tepat di mata sebuah hal yang dulu tidak berani ia lakukan.

"Produk gagal, Mah?" Adila tertawa, tawa yang terdengar sangat menyeramkan hingga membuat Tiara mundur selangkah. "Mama bicara soal kesuburan dan keturunan seolah-olah Mama sedang berbicara di pasar ternak. Mari kita bicara secara medis, karena saya adalah dokter di sini, bukan peramal nasib."

Adila melangkah maju, mendekati mertuanya. "Mama tahu kenapa selama sepuluh tahun ini saya tidak kunjung hamil? Bukan karena rahim saya tandus, Mah. Tapi karena setiap kali saya mencoba membangun suasana yang sehat, Mama selalu datang menyuntikkan racun stres ke dalam pikiran saya. Mama tahu berapa banyak kasus infertilitas yang disebabkan oleh tekanan mental dari keluarga yang toxic?"

"Kamu menyalahkan Mama?!" teriak Mama Revan.

"Saya menyatakan fakta," sahut Adila tajam. "Dan soal Meisya... Mama menyebut janin itu sebagai calon cucu? Mama yakin itu darah daging yang patut Mama banggakan? Wanita yang bisa dengan mudah berpindah hati dan menggunakan air mata untuk merusak rumah tangga orang lain, apakah Mama yakin dia akan mendidik anak yang di anggap cucu Mama menjadi orang yang terhormat?"

Adila beralih menatap Revan yang masih diam seribu bahasa. "Dan kamu, Revan. Lihat ibumu. Lihat adikmu. Mereka menghina istrimu di depan matamu sendiri, menggunakan kekurangan biologis kita sebagai senjata untuk menghancurkan ku. Dan kamu hanya diam? Apa kamu sudah kehilangan fungsi sebagai laki-laki?"

Revan membuka mulut, namun tidak ada kata yang keluar. Dia tampak seperti pecundang di antara wanita-wanita kuat itu.

"Sekarang dengarkan saya baik-baik, Mah," Adila kembali menatap mertuanya dengan wibawa yang luar biasa. "Makam itu tetap akan dipindahkan hari ini. Truk itu sudah dibayar, surat izin dari dinas pemakaman sudah saya urus. Jika Mama ingin membela Meisya, silakan bawa dia ke rumah Mama. Tapi jangan satu detik pun Meisya menginjakkan kaki di rumah ini lagi."

"Kalau kamu mengusir dia, kamu juga mengusir Mama!" tantang Mama Revan.

"Silakan, Mah. Pintu pagar itu terbuka lebar," jawab Adila tanpa ragu sedikit pun. "Jika Mama lebih memilih 'calon cucu' dari rahim wanita yang bahkan bukan istri anak Mama daripada menghargai saya yang sudah sepuluh tahun mengabdi, maka saya tidak butuh restu dari orang yang tidak tahu cara menghargai manusia."

Meisya melihat posisi Mama Revan mulai terdesak oleh logika Adila yang dingin. Ia tahu jika dia tidak pergi sekarang, Adila benar-benar akan melakukan Live Streaming yang ia ancamkan tadi. Dengan akting terakhirnya, Meisya menarik lengan baju Mama Revan.

"Tante... sudah... Meisya tidak mau Tante bertengkar dengan Kak Adila karena Meisya. Biarlah Meisya pergi saja... Meisya akan ikut ambulans itu ke kampung... Meisya akan hidup di dekat makam Mas Bayu sendirian..." ucap Meisya sambil terisak hebat.

"Tidak, Mei! Kamu jangan menyerah!" Tiara membela.

"Sudahlah, Tiara," Meisya berjalan menuju ambulans dengan langkah yang diseret-seret, menoleh ke arah Revan dengan pandangan penuh dendam yang ia sembunyikan dalam kesedihan. "Mas Revan, terima kasih untuk semuanya. Maaf kalau keberadaanku menghancurkan segalanya."

Meisya naik ke dalam ambulans itu. Truk pengangkut jenazah pun mulai bergerak. Pemandangan itu nampak sangat ganjil sebuah ambulans membawa wanita hamil yang menangis, diikuti oleh truk penggali makam.

Mama Revan menunjuk wajah Adila dengan jari yang gemetar. "Kamu akan menyesal, Adila! Kamu akan mati sendirian tanpa ada anak yang mendoakan mu! Revan, ayo kita pergi! Biarkan istrimu yang sombong ini hidup dengan jas putihnya yang dingin itu!"

Mama Revan, Tiara, dan Revan akhirnya masuk ke mobil masing-masing, meninggalkan Adila sendirian di depan rumah yang kini terasa sangat luas dan sunyi. Adila berdiri mematung, menatap debu yang ditinggalkan mobil-mobil itu.

Hatinya hancur, namun punggungnya tetap tegak. Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan oksigen yang akhirnya terasa bersih di rumahnya sendiri. Restu yang selama ini ia kejar dengan susah payah, kini benar-benar telah ia lepaskan. Dan untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, Adila merasa benar-benar bebas, meski ia tahu perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
gaby
Tapi Tiara blm jatuh, dia lg enak2 dgn uang 5milyarnya. Gimana kabar Revan & padanya, apa mereka tau skandal yg dibuat anggota kluarga mereka?? Apa Tiara dah tau mamanya dah meninggal??
blcak areng: sabar kak semuanya ada alurnya yang udah aku tulis 🙏
total 1 replies
Suanti
suruh polisi ikut dampingin asisten nya bawa uang buat tiara papa aris hrs bikin jebakkan jg buat tiara yg penipu ulung pemerasan sekalian jeblos kan ke penjara 🤭
Komsindra
suka
gaby
Biar masuk penjara bareng2 dah. Tiara kena pasal UU ITE & Aris kena pasal Pornografi😄😄
gaby
Pintar Tiara, kalo kamu dihancurkan, jgn mau hancur sendiri. Abis ini tobatlah & minta maaf ke Adila, biar kutukanmu ga berlarut2.
gaby
Mudah2an smua tokoh Jahat dpt karma smua termasuk Tiara & Aris.
Ade Chubi
sadis banget ,real nya sih gak mungkin mayat di biarkan walopun keluarga nya tidak punya uang
ini tuh berlebihan
Tamirah
Memalukan begitu aset aset disita suami merengek berlutut pada sang istri untuk dimasukan ,gak ada guna penyesalan yang terlambat.
Tamirah
Keluar dari rumah itu tindakan yg tepat toh suami dan mertua sdh gak resfek padamu.pikirkan masa depan' mu, perkataan bibik dirumah mu itu benar masa depan mua akan bersinar.
Ade Chubi: kalo keluar dari rumah itu keenakan suami nya lah
mendingan tetap di rumah itu dan abaikan suami nya
total 1 replies
Tamirah
kok bisa anggaran belanja dikurangin demi teman masa kecil yg suaminya meninggal hamil lagi . Menolong ya Menolong tapi prioritas tetap istri sah.
Gak nyesel kalau nnt terbongkar bermain dibelakang istri lalu ditinggal,apalagi istri mu calon dokter.
Banyak lo diluar sana laki laki yg pingin punya istri Dokter.
Sartika tika
iya ya bnyk bnyk bngt kata didera duka dn kata daster....gk mngkn slh pencet kn ..
Lina Ariani
daster kata baru apa gi mn
Lee Mba Young
kasian siska dpt aris. playboy banget gk Ada Aura kelas atas nya.
Suanti
siska jgn mau sama aris segera batal kan jodoh nya klu jdi nikah sm aris. aris pasti tetap selingkuh sm tiara / pelakor 🤭🤣🤣🤣
YuWie
aneh revan kie..wis ditampar berkali2 dg kenyataan dan kata2 adila kok ya maßih ngopeni si mes2..
YuWie
masih mbok bela2 juga lho si mes2 ini Rev...
Kekayaan macam apa itu adila..kamarmu seluas rumah mewahmu dan revan..
YuWie
cleguk.. 10th blm cukup u adila membuka identitas dirinya re..kasihan kan dirimu 😁
YuWie
ujianeee..marake pecahhh ... kak thor dr obyg kah
YuWie
katanya jabatan tinggi..fokus aja lah sama pekerjaanmu Rev, sambil ngopeni benalumu
stela aza
aduh Thor tulisan nya tlng di teliti lagi sebelum di rilis ,,, kata daster ,, daster , daster apaan coba jadi g jelas ceritanya Thor tlng di perbaiki ,,, pembaca bingung memahami maknanya 🙏
blcak areng: maaf ya kak hp aku ngelag jadi keluar kata" yg tdk perlu,,, masih aku perbaiki
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!