Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. kecantika Arana
Wirawan yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut
putrinya, hanya bisa terdiam, tak berkata apa-apa lagi. Karna Wirawan tau kalu
putrinya sudah berkata demikian maka itulah yang akan terjadi. Arana memang tife
gadis yang sangat baik dan lembut, namun soal pendirian Arana selalu berpegan
teguh dengan pendiriannya itu.
Malam pun tiba kini Arana telah selesai bersiap, Arana
mengenakan dres yang berwarna peac yang panjangnya hanya selutut yang
memperlihatkan bentuk tubuhnya. Arana
terlihat lebih cantik daripada sebelumnya, karna baru kali ini Ia merias
wajahnya karna biasanya Arana tak pernah mengenakan riasan wajah apapun. Namun
entah karna apa, Arana merasa ingin mengenakan riasan wajah itu. Hingga akhirnya
Ia mengenakannya dengan tipis. Arana menatap pantulan wajahnya di cermin sambil
tersenyum.
Namun setelah mengingat bahwa secantik apapun dirinya saat
ini, itu tidaklah berarti, karna kecantikan sesungguhnya dari seorang gadis
adalah kesuciannya, yang hanya pantas di berikan untuk suaminya kelak. Mengingat
itu Arana meneteskan airmata, karna telah menjadi gadis yang paling kotor itulah
yang ada di dalam pikiran Arana saat ini.
Arana mengusap air matanya ketika mendengar suara ketukan
pintu dari luar dan tampa di persilahkan masuk pintu kamar Arana terbuka dan
masuklah Michel saudari tiri Arana.
“Lama banget sih!” nada kasar “Kita semua sudah dari tadi
menunggumu! Ayo buruan turun entar acaranya keburu selesai baru kita sampai.” Setelah
mengatakan itu Mishel keluar dari dalam kamar Arana sambil membanting pintu.
Melihat tingkah saudai tirinya Arana cuman bisa mengelengkan
kepala melihat itu.
Arana berjalan keluar dari kamarnya, dan menghampiri Ayahnya
yang tengah duduk di ruangan tamu bersama dengan Wilda dan juga Michel.
Melihat putrinya berjalan ke arahnya dengan tampilan berbeda
dari pada sebelumnya, Wirawan berkata.
“Arana, apa itu kamu? Putriku.” Tersenyum melihat wajah
putrinya yang terlihat sangat cantik dari pada biasanya.
Mendengar sanjungan Ayahnya Arana tersenyum manis, dan itu
membuat kecantikannya semakin terpancar, mata bulat, bulu mata panjang dan
lentik, hidung mancung dan bibir mungilnya yang selalu trsenyum ramah terhadap
siapa saja dan itu membuat pancaran kecantikan Arana semakin terlihat.
“Ah, Ayah jangan terlalu menuji aku. Nanti kecantikan aku
hilang.” Tertawa lepas ketik mengatakn itu.
Sementara Wilda dan juga Michel nampak tidak senang dengan
sanjungan yang Wirawan lontarkan untuk putrinya.
Dengan wajah sedikit kesal wilda berkata pada suaminya, “Ayah,
apa tidak sebaiknya kita pergi sekarang? Lihat jam, ini sudah sangat telat loh.”
Setelah mengatakan itu Arana Wilda merangkul lengan Michel
berjalan keluar menuju arah mobil. Namun sebelum sampai di mobil Michel
berkata.
“Ma Arana terlihat sangat cantik ya? Aku juga mengakui
kecantikannya itu.” Berbisik pelan di telinga Wilda “Aku takut Aditya akan
tertarik lagi kalau melihat penampilan Arana seperti ini. Karna Aditya dan
keluarganya akan hadir di pesta itu.” Michel nampak terlihat sangat takut,
takut jika kekasihnya tertarik kembali kepada mantan kekasihnya itu.
Mendengar ucapan putrinya Wilda pun berkata. “Kamu tenang
saja, di pesta nanti kita akan mempermalukan Arana, bahkan Ayah pun akan marah
nantinya.” Tersenyum sinis sambil berbalik melihat ke arah Arana yang kini
tengah mengandeng lengan Wirawan.
Lima belas menit kemudian, Wirawan beserta dengan
keluarganya telah sampai di depan gedung tinggi, di situlah perusahaan baru
keluarga Abrahan Carlos. Mereka menggelar acara syukuran pembukaan perusahaan
baru mereka di depan gedung karna putra satu-satu dari Sea dan Abrahan carlos
belum sampai di tempat acara tersebut.
Abrahan ingin agar putranya yang menggunting pita pembukaan
kantor tersebut. Namun sampai saat ini putra mereka belum juga sampai. Karna tak
ingin para tamu menunggu lama, Sea dan Abrahan sendiri yang menggunting pita pembukaan
kantornya itu.
Setelah pita terpotong sorak tepuk tangan para tamu-tamu dan
juga para kolega Abrahan satu persatu datang menghampiri mereka berdua dan
memberi selamat atas peresmian perusahaannya itu.
Dan kini giliran Wirawan Hadi beserta istrinya dan juga
putri-putrinya memberi selamat kepada Sea dan Abrahan. Sea yang menatap wajah
Michel terlihat biasa-biasa saja. Namun ketika melihat wajah Arana dan senyuman
manis selalu menghiasi bibir mungilnya membuat Sea merasa ingin mejadikannya
sebagai menantunya.
Sea mengusap bahu Arana lalu berkata. “Nama kamu siapa
sayang?” tersenyum ramah melihat wajah ceria yang Arana pancarkan.
Dengan sopan Arana berkata. “Namaku Arana tante.” Tersenyum ramah
melihat ke arah Sea dan Abrahan Carlos.
Wilda dan yang melihat itu tambah sangat kesal, karna
pemilik dari perusahaan terbesar yang ada di kota XX kini hanya menyapa Arana
dan tidaklah menyapa Michel putrinya.
Karna yang Wilda ketahui kalau Sea dan Abrahan hanya
memiliki satu putra dan otomatis semua harta warisannya akan jatuh kepada
putrnya dan akan lebih baik jika putrinya yang menjadi menantu dari keluarga
terkaya itu. itulah yang terlintas dalam benak wilda saat ini.
Senyuman Arana hilang seketika ketika melihat Aditya beserta
dengan keluarganya berjalan menhampiri keluarganya. Dan setelah sampai di hadapan
keluarganya Aditya lansung melingkarkan tangannya di pinggul Michel. Dan itu
membuat wirawan merasa sangat bingun karna setau Wirawan Arana adalah kekasih
Aditya.
Tampa berkata apapun
Wirawan melihat ke arah Arana yang kini tengah berdiri di sampinnya. Menanti
penjelasan dari sorot mata putrinya itu.
Namun setelah melihat
senyuman penuh arti di bibir putrinya Wirawan mengerti kalau hubungan mereka
sudah selesai itulah yang terlintas dalam pikiran Wirawan saat ini.
Karna tak ingin terlihat sedih Arana mencoba memperlihatkan
rasa senangnya dengan menyapa kedua orang tua Aditya.
“Malam, tante, om, Aditya.” Tersenyum rama melihat
ketiganya.
Setelah menyapa mereka bertiga, Arana pamit untuk pergi ke toilet
namun sebenarnya Arana pamit karna tak tahan melihat orang yang masih sangat Ia
cintai kini tengah memeluk saudari tirinya di depan matanya.
“Yah. Aku ke toilet sebentar.” Tersenyum manis melihat ke
arah Wirawan.
Mendengar itu Wirawan mengerti dengan apa yang tengah
putrinya rasakan. Melihat orang yang pernah kita cintai kini tengah bersama
wanita lain di hadapan kita, akan terasa sangat menyakitkan.
Arana berlari keluar, menuju arah taman yang tak jauh dari
gedung. Sambil memegan dada yang terasa sangat sesak. Arana duduk di sebuah bangku kosong yang berdekatan dengan air
mancur sambil meneteskan air mata.
“Kenapa terasa se sakit ini?” memegan dada yang terasa sesak
“Hiks, hiks.” Menangis “Aku tak sanggup melihat Aditya bersama wanita lain. Huhuhu,
hatiku sangat sakit melihatnya. Ya Allah apa yang harus kulakukan? Agar aku
bisa menghilangkan perasaan cintaku ini terhadapnya.” Menutup wajahnya dengan
ke dua tangannya “Aku tak sanggup melihatnya, Huhuhu.”
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂