seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
happy reading 😉
.
.
Keesokan harinya di SMA BHINA DARMA
"Entar gue mau nanya ke Ray"ucap Hana saat baru saja datang dan duduk di bangku sebelah Sinta.
"Nanya apa? Nanya apa dia anaknya kak Nathan?" Tanya Sinta penasaran
Hana Mendorong kepala Sinta dengan tangannya.
"Loe itu beg*k banget deh, masa iya gue nanya kaya gitu, udah loe tinggal ikutin gue aja"
"Oke"
Hana dan Sinta menuju ke kelas Xl IPA 1 dimana itu adalah kelasnya Ray, namun kelasnya langsung ditutup begitu mereka dateng.
"Ray mana?" Tanya Hana pada adik kelas nya
"Ada apa kak nanyain Ray? Kakak juga mau deketin Ray?! " Ucap adik kelas perempuan yang Hana tanya
"Enak aja! gue enggak level sama dia" jawab Hana ketus
"Ceeh! gue enggak percaya"
"Wah cari mati nih anak" ucap Hana geram dengan sikap adik kelasnya
"Santai Hana, biar gue urus" ucap Sinta
" Loe mau panggilin Ray kesini atau mau gue laporin ke BK kalau elo bikin onar dikelas?" Ancam Sinta.
Gadis itu pun mendengus kesal, dan segera membuka pintu kelas, "Ray, yang nyariin nih, kakak kelas IPA, ada urusan penting katanya" teriaknya
Ray dengan malas berjalan mendekati mereka bertiga.
"Ada apaan sih Bella loe kebiasaan teriak-teriak gitu" bentaknya pada Bella
"Tuh ada yang nyariin" jawab Bella mengarahkan dagunya pada kedua kakak kelasnya
"Ada apa kalian nyariin gue?" Tanya Ray dengan malas
"Ikut gue, gue mau ngomong penting" ajak Hana
"Penting apa? Loe mau bilang kalau elo suka sama gue, terus elo mau jadi cewek gue gitu?" Ucapnya masih dengan nada cueknya
"Ya ampun, gue heran nih anak keluar dari rahim ibunya apa keluar dari gua hantu sih, kok halu nyampe mendarah daging, elo ke pede an, gue enggak punya sedikit pun rasa buat elo ya" cerocos Hana pada Ray yang terlalu percaya diri.
"Lha terus loe mau ngomongin apaan?" Tanyanya penasaran.
"Makanya elo ikut gue"
"Enggak sebelum elo kasih tau dulu kalau elo mau ngomongin apaan" Ucap Ray yang masih keras kepala
"Astaga, elo beneran anaknya Bu dokter, Kok otak loe keras banget kayak stetoskop" umpat Hana
"Sialan!! ngapain bawa-bawa mommy gue" ucap Ray mulai kesal
"Gue mau ngomong hal penting dan gue mau ngomong secara pribadi, paham?!" Bentak Hana yang sudah tidak sabar dengan tingkah Ray
"Udah deh Ray ikut aja, bentar doang kok" pinta Sinta
"Ya udah ayok, cuman sepuluh menit" ucap Ray
"Oke enggak masalah, ayok ikut gue" ajak Hana
"Eh tunggu, kalau Ray pergi gue ikut" kata Bella menghentikan langkah ketiga nya
"Ini lagi tukang pecel, ngapain sih ikut-ikutan rese, beneran cari mati nih anak" teriak Hana yang sudah berada di ambang batas kesabarannya
"Sialan loe! ngatain gue tukang pecel" teriak Bella tidak terima
" Ya udah sih biarin aja dia ikut, entar keburu bel masuk" saran Sinta
"Ya udah buruan ikut gue"
Hana dan yang lainnya berjalan ke belakang sekolah
"Udah loe mau ngomong apaan buruan" ucap Ray pada kedua kakak kelasnya, sedangkan Bella dengan siap selalu berada di sisi Ray, yang seolah takut kalau Ray akan direbut orang lain
"Gue mau nanya tentang kak Nathan" kata Hana memulai pertanyaan nya
"Nathan?"
"Iya, Nathan polgan"
"Polgan?"
"Polisi ganteng peak" ucap Sinta
"Iya, Nathan Ardian Sanjaya"
"Oh, maksud kalian papi Nathan?"
" Papi?!!!" Teriak Hana dan Sinta bersamaan.
...
like like like,tap tap tap jempol nya 😘
ditunggu komentarnya
ceritanya sangat menarik