NovelToon NovelToon
Derita Ayu Ratapan Anak Tiri

Derita Ayu Ratapan Anak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: RN

Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.

Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.

Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.

Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.

Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.

Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Derita

Kehadiran Lisa menjadi obat luka buat keluarga Aditya terutama kedua putrinya, hampir setiap hari Lisa selalu mencepatkan diri untuk minumannya mereka berdua seperti halnya yang dilakukan Nirmala.

Mengantar dan menjemput mereka pulang sekolah, menyiapkan bekal bahkan mengajak mereka jalan-jalan ke taman ataupun ke mall.

Kehadiran Lisa juga sangat membantu Aditya suka mendalam yang dia rasakan hampir membuatnya tidak bersemangat menjalani hari-hari. Rasa salah yang selalu menderainya membuat dia selalu ingin mengakhiri hidup untuk menyusul Nirmala.

Untung saja kedua Putri nya menjadi penguat hati dan dan tekadnya untuk terus melanjutkan hidup. Bantuan Lisa dalam mengasuh dan memberikan kasih sayang untuk kedua putrinya di saat kehilangan sosok Bunda begitu sangat membantu Aditya.

"Sayang. Untung Ada sahabat Kamu yang begitu baik dan tulus memberikan rasa sayangnya untuk Ayu dan Queen, sehingga mereka bisa melewati rasa kehilangan mereka akan dirimu, Yang." Batin Aditya saat sarapan di meja makan suatu pagi jelang aktivitas sebelum ke kantor dan ke sekolah untuk kedua putrinya.

"Ayu Queen jangan lupa ya, bekalnya nanti harus dihabiskan dan ingat begitu selesai makan langsung dicuci, yang penting jangan sampai ada sisa kotoran biar nggak bikin bau yang nggak enak sayang." Pesan Lisa kepada Ayu dan Queen yang siap berangkat ke sekolah sambil mengusap lembut pucuk kepala Queen.

"Iya Bunda. Upsz, Tante hehehe," celetuk Queen terkekeh saat tanpa sadar memanggil Lisa dengan panggilan Bunda.

Lisa hanya tersenyum sambil mengusap lembut pucuk kepala Queen. Aura wajah Ayu langsung berubah saat panggilan Bunda meluncur dari bibir mungil Queen, gurat kesedihan tampak jelas terlihat tiba di wajah Ayu bagai awan yang menggantung.

"Ayah Ayu berangkat." Pamit Ayu sambil menyalami Aditya lalu bergegas berjalan keluar dari ruang makan.

"Kak Ayu tunggu!"suara cempreng si kecilku Yang berteriak sambil bergegas berlari menyusul Ayu.

"Queen Sayang! Salim dulu!" teriak Aditya membuat Queen menengok dan berbalik berlari menghampirinya.

"Assalamualaikum Ayah," pamit Queen sambil mencium punggung telapak tangan kanan Aditya dan melakukan hal yang sama kepada Lisa.

Lisa membalas sambil mencium kedua pipi Queen.

"Hati-hati sayang, belajar yang rajin biar pintar ya Nak." Pesan Lisa yang dibalas dengan anggukan Queen beberapa kali.

"Dadah Tante Lisa," seru Queen sambil melambaikan tangan ke arah Lisa.

Aditya menoleh ke arah Lisa memandangnya dengan menelisik sambil mengulum senyum dan pada saat yang bersamaan Lisa pun menoleh ke arah Aditya beberapa detik mereka saling memandang dengan pikiran masing-masing sebelum akhirnya keduanya saling menghindar.

Entah sudah berapa kali kejadian seperti tadi pagi keluarga Adit alami di mana Queen sering salah memanggil Lisa dengan sebutan Bunda bukan tante. Sepanjang perjalanan menuju kantor Aditya dan Lisa lebih banyak diam.

"Ehmm." dehem Aditya mengusik kebisuan diantara mereka berdua.

"Maaf selalu di repotin sama anak-anak terutama Queen." Kata-kata sungkan itu meluncur begitu saja dari bibir Aditya.

"Nggak repot kok biasa aja Aku malah senang punya kesibukan yang membuatku selalu tersenyum setiap bangun dari tidur dan juga menjelang tidur." jawab Lisa tersenyum dengan binar bahagia di matanya.

"Tapi Aku jadi merasa nggak enak, Lis." balas Aditya.

"Ngapain nggak enak Mas, dari sejak almarhum masih hidup Aku kan emang udah deket sama anak-anak Kamu dan Aku merasa hati nurani Aku terpanggil untuk bisa memberikan kasih sayang yang tulus agar mereka tidak terlalu kehilangan atas kepergiaan Bundanya." saut Lisa.

"Aku hanya takut nanti ada yang marah apa cemburu karena waktumu lebih banyak Kau habiskan bersama keluargaku," timpal Aditya.

"Mana ada yang cemburu Aku ini wanita bebas sejak aku bercerai dengan Mas Ibra." Sahut Lisa dengan tatapan lurus ke jalan.

Kata-kata Lisa membuat Aditya merasa bersyukur dan juga bersimpati dengan sikap Lisa yang tulus tanpa dibuat-buat. Lisa dan Aditya berpisah saat keduanya sudah sampai di kantor. Lisa langsung menuju ruang direktur sementara Aditya menuju ke ruang manajer eksekutif keuangan kantornya.

"Seandainya Aku meminta Lisa untuk mengartikan Nirmala kira-kira dia mau terima apa nggak ya?" tanya Aditya pada dirinya sendiri sambil matanya menerawang langit ruang kerjanya.

Dreeetttt.

Bunyi telepon di meja kerjanya tiba-tiba berbunyi terlihat nomor panggilan dari ruang direktur. Aditya langsung menekan tombol on dan menjawab panggilan itu yang datangnya dari bosnya yaitu Tuan Anton Bachrul.

"Iya Pak siap sebentar lagi Saya menuju ruangan Bapak," ucap Aditya sebelum menutup teleponnya.

Aditya segera menuju ruang direktur di mana Anton sedang laporan keuangan mingguan dari dirinya.

Tok tok tok

"Masuk!" Suara bass milik Anton dari dalam.

Ceklek

"Silakan duduk Dit." kata Anton mempersilahkan.

Aditya menuju kursi yang tepat berada di depan meja kerja Anton. Keduanya lalu membahas masalah laporan keuangan minggu ini. Setelah berdiskusi sebentar dan Anton menandatangani draft rencana pengeluaran minggu depan mereka berdua mulai berbincang santai.

"Oh ya Pak, sebagai sahabat bolehkah Saya minta saran dan masukkan dari Bapak?" tanya Aditya pada terdengar serius.

"Kalau minta saran dari sahabat nggak usah manggilnya pakai Pak." saut Anton sambil beranjak dari tempat duduknya,

"Kita duduk di siapa aja biar lebih santai," ajak Anton pada Aditya.

"Kamu mau minta saran apa Dit?" Tanya Anton penasaran saat keduanya sudah duduk di sofa saling berhadapan.

"Kalau menurut kamu apakah Lisa cocok kalau aku jadikan pengganti Nirmala?" tanya Aditya serius.

Anton tidak langsung menjawab Dia terdiam sejenak.

"Lisa seorang wanita dewasa yang labil dan juga punya mood yang mudah berubah, kalau aku perhatikan dia tidak cocok untuk menjadi ibu buat kedua anakmu. Lain halnya kalau kamu tidak punya anak mungkin nggak akan ada masalah, kalian bisa menjadi pasangan yang cocok dan serasi." ucap Anton memberi saran dan penilaiannya.

"Tapi dia sangat menyayangi kedua putriku begitu juga sebaliknya dan Aku melihat itu benar-benar tulus layaknya seorang ibu." sanggah Aditya menilai Lisa dari sudut yang berbeda dengan Anton.

Anton hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Aditya.

"Rasa sayang anak-anak kepada Lisa dan juga kemajuan mereka sudah seperti kepada almarhum ibunya dulu saya nggak tega melihat mereka harus kehilangan untuk yang kedua kalinya. Karena itulah Saya bermaksud untuk menikahinya." lanjut Aditya.

"Daripada nanti Kamu menyesal, Aku kasih sedikit saran. Apa nggak sebaiknya kalian tunda dulu pernikahan sampai anak-anakmu sedikit dewasa." Saran Anton kepada Aditya agar tidak menyesal kemudian.

"Itu tidak mungkin Aku lakukan, Aku takut kami terjebak dalam dosa dan melanggar nilai agama." Tolak Aditya dengan saran Anton.

"Terserah kalau itu sudah menjadi keputusanmu." saut Anton tak ingin mendebat Aditya dengan keputusan.

1
kumbang jantan
hm... apa yang akan terjadi selanjutnya
kumbang jantan
hm .. rose
kumbang jantan
rose kamu harus hati-hati dan punya 1000 cara agar kamu baik-baik saja
kumbang jantan
rose, fokus pada tujuan mu
kumbang jantan
apakah ayu akan tetap melakukan sesuatu sesuai rencananya atau dia memaafkan?
kumbang jantan
apa yang kamu rencanakan ayu?
Night Watcher
bingung sama paragraf ini.. 😇
Umroh Tuljanah
lanjut donkk
kumbang jantan
kira-kira apa yang akan dilakukan oleh ayu??
༄Z!e•ˢᵏʸ'ˢ: ࿐,: apa hayooooh 🤪
total 1 replies
Wiwit
malah sibuk balas dendam bukannya cari ayahnya
kumbang jantan
penari Pendet?
Marswita Yelti Syahnur
Jd kapan kelanjutannya bs dibaca, sdg serunya cerita 🙏🙏
RN: udah mulai up kaka semoga sampai tamat
total 2 replies
Mυɳҽҽყ
mudah mudahan Ayu cuma pingsan biasanya
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
Mυɳҽҽყ
siapa black rose..
masih ada typo
Mυɳҽҽყ
gadis cupu itu ayu kah??
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
Mυɳҽҽყ
semoga Adit segera bertemu Ayu
dan Lisa... tunggu karmanya
kumbang jantan
semoga ayu baik baik saja
¢ᖱ'D⃤ ̐𝖆𝖓𝖎𝖊ՇɧeeՐՏ🍻
harusnya diselidiki dulu
¢ᖱ'D⃤ ̐𝖆𝖓𝖎𝖊ՇɧeeՐՏ🍻
semoga baik terus kedepannya gak cuma diawal aja
RN: hooh ka
total 1 replies
¢ᖱ'D⃤ ̐𝖆𝖓𝖎𝖊ՇɧeeՐՏ🍻
nikah janda duda ya ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!