NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:71k
Nilai: 5
Nama Author: EgaSri

Diseret paksa oleh ayahnya untuk menggantikan kakaknya yang kabur sehari sebelum pernikahan, membuat hidup Aneska berubah 360 derajat.

Aneska yang membutuhkan uang untuk biaya berobat ibunya, yang sudah bercerai dengan ayahnya itu, akhirnya menerima perintah tersebut dengan berat hati.

Dan saat Danish mengetahui kalau sebenarnya yang dia nikahi bukan Aresha, melainkan Aneska, membuat ia menjadi sangat marah, dan bahkan tidak mempedulikan Aneska. Terlebih setelah fitnah yang Aresha lakukan pada adiknya sendiri.

Sementara Aneska menjalani kehidupan terburuknya setelah pergi dari Danish, dan ditinggal sang ibu untuk selamanya, tiba-tiba teman masa kecilnya datang. Pria itu juga membawa Aneska jauh dari kota tersebut, membuat Aneska meninggalkan kenangannya dengan sang suami, membawa benih cinta yang tertanam di rahimnya.



***
Original story by MYLIHU
Image from Freepik
Edited by Canva

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melihat seseorang

Danish masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kepalanya melihat keseluruh sudut kamar, tapi tak mendapati istrinya ada disana.

Sembari membuka dasinya, dan kemudahan meletakkan tas kerjanya, Danish berjalan mencari Aneska.

"Anes?" Danish memanggil nama Aneska beberapa kali, hingga sebuah siluet wanita cantik tampak muncul dari arah balkon kamar.

Aneska terkejut saat melihat Danish yang berdiri didalam kamar. Melihat jam dinding, dia tak percaya kalau Danish akan pulang saat hari masih sore seperti sekarang ini.

Tadi saat makan siang, Aneska banyak berbincang dengan ibu mertuanya. Marisa mengatakan kalau Danish adalah seseorang yang sangat gila kerja. Ia pantang untuk pulang sebelum pekerjaannya usai.

"Mas, kamu udah pulang?" Walaupun terdengar tak masuk akal, tapi itu adalah kata pertama yang muncul dari mulut Aneska. Pertanyaan yang tak perlu untuk ditanyakan.

Danish mengangguk. "Hmm... Tadi kerjaan mas sudah selesai. Jadi bisa cepat pulang," ujarnya. Alasan yang sama seperti yang Danish katakan pada mamanya tadi.

"Cepat, ya? Padahal tadi kamu perginya juga telat banget," ucap Aneska. Dia berjalan mendekat kearah Danish, membantu pria itu membuka jas yang dipakainya.

"Kamu mau langsung mandi, biar aku siapkan," kata Aneska. Meletakkan pakaian Danish di keranjang kain kotor.

Danish kemudian mengangguk. Rasa canggung yang tiba-tiba muncul, membuatnya tak bisa berlama-lama berbicara dengan Aneska.

Aneska mengangguk, kemudian berjalan kearah lemari pakaian, dan menyiapkan pakaian Danish.

Marisa mengatakan, saat santai dirumah, Danish suka mengenakan kaos polo dan juga celana jeans pendek. Karena itu juga banyak pakaian seperti itu didalam lemari pakaian.

Danish masuk kedalam kamar mandi setelah Aneska menyerahkan perlengkapannya. Sedangkan Aneska sendiri duduk diatas ranjang.

Tadi saat Danish masuk, ia sedang duduk di balkon. Baru saja selesai menghubungi dokter yang merawat mamanya di rumah sakit.

Dokter mengatakan kalau kondisi mama Aneska sudah lebih baik dari sebelumnya. Meskipun masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.

Cukup lama Aneska termenung memikirkan mamanya, hingga ia tak sadar kalau Danish sudah selesai mandi.

"Kamu udah selesai Mas?" Aneska bangkit dan mengambil handuk kecil untuk Danish pakai untuk mengeringkan rambutnya.

Danish mengangguk singkat, dan kemudian duduk di ranjang.

"Kamu butuh sesuatu? Biar aku siapkan," ucap Aneska. Dia tersenyum lembut, memperlihatkan pipi tirusnya yang putih bersih.

Danish diam sembari berpikir. Situasi akward saat ini membuatnya tak nyaman. Terlebih, Aneska juga sepertinya bukan tipe orang yang banyak bicara.

"Aku mau ajak kamu jalan-jalan ke mall. Mau?" tanya Danish.

Aneska yang mendengar hal tersebut sedikit terkejut. Pasalnya, ia tak menyangka kalau Danish akan mengajaknya.

"Gimana? Sekalian beli perlengkapan kamu. Dikamar ini, alat-alat kamu belum lengkap," ucap Danish. Entah kenapa, dirinya jadi merasa sangat berharap, semoga saja Aneska mau untuk ikut dengannya.

Aneska diam saat mendengar perkataan Danish. Peralatan apanya yang belum lengkap? Bahkan saat dirinya baru saja memasuki kamar ini, semua barang baru dan juga tentunya sangat mahal sudah tersedia. Bahkan satu buah lemari, tersedia khusus untuknya.

Aneska berpikir, mungkin saja Marisa yang menyiapkan semuanya.

Aneska tersenyum simpul. "Iya, Mas."

Mungkin saja Danish sedang berusaha untuk membuat mereka menjadi dekat.

**

Setelah cukup lama menunggu Aneska mandi dan berkemas, mereka kini sedang berada didalam mobil, hendak menuju kesebuah mall terdekat dari komplek perumahan mewah milik Danish.

Ini adalah kali pertama Aneska keluar dari rumah besar itu setelah menikah, dan berada dalam satu mobil yang sama dengan sang suami.

Danish memarkirkan mobilnya di basemen, dan kemudian membawa Aneska menuju lift.

"Kamu mau beli apa dulu?" tanya Danish, melirik kearah Aneska yang berjalan disampingnya.

Mendengar pertanyaan sang suami, Aneska bingung. Kini tak ada sesuatu yang ia butuhkan, karena sudah tersedia di rumah.

"Aku bingung, Mas. Semua perlengkapanku sudah ada," kata Aneska menjawab.

Danish kemudian mengedarkan pandangannya melihat kesetiap toko yang ada di lantai dasar.

Dirinya mengingat apa saja yang dulu Zoya beli saat wanita itu mengajaknya belanja.

"Kamu mau tas baru?" tanya Danish. Ia memperhatikan tas yang Aneska pakai. Ia tahu betul, kalau itu adalah tas yang dibelikan oleh mamanya untuk Aneska.

"Tapi tas yang ada dikamar kita, banyak dan masih baru semua, Mas," ucap Aneska, berniat untuk menolak ajakan Danish untuk membeli tas.

Danish teringat ketika dulu, dirinya bertemu pertama kali sebelum menikah dengan Aneska. Wanita itu tampak tidak menyukainya, dan juga selalu berbicara ketus, dan menurutnya sangat berbeda dengan Aneska yang kini sedang berjalan disampingnya.

"Kalau gitu, kita ngobrol sambil jalan aja. Kalau nanti kamu lihat ada yang bagus, beritahu aku," ucap Danish. Aneska mengangguk mengiyakan.

Danish memperhatikan langkah Aneska yang kini berjalan didepannya.

"Dulu, pas kita pergi jalan sebelum menikah, aku merasa kalau kamu sedikit berbeda dari yang sekarang," ucap Danish tiba-tiba.

Ucapan itu membuat langkah Aneska langsung terhenti. Tangannya tergenggam erat, merasa gugup.

"Berbeda apanya, Mas. Aku masih sama, kok," jawab Aneska, memaksakan senyumnya.

Mendengar jawaban sang istri, Danish tertawa kecil. "Iya, Mas tahu. Kan gak mungkin, kalau Aneska yang sekarang berbeda dengan Aneska yang mas temui sebelum menikah. Gak mungkin kan, wanita yang mau mas nikahi, diganti tiba-tiba," ucap Danish secara asal. Ia terus menuntun jalan Aneska.

Aneska semakin merinding mendengar perkataan Danish. Kenapa suaminya itu bisa tiba-tiba berkata seperti itu? Apakah laki-laki itu mulai merasa curiga dengannya? Apakah perbedaan sifatnya dengan Aresha terlalu jelas?

Walau bagaimanapun, saat ini yang menikah dengan Danish adalah dirinya. Aneska tak mau kalau nanti Aresha tiba-tiba datang kedalam pernikahannya, dan menuntut Aneska karena sudah merebut Danish darinya. Sebab, Aresha sendiri lah yang sudah mencampakkan Danish, dan membuatnya terlibat dalam kondisi saat ini.

Langkah Danish tiba-tiba terhenti, ketika mereka berada didepan sebuah toko perhiasan.

"Ayo, kita lihat kedalam," ucap Danish, ketika Aneska meliriknya.

"Tapi Mas ...."

Danish menggeleng. "Ayo! Aku mau membelikan kamu sesuatu."

Aneska yang hendak menolak perkataan Danish, langsung terdiam saat dirinya melihat seseorang yang dikenalnya berada tak jauh dari mereka.

Aneska menahan dirinya ketika melihat Aresha yang sedang berjalan bersama dengan seorang pria.

Tak ingin jika nanti Danish melihat ada seseorang yang mirip dengannya, Aneska kemudian langsung menggenggam tangan Danish dan berjalan masuk kedalam toko perhiasan tersebut.

Danish sedikit terkejut dengan sikap tiba-tiba Aneska. Tapi entah kenapa dirinya merasa nyaman seperti itu, dan rasanya tak ingin melepaskan pegangan Aneska dari tangannya.

Pegawai toko perhiasan itu menyambut kedatangan mereka. Mereka menjelaskan detail-detail kalung, gelang serta cincin berlian itu kepada sepasang suami istri yang masih merasa asing itu.

Danish menyimak dengan baik, berbeda dengan Aneska yang masih kepikiran dengan apa yang dilihatnya.

"Jadi sekarang Aresha sudah kembali?" batin Aneska. Memikirkan kalau Aresha bisa merusak rumah tangganya, membuat Aneska merasa sakit kepala.

"Aku tidak akan membiarkan kamu merusak pernikahanku dengan Danish, Resha. Tidak akan pernah! Cukup kamu merebut semua kasih sayang Papa, maka tidak akan aku biarkan kamu merusak hubunganku dengan suamiku!"

***

Happy reading

1
A&R
hmmm
Fi Fin
aku heran kenapa Danis ga mo ngaku ke zoya kalo Anes istri nya
Fi Fin
kok Danis ga bilang ke zoya kalo Anes tuh istrinya
Rafanda 2018
ko endingnya begini,,untung liat endingya dulu,jadi ga tau ceritanya kenapa bisa aneska sama tio,,trus danis???
Hera Dita
ingat belum ada perceraian....
Ika
semoga aneska sama tio
Wika
🤣🤣lama" kasihan juga sama danish
Wika
jangan satukan danish sama aneska thor ... kecewa banget sama danish
Fadil Kuun
sangat menarik
Fadil Kuun
keren
Wika
mampus danish aneska strong jangan kasih t4 sedikit pun si danish
Wika
alhamdulillah aneska teguh pendirian .. hempaskan danish 🤭
Arini aqlla
ma tio okey...orgnya baikk...
Arini aqlla
kecewa upnya pndek sx......
Asri Widiastuti
ya Aneska pilihanmu sdh tepat, pergi menjauhlah dr Danish dan raih kebahagiaanmu dgn orang yang mencintaimu dgn tulus dan percaya dgnmu. buat apa kmu pertahankan rmh tangga yg di dlmx tdk ada kepercayaan dan membencimu. biarkan Danish menyesali tindakannya di kemudian hari.
Arini aqlla
bagus aneska pergi jauh.....toh gk pulang jg gk ada peduli dan mncari kabarnya...dan msih berharap anes cerai dari denis.....hidup happy ma anknya kelak....jgn buat mereka balikn sperti cetita novel2 lainnya thort
Arini aqlla
bagus pergi aja tinggalin org2 terdekatmu yg mnyakitimu...lbh baik hidup susah miskin dr pd hidup bnyak harta km sll dihina dkit hti
Arini aqlla
buat aneska stelah ini pergi jauh dr denis dan otg tuanya....gk papa dia hidup jd gembel atau pengemis yg pnting bhagia....dr pd bergelimangharta tp tersakiti fisik dan hatinya
Siti ani
kasihan Aneska semoga dia kuat merimanya
Reni Anjarwani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!