NovelToon NovelToon
Cinta Yang Dipaksakan

Cinta Yang Dipaksakan

Status: tamat
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Teen Angst / Tamat
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadiyah Salsabila

Victoria yang baru saja lulus dari kuliah S1 nya harus menerima kenyataan pahit ketika tau orang tuanya telah dibunuh oleh seorang Mafia yang bahkan tak pernah ia jumpai sama sekali.

Dan hal lain yang lebih mengejutkan pun terjadi, sang ketua mafia yang membunuh kedua orang tua Victoria ternyata ingin menjadikan dia sebagai istrinya.

Lalu bagaimana dengan kehidupan Victoria selanjutnya? siapa sebenarnya si Mafia yang telah membunuh kedua orang tua Victoria? Akankah Victoria bisa membalaskan dendam atas kematian orangtuanya? atau justru dia akan jatuh ke dalam lubang cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 7. Terus saja gagal

Kini posisi Kai dan Victoria sedang berhadap-hadapan, dengan tangan Kai yang masih menggenggam Victoria.

Mereka saling menatap satu sama lain, seperti sedang mencari jawaban dari pertanyaan mereka masing-masing melalui tatapan mata itu.

"Kenapa kau menjauhi ku?" tanya Kai lagi dengan tatapan sendu, membuat Victoria diam sejenak memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan, Victoria benar-benar dibuat bimbang dengan kondisi yang dia hadapi.

"Seharusnya kau tau apa alasannya bukan? Mengapa setelah pulang dari makam orang tuaku aku menjauhi mu," jawab Victoria dengan datar.

"Kau masih marah karena aku telah membunuh mereka? Tapi bukankah kau sendiri yang sudah setuju untuk pergi bersama ku? Itu berarti kau sudah tak boleh mempermasalahkan itu lagi!" balas Kai dengan tegas.

"Kau gila hah?! Bagaimana bisa aku lupa dengan kejadian yang begitu menyedihkan itu? Walau aku sudah setuju untuk menjadi istri mu, tapi bagaimana bisa aku melupakan bahwa kaulah yang telah membunuh dua orang yang paling aku sayang itu?! Orang yang telah membesarkan dan merawat ku dari kecil!" Victoria berteriak dengan air mata yang sudah mengalir begitu deras dari matanya.

"Sebenarnya apa alasan mu membunuh mereka? Apa benar hanya karena secara kebetulan kau sedang ingin membunuh lalu masuk ke sembarang rumah, atau justru ada alasan lain yang kau tutupi?" lanjutnya.

Mendengar pernyataan dari wanitanya itu Kai dibuat terdiam. "Jadi ini yang dipikirkan oleh Victoria selama ini?" pikir Kai.

"Huft... baiklah aku mengerti perasaan mu, lalu sekarang apa? Kau ingin membunuh ku untuk membalas dendam atas kematian mereka?" ucap Kai dan Victoria mengangguk penuh keyakinan serta amarah.

"Oke, aku berikan kau kesempatan untuk mencoba membunuhku selama 3 hari ini. Lakukanlah semua hal yang bisa kau lakukan untuk mencoba membunuhku, menembak ku, memberi racun, menusuk ku saat tidur, atau hal lainnya," lanjut Kai.

"Jika kau berhasil maka seluruh hal yang ku tinggalkan akan menjadi milikmu, tapi jika setelah 3 hari kau masih belum bisa menghabisi ku, maka kau harus siap menerima hukuman dariku." Setelah mengatakan semua itu Kai melepaskan genggaman tangan itu, dan pergi meninggalkan Victoria yang masih terdiam mendengar kalimat-kalimat Kai tadi.

Bukannya merasa lebih baik, malahan pertanyaan di benak Victoria semakin bertambah. Kenapa Kai selalu melakukan dan mengatakan hal-hal yang membingungkan?

Hingga akhirnya sesaat setelah Kai meninggalkannya, Victoria membuat keputusan, dia akan menerima tantangan dari Kai itu.

"Aku akan menghabisinya bahkan sebelum waktu yang diberikan habis" gumam Victoria.

......................

DDOOORRRR ...

"Hah? Kemana dia pergi?" Victoria baru saja menembakkan sebuah peluru ke arah tempat tidur Kai.

Victoria yakin bahwa Kai tadi ada disana, namun saat dia selesai menembak, dan pergi menghampiri kasur tersebut tak ada orang disana. Bahkan kasur itu masih bersih tanpa ada noda darah. Hal inilah yang membuat Victoria bingung, dan terus memandangi kasur itu.

"Kau bego atau apa? Yang kau tembak itu hanyalah bantal! Lain kali lebih perhatikan lagi mangsa mu!" ucap seseorang dari arah belakang Victoria, betapa kagetnya Victoria saat melihat asal suara itu yang ternyata adalah Kai.

Victoria kembali mencoba menembak Kai yang berada di depan pintu, tapi dengan cepat Kai malah berlalu pergi.

"Sialan!!" kesal Victoria.

Victoria ingin mengejar Kai, namun langkah nya terhenti saat mengingat bahwa Kai mengatakan yang dia tembak tadi adalah bantal.

Jadi Victoria mengecek bantal yang ada di atas kasur itu, dan benar ternyata peluru nya ada di dalam bantal tersebut, lalu apa yang membuatnya seperti melihat Kai sedang tertidur di kasur itu tadi?

Victoria benar-benar sedang mencoba mencerna ilusi yang telah di lihatnya, bagaimana bisa dia melihat Kai padahal Kai tak ada disana?

"Huft ... Sudahlah akan kucoba cara lain," gumam Victoria, dan kemudian pergi meninggalkan kamar itu.

Saat dia melewati dapur, dia pun melihat Kai yang sedang makan, jadi Victoria kepikiran untuk mencoba meracuninya.

Kebetulan racun itu telah dia beli tadi malam, jadi dengan cepat Victoria beralih ke ruangan yang kini menjadi kamarnya, lalu membuat minuman dan memasukkan racun ke dalam sana.

"Alan kasih ini ke Kai! Tapi jangan bilang kalau ini dariku," titah Victoria setelah selesai membuat minuman yang sudah dia kasih racun itu.

Dengan polosnya Alan menurut, dan pergi menemui Kai untuk memberikan minuman itu sementara Victoria diam-diam mengikuti.

"Bos ini minumannya," seru Alan yang sudah berada di samping Kai sembari menyodorkan gelas berisi minuman beracun yang dia pegang, dengan senyum Kai menerima minuman itu kemudian Alan pergi.

Victoria yang sudah sangat tidak sabar agar Kai meminum minuman tersebut tak mengedipkan matanya sama sekali, dia ingin memastikan Kai benar-benar meminum minuman yang telah dia beri racun itu.

"Huft..." Kai menghela napasnya sesaat setelah mencium aroma dari minuman yang diberikan kepadanya.

"Kau ternyata benar-benar bodoh ya? Kau bahkan tak menyamarkan aroma racun di minuman ini sama sekali! Lalu apa kau tak ada cara lain untuk membunuhku? Mengapa kau mengcopy sama persis seperti yang kukatakan kemarin?" lanjut Kai membuat Victoria kaget.

"Apa maksud mu? Aku tidak mengcopy nya, lagian tanpa kau katakan kemarin aku memang telah memikirkan hal itu. Lalu aku tau kok buat menyamarkan aroma racunnya, aku cuma lupa karena harus buru-buru tadi!" ucap Victoria dengan kesal sembari keluar dari persembunyiannya.

"Kalau kau salah maka terima saja, bukan malah cari alasan lain! Belajar lebih baik lagi, masih ada 2 hari kok." Kai berdiri dari kursinya, dan mengelus kepala Victoria dengan senyum, kemudian pergi dari tempat itu.

"Dia gila atau apa? Kenapa bisa-bisanya dengan santai dia menyuruh ku untuk belajar lebih baik agar bisa membunuhnya?" ucap Victoria yang lagi dan lagi dibuat tak habis pikir.

Tapi Victoria tak ingin mengambil pusing terlalu lama, karena dia harus kembali memikirkan cara untuk bisa membunuh orang yang aneh itu.

Dia jelas tak mungkin menusuknya saat tertidur bukan? Selain itu pasti juga akan mustahil, dia akan kembali dibilang mengcopy apa yang dikatakan oleh Kai.

Victoria pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya, dan kembali memikirkan cara apa yang dapat dia lakukan untuk menghabisi Kai.

Memang masih tinggal dua hari lagi, tapi jika dalam dua hari ini hasilnya sama seperti hari ini, maka dia harus siap menerima hukuman dari Kai, entah apa pun itu.

"Mungkinkah hukumannya dia akan membunuh ku karena telah melanggar peraturannya, dan mencoba untuk menghabisinya? Ah Ma, Pa tolong Victoria!" seru Victoria sedikit ketakutan memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika dia gagal.

1
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
jadi ini Alan apa lagi Thor yg bener?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dia tidak mencintaimu Tori. dia manipulasi tingkap kakak. kenapa kamu masih disana? Thor, kalo si Tori kabur, apa resikony?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
jangan mau Tori, serendah itu kan harga diri perempuan Dimatamu kai?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
cepat ambil trs umpetin tori
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dia siapanya KAI, Thor?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dia kenapa sih? kai orang gila bener bener sakit
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
yaiyalah, siapa juga yang sudi tinggal sm psiko kl bkn terpaksa karna keadaan?
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
sudah kuduga, gk heran sih, holang kaya mah bebas/Doge/
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
lebih mati, ketimbang terima. lari Tori!
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
dasar orang gila, sumpah nih orang redflag sudah pasti agresif, obsesi, posesif. Run Tori! selamatkan dirimu
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
apa coba? ini cowok maunya apa sih? orang gila
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
gk kebayang sih betapa ngerinya
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
bejir dibantai 1 keluarga dong
Ni Luh Septi
aku tinggalkan jejak jgn lupa folback
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
keren banget ini cerita mafia, tapi kenapa sepi sih woi😭
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jleb! wah ternyata Deresta udh jatuh cinta sama Victoria toh
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
emang keren banget Victoria, Carina aja sampai mau nyebut dia dengan sebutan nona loh, keren
zc❖ᯓ★ֶָ֢⭑🥑⃟ꪱ꯱ꫀυᥣׁׅ֪༊·⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aduh Victoria kamu kenapa
Penelop3
Mampir kakak 😊
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝: terimakasih kak
total 1 replies
Hyuna-Chan🪐
next author, kpn next nih
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝: rabu ya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!