Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-7
Pagi hari yang cerah, terlihat anastasya sudah berdandan cantik di bantu oleh simbok. Hari ini dia berencana untuk pergi ke toko penjual alat musik, anastasya ingin membeli gitar untuk mengganti gitar septyan yang kemarin hilang karena menolong dirinya.
"Apa aku sudah cantik mbok?" Tanya anastasya.
"Jangan di tanya lagi non, non pasti sudah cantik." Jawab simbok sambil tersenyum.
Dan tak lupa juga anastasya menyuruh simbok untuk menelpon talita untuk mengantarnya membeli alat musik.
Talita sempat menolak karena dia takut jika kejadian kemarin terulang kembali, tapi anastasya memaksa sehingga membuat talita mengalah.
Kini anastasya tengah duduk di depan rumahnya di temani dengan simbok, sambil menunggu kedatangan talita.
Tit, tit, tit...
Terdengat suara klakson mobil talita.
"Maaf udah buat tuan putri anastasya menunggu." Ucap talita sambil tersenyum. Dan anastasya hanya tersenyum sebagai jawaban lalu simbok membantu menuntun anastasya untuk menaiki mobil talita.
Lalu talita langsung mengemudikan mobilnya keluar dari rumah anastasya.
"Buat apa kamu beli gitar tas?" Tanya talita.
"Aku mau beli buat orang yang udah menolong ku kemarin."
"Hemm, baiklah."
Kini talita mengendari mobilnya menuju sebuah toko alat musik. Tak memakan waktu yang lama kini talita langsung memarkirkan mobilnya di depan sebuah toko khusus gitar.
"Kita sudah sampai tas." Lalu lalita membantu anastasya untuk turun dari dalam mobil dan menuntunnya masuk ke toko gitar tersebut.
Saat masuk ke dalam toko tersebut talita dan anastasya langsung di sambut oleh pemilik dari tempat tersebut.
"Selamat pagi nona-nona dan selamat datang di toko kami." Sapanya ramah.
"Kami ingin mencari gitar yang bagus." Ucap talita.
"Baiklah kau bisa pilih." Lalu si pemilik toko menuntun talita dan anastasya ke beberapa gitar yang punya kualitas bagus.
Karena anastasya tak bisa melihat dan tak tahu tetang gitar maka anastasya menyerahkan semuanya pada talita.
"Saya ingin melihat gitar yang kualitasnya bagus?" Ucap talita.
"Baiklah tunggu sebentar." Lalu si pemilik toko mengambil sebuah gitar. "Ini termasuk gitar yang kualitasnya cukup bagus." Sambil menunjukkan gitar Yamaha FS100C.
"Berapa harganya?" Tanya talita.
"Rp 1.140.000." Jawab si pemilik toko.
"Bagaimana tasya, kau mau beli." Tanya talita pada anastasya dan anastasya langsung menganggung sebagai jawaban.
"Baiklah kami beli yang itu saja." Ucap talita, lalu anastasya memberikan kartu kreditnya.
Setelah selesai membeli gitar anastasya dan talita langsung kembali ke dalam mobil. Kini talita langsung mengemudikan mobilnya ke alamat yang di beritahukan oleh anastasya.
"Aku penasaran seberapa hebat pria itu sehingga kau perhatian seperti ini." Tanya talita.
"Aku tak perhatian, aku hanya ingin balas budi saja karena dia telah menolongku. Apa itu salah."
"Wajahmu memerah tasya."
"Enggak, i..ni karena panas. Yah, cuacanya sangat panas jadi wajahku merah."
"Terserah kau saja tasya."
Talita tahu jika anastasya sedang berbohong, dia bilang cuaca sangat panas tapi cuasa sangat sejuk seperti ini di bilang panas.
Butuh waktu lama menemukan alamat septyan karena rumahnya masuk ke gang-gang kecil sehingga tak memungkinkan untuk membawa mobil sehingga terpaksa talita dan anastasya harus jalan kaki.
Di sepanjang jalan menuju rumah septyan banyak orang yang menatap mereka karena mungkin mereka baru melihat anastasya dan talita.
Karena lama mencari lerak pasti rumah septyan, talita memutuskan untuk bertanya pada orang sekitar dimana letak rumah septyan, lalu dia menunjukkan jika rumah septyan ada di ujung gang sempit.
Kini talita dan anastasya kembali berjalan menyusuri gang sempit, terlihat anastasya sedikit kesusahan saat berjalan dan juga sudah beberapa kali anastasya terjatuh karena jalanan yang berlubang.
Kini talita dan anastasya sudah berada di depan sebuah rumah yang sangat kecil jika di bandingkan dengan rumah talita atau pun anastasya.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa