NovelToon NovelToon
Permintaan Terakhir Istriku

Permintaan Terakhir Istriku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:264.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: idaa_nafishaa

Sepuluh tahun pernikahan, Chiko merasa sudah tidak ada lagi cinta dengan Humaira.

Chiko mengungkapkan keinginannya untuk bercerai, agar bisa menjalin hubungan yang baru dengan Dinda. Sekertaris baru yang sudah menjadi kekasih Chiko selama beberapa bulan terakhir.

Satu bulan memenuhi keinginan terakhir Humairah sebelum bercerai, membuat Chiko merasa bahwa cintanya kepada sang istri masih sama besarnya seperti dulu.

Akankah Chiko memutuskan kekasihnya? atau tetap pada pendiriannya untuk bercerai dengan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Humaira V.S Dinda

"Bukankah aku sudah mengatakannya kepada kamu, percuma saja kamu membujuk Chiko. Karena sampai kapanpun keputusannya untuk menikahi aku dan menceraikan kamu tidak akan pernah berubah. Sampai kapanpun," ucap Dinda yang langsung menghampiri Humaira begitu melihat Humaira keluar dari ruangan Chiko.

"Aku harus banyak bersyukur mulai sekarang. Tuhan memberikanku banyak nikmat sampai membuat orang iri. Tapi kalau waras, orang itu bakal berusaha yang terbaik dalam hidup. Bukannya ingin merebut dan menggantikan posisiku sekarang."

"Iri? hahaha. Kata ini tidak pernah ada dalam kamus kehidupanku, jika kamu merasa bahwa aku merebut suamimu karena aku iri dengan kehidupan yang sedang kalian jalani. Itu salah besar, aku dan dia sama-sama dengan sadar menyatakan cinta dan melakukan sesuatu yang mungkin tidak pernah kamu lakukan dengannya."

"Buat orang ketiga yang sok cantik, kecantikanmu itu racun yang membuatmu bahagia bersama lelakiku. Selamat menikmati durinya nanti."

"Terima kasih atas doa dan ucapannya, tapi akan aku pastikan duri yang akan aku nikmati adalah diri kenikmatan," ucap Dinda sambil tersenyum smirk.

"Jangan terlalu banyak berharap untuk orang yang bukan milikmu. Karena sekarang aku sudah tahu, aku akan membuka mata pasanganku. Ia akan minta maaf dan kembali padaku. Meninggalkan mu seorang diri yang dipenuhi rasa malu."

"Hahah, Aku tidak menyangka jika ternyata kamu adalah ratu halu. Kenapa kamu tidak menyerah dan membiarkan Chiko menikahi aku dan mempercepat waktu perceraian mereka. Kenapa juga harus ada syarat bahwa jika harus menghabiskan waktu bersama dengan kamu dan anak-anak selama 1 bulan. Itu seperti permintaan bahwa sebentar lagi kamu akan mati dan pergi dari dunia ini."

"Ah, jika itu memang akan terjadi kenapa kamu tidak pergi sekarang saja?"

Humaira tersenyum untuk menahan amarah yang sudah sangat mendidih, jika saja ini bukan masih di lingkungan kantor. Humaira mungkin sudah mencabik-cabik mulut wanita yang ada di depannya ini.

"Jangan bangga jadi pelakor, karena suami orang memilih bukan karena cinta, hanya sebagai pelampiasan syahwat saja. Kalaupun akhirnya terus bersama, itu hanya karena keterpaksaan pria yang sulit mengendalikan hawa nafsunya."

"Itu tidak mungkin terjadi karena aku dan dia sama-sama memiliki cinta yang sangat besar dan impian untuk hidup bersama dan membagikan indahnya Cinta kita kepada dunia."

"Really?"

"Tentu saja, jika memang kamu memiliki umur panjang dan tidak akan mati karena memberikan syarat sebagai permintaan terakhir sebelum bercerai. Kamu akan melihat bagaimana kehidupan rumah tanggaku dengan suami kamu akan jauh lebih berwarna dan bahagia daripada rumah tangga yang sedang kalian jalani."

"Jodoh adalah cerminan dari diri kita sendiri, jika engkau bangga merebut suamiku mungkin Tuhan berusaha menunjukkan bahwa dia sama busuknya seperti kamu. Yang tentu saja tidak layak untuk terus hidup bersamaku."

"Ya kamu benar, karena Chiko lebih pantas hidup dan menjalani bakalan rumah tangga bersama dengan aku," ucap Dinda dengan bangga sambil membusungkan dada seolah-olah ingin memperlihatkan betapa seksinya tubuh yang dia miliki kepada Humaira.

"Ketulusan hanya dimiliki oleh wanita yang bersedia ada saat pria dalam kondisi susah. Saat kondisi pria sukses bahkan kaya raya, justru lebih banyak wanita yang mengaku tulus meskipun ketulusan itu tidak pernah ada dalam hati mereka."

"Kamu salah, cintaku lebih suci dan lebih tulus dari cinta yang kamu berikan kepada nya. Aku akan membuktikan itu saat aku dan dia sudah menjalani bahtera rumah tangga. Lihat saja," balas Dinda.

"Tertawa, bangga, bahkan merasa bahagia karena sudah merebut suami orang adalah salah satu ciri bahwa kamu adalah wanita yang sudah tidak punya urat malu."

"Humaira, seharusnya aku yang mengatakan itu terhadap kamu karena kamu sungguh tidak mempunyai urat malu dengan datang ke kantor dan memaki-maki wanita yang akan menjadi masa depan dan kebahagiaan dari suami kamu."

Ya Tuhan, sebenarnya aku sedang berhadapan dengan wanita tipe apa.

"Humaira, aku akan berdoa supaya hidup kamu sangat menderita saat ternyata kamu berhasil membalikkan hati Chiko."

"Jujur saja hidup bersamanya membuat aku sangat menderita. Aku hanya bertahan demi anak-anak. Saat suamiku berpaling padamu, sebenarnya aku lega tapi tidak rela karena kamu sudah mengacaukan masa depan anak-anakku."

"Cih, Aku bahkan bisa menjadi Ibu yang lebih baik dan lebih pantas dari anak-anak Chiko. Lagipula apa salahnya hanya sekedar mendidik anak-anak."

"Aku tidak sudi dan tidak akan ridho jika anak-anakku dididik oleh perempuan seperti kamu. Yang ada, kamu akan mengajari mereka bagaimana cara memikat suami orang dan menjadi pelakor."

Chiko yang seperti masih mendengar suara Humaira, memilih untuk segera keluar dari ruangan dan betapa terkejutnya dia saat melihat Humaira dan Dinda masih berdebat tepat di luar pintu ruangannya.

"Humaira, Bukankah aku sudah meminta kamu untuk pulang. Kenapa kamu masih ada di sini?" tanya Chiko.

"Chiko, asal kamu tahu saja jika sebenarnya istri kamu merasa sakit hati karena ternyata dia tidak bisa membalikkan keadaan."

"Humaira, apa benar dengan ucapan yang baru saja dikatakan oleh Dinda? apa kamu sakit hati?"

"Sakit hati yang begitu dalam hingga mungkin tidak pernah bisa dimaafkan adalah ketika engkau menduakan cinta pasanganmu. Berselingkuh mengejar kebahagiaan yang hina bersama orang lain."

"Humaira, aku mohon mengertilah keadaan dan situasi. Apa kamu tidak sadar jika kamu masih berada di lingkungan kantor, atau jangan-jangan kamu memang sengaja berdebat di sini agar semua orang tahu bahwa sebenarnya aku benar menceraikan kamu demi Dinda."

"Loh, bukannya memang itu kenyataan yang sedang terjadi di dalam rumah tangga kita, mas? kamu lebih memilih wanita ini daripada mempertahankan rumah tangga kita yang sudah berjalan selama 10 tahun?" ungkap Humaira.

Chiko dan Dinda terdiam dan saling berpandangan.

"Sebagai sesama perempuan, harusnya kamu tahu perasaanku. Mungkin kamu nggak punya perasaan," ucap Humaira sambil melihat ke arah Dinda.

"Jangan salah, Aku adalah wanita yang memiliki perasaan. Itulah kenapa aku sangat mencintai suami kamu sehingga aku tidak ingin terlalu jauh dan sangat ingin menjalani bahtera rumah tangga dengannya."

"Mungkin pendapat orang lain tidak seberapa penting bagimu. Mungkin kamu pikir bisa bersamanya setara dengan semua yang harus kamu pikul. Tetapi sadarkah bahwa secara tidak langsung kamu telah gagal menghormati dirimu sendiri?"

"Cukup, Humaira. Aku minta sekarang juga kamu pergi sebelum orang-orang kantor menyadari jika memang ada sesuatu yang tidak beres antara kita."

"Jadi, kamu lebih takut reputasimu jatuh di hadapan pada karyawanmu?"

"Tentu saja, aku tidak ada apa-apanya jika tidak ada mereka."

"Lalu bagaimana dengan peran ku dan anak-anak?"

...----------------...

...----------------...

Jika takdir wanita hanya menemani dari awal hingga pria capai kesuksesan kemudian ditinggalkan, maka kemungkinan wanita akan melihat pria hancur dengan pasangan barunya.

1
Renova Simanjuntak
sikittt,,ajee
💦Mak Phi-khun: hai kak,, thor move ke sebelah... ikuti yuk
total 1 replies
Renova Simanjuntak
bonchap nya dong,thor🙏🙏🤭
Rahmah
Humaira bodoh memaksakan diri sekali
Rahmah
percuma kamu nasehatin suami mu sampai berbusa mulut mu gak akan ngaruh.kasih terapi kejut aja suami KY gitu bodoh betul JD wanita
Rahmah
ini cerita atau apa sih
Siti Aminah
bahasa ny membingungkan..kita hrs pinter2 memahami kata2ny dan menafsirkan ny sendiri
Siti Aminah
good job humaira...bikin dinda kena karma ny...
Dina Sutarlim
bagus
Windarti08
typonya parah banget...
jadi gak nyambung bacanya
siti salamah
laki otak dengkul
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
terimakasih kak..karya yg sangat bagus
saya baca maraton 👍👍👍❤️❤️
💦Mak Phi-khun: Halo kak, Thor move ke sebelah yaa.. ikuti yuk
total 1 replies
Yati Syahira
semoga nggak bisa punya anak dinda d chiko
nabila
knp ceritanya sprt loncat2 ya?
The Lovely
Yg mati itu Dinda apalagi lo yg pantas jdi penghuni neraka jngn ajak" Humaira
Arriati Se
gregetan
Eri Erisyah
beri pelajaran juga buat dinda
Wati Julaeha
aduuh jangan terlalu bertele tele dong ceritanya 😑
💦Mak Phi-khun: Jangan di baca kak. di skip aja 😌
total 1 replies
Nurmalia Irma
seandainya bercerai pada akhirnya akan lebih bahagia pasti wanita yg tersakiti akan lebih memilih bercerai daripada bertahan
Nurmalia Irma
bertanyea tanyeaaa 😂
Nurmalia Irma
lieuuur si ciko mah diihhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!