NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Dengan CEO Kejam

Nikah Paksa Dengan CEO Kejam

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Delis Misroroh

Dijual oleh Ibu dan Kakak tirinya pada seorang CEO dingin demi untuk menebus rumah yang digadaikan oleh Ibu tirinya dan juga melunasi hutang judi Kakak tirinya. Diandra terpaksa menikah dengan laki-laki kejam bernama Erlangga.

CEO yang begitu terkenal dengan prestasi dan begitu diidamkan banyak wanita itu, selalu berlaku semena-mena pada Diandra, terutama saat diatas ranjang.

Diandra terpaksa bertahan, tetapi bukan karena mencintai Erlan, melainkan karena keluarga barunya yang begitu menyambut baik kedatangan Diandra sebagai menantu. Ditambah lagi, dia tidak punya tempat berteduh kecuali rumah suami kejamnya itu.

Akankah Erlan luluh dan mencintai istrinya Diandra saat kekasih Erlangga yang sesungguhnya datang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delis Misroroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Cherin

"Sayang! Aku sangat merindukanmu," teriak Cherin yang menerobos masuk ke dalam ruangan Erlan walaupun sudah ditahan oleh sekretarisnya. Cherin juga marah-marah dan mengancam akan meminta Erlan untuk memecatnya. Bahkan saat itu Erlan sedang berbincang dengan klien yang cukup penting. Cherin terus melangkah dengan santainya dan duduk di pangkuan Erlan kemudian mencium sebelah pipi Erlan.

"Maaf! Kita akan bicarakan masalah ini besok, Pak. Saya yang akan menemui Anda di kantor," ucap Erlan segera beranjak dari tempat duduknya.

"Honey! Tega banget sih kamu. Aku mau duduk dipangkuan kamu loh. Aku kangen banget sama kamu," keluh Cherin yang terpaksa turun dan ikut berdiri lalu bersilang tangan didada.

"Bukannya Pak Erlangga sudah menikah?" tanya klien Erlan yang bernama Davis.

"Ah, iya! Susah dijelaskannya. Mari saya antar sampai lobby," ajak Erlan dan Davis menurut. Erlan menemani kliennya dari lantai tujuh hingga lobby. Meeting itu terpaksa ditunda karena kedatangan Cherin yang tiba-tiba. Padahal jadwal kepulangan karena dia mengatakan sibuk di Paris masih sekitar satu minggu lagi, tetapi dia pulang tanpa memberi kabar dan menerobos masuk ruangan Erlan walaupun memang dia sudah terbiasa begitu sebelumnya.

"Cherin! Kamu gila ya? Pak Davis ini klien sangat penting dan susah sekali bertemu dengannya. Kenapa kamu menerobos masuk begitu saja? Siall! Paman bisa marah sampai proyek besar ini nggak bisa aku tangani," umpat Erlan kemudian menjatuhkan tubuhnya di sofa.

Tentu saja Cherin terkejut dengan perubahan sikap Erlan yang biasanya tidak pernah membentak bahkan bicara kasar ataupun nada tinggi. Namun berbeda kali ini, sikapnya berubah total. "Sayang! Kamu marah sama aku?" Cherin pun menindih tubuh Erlan dan mendaratkan ciuman di bibir.

"Nggak! Aku marah sama diriku sendiri." Erlan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Anehnya, sikap Cherin tidak membuatnya bertenaga. Erlan malah kesal Cherin datang saat ini.

"Kamu nggak suka aku datang? Aku mengubah semua jadwalku karena aku merindukanmu, Sayang. Kamu nggak mau kangen-kangenan sama aku, hm?" goda Cherin dengan sentuhan-sentuhan eksotis.

"Maaf! Mood ku nggak bagus. Kamu pulanglah dulu ke apartemen. Nanti pulang kerja aku akan kesana," jawab Erlan segera menindih matanya dengan sebelah tangan.

"Erlangga!" pekik Cherin dan berdiri di sisi sofa. "Lo nggak bener-bener jatuh cinta sama istri palsu lo yang kampungan itu kan?" cerca Cherin dengan nada curiga.

"Aku capek. Kita bisa bicara nanti. Pulanglah! Jangan buat aku tambah stres," jawab Erlan tanpa mengubah posisinya.

"Nona! Sebaiknya Nona segera pulang. Tuan Erlan sudah berjanji akan menyusul ke apartemen, jadi dia pasti akan datang," kata Jio mempersilahkan Cherin keluar.

Cherin hanya bisa menghentakkan kakinya beberapa kali karena kesal dengan sikap Erlan yang seolah tidak peduli sama sekali atas kedatangannya. Dengan terpaksa Cherin pun keluar bahkan membanting pintu saat menutupnya.

...***...

Waktu menjelang sore dan Erlan masih tidur di sofa sejak siang tadi. Jio tidak berani membangunkan karena dia tahu Tuannya itu sedang marah. "Sialan! Kenapa dengan wanita itu?" teriak Erlan membuat Jio terperanjat.

"Tuan, mimpi apa?" tanya Jio seraya mengusap dadanya karena hampir saja jantungnya lompat.

"Menurut kamu, aku harus gimana?" tanya Erlan kemudian duduk bertopang di kedua kakinya seraya tertunduk. "Aku pusing!" lanjutnya merasa frustasi.

"Maksudnya apa, Tuan. Saya tidak mengerti." Jio balik bertanya.

"Kamu tahu Diandra seperti memberikan sihir padaku. Hanya memikirkan dan menyebut namanya saja milikku langsung sesak. Padahal kamu tahu aku hanya mencintai Cherin selama ini," jelas Erlan dan Jio hanya manggut-manggut. "Jio! Jawab!" teriak Erlan membuat Jio kembali terperanjat.

"Astaga! Untung Bos," batin Jio. "Saya lagi mikir, Tuan," jawab Jio kembali mengelus dadanya.

"Mikir kamu lama amat sih!" Lagi-lagi Erlan berteriak.

"Sepertinya Tuan udah bosan dengan Cherin karena dapet mainan baru," jawab Jio seenaknya.

"Nggak masuk akal," kata Erlan menatap Jio dengan aura membunuh.

"Eh! Salah ya! Tapi coba Tuan ceritakan dengan detail bagaimana awal mulanya," ucap Jio menenangkan Erlan agar tidak marah-marah.

"Sejak malam pengantin itu, hanya melihat tubuhnya aja udah buat aku menenggang. Kemudian aku memaksa menggaulinya, aku melihat noda merah di tempat tidur. Sebelum kita pergi ke luar negeri, aku bahkan nggak tahan untuk menidurinya terlebih dahulu dengan paksa. Tapi anehnya aku nggak begitu dengan Cherin dulu bahkan rasanya beda jauh. Malam pertama kami biasa saja dan aku nggak melihat noda merah. Malam tadi dia kesakitan bahkan susah untuk berjalan karena aku bermain terlalu kasar padanya. Aku jadi memikirkan malam pertamaku dengannya, pasti saat itu dia sangat kesakitan juga. Entah kenapa aku tiba-tiba kasihan bahkan nggak bisa bersikap kasar. Aku pun bermain kembali dengannya di pagi hari dengan lembut. Lebih anehnya, rasa itu semakin nyata berbeda dengan saat aku menggauli Cherin. Gilaa kan?" papar Erlan panjang lebar dan Jio kembali manggut-manggut.

"Kesimpulannya Nona Diandra itu masih perawan dan belum tersentuh siapapun, sedangkan Nona Cherin sudah pernah bergaul dengan laki-laki lain sebelum dengan Tuan, begitu," jawab Jio.

"Berarti saat itu dia bohong kalau aku laki-laki pertama yang dia tiduri,"

"Kemungkinan begitu, Tuan. Saya juga sudah bilang diawal kalau Nona Diandra ini masih perawan dan dia tidak pernah keluar rumah. Hidupnya hanya mengabdi pada Ibu juga Kakak tirinya."

"Sialann! Bahkan tadi aku sangat ingin menampar Cherin karena mengganggu meeting ku. Berbeda dengan Diandra yang bisa bersikap lembut bahkan mengambil hati Mami dan Nenek. Sedangkan dia sama sekali nggak mau pendekatan dengan mereka,"

"Tapi sebaiknya Tuan segera menyusul Nona Cherin ke apartemen sebelum dia berbuat macam-macam, Tuan." Erlan mengangguk dan beranjak pergi bersama Jio.

Sepanjang perjalanan, Erlan terus memikirkan Diandra. Bahkan dia berpikir jika wanita itu menggunakan pelet, tetapi tidak mungkin di zaman modern seperti ini ada hal semacam itu. Apalagi mengingat saat dia menjemput Diandra yang sangat tidak mau dan tidak terima dijual. Kalau dia menggunakan pelet, tentu saja mudah baginya untuk mencari laki-laki manapun yang dia mau tanpa perlu sukarela dijual.

Tiba di apartemen, Erlan langsung masuk dan Cherin sudah mengenakan lingerie berwarna merah dengan posisi menggoda di atas tempat tidur. "Sayang! Kemari lah!" Cherin memberikan kecupan jarak jauh, tetapi Erlan tetap berwajah datar. "Sayang! Kamu kenapa sih? Apa istrimu lebih menarik dari aku?" Cherin pun bangkit dan memeluk Erlan.

"Mana mungkin begitu. Aku hanya capek. Aku mau mandi dulu ya?" jawab Erlan berusaha tersenyum.

"Nggak usah! Aku sangat rindu padamu terutama senjatamu ini, Sayang!" jawab Cherin seraya meraba kepemilikan Erlan. Namun anehnya tidak ada rasa apa pun saat tangan Cherin mulai nakal. "Kita langsung main, hm?" goda Cherin lagi.

Erlan akhirnya membopong tubuh Cherin dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Keduanya bermain, tetapi hanya Cherin yang begitu menikmati permainan itu, tidak dengan Erlan yang terus menerus membayangkan wajah Diandra.

........

1
Nurul fadila
lampungnya mna Thor..
AQ jga Lampung.. hehe
Abd Kadir Taha
aku padamu mas erlan...
Abd Kadir Taha
jangan jajan diluar mas..bahaya!/Grin/
Abd Kadir Taha
ceritanya makin seru!❤
Dianajan
Kecewa
Dianajan
Buruk
delissaa: kak, kalo gak suka dg sebuah karya baik punya aku atau orang lain, tolong banget jangan tinggalkan bintang 1 kak bisa langsung skip aja tanpa meninggalkan bintang 1 Krn itu berpengaruh banget
total 1 replies
Dianajan
wah sama" ganteng ya bos Ama sekertaris nya😁
Dianajan
jangan cuma janji woyy,buktikan dong
Dianajan
kapok dasar laki"plin plan
Sumarni Tina
Luar biasa
Dianajan
di selidikin dong si cherin,masak iya seorang CEO GK punya mata"
Dianajan
itu yg membuat dia balik ke indo
karna sudah ada isi
Rif'atus
Lumayan
Rif'atus
Biasa
Salomy Leonora Nortje Ohello
ceritanya bagus. pasti semua orang suka jalan ceritanya Thor. saya kasih 5 bintang.
Salomy Leonora Nortje Ohello
Saya suka banget dengan kisah cerita ini. akhirnya Erlan yg dingin dan kejam jatuh cinta jg sama istrinya Diandra. Wanita yg sederhana dan baik hati juga sabar. semoga kisah ini berakir dengan kebahagiaan. 👍❤️🫰
Kirana Lembayung
bahasa menggauli bisa di ganti dengan berhubungan untuk novel² berikut nya
Ona Wel
uh sosweet
Marina Tarigan
akhirnya yg sangat sakit dulu berubah jadi sangat menyenangkan yg jahat akhirnya saling menyayangi dan Pras nanti dikasih Erlan pekerjaan yg zesuai
Marina Tarigan
bagud danterima kasih sdh punya generasi kalau perlu tambah anak bisa adosi dari panti asuhan itu juga yg sangat baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!