Amanda Groban tak dapat menahan amarahnya saat mengetahui fakta mengerikan di balik kecelakaan yang dialami oleh Emily, saudara kembarnya. Bahwa ternyata, dalang kecelakaan tersebut ialah suami Emily sendiri, bernama Glen.
Emily yang dinyatakan koma sengaja disembunyikan oleh Amanda di klinik milik temannya. Selagi menyembunyikan Emily, Amanda akan membalas kejahatan Glen dan kekasih gelapnya. Demi mencapai tujuan itu, Amanda menyamar menjadi Emily yang culun dan penakut.
Akankah Amanda berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lupa Berkedip
Amanda tergesa-gesa meninggalkan gedung kantor megah itu setelah melihat adegan tak bermoral yang dilakukan oleh Glen dan Shara. Ia duduk di mobil sambil menyandarkan punggung yang terasa lelah.
Pengkhianatan Shara dan Glen terhadap Emely benar-benar melambungkan amarah dalam hati Amanda. Betapa kedua orang itu telah menorehkan luka di hati Emely.
"Kurang ajar sekali kalian. Kali ini aku benar-benar tidak akan mengampuni kalian."
Wanita itu menarik napas dalam demi menetralkan jiwanya yang seakan terbakar oleh kemarahan.
Setelah mampu menguasai diri, Amanda melajukan mobil menuju sebuah salon. Hal pertama yang akan dilakukannya adalah membuat Glen bertekuk lutut. Dan merubah penampilan Emely dari yang semula tidak menarik menjadi cantik adalah jalannya.
Sekarang Amanda sudah berada di sebuah salon ternama. Ia disambut oleh beberapa karyawan wanita.
Menghadap cermin, ia memandangi pantulan dirinya dalam wujud Emely. Rambut hitam bergelombang, noda hitam di pipi kanan dan juga bekas jerawat yang banyak memang membuat penampilan Emely tampak tak menarik.
"Selama ini mereka sudah membuat hidup Emely seperti di neraka. Sekarang aku yang akan membuat kalian seperti hidup di neraka."
Hari itu Amanda benar-benar melakukan perubahan terhadap dirinya. Mulai dari rambut hingga wajah hingga menghabiskan waktu Cukup lama. Identitas sebagai Emely Golden membuatnya mendapat pelayanan bak seorang ratu.
"Tumben sekali Anda mau ke salon, Nona Emely," ucap salah seorang pekerja salon.
"Benar. Dan aku merasa menyesal kenapa tidak sejak dulu melakukan perawatan diri. Aku baru menyadari kalau ternyata kecantikan itu penting."
"Tentu saja, Nona. Lihat sekarang Anda terlihat sangat cantik," puji sang karyawati salon.
Amanda mengulas senyum tipis memandangi pantulan dirinya dari cermin.
*
*
*
Kegelapan sudah menyelimuti Bumi ketika Amanda tiba di rumah. Baru memasuki rumah saja, ia sudah membuat para pelayan terkejut dengan penampilan barunya. Bahkan beberapa dari mereka tidak percaya bahwa wanita yang baru saja tiba adalah majikan mereka.
"Di mana ibu dan Shara?" tanya Amanda kepada seorang pelayan wanita.
"Mereka sedang di ruang makan, Nona. Tuan Glen sempat mencari Anda," jawab salah satu pelayan.
"Baiklah, aku akan temui mereka."
Tak ingin mengulur waktu, Amanda melangkah dengan percaya diri menuju ruang makan. Malam ini ia akan memberi kejutan kepada Shara dan Glen.
Sebelum menjangkau meja makan, ia terdiam sebentar di balik sebuah pilar. Dari sana ia bisa mendengar dengan jelas pembicaraan antara Shara dan juga Glen.
"Berapa lama lagi kita harus menunggu?" tanya Shara sedikit kesal.
"Aku mohon bersabarlah, Shara. Tidak mudah untuk meminta tanda tangan Emely."
"Cobalah untuk tidur di kamar Emely. Aku yakin lambat laun kamu akan berhasil mendapatkan tanda tangan Emely.
"Ya ampun, Shara. Jangan gila! Dekat dengannya saja sudah membuatku merasa ingin muntah," pekik Glen. "Aku tidak tahu kenapa ada wanita sejelek dia di dunia ini."
Kedua tangan Amanda terkepal sempurna mendengar ucapan Glen. Amarah di hatinya semakin menjadi.
Wanita itu menarik napas dalam. Lalu melangkah dengan anggun menuju meja makan.
"Selamat malam, semua," sapa Amanda.
Glen sempat tidak mengenali penampilan baru Emely yang sangat berbeda. Laki-laki itu memandang dari ujung kaki ke ujung kepala. Emely tampak sangat cantik dalam balutan gaun berwarna biru navy.
"Emely?" Glen menatap tanpa berkedip.
...****...