NovelToon NovelToon
Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Nikahkontrak / Cerai / One Night Stand / Penyesalan Suami / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:781.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

Sequel Story Of [ISTRIKU HARAM DISENTUH]

Aida adalah seorang wanita malam, suatu hari dia mendapati dirinya ditebus dan dinikahi oleh seorang pria asing bernama Darion.

Aida pikir, hidupnya akan lebih baik tapi rupanya dia malah diceraikan oleh Darion yang harus menikah dengan wanita pilihan orang tuanya.

Dua tahun berlalu, Aida mendapati Darion sedang mencari seorang Ibu Susu untuk anaknya, dikarenakan istri Darion sudah meninggal.

Aida yang merasa kasian, akhirnya melamar sebagai Ibu Susu, akankah kisah dua tahun lalu kembali terulang diantara Darion dan Aida?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 07. Induksi Laktasi

"Karena terjadi kecelakaan pada Pak Allan, jadi saya tidak bisa mengajukan izin cuti kepada beliau, jadi saya melampirkan ini saja kepada Pak Adin, selaku perwakilan Pak Allan."

Adin duduk di kursinya sendiri menatap Aida yang melampirkan sebuah kertas, Adin mengambil kertas tersebut. "Apa ini?"

Adin membukanya dan membaca isinya. "Kamu ingin resign?"

"Iya, Pak."

"Tidak bisa Aida, keadaan kantor sedang tidak baik-baik saja apalagi semenjak kecelakaan Kak Allan semalam, kamu sangat dibutuhkan disini."

"Tapi, Pak, saya ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan."

Aida mendelik menatap dalam Adin, Adin terdiam berpikir sejenak. "Bagaimana kalau kamu tetap bekerja disini, selama Pak Allan gak ada kan saya yang pegang, kamu bisa mengerjakan pekerjaan kamu diluar tapi ketika ada panggilan kantor kamu bisa datang."

Sebenarnya Adin tidak bisa memberlakukan hal seperti ini, tapi alasan utama Adin adalah dia mencintai Aida, Adin tahu Aida adalah seorang janda tapi toh itu hanya status, Adin tidak mempermasalahkan hal itu, dia tetap mencintai Aida.

Tapi Adin tidak ingin mengatakannya karena dia ingin menjadi Fatimah versi pria mungkin, dimana Fatimah lebih memilih mencintai dalam diam, tapi Adin takut ada Pria bersifat Khadijah yang lebih dulu mengungkapkan perasaannya pada Aida.

Aida berpikir sejenak. "Baik, Pak, saya bersedia."

Adin mengangguk.

"Kalau begitu, saya permisi yah, Pak," Aida berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari ruangan Adin.

Aida sekarang hanya tinggal menemui Darion, tapi ada satu hal yang membekas di kepala Aida, bagaimana hukum menjadi ibu susu dalam Islam.

Aida harus bertanya pada orang yang tepat, dan Aida memilih bertanya kepada temannya yang seorang ustadzah.

Aida mengambil posisi duduk di kursi yang ada di koridor dan menelepon temannya tersebut, panggilan pertama memang tidak terhubung, namun panggilan kedua membuat Aida tersenyum lega.

"Assalamualaikum," ujar Aida saat panggilan tersebut tersambung.

"Waalakumsalam, Ai, ada apa?"

"Aku mau nanya, hukum seorang Ibu Susu dalam Islam itu boleh gak sih?" tanya Aida guna menghilangkan rasa penasarannya.

Teman Aida terdiam sejenak, seolah memikirkan jawaban yang tepat. "Sah-sah aja."

"Maksudnya?"

"Itu hukumnya, Rada'ah, Ai."

"Rada'ah?"

"Radā‘ah adalah sampainya ASI (Air Susu Ibu) ke perut seorang bayi yang belum berumur dua tahun. Seorang ibu yang menyusui seorang bayi (bukan anaknya) yang belum berumur dua tahun, hubungan di antara keduanya menjadi mahram karena radā‘ah."

Mendengar penjelasan ini membuat Aida bernapas lega, karena setahu Aida, anak Darion baru berusia dua bulan karena terakhir dia hanya mendengar kabar bahwa Agnes melahirkan.

"Kamu mau jadi Ibu susu?"

"G-Gak, aku cuma nanya aja," jawab Aida gugup.

"Oh, ada yang penting lagi gak?" tanya teman Aida yang membuat Aida menggeleng walaupun tidak bisa dilihat lawan bicaranya.

"Gaada, Makasih yah, Assalamualaikum."

"Waalakumsalam."

Aida mematikan sambungan telepon tersebut, kemudian berjalan menuju parkiran, dia berdiri di depan mobilnya, tidak mungkin dia memakai mobil pribadi ke kediaman Darion.

"Tinggalin ajalah," Aida meraih ponsel di dalam tasnya kemudian memesan taksi online.

Disaat Aida menunggu taksi, ia dikejutkan dengan kehadiran Adin. "Ai, mau kemana? Gak pake mobil kamu."

Aida gugup, dia harus menjawab apa sekarang. "Mobilnya mogok, Pak."

"Yaudah saya anterin," jawab Adin yang membuat Aida segera menggeleng.

"T-tapi, Pak."

"Gausah nolak, ayo ikut saya," ujar Adin tersenyum pada Aida. "Tunggu."

Adin meriah sesuatu diatas kepala Aida, itu adalah daun kering, perlahan Adin mengusap kepala berbalut hijab itu. "Udah bersih."

Untuk Adin ini adalah perlakuan romantis yang dia lakukan, tapi Aida sendiri tidak pernah menyadari hal itu.

Adin berjalan menuju mobilnya, di susul oleh Aida, kini keduanya sudah ada didalam mobil, Adin langsung menjalankan mobilnya menuju alamat yang diminta Aida.

Tentu saja adalah alamat rumah Darion, tidak butuh waktu lama untuk kesana, sesampainya disana, Adin langsung mengerutkan keningnya.

"Ini kan rumah Pak Darion, kamu ada keperluan apa?"

"Keperluan bisnis, Pak," jawab Aida berbohong.

"Yaudah saya temenin yah, ini urusan kantor kan?"

"Eh gak usah Pak, aku aja, Bapak balik aja ke kantor gimana."

Adin mendelik menatap Aida. "Okelah kalau begitu."

Aida meraih tasnya kemudian turun dari mobil. "Makasih, yah Pak."

Adin mengangguk. "Perlu saya jemput pulang?"

"G-gak usah, Pak, ini aja udah ngerepotin."

"Yasudah, hati-hati yah," jawab Adin setelah Aida turun dari mobil. "Assalamualaikum."

Adin menjalankan mobilnya meninggalkan Aida di depan rumah Darion, Aida berjalan masuk ke rumah Darion dan mendapati Darion sudah ada di teras rumahnya.

"Assalamualaikum, Kak Ion?"

"Waalakumsalam, saya kira kamu gak bakal datang, siapa tadi?"

"Tadi?"

Aida bernapas lega, Darion tidak melihat Adin, kalau dia melihatnya pasti penyamaran sebagai Cleaning Service tempo hari akan terbongkar.

"Pacar kamu yah?"

"Gak ah, lagian aku tuh gamau pacaran kak, kalau ada yang serius mah langsung nikah aja, lagian itu hanya membuat kita tidak fokus dan makin jauh dari Allah, lagian yah jodoh mah sudah diatur."

"Kalau kamu tidak pacaran, bagaimana bisa kamu tahu."

Aida tersenyum. "Karena Allah sudah mengatur jodoh kita jauh sebelum kita diciptakan."

Darion tersenyum pada Aida. "Kamu masih sama Aida."

Darion menundukkan kepalanya. "Saya minta maaf atas kejadian dua tahun lalu."

"Sudahlah Kak, biarlah terjadi, mungkin Allah menakdirkan kita dipertemukan bukan untuk bersama."

"Tapi sekarang, kita dipertemukan lagi kan?"

"Tapi apa mungkin hanya sekedar menjadi ibu susu anak Kak Ion?" jawab Aida yang membuat Darion semakin menunduk.

"Masuk, dulu, Reza ada didalam."

Darion berjalan masuk ke dalam rumah di susul Aida, mereka berdua berjalan menuju kamar Reza, Reza adalah anak Darion.

Seorang bayi laki-laki, sakit rasanya Aida melihat Reza seperti ini, seolah dia masih kecil dan sudah ditinggalkan ibunya.

"Tapi Aida, kamu tidak pernah hamil, tapi saya ingin kamu ingin melakukan terapi hormon induksi laktasi, untuk menghasilkan asi."

Aida terdiam sejenak, sebenarnya Aida sudah menghasilkan asi dari dua tahun yang lalu, kenapa karena setelah mereka pisah, Aida ternyata hamil dan harus keguguran di usia kandungan enam bulan, fase terburuk dalam hidup Aida.

Sebenarnya ada penjelasan medis kenapa Aida bisa menghabiskan asi pasca keguguran, Kehamilan ditandai dengan perubahan hormonal dan fisik yang terjadi di dalam tubuh. Kadang-kadang, tubuh dapat mulai menyusui bahkan setelah keguguran , yang dapat mempengaruhi ibu baik secara emosional maupun fisik. Laktasi setelah keguguran disebabkan karena perubahan hormonal dan ketidakseimbangan yang telah terjadi di tubuh wanita.

Tapi karena Aida tidak ingin Darion mengetahui fakta ini, Aida setuju saja toh suntik hormon ini juga bagus untuk ASI-nya nanti bagi Reza.

Assalamualaikum

Jangan Lupa Like

1
Tira Aneri
suukaaa
Khairul Azam
aku baca novel ini aku molai loncat pas aida mau jadi ibu susu dan setelah itu bacanya tak loncat loncat dan berhenti baca dibab ini
Khairul Azam
ada ya perempuan bodh seperti aida ini
Khairul Azam
enak banget, banyak sih perempuan yg dinovel itu hanya dimanfatkan di rendahkan digampangkan padahal didunia nyata klo diperlakukan begitu mereka akan tegas bertindak
Khairul Azam
widihbenak banget dulu dicerai skrng minta menjadi ibu susu gila gila
Bahari Sandra Puspita
wah, always keren ceritamu dek..
tapi karakter Aida di sini mirip Dirga di novel sebelah, bikin gemes soalnya gak cepet mau nerima cinta Darion lg..
tapi namanya orang trauma, ya wajar sih, hehe..
semua emang gara2 keegoisan Babah Arga, tau sendiri gimana sifat temprentalnya..
untung udah berkurang karena bertambahnya usia, tapi keras kepalanya masih tetep ada..
ya gak nyalahin jg seh, soalnya kan Aida emang mantan wanita malam..
setiap orang tua ingin yg terbaik buat anak2nya..
tapi masalahnya terkadang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah..
bener kata dek othor, kita ini hanya pemeran yg tugasnya menjalankan skenario dari Allah saja..
hanya saja kita bisa milih, mau jalan sesuai syariat atau nggak..

oke deh lanjut novel berikutnya..
makasih banyak atas ceritanya dek, semoga sehat selalu ya..
tetap semangat untuk berkarya dan semoga sukses selalu dan lancar2 kuliahnya..
barokallahu fiik🙏
Dwi Vella
Luar biasa
Firgi Septia
malas maafin orang egois yg bikin rumah tangga anaknya hancur dan kehilangan anaknya/Smug//Smug/
senjasabdaalam
gevanya siapa kyak pernah baca ceritanya
THE END.MD
itu gula spesial dari adin jan gula nya 😂😂😂😂😂😂😂
THE END.MD
semoga yang kasih tantangan cepet2 ketemu ma tuh jodoh ya 🙂😀😀😀😀😀
Ran Aulia
terimakasih dek Author 😍😍😍😍

mewek aku bacanya

dan ternyata aku udah baca kisah anak2 mrk, Reza dan Syahnaz 👍👍👍👍😍😍😍😍
sintacantik
joss
sintacantik
bukankah sholat jamaah yang dilakukan oleh 2 orang lawan jenis yg bukan mahramnya dan atau tanpa ada ikatan pernikahan seperti berzina ya Thor?
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
Kok gibran sih???reza thor. .. fokus ya.. 🤭✌️✌️
Dyah Oktina
bukan nya kla sudah mau shalat berjamaah.. tdk usah lagi azan tp qamat ya
Dyah Oktina
maka nya ber terus teranglah pak adinnn... kla suka... sbb aida ngak tahu kode2an krn jaga perasaan ... kuatir jd baper
Dyah Oktina
kodrat ya Naik author...bukan kuadrat ... 🤭
Dyah Oktina
iya... enteng banget kamu ngajak rujuk... ngak tahu apa kla ada hati yg terluka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!