Hidupku penuh liku-liku
berawal dari jatuh cinta semasa sekolah menengah atas yang berakhir tanpa jelas, lalu aku jatuh cinta kembali namun aku kehilangan calon suamiku sehari menjelang pernikahan kami.
calon suamiku meninggal dunia karena kecelakaan.
Sampai suatu ketika aku bertemu dengan seesorang yang mengubah duniaku bagai di neraka, hidup bergelimang harta, namun aku tak pernah bahagia
Kamar ini menjadi saksi betapa tersiksanya aku menjalani hidup dengan nya.
Bukan cuma sekali ini suamiku berselingkuh,tapi sepanjang pernikahan kami.
Udara di kamar ini seakan membuatku sesak, hanya suara detak jam yg menemani hatiku yang hancur.
"cerai" hanya kata-kata itu
saja yang ada dalam pikiranku.
"Ya Robb, selama ini aku bertahan karena aku tahu bercerai adalah perbuatan yang kau tidak suka, tapi batin ku sakit untuk kesekian kali. Sabar ku sudah habis...., ampuni hambamu ini...."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menangis....
Sejak sampai di sekolahan, Sofie hanya diam termenung, ia tak menghiraukan ajakan teman-temannya untuk sarapan pagi di kantin.
Pagi ini, Sofie mendapati ibunya membelikan sepatu untuk kak Herman, sedangkan ia harus membeli sepatunya sendiri dari hasil jerih payahnya.
masih teringat ibu marah saat ia menunjukan sepatu yang mengaga lebar macam ikan laper dan berkata tidak ada uang.
Tapi mengapa ibu bisa membelikan sepatu baru buat kakaknya,sedangkan sepatu kakakku berjejer rapih di rak sepatu kamarnya dengan kondisi nya masih bisa dikatakan layak dan bagus.
sedang ia hanya punya satu dan itupun sudah rusak.
"hufhhhhh....."
Sofie menghempas nafasnya,sesak rasanya dadanya.
Ketika jam pelajaran berakhir tanda istirahat pun Sofie masih diam tak bergeming dari tempat duduk nya.
teman-temannya yang melihatnya pun sampai heran
Andi menghampiri Sofie, duduk di sebelahnya
" Kenapa loe ? kaya orang sawan,diem aja dari tadi.
loe lagi gak kesambet kan? masalah nya ustad azis lagi rohis di musholah, susah gak ada yang ngobatin loe kalau loe kesurupan " ucap andi ngasal
"Gur lagi gak mood " jawab Sofie tanpa menoleh
"Emang loe udah sarapan pagi ? gue liat loe macam orang sakit. Muka loe pucat tau" Andi menempelkan tangannya ke dahi Sofie, kwatir
"Gur enggak nafsu makan Ndi. Kalau loe mau ke kantin duluan aja, gue puasa " jawab Sofie malas
"Bah sejak kapan loe puasa? loe enggak lagi mabok kan??
jangan bilang loe minum semalam maboknya sekarang "
"udah yuk gue traktir.
loe mau makan apa? gue tanggung, tapi gak lebih dari ceban yak ahahaha. " gurau Andi sambil cengar cengir
"Sial loe pelit banget, ceban buat makan mana cukup, cuma gorengan satu sama esteh manis, nambah jigong doang " gerutu Sofie membuat Andi tertawa terbahak-bahak
" Hahhahah
Becanda Sof, ayo kita makan bakso, hari pertama pms gue nih pengen makan yang pedes-pedes "ucap Andi memegang perutnya
"Ya elah nih bocah kepentok di mana, jadi miring gini otaknya. Sejak kapan loe haid combro"
Tapi melihat muka Andi yang memperagakan wanita sedang haid sakit perut membuat Sofie jadi tertawa melihat tingkah konyolnya
" eike sakit peyut cyiinn.. keguguran nih pendarahan " celoteh Andi ngondek
"Dih najis, pengen muntah lama-lama liat tingkah loe Ndi,
mit amit jangan nurun anak cucu gue kaya lue" jawab Sofie sambil menggetok -getok meja depannya beberapa kali
Andi yang melihat tingkah Sofie tertawa terbahak-bahak
"Eitt .... rugi loh gak kaya gue anak loe nanti. gue kan ganteng" jawab Andi dengan pedenya
" Yeee lu ganteng tapi gue gak nafsu hahahha
yuk ah ke kantin, ingat traktir ya, gue mau makan bakso yang pedeeeesssss bgt kaya muka loe ahahhaa" ku tunjuk muka Andi dan langsung berlari ke kantin...
Andi mengumpat ntah apa yang dia ucapkan. lalu Andi menyusul Sofie yang sudah berjalan terlebih dahulu ke kantin
"Sue giliran makanan getol loe, pake lari lagi. woi tungguuu" Teriak Andi
Sesampainya di kantin, Sofie memilih bangku paling ujung dan suasana kantin sudah mulai sepi karena jam istirahat sudah setengah jam yang lalu.
" Mas Yono , bakso dua ya
Sofie bakso kecil semua, gak pake mie.
satunya lagi bakso komplit, minumnya esteh manis dua ya mas. makasih"
" Siap mba Sofie ditunggu ya" jawab mas Yono semangat
Beberapa saat kemudian pesenan kami sampai.
ku lahap bakso tanpa berkata apa-apa
dan dalam sekejap habis
" Huaaahhh pedesss. manteb dah mata gue melek, pusing ilang , thanks ya Ndi"
Andi yang dari tadi melihatku makan tak berkedip hanya geleng-geleng kepala
" gokil cewe apa kuli loe??
makan enggak ada nafasnya. cuma sepuluh menit ludes, loe beneran kaga kesurupan kan? istighfar ckckckck" ucap Andi sambil memegang keningku dan komat kamit seperti orang baca mantra
"Kampret gue laper woi bukan kesurupan.
Dari pagi gue belum makan soalnya dari rumah udah kesel " ucap Sofie sambil menyeruput es teh manis tanpa menoleh
Sofie kembali diam, memain kan batu es di gelas
ternyata Andi melihat dan duduk di samping sofie, ia menepuk pundak Sofie pelan
" Gue tau kok loe lagi ada masalah, anak-anak juga ngerasa loe lagi ada masalah, tapi mereka segan nanya sama loe, makanya gue coba nyapa loe tadi
kalai loe punya masalah, loe tau kemana harus curhat.
gue siap dengerin.
Tapi kalau loe belom siap ngomong its ok . Yang harus loe ingat, kami semua akan selalu ada buat loe, karena kami udah anggap loe adek kami sendiri" tegas Andi
Tapi kecuali Ido ya, doi kan naksir loe, tapi loe aja yang pura-pura gak peka wkwkkwkw " canda Andi di akhir ucapannya
" Sue, gue lagi sedih masih aja loe godain" ucap Sofie sambil cemberut
"Cinih abang peyuk biar gak syedih lagi" jawab Andi sambil melebar
kan tangan nya
" Ogah banget, yang ada gue kena hakim masa dikira ngerebut cowo orang,
ogah weeekkk " Sofie menjulurkan lidahnya
"Ya udin sih susah amat, bilang aja kalau kita itu ade kakak " senyum Andi
" Ogah adi adek loe "
" Nah gitu dong, gue nggak suka loe sedih,
nggak seru kalo gak ada loe. gank bebek keilangan emaknya " ucap Andi sambil menunjuk teman-teman bebekku yang ternyata sedari tadi melihat kearah kami
"Sejak kapan mereka di sono ?" tanya Sofie heran melihat kawan-kawanya sudah berkumpul
" Udah dari tadi non. loe nya aja sibuk ngitung volume esteh manis, jadi gak sadar" jawab Andi tersenyum jail
"Halah. sue loe, gue lagi galao tau gak loe "
" Sok-sokan galao anak kecil kaya tau aja galao apa ahahahha " Andi terkekeh
"Beneran Ndi, gue mau nangis, " tak terasa air mata Sofie menetes
"Ya udah loe keluarin aja uneg-uneg loe, gue siap dengerin.
klo gak loe keluarin ntar eneg di dalam Sof" jawab Andi lembut.
memang diantara semua teman-teman bebekku, Andi lah yang paling mengerti aku, tempat aku berkeluh kesah. dia sudah seperti abang bagiku. karena memang usiaku paling muda di atara semua teman kelasku
Setelah ku ceritakan semua nya dari awal hingga akhir, Andi mendengar kan.
ia sesekali menepuk-nepuk bahu ku, memberi support dan menenangkanku.
Setelah tangisku reda, lalu Andi pun berbicara
" Sofie kamu harus sabar ya, perbanyak berdoa sama Allah, karena Allah maha membolak balikan hati manusia, kamu harus ingat bagaimana pun perlakuan beliau sama kamu, kamu merasa tidak adil dan sebagai nya, ingat dia ibumu,ibu yang melahirkanmu,
ibu yang memperjuang kan hidup dan matinya saat melahirkanmu,ibu yang menyusuimu,ibu yang mendidik dan membesarkanmu. Surgamu ada di bawah telapak kakinya.
kamu harus menghormati beliau, menyayangi beliau. Bagaimana pun sikapnya sama kamu" tegas Andi
aku mengangguk pelan mendengar perkataan Andi
" Sofie, aku percaya kalau di lubuk hati ibumu, pasti ada rasa sayang sama kamu, cobalah ambil hatinya ya" tambah Andi
"Aku tau perasaan lmu, kamu yang sabar. semua akan indah pada waktu nya. masalah kamu beli sepatu sendiri dan ternyata kakakmu di belikan ibu mu. positif thinking aja
ya mungkin waktu kamu minta ibumu belum ada uang, dan baru ada saat ini,
kamu harus bangga sama dirimu sendiri karena mampu beli tanpa menyusahkan orang tuamu. oke babe" ucap Andi optimis.
mendengar nasehat andi hatiku tersentuh. benar apa yang di kata kan Andi, aku harus positif thingking.
aku tidak pernah membenci ibu
aku hanya ingin beliau sayang aku seperti beliau sayang dengan saudara-saudaraku
setelah beberapa saat hati ku sudah tenang kembali
Ku resapi seriap kata-kata yang Andi ucapkan
terkadang dia lebih dewasa dari usianya
berbeda jauh dari keseharian nya yang nyeleneh dan cenderung ceroboh
di pikir-pikir ada yang beda dari Andi
Andi berbicara manis banget pake kamu aku😂😂😂
ternyata ada sisi baik nya juga
thanks god punya temen-teman yang sayang dan perhatian sama aku.
Ku peluk Andi reflek...
tapi buru-buru ku lepas, karena ku mendengar sorak sorai dan suit-suitan anak- anak bebek...
sial sejak kapan mereka sudah berkumpul di dekat kami