NovelToon NovelToon
Wanita Penyembah Iblis

Wanita Penyembah Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:489.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Laila Khaifa Nur

Namanya Nur Hayati artinya cahaya kehidupanku. Tatapi hidupnya tidaklah seterang namanya. Hidupnya justru jatuh dalam kegelapan.

Semua bermula ketika Hayati menemukan buku mantra milik mantan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Khaifa Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Sinar matahari mulai masuk kekamar Nur Hayati melalui celah-celah ventilasi. Nur Hayati duduk diam melihat kearah jam yang tergantung didinding kamar. Ia terbangun gara-gara mimpi semalam setelah itu ia tidak bisa lagi tidur sama sekali.

Nur Hayati terus saja terpikir soal mimpinya semalam. Belum pernah selama ini ia bermimpi seseram itu. Rasanya sangat nyata terasa seperti bukan mimpi.

"Siapa perempuan dalam mimpiku itu," gumam Nur Hayati masih terduduk diatas tempat tidur.

"Tok tok tok," terdengar suara orang mengetuk pintu dari luar.

"Siapa orang bertamu pagi-pagi begini," pikir Nur Hayati.

Nur Hayati bergegas keluar membukakan pintu.

"Ali, ada apa pagi-pagi begini kamu kemari," ucap Nur Hayati merasa heran melihat Ali pagi-pagi sudah kerumahnya.

"Ohhh Ali mau antar ini mbak," ucap Ali sambil tangannya menyodorkan sebuah amplop.

"Amplop apa ini," tanya Nur Hayati penasaran.

"Tidak tahu mbak, kemarin ada orang datang antar kemari, karena mbak Hayati tidak ada dirumah jadi saya ambil," jawab Ali menjelaskan.

"Yaudah terima kasih banyak ya Ali," ucap Nur Hayati sambil memegang amplop warna kuning ditangannya.

"Iya sama-sama mbak."

"Oh iya mbak Hayati sudah sarapan belum?" tanya Ali kemudian saat Nur Hayati hendak menutup kembali pintu rumahnya.

"Belum, kenapa?" tanya Nur Hayati tidak langsung jadi menutupnya.

"Kebetulan Ali ada bawakan gado-gado ini, beli dari warung depan," ucap Ali sambil memberikan bungkusan plastik berisi sebungkus gado-gado.

Nur Hayati tidak langsung mengambil bungkusan ditangan Ali. Ia masih berdiri memegang daun pintu dan hanya memadangi bungkusan yang masih dipegang sama Ali.

"Kok tidak diambil mbak," tanya Ali penasaran melihat Nur Hayati hanya diam dan tidak mengambil pemberiannya.

"Tidak apa-apa, saya tidak saja merasa jadi merepotkan kamu Ali," jawab Nur Hayati kemudian mengambil bungkusan plastik gado-gado dari tangan Ali.

"Ya sudah mbak Hayati, Ali pamit pulang dulu ya," ucap Ali.

"Terima kasih banyak ya Ali," ucap Nur Hayati lagi saat akan menutup pintu.

"Iya mbak sama-sama," ucap Ali sambil terus berjalan meninggalkan rumah Nur Hayati.

Nur Hayati kemudian menutup pintu dan kembali masuk kedalam rumah.

Nur Hayati meletakkan amplop kuning tadi beserta bungkusan gado-gado pemberian Ali diatas meja makan lalu menarik sebuah kursi sembari langsung duduk.

"Kenapa siAli ini makin hari makin baik sama aku ya," gumam Nur Hayati sambil memandangi bungkusan gado-gado.

"Tapikan ibunya tidak suka sama aku, apa-apa jangan-jangan disuruh ibunya lagi buat nyelakain aku, bagaimana nanti kalau ini gado-gado ada racunnya, bisa mati muda aku," pikir Nur Hayati lagi masih terus memandangi bungkusan gado-gado.

"Ah lebih baik tidak usah dimakan, dari pada nanti aku kenapa-kenapa, ibunya tidak suka sama aku, pasti ini ibunya yang suruh," gumam Nur Hayati lagi sambil kemudian bangun mengambil bungkusan gado-gado tersebut kedalam tong sampah.

Nur Hayati kembali lagi duduk diatas kursi, kemudian mengambil amplop berwarna kuning tadi yang diberikan Ali padanya.

Dibukanya amplop tersebut kemudian ia mulai mengeluarkan kertas dari dalam amplop tersebut.

"Ah mas Aryo, rupanya kamu benar-benar ingin putus hubungan denganku," ucap Nur Hayati saat ia melihat surat tersebut rupanya panggilan dari pebgadilan.

Rupanya Aryo sudah mendaftarkan perceraian mereka kepengadilan tanpa memberitahu Nur Hayati. Karena memang setelah kejadian pertengkaran mereka dipinggir sungai waktu itu Aryo memang tidak pernah lagi menghubungi Nur Hayati.

Setelah selesai membaca isi surat tersebut Nur Hayati kemudian memasukkan kembali kertas tersebut kedalam amplop tadi kemudian melemparnya begitu saja keatas meja.

Nur Hayati bangun berjalan masuk kedalam kamarnya kembali. Ia langsung menjatuhkan badannya keatas tempat tidur.

Entah apa yang ada dipikirannya sekarang ia tidak tahu, benar-benar buntu rasanya. Jujur saja jauh dalam hatinya Nur Hayati saat ini masih sangat mencintai Aryo, meskipun ia juga ingin segera bisa melupakan laki-laki yang sudah mengkhianati hatinya itu.

"Sebaiknya aku mandi dan pergi belanja kepasar, dari pada aku mikirin mas Aryo terus-terusan yang ada bikin sakit kepala, hati aku juga yang ada makin panas saja jadinya," pikir Nur Hayati dalam hati.

***

Nur Hayati sudah selesai berdandan seperti biasa ia akan berbelanja kepasar. Ia keluar rumah berjalan kaki bermaksud menunggu angkot karena jarak pasar yang lumayan jauh jadi tidak mungkin sanggup jika harus berjalan kaki.

Nur Hayati berdiri sendirian dipinggir jalan menunggu angkot yang lewat. Tidak ada siapapun dijalan keliahatan sangat sepi. Biasanya banyak ibu-ibu menunggu angkot disana karena mau berbelanja. Mungkin karena Nur Hayati keluarnya terlalu pagi jadi ibu-ibu yang lain belum keluar.

"Ah lebih bagus begini, lagi pula aku juga malas ketemu ibu-ibu itu, apalagi kalau harus lihat mukanya bu Aisyah," pikir Nur Hayati dalam hati.

Nur Hayati belakangan ini memang lebih memilih menghindari para tetangganya, ia lebih sering berdiam diri dirumah. Mulai dari masalahnya dengan Aryo diketahui oleh orang-orang dikampung Nur Hayati memang sudah jarang berkumpul dengan mereka. Apalagi setelah ia beberapa hari yang lalu bertengkar dengan bu Aisyah, orang-orang jadi makin sering menggosipkannya. Karena itulah Nur Hayati lebih memilih menghindari para ibu-ibu tersebut.

"Eh Nur Hayati, kok pagi sekali sudah nunggu angkot mau kemana," tanya bu Hasnah membuyarkan lamunan Nur Hayati.

"Lho bu Hasnah kok bisa sudah ada disini?" tanya Nur Hayati kaget karena tiba-tiba sudah berada disampingnya.

"Saya baru saja sampai kemari, kamu ngelamunin apa Hayati sampai tidak sadar saya berdiri disamping kamu," tanya bu Hasnah.

"Tidak ada kok bu, karena tadi memang tidak ada siapapun disini jadi saya tidak sadar kalau ternyata ibu sudah ada disamping saya, biasanya kalau yang munculnya tiba-tiba hantu, tidak tahunya bu Hasnah," ucah Nur Hayati sambil tertawa.

Bu Hasnah jadi ikutan tertawa mendengar ucapan Nur Hayati.

"Oya ibu mau kemana?" tanya Nur Hayati pada bu Hasnah.

"Ini saya mau belanja, soalnya bahan didapur banyak yang sudah habis," jawab bu Hasnah.

"Oya kamu pagi-pagi sekali mau kemana?" bu Hasnah kembali bertanya.

"Sama bu, saya juga mau kepasar, sengaja perginya lebih pagi biar bisa cepat pulang," jawab Nur Hayati memberi alasan.

"Sama ibu juga begitu, sengaja perginya lebih pagi, biar dalam nanti juga tidak terlalu sesak," ucap bu Hasnah.

"Tapi Hayati, muka kamu kok tampak pucat begitu, kamu lagi sakit ya?" tanya bu Hasnah.

"Tidak kok bu, mungkin karena kurang tidur saja," Jawab Nur Hayati.

"Benar kamu tidak sedang sakit?" bu Hasnah kembali bertanya.

"Benar bu, saya tidak apa-apa," jawab Nur Hayati kembali.

"Kamu kalau ada masalah apa-apa cerita sama ibu, tidak perlu sungkang," ucap bu Hasnah.

"Iya bu, terima kasih selama ini ibu selalu baik sama saya," ucap Nur Hayati sambil tersenyum.

"Iya sama-sama," ucap bu Hasnah.

"Itu angkotnya sudah sampai," ucap Nur Hayati menunjuk kearah angkot yang kemudian sudah berhenti didepan mereka.

"Iya ayok Hayati," ucap bu Hasnah menarik tangan Hayati kemudian masuk kedalam angkot.

***

Bersambung....

1
Destia Rifa
ke ustadz aja lah
Yulita
sakti tapi tida bisa membeda kan orang yg pura pura baik & yg benaran baik,harus ada moti vasi dong Thor untuk pembaca nya,
Yulita
tida bisakah dipotong sedikit cerita tentang hutan nya Thor,langsung nyampay tempat tujuan gitu biar pembaca nga merasa cerita nya membosankan
Yulita
perasaan yg ditulis author jalan nya tinggal satu kilo tapiko nga sampay sampay ya🤣🤣🤣
Yulita
Nurhayati nga cocok jadi pemeran utama di nopel ini,nga nyambung soal nya,maaf ya Thor untuk komen nya
Yulita
cerita nya bagus tapi nga nyambung dengan judul nya
Yulita
ini si bukan pemuja iblis,tapi drama keluarga
Yulita
tida sealur dengan judul nya😴
Yulita
sampay disini ko jadi membosan kan kisah nya Thor,harus nya makin seru
Yulita
ko belum ada arah ke pemujaan nya ya,ini kisah horor atau drama sih thor
Yulita
kemana tujuan alur nopel ini Thor,???
Yulita
maaf ya Thor sebelum nya,untuk komen ini,tapi saya rasa judul nya nga nyambung sama alur nya
Yulita
awal kisah nya bagus bangat,tapi pas sampay sejauh ini ko belum jelas pemuja iblis nya dan tokoh utama nya
Yulita
yg cocok jadi pemuja iblis itu enjel sama mama nya Ali Thor,jangan nurhayati
Yulita
sampay disinipun belum ada titik terang cerita nya,masih mutar"aja
Yulita
sudah sejauh ini tapi masih belum ada arah kepemuja iblis nya ya
Yulita
kenapa harus Nurhayati yg diikuti iblis??!
Yulita
semoga Nurhayati akurtrus sama Bu Hasnah,senang baca nya thor
Yulita
👍👍👍
Yulita
sejauh ini sangat memprihatinkan nasip Nurhayati😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!