NovelToon NovelToon
Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Dendam Kesumat / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:164.8k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE! HARGAI KARYA ORANG!


“Permisi! Maaf saya mengganggu, kenapa kamu malam-malam sendirian disini?” tanya Radit.

Wanita itu berhenti bernyanyi, ia sedikit mengangkat kepalanya. Tapi, ia tidak menjawab pertanyaan Radit.

“Hey, Mbak. Kenapa diam saja? Kenapa mbak berada di kelas ini sendirian? Apakah mbak tidak takut?” tanya Radit.

“Saya gak bisa pulang!” sahut wanita itu dengan suara pelan.

“Kenapa?” tanya Radit. Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“Saya antar, ya!” tawar Radit. Wanita itu menjawab lagi dengan anggukan kepala.

Radit segera mengulurkan tangannya, wanita itu menyambut tangan Radit yang hangat. Radit terkejut setelah meyentuh tangan wanita itu, tangan yang begitu dingin.

“Kenapa tangannya begitu dingin? Apakah dia sakit?” batin Radit.


.
.
.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tempat dan nama tokoh. Itu semua hanya kebetulan semata. Dan karya ini hasil imajinasi saya sendiri, bukan PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 7

Saat ini, Radit, Sarah, Lidia, Farhan dan Toni sedang nongkrong di warung makan yang berada di pinggir jalan.

Saat mereka sedang asik makan dan bercanda ria. Tiba-tiba ada sepeda motor yang melaju dengan cepat, bertepatan dengan itu. Ada seorang nenek-nenek yang hendak melintas.

“Awas, Nek!” teriak Radit sembari berlari dan menarik nenek tua itu kembali ke pinggiran jalan.

“Dasar setan nyata!” teriak Toni. “Pengendara Arogant, setan!”

“Gi-gi-gila! U-u-untung Ne-ne-nenek nya gak apa-apa!” ujar Farhan. “Ka-ka-kalo ke-ke-ketabrak, u-u-udah pa-pa-pasti mati.”

“Nenek gak apa-apa?” tanya Radit sembari menuntun nenek tua itu kembali ke warung makan.

“Gak apa-apa, Cu,” jawab Nenek tua itu. “Makasih ya. Udah bantuin nenek!”

Nenek tua itu menatap Lidia dan Sarah bergantian. Lalu, tiba-tiba nenek itu menunjuk wajah Lidia. “Hati-hati! Ada Aura buruk yang mengikutimu!”

Terkejutlah Radit, Toni, Sarah dan Farhan. Tapi, Lidia malah melotot tajam kepada Nenek itu. “Ini nenek gak waras deh, kayaknya!” cetus Lidia.

“Lidia!” tegur Sarah. Ia sedikit tidak suka dengan sikap dan sifat sahabatnya itu. Tidak bisa berbicara sopan kepada orang yang lebih tua.

“Nenek hanya mengingatkan, berhati-hatilah. Perbanyak berdoa, agar aura jahat itu tidak bisa menggangumu!” ujar Nenek tua itu.

“Nenek-nenek tau apa? Tadi aja udah mati kalo gak cepet di tolongin teman saya!” lagi, Lidia berbicara seenaknya kepada Nenek itu. Tidak perduli jika yang ada dihapannya adalah orang yang lebih tua.

“Lidia! Kamu gak boleh ngomong kaya gitu, meski kamu gak percaya sama perkataan Nenek ini. Kamu juga gak seharunya ngomong kaya gitu, hormati dia. Dia orang tua!” Radit memarahi Lidia.

“Be-be-betul! Ha-ha-harus sopan!” tambah Farhan.

“Diem lu gagap!” sahut Lidia dengan ketus.

“Lidia, lu keterlaluan ya lama-lama. Ngelunjak lu!” Toni menujuk wajah Lidia dengan jari telunjuknya. Sarah pun ikut kesal pada Lidia.

“Sekali lagi, terimakasih ya, Cu. Sudah mau menolong nenek. Semoga kalian di beri tuhan keselamatan!” saat tepat di kata keselamatan, Nenek itu melirik pada Lidia yang seolah biasa saja setelah dimarahi oleh teman-temannya. “Nenek pamit!”

Belum lagi, Radit, Toni, Sarah dan Farhan menjawab perkataan Nenek itu. Nenek itu sudah menghilang entah kemana.

“Ehh.. Neneknya hilang!” ujar Toni.

“Kemana Nenek itu? Kok cepet banget ilangnya?” heran Sarah.

“Ma-ma-manusia bu-bu-bukan sih!”

“Udah gak usah ribut, yang pasti kita harus hati-hati. Meski sebenernya takhayul percaya ama begituan, tapi gak ada salahnya kita dengerin perkataan nenek itu tadi. Karena mahluk ghaib itu memang ada meskipun gak nyata dan nampak seperti kita,” kata Radit kepada keempat temannya itu. “Kalo kita ngadepin sesama manusia mah enak, paling baku hantam, adu jotos. Lah kalo mahluk takasat mata, kan sulit. Makanya kita harus banyak-banyak ibadah!”

Toni, Sarah dan Farhan mengangguk, setuju dengan perkataan Radit. Tapi, tidak dengan Lidia. Tampaknya gadis tomboy dengan rambut sebahu itu, memang keras kepala.

.

.

.

Beberapa hari kemudian, datang anak pindahan dari kota sebelah di Universitas Garuda itu.

Siswa baru itu adalah seorang pria tampan, dan ternyata dia adalah anak dari kepala pengurus Universitas Garuda itu.

Dengan percaya dirinya, Siswa baru itu mengenalkan dirinya kepada seluruh siswa siswi yang ada di kelas itu.

Setelah memperkenalkan diri. Siswa itu di minta duduk oleh Dosen di kursi yang ada di sebelah Sarah. Siswa yang ternyata bernama Jony itu, tersenyum lebar pada Sarah. Tapi, Sarah hanya menanggapi dengan senyuman masam.

Sarah tidak suka, dengan gampang Jony yang terkesan nakal dan mata keranjang.

“Kenapa sih, dia mesti duduk disini!” gerutu Sarah. Ia menolehkan kepalanya pada Toni yang duduk di kursi dibelakangnya.

Toni menaikan alisnya, dan Sarah menujuk kearah Jony yang duduk di sampingnya.

“Hey, boleh pinjam buku kamu?” tanya Jony sok akrab.

Tanpa menjawab perkataan Jony, Sarah memberikan buku catatannya. Dengan senang hati, Jony menerima buku catatan itu.

“Boleh juga nih cewek, gue suka yang modelnya jutek, malu-malu tapi sebenarnya mau!” batin Jony sambil melirik pada Sarah yang sedang sibuk dengan buku pelajarannya.

Tampa ada yang tahu, bahwa sosok cantik yang selalu mengikuti Radit dan teman-temannya itu. Sedang berdiri di sudut ruangan kelas itu.

“Sudah datang sendirinya satu-persatu! Aku tinggal menunggu saatnya tiba, saja.” Tatapan dingin itu, ia tunjukan pada Siswa pindahan dari kota sebelah itu.

BERSAMBUNG!

.

.

.

1
secreinz
Luar biasa
Dtyas Aldric
muncrat2 yang baca Thor ... pengen lihat dech wajah x Farhan
Dtyas Aldric
yah 😱😱😱
terbongkar dech persembunyian x
Dtyas Aldric
aku mampir Thor ..
walau telat sih 🥺
Qillah julyan
namanya juga fiksi yaa..suka2 yg nulis..😅..
Pitri Komariah
Biasa
Anisa Zahra
menurutku gara" pengalaman yg sudah d lalui Radit skrg Radit jadi bisa liat hantu dh alnya dia udh msk k alam lain dan lainnya
Anisa Zahra
semoga cempaka GK slh paham lgi y
Anisa Zahra
tuh kan jadi kasian anak mereka yg jadi korbannya😭
Anisa Zahra
maaf ini kok jalan ceritanya kaya judul film sih namanya lentera merah pemerannya LCB laudya Chintya Bella. sama" membahas dendam kepada teman se fakultas dengan menjadikan anak mereka sebagai umpan 🙏🙏
maaf bukannya sok tau hanya menyampaikan sja mungkin endingnya beda ya kn. saya harap seeprti itu
ega cempluk
kok Cempaka muncul lg sih ....?ga TAMAT dong jadinya
Anisa Zahra: klo menurutku itu bkn cempaka dh. menurutku itu hantu lain yg menyadari klo Radit skrg bisa liat
total 1 replies
ega cempluk
apa mungkin Ayah Lidia yg membunuh Cempaka? berarti Cempaka ini pacarnya ayah Radit dulu yg menghilang tanpa kabar...
Anisa Zahra: kn mmg iy emgnya kmu GK nyimak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓹𝓪 𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓳𝓭 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓼𝓮𝓽𝓪𝓷 𝔂𝓪🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓱𝓻𝓼 𝓴𝓾𝓪𝓽💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝔂𝓸💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷" 𝓻𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓫𝓪𝔀𝓪 𝓵𝓰 𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓴𝓮 𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓷𝔂𝓪𝓽𝓪 𝔂𝓪💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓷𝓪𝓹𝓪 𝓒𝓮𝓶𝓹𝓪𝓴𝓪 𝓳𝓭 𝓳𝓪𝓱𝓪𝓽 𝔂𝓪🤔🤔🤔
Anisa Zahra: sebenernya cempaka GK jahat cuma sepertinya dia TDK terima kalau cintanya slama ini sia sia. dia kesepian karna itu dia menginginkan Radit yg notabennya anak Harun kekasihnya dgn bgtu dia pikir bisa mengobati rasa dkt hatinya pda harun
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓰𝓪𝓴𝓪𝓴 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓹𝓸𝓵𝓲𝓼𝓲 𝓼𝔂𝓸𝓴 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓒𝓮𝓶𝓹𝓪𝓴𝓪🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓲𝓷𝓲 𝓹𝓸𝓵𝓲𝓼𝓲 𝓴𝓮𝓶𝓪𝓷𝓪 𝔂𝓪🤔🤔🤔🤔🤔
Anisa Zahra: kemana mna hatinya senang nnti jadi pahlawan kesiangn
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓰𝓮𝓻𝓲 𝓪𝓷𝓭 𝓼𝓮𝓻𝓮𝓶😱😱😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!