Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?
Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.
Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.
Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.
Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.
Baca yuk kisah selanj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan baru
Hari-hari telah berlalu sejak kepergian Keira, kini Sahira tinggal seorang diri menikmati keindahan danau yang berada di dekat rumahnya. Biasanya Sahira selalu kesana dengan Keira dan sama-sama bercerita mengenai indahnya danau itu.
Sahira membawa serta boneka yang diberikan Keira padanya waktu itu, ia memeluk boneka itu dengan penuh kasih sayang sembari berharap kalau Keira ada disisinya saat ini. Sahira sangat merindukan sosok Keira gadis kecil yang sudah lama bersahabat dengannya, namun ia tak bisa berkabar dengan Keira karena tak memiliki alat komunikasi.
Disaat ia tengah asyik melamun sembari memeluk boneka, tiba-tiba saja datang seorang anak lelaki dan kemudian duduk di samping Sahira sambil membawa bola plastik di tangannya.
"Sahira, main bola yuk di lapangan! Lu kan jago tuh nendang bolanya, ayo kita main lawan tim kampung sebelah yang songong itu! Gue yakin kalo ada lu pasti tim kita menang, daripada lu diem-diem disini aja ya kan?" ucap anak itu.
"Maaf Boy! Aku lagi gak mood buat main gituan, kamu sendiri aja sana!" ucap Sahira menolak.
"Yah lu kenapa sih Sahira? Gak asik tau, ayolah kita main supaya bisa menang! Kalo cuma meluk boneka sambil ngeliatin danau, apa serunya coba? Mending kita main bola yang kalah traktir mountea!" ucap anak bernama Boy masih berupaya membujuk Sahira untuk bermain bersamanya.
"Haish, kamu gak paham bahasa indo ya? Aku kan udah bilang, aku lagi gak mood main sepakbola! Lagian aku ini cewek, ngapain aku main permainan anak laki?" ucap Sahira emosi.
"Yeh kalem dong! Kalo gak mau yaudah, gue ajak anak lain aja buat main! Tapi, jangan nyesel ya kalo gak kebagian mountea rasa anggur nya!" ucap Boy.
Sahira hanya diam tak perduli. Menurutnya, sekarang ini ia sedang malas melakukan apapun jika tidak ada Keira di dekatnya. Sahira pun menatap langit lalu berdoa pada Tuhan untuk kesembuhan Keira alias sahabatnya itu, walau ia tak tahu apa penyakit yang sedang diderita Keira sekarang ini.
"Ya Allah, sembuhkan lah sakit yang diderita Keira! Aku mohon padamu ya Allah, aku pengen ketemu lagi sama Keira! Tolong sembuhkan Keira ya Allah, biar supaya Keira bisa datang kesini lagi dan main sama aku kayak dulu!" ucap Sahira berdoa.
Tak disangka, rupanya perkataan Sahira itu didengar dan disaksikan oleh Jordan sang abang yang mengintip dari balik pohon besar. Jordan pun merasa kasihan dan sedih sekali melihat adiknya tengah merindukan Keira, ia tak tahu harus bagaimana caranya untuk menghibur Sahira.
"Kasihan Sahira, dia kangen banget sama temannya itu! Andai aja gue bisa lakuin sesuatu yang bikin dia gak sedih lagi, tapi apa ya?" gumam Jordan.
•
•
10 tahun kemudian....
Satu dekade telah terlewati oleh Sahira, ia kini juga sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan berpenampilan menarik. Sahira masih tinggal bersama abangnya yang sudah menikah itu, ya ia memang tak ada pilihan lain selain ikut dengan sang abang walau ia sedikit merasa malu.
Saat ini Sahira remaja sudah bersiap memakai seragam sekolah dan akan pergi ke sekolahnya di pagi hari yang cerah ini, ya Sahira sekarang sudah duduk di bangku kelas dua SMA.
TOK TOK TOK...
Disaat Sahira sedang berdiri di depan cermin, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintunya.
"Sahira, ini kakak!" ucap seseorang dari luar.
Mendengar suara itu, Sahira pun tahu kalau yang datang adalah kakak iparnya alias sang istri dari Jordan selaku abangnya itu. Ya sebut saja nama kakak ipar Sahira adalah, Nur.
"Iya kak, sebentar!" balas Sahira sedikit berteriak sembari mengencangkan dasinya.
Sahira pun mengambil tas serta jaketnya, lalu melangkah menuju pintu untuk menemui Nur si kakak iparnya.
Ceklek...
"Eh kak Nur, ada apa?" tanya Sahira sembari menutup dan mengunci pintu rapat-rapat.
"Kamu udah siap?" ucap Nur bertanya.
"Udah kok, ini aku langsung mau berangkat ke sekolah, kak. Emangnya kenapa?" ucap Sahira masih kebingungan.
"Bagus deh! Aku pikir kamu masih tidur, abisnya kamu gak ada suaranya sih! Yaudah, yuk sekarang ikut kakak ke bawah! Kita sarapan bareng-bareng sama abang kamu juga," ucap Nur.
"Eee i-i-iya kak," ucap Sahira tersenyum.
Nur langsung menggandeng lengan adik iparnya itu, ya Nur memang sosok wanita yang baik hati dan tak masalah jika harus tinggal bersama Sahira, justru ia senang dapat memiliki teman disana selagi ia belum bisa mengandung anak.
Rumah Sahira dan Jordan pun kini telah sedikit lebih bagus dari sebelumnya, ya itu semua berkat kinerja dari Jordan yang pantang menyerah dan terus berusaha untuk menghidupi keluarganya, akhirnya Jordan berhasil membeli rumah baru yang lumayan bagus dan bisa untuk mereka tinggali.
"Good morning, bang Jordan!" ucap Sahira menyapa abangnya yang sedang sarapan di meja makan.
"Eh kamu, morning too Sahira! Semangat ya mau sekolah, gak boleh lemas! Ingat loh, kamu ini dapat beasiswa dan jangan sampai kamu sia-siakan!" ucap Jordan menasehati adiknya.
"Iya bang, aku tahu kok. Ini juga aku semangat, buktinya tadi aja aku bangun lebih pagi dari biasanya loh bang!" ucap Sahira membanggakan dirinya.
"Hahaha, baguslah! Udah sini makan!" ujar Jordan.
"Iya bang," ucap Sahira sambil tersenyum.
Sahira langsung duduk di kursi yang masih kosong, sedangkan Nur terlihat pergi ke dapur sejenak mengambil gelas kosong satu lagi untuk ia isi air putih dan diberikan pada suaminya.
"Ini mas, minum kamu! Maaf, tadi aku lupa kasih kamu minum karena buru-buru ke kamar Sahira buat ngecek dia udah bangun apa belum!" ucap Nur.
"Iya, gapapa sayang. Makasih ya! Oh ya, aku juga seneng kamu mau perduli sama adik aku! Sejak dulu Sahira itu jarang dapat perhatian, semoga dengan adanya kamu bisa bikin Sahira lebih senang dan gak sedih-sedih terus!" ucap Jordan tersenyum.
"Iya bang, tapi harusnya kak Nur gak perlu deh pake begitu segala ke aku!" ucap Sahira.
"Loh, kenapa Sahira?" tanya Nur terheran-heran.
"Eee aku gak enak aja, kak. Soalnya kak Nur itu kan istrinya bang Jordan dan kak Nur harus ngurusin bang Jordan, bukan aku!" jawab Sahira.
"Hahaha, gapapa lah Sahira. Aku juga senang kok bisa punya adik, dari kecil aku kepengen banget punya adik cewek kayak kamu! Nah makanya sekarang aku senang banget!" ucap Nur.
"Iya Sahira, udah gausah canggung gitu! Kalian kan udah kenal lumayan lama!" ujar Jordan.
"Eee yaudah deh kak, makasih ya!" ucap Sahira.
"Sama-sama, udah yuk kita makan!" ucap Nur.
Nur mengambil piring kosong dan menuangkan nasi serta lauk ke dalam sana, ia menyerahkan itu pada Sahira dan tak lupa juga ia memberikan gelas berisi air putih pada gadis itu.
"Duh kak, pake diambilin segala! Aku jadi makin gak enak deh rasanya," ujar Sahira malu-malu.
"Hehe, santai aja Sahira!" ucap Nur tersenyum.
Jordan pun senang melihat istri dan adiknya itu akur, ia juga bangga pada Nur karena memiliki sifat penyayang yang bisa membuat Sahira nyaman.
...~Bersambung...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cantik
jd sah.. 🤣🤣
penjahit cantik mampir
semangat!
mampir juga yaa