Masih dalam area bacaan 25 tahun ke atas.
Apa yang terjadi ketika masa pubermu datang, dimana secara psycologi kamu masih labil.
itulah yang dialami seorang pemuda, ketika dalam mencari jati diri, Barno hanyut dalam lingkungan kehidupan yang mengarahkan nya ke petualangan cinta, yang di penuhi gejolak batin.
Dua wanita yang termasuk sepupunya sendiri, Ia terjebak dalam perasaan.
**************
Barno hanya diam, bingung mau menjawab apa. Ia tidak menyangka kalau Suhut akan menagih janjinya beberapa hari yang lalu. Semua itu berawal dari kekesalannya akibat ejekan temannya itu, yang menyatakan kalau dirinya adalah pria cupu dalam hal bergaul dengan wanita.
"Hei, gimana? Kau bilang sudah punya pasangan bebas kemarin. Jadi nggak kita tukar pasangannya," tanya Suhut dengan bibir menukik kebawah, memancarkan sebuah ejekan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uncle Jo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
💓💓💓💓💓💓💓💓
Setelah gadis itu selesai mengikat tali sepatunya, Barno kembali bersikap seperti semula, menjaga imagenya agar tidak terlihat seperti pria hidung belang, melainkan terlihat sebagai pria sopan, lugu dan berkarakter.
"Hai, ternyata kalian berdua sudah bertemu?" sapa seseorang yang tiba-tiba muncul berjalan ke arah mereka.
Barno langsung menoleh ke arah suara tersebut, yang ternyata adalah Suhut, lalu kembali menoleh ke arah gadis yang ada di sampingnya. Melihat Gadis itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Suhut. Barno sangat tidak menyangka kalau gadis cantik yang berdiri di sampingnya adalah kenalan Suhut, pemuda yang membuatnya jengkel beberapa hari ini, walau sebenarnya ia memprediksinya, tapi kenyataan itu masih terasa pahit untuk diakui.
"Kamu kenal dia?" tanya gadis tersebut menunjuk ke Barno.
"Dia adalah teman yang akan kita temui hari ini," jawab Suhut, dan tangannya merangkul bahu Barno.
"Hai, namaku Barno Gorandon Sahuta." Barno langsung memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panjangnya.
"Ya, Tuhan. Jadi, itu kamu! Kenalin namaku Erna, panjangnya Erna aja," ujar gadis itu memperkenalkan diri dengan berseloroh.
Barno senyum tersipu malu. Dalam hati ia begitu iri mengetahui jika Suhut bisa mendapatkan gadis secantik dan se-monstok Erna.
"Mana temanmu?" tanya Suhut tiba-tiba.
Bersamaan itu Liana muncul menyapa mereka, membuat Barno senang karena tidak perlu lagi mencari sebuah alasan untuk menjawab pertanyaan Suhut. Walau tadi ia sempat sedikit ketakutan kalau sepupunya tidak jadi datang.
Akan tetapi, kini saat melihat tatapan Suhut yang begitu terpesona kepada Liana menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi Barno, walaupun sebenarnya sepupunya bukanlah padangan bebasnya, seperti yang diakuinya kepada Suhut.
Setelah Liana dan Erna saling memperkenalkan diri masing-masing. Mereka kemudian masuk kedalam sebuah cafe, lalu membuat pesanan. Mereka kemudian pun duduk satu meja sambil bercengkrama.
Di antara ke empat pemuda tersebut, Barno menjadi bahan obrolan Liana dan Suhut. Tentu saja hal tersebut membuat Barno sedikit kesal, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa sabar dan tersenyum. Namun, terlepas dari semua ledekan yang diucapkan Suhut dan Liana tentang dirinya. Erna yang dari tadi hanya diam, telah menaruh simpati kepadanya, karena menurut gadis tersebut Barno orangnya baik, lugu dan penyabar.
Beberapa saat kemudian pesanan mereka pun datang. Penuh ceria mereka berempat melahap habis makanan mereka.
"Aku mau ke toilet dulu, ya," ucap Liana pamitan setelah menyelesaikan makannya.
"Tunggu! Aku mau ikut." Erna berdiri dan menyusul gadis tersebut.
Barno menatap kedua gadis tersebut sambil berkata, "Erna bukan hanya cantik saja, tapi juga ramah."
"Bukan kau saja yang ngomong kayak gitu. Banyak orang yang berpikiran sama jika sudah mengenalnya," sahut Suhut dengan tatapan licik.
"Ngomong-ngomong, apa benar dia pasangan kencan bebasmu? Padahal dia terlihat imut dan polos," ujar Barno penuh selidik. Karena menurutnya Erna terlalu cantik untuk dijadikan sebagai pasangan bebas saja, walau ia sadar sekaliber apa Suhut di lingkaran para wanita.
"Kau pikir seorang gadis yang suka kebebasan, akan bertingkah liar di depan umum seperti seorang pelacur. Kau kira dia akan selalu membentangkan kakinya ke semua laki-laki?"
"Bukan begitu maksudku! Aku hanya penasaran saja, bagaimana kau bisa menjadi pasangannya?"
Suhut tersenyum penuh curiga dengan pertanyaan yang diajukan Barno, tapi ia menemukan sebuah kunci agar bisa bersama Liana, ia pun tertawa kecil.
"Bagaimana mungkin aku mengungkapkan rahasiaku sama kau," ujar Suhut sambil meneguk minumannya.
"Ayolah…. Jangan pelit seperti itu sama kawan sendiri. Apa rahasiamu?" bujuk Barno semakin penasaran tentang jurus jitu yang digunakan Suhut, sehingga pemuda itu dengan mudah mendapatkan pasangan bebas secantik Erna.
Senyum simpul menghias di wajah Suhut, karena Barno sudah terlihat sangat ingin mendapatkan Erna sebagai pasangannya.
"Oke. Tapi kau juga harus membantuku untuk mendapatkan Liana."
"Setuju." Tanpa pikir panjang Barno langsung menyetujui permintaan Suhut.
💓💓💓💓💓💓💓💓
*Argon* , kurus panjang, susan 🙏🙏🙏