Nama nya Vidya, ia salah satu anak cerdas namun terasingkan oleh keluarga nya sendiri.
Dengan sikap acuh sang ibu, kakak yang selalu membully nya entah itu di rumah atau pun di sekolah.
Terlebih lagi sang ayah yang sibuk bekerja dan hanya mementingkan Lidya dan sang kakak nya saja.
Iya Vidya itu merupakan anak bungsu di dalam keluarga Luke. Tapi di keluarga tersebut bagaikan yang anak bungsu itu adalah Lidya.
Walaupun sikap keluarga nya seperti itu tapi Vidya tak pernah sekali pun membenci mereka karena bagi Vidya tanpa mereka ia tak bisa ada di dunia ini.
Vidya hanya bisa berdoa dan berusaha agar suatu saat nanti ia dapat terlihat di mata sang ayah dan ibu nya.
Di dalam rumah tersebut hanya 2 pembantu nya yang menyayangi Vidya selama ini hingga sekarang ia bertumbuh menjadi gadis cantik yang duduk di sekolah menengah atas.
Vidya hanya mempunyai 1 orang sahabat di sekolah nya yaitu Airin, orang yang selalu membela nya dikala ia di bully.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Same
"Sekali gak tetap gak" ucap Rhaka menegaskan.
"Pelit loe bang, gak asik ah" ucap nya berlalu.
Nama nya Same Anderson, berumur 26 tahun. Suka gonta-ganti pacar karena pernah di kecewakan ketika ia setia, Sifat nya yang jago menggombal membuat ia sangat mudah untuk mendapatkan perempuan mana pun. Tapi dengan sifat nya yang seperti itu ia tak pernah sekali pun berani menyentuh perempuan untuk berhubungan s*x.
Same pun mendekati Vi, dimana ia duduk menunggu Rhaka .
"Heh loe, siapa nya bang Rhaka ya" ucap nya basa-basi.
"Bang Rhaka yang mana ya pak dokter" jawab nya ketika melihat same yang menggunakan jas dokter nya yang berwarna putih dan stetoskop yang menggantung di leher nya.
"Noh" tunjuk nya pada Rhaka yang kebetulan sedang ke arah nya, yang mungkin juga sudah selesai mengambil obat nya.
"Owh kak Rhaka ya, dia itu orang yang menolong aku pak" menjeda
"Pada saat di jalan, barusan itu" lanjut nya.
"Masa sih" ucap nya pura-pura tak tahu.
"Iya pak, kak Rhaka baik banget deh. Sampe bela-belain bawa aku berobat padahal kan bukan kak Rhaka juga yang udah nabrak aku" ucap nya panjang lebar.
"Dan kita pun tak saling kenal loh pak, antara aku sama kak Rhaka".
" Ternyata ini bocil, kalau udah ngomong gak berhenti juga, eh tapi kalau di liat-liat lucu juga sih mana cantik lagi. Kalau di jodohin sama adik nya pasti cocok tuh" berucap dalam hati.
"Nama kamu siapa? " tanya same yang sangat penasaran dengan bocil yang ada di samping nya.
"Ngomong apa kamu Same " ucap Rhaka yang tiba-tiba sudah berada di hadapan mereka.
"Cuma nanya nama doang, elah bang. Lagian loe pelit banget tadi gak mau kasih tau gue" ucap same yang terlalu blak-blakan.
"Di larang kepo, buaya darat cap kadal buntung macam kamu itu" ucap nya memperjelas.
" Udah yuk Vi, aku antar kamu pulang. Biar nanti motor nya di antar sama sopirku yang di rumah " .
"Yuk kak" ucap nya sembari berdiri dan kembali di papah ketika ingin berjalan. Karena tadi kata dokter luka dalam cukup parah, seperti salah satu nya patah tulang.
"Duluan ya pak dokter" pamit nya sopan kepada dokter yang baru di kenal nya barusan.
Vidya pun tak tahu nama dokter tersebut. Yang ia tahu ketika Rhaka menyebutkan nama Same itu pun kalau tidak salah dengar telinga nya.
"Iya hati-hati ya" sekedar ucapan itu karena Same tak tahu nama bocil tersebut.
...****************...
"Ini mau jalan nya kemana Vi? " saat sudah di jalan hendak mengantarkan Vidya pulang ke rumah nya.
"Jalan lurus aja kak, perumahan yang di depan itu no. 17 A" ucap nya memberi arahan.
"Loh kamu tinggal di perumahan ini ya" ucap nya sedikit terkejut. Sedangkan yang tinggal di situ kebanyakan seorang pengusaha.
"Apa Vidya juga anak seorang pengusaha ya, tapi kok nama belakang nya tidak ada marga dan ia pun hanya sekedar naik motor seperti itu. Tak tahu juga lah, ngapain juga aku jadi kepo macam Same" berucap di dalam hati.
"Iya kak, aku salah satu anak pekerja di rumah itu" alasan yang selalu sama di saat ada yang menanyakan nya.
"Owh gitu toh, pantas" ucap nya terjeda.
"Pantas kenapa ya kak" ucap Vidya menanyakan nya.
"Owh gak apa kok".
Dan setelah itu pun mereka kembali terdiam lagi. Tak sampai 5 menit pun akhirnya Rhaka berhasil menemukan rumah yang di maksud dengan bantuan arahan dari Vidya.
"Ini rumah nya Vi" tanya Rhaka.
"Iya kak, tapi maaf Vidya gak bisa ajak atau nawarin kakak mampir ya. Takut di marahin sama yang punya rumah" ucap nya menundukkan kepala tak enak sambil menautkan jari-jemari nya.
"Iya gak apa kok, santai aja. Kak Rhaka pun paham kok posisi kamu di sini" ucap nya mengerti akan kondisi Vidya.
"Sekali lagi makasih banget buat pertolongan kak Rhaka hari ini ya"
"InsyaAllah kapan-kapan Vidya akan membalas nya" ucap nya sebelum keluar dari mobil.
"Dan untuk masalah biaya ke klinik, Vidya akan berusaha mengganti nya"
"Santai saja tak usah kamu pikirkan, semoga luka kamu cepat sembuh ya"
"Oh iya, ini obat kamu dan ini juga kartu nama kakak. Kalau butuh bantuan kamu bisa menghubungi nomor yang ada di kartu nama itu" ucap nya sembari memberikan nya.
Vidya pun menerima nya dan langsung menyimpan di saku seragam sekolah nya.
"Yaudah kalau gitu Vidya masuk dulu ya, kak Rhaka hati-hati di jalan ya".
"Sekali lagi Vidya sangat berterima kasih banget buat kak Rhaka"
"Assalamu'alaikum" ucap nya lalu berjalan masuk membuka pagar rumah nya.
"Waalaikumsalam" jawab Rhaka setelah melihat Vidya tak terlihat lagi.
Setelah itu Rhaka pun segera menancap gas nya untuk segera pulang ke rumah nya.
Setelah masuk ke dalam rumah, Vidya pun sudah di sambut oleh sang ibu dan Lidya yang menatap nya sinis.
"Dari mana aja loe " tanya Lidya tak merasa bersalah sedikit pun.
"Keluyuran sampai sore gini, terus itu di antar siapa? "
"Motor loe juga mana? " Vidya pun di todong banyak pertanyaan oleh sang kakak Lidya. Seperti seorang tersangka pencurian, ia hanya bisa diam.
"Punya mulut kan loe, jawab kalau gue tanya" sewot nya. Sedangkan sang ibu yang melihat seperti biasa nya tak ada tanggapan atau pun membela Vidya sama sekali. Sang ibu hanya menonton, seolah di depan nya sedang ada drama sinetron ikan terbang.
Mau tak mau Vidya pun berusaha menjawab walaupun takut dengan tatapan mata sang kakak.
"Tadi Vidya kecelakaan kak di jalan yang lampu merah itu, terus yang barusan itu yang nolongin Vidya karena yang nabrak kabur" ucap nya mencoba melihat sang kakak tapi tak lama kemudian ia pun kembali menunduk.
"Halah itu mah alasan loe doang, bilang aja yang tadi itu om-om loe kan" tuduh nya sungguh kejam.
"Astaghfirullah kak, aku sama sekali gak pernah jalan sama yang nama nya om-om " jelas nya.
"Sudah lah Li, lebih baik kita makan saja yuk. Lagian ini juga sudah sore" ucap sang ibu yang sudah mulai bosan melihat nya.
"Ayo bu, Lidya juga kebetulan lapar nih" ucap Lidya menimpali ucapan sang ibu.
"Mending loe buruan ke atas, mandi abis itu bantuin bi Yuna di dapur. Siapin buat makan malam kita" suruh nya kepada Vidya.
"Iya kak".
Lidya dan sang ibu pun akhirnya pergi berlalu menuju ke arah dapur untuk makan lebih awal karena sudah merasa lapar.
semangat thor 💞
sehingga dia kayak orang hilang ingatan
sampai tidak tau orang di mimpinya
smg cepat mengingat kembali.
sepertinya Vidya bukan saudara kandung lydia, makanya si vydia, mendapatkn perlakuan yang berbeda.
gk bs dbayangkn klo aku berada di posisi vidya, smoga vidya bs menemukan kebahagiaan
Kakak nya gitu astaga pelan dikit ketuk pintunya
Entah masalalu apa yang membuatnya dikucilkan oleh keluarganya ..