NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.

Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.

Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

keyla mengangguk kikuk sembari menatap Dion.

Meski merasa canggung dan malu pada Dion, namun Keyla tetap menuruti permintaan Naura dan Leo untuk tidur bersama.

Tempat tidur berukuran king size itu terlihat sempit di tempati oleh 4 orang. Suasana seketika hening setelah Naura dan Leo mulai memejamkan mata. Meninggalkan Dion dan Keyla yang tidak bisa memejamkan mata, sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Beberapa saat saling diam, Keyla perlahan beranjak dari ranjang. Dia yang akan mengalah untuk keluar dari kamar itu daripada harus tidur satu ranjang dengan Dion. Tak hanya canggung, Keyla merasa tidak sepantasnya dia dan Dion berada di atas ranjang yang sama meski mereka tidak berdua.

"Aku akan tidur di kamar Naura." Ujar Keyla memberi tau. Dion memang tidak menatap ke arahnya karna posisinya membelakangi, tapi Keyla tau Dion belum tidur.

Dion menoleh, setelah itu ikut beranjak dari ranjang.

"Tidak perlu, aku akan pulang sekarang." Katanya lirih.

"Sebaiknya kamu temani mereka." Dion mencium kening Leo sekilas, kemudian keluar dari kamar begitu saja.

Keyla hanya menarik nafas dalam. Sikap dingin Dion selalu membuat Keyla merasa harus lebih sabar lagi. Karna bukan hanya 1 atau 2 tahun ke depan dia akan berurusan dengan Dion, melainkan untuk seterusnya karna akan merawat dan membesarkan Leo bersama-sama.

"Pah,,, Papa,,," Tiba-tiba Leo merengek. Dia bangun dan menatap ke sekelilingnya mencari keberadaan Dion yang tidak ada lagi di sampingnya.

"Sayang,,," Keyla langsung menghampiri Leo, mengarahkan Leo untuk berbaring lagi.

"Ayo tidur lagi, Papa sedang di kamar mandi." Bohong Keyla.

"Panggil Papa, Leo mau tidur sama Papa lagi." Pinta Leo. Dia menatap ke arah pintu kamar mandi.

Permintaan Leo membuat Keyla kebingungan, tidak tau harus bagaimana lagi membujuk Leo agar mau tidur tanpa menanyakan Dion. Keyla juga tidak mungkin memanggil Dion untuk kembali, laki-laki itu pasti sudah keluar dari rumah Celina.

"Iya,, tunggu sebentar ya, nanti Papa tidur lagi disini. Leo tidur dulu saja." Bujuk Keyla lembut. Leo menolak dengan gelengan kepala.

Tiba-tiba bangun dan turun dari ranjang.

"Leo mau panggil Papa." Katanya sambil berjalan cepat menuju kamar mandi. Saat itu juga Keyla terlihat panik. Dia ikut turun dan menghalangi Leo agar tidak membuka pintu kamar mandi, sayangnya Leo tetap memaksa dan membuat kamar menjadi gaduh. Sedangkan Naura tengah tertidur pulas, pada akhirnya Keyla langsung mengajak Leo keluar agar tidak mengganggu membangunkan Naura.

Tapi saat di bawa keluar kamar, Leo malah semakin merengek dan menangis. Berulang kali memanggil Dion.

"Oke,, Oke,,, kita ke Papa sekarang."

Keyla menyerah, dia tidak punya pilihan lain untuk memanggil Dion kembali ke rumah Celina. Tapi sebelum menghubungi Dion, Keyla berjalan keluar rumah untuk memastikan Dion sudah pergi atau masih berada di luar.

"Itu Papa,,,!" Seru Leo. Telunjuknya mengarah pada mobil Dion yang masih terparkir di halaman rumah Celina.

Keyla bernafas lega, setidaknya dia tidak perlu menghubungi Dion untuk kembali lagi.

"Ayo Mama,, panggil Papa,," Rengek Leo.

"Iya sayang, kita ke Papa dulu." Keyla berjalan cepat menghampiri mobil Dion. Rupanya si pemilik mobil sedang bicara lewat telfon, terlihat serius sampai tidak memperhatikan keluar.

"Papa,,,!" Leo berteriak sambil menggedor kaca mobil. Keyla menghentikan gerakan tangan Leo, takut suara gedoran tangan Leo menggangu Dion yang sedang menelfon.

Dion menoleh, tampak bingung melihat Leo dan Keyla ada di luar.

"Nanti aku telfon lagi." Ucap Dion, setelah itu mematikan telfonnya dan menurunkan kaca mobil.

"Leo kenapa bangun.?" Tanyanya. Dio fokus menatap Leo.

"Leo mau tidur sama Papa, Papa tidak boleh pulang." Leo merengek. Tangannya menarik pergelangan Dion. Meminta sang Papa untuk turun dari mobil dan kembali ke kamarnya.

"Aku sudah berusaha bujuk Leo, tapi dia malah menangis." Jelas Keyla saat Dion beralih menatap ke arahnya seakan meminta penjelasan. Keyla tidak mau Dion berfikir kalau dia yang telah membangunkan Leo.

"Iya, Papa akan tidur sama Leo." Dion membuka pintu, turun dari mobil dan mengambil Leo dari gendongan Keyla.

Mereka bertiga kembali masuk kedalam, pada akhirnya tidur berempat di kamar itu. Keyla juga tidak jadi pindah ke kamar Naura karna Leo tak kunjung tidur sampai akhirnya Keyla yang lebih dulu terlelap.

...*****...

Keyla masuk kedalam ruangan Dion begitu sampai di kantor. Hari ini tidak ada acara terlambat lagi karna Leo sudah mau di urus oleh pekerja rumah. Di tambah semalam tidur dengan Papanya, jadi begitu bangun langsung terlihat happy melihat Papa dan Mamanya.

"Ya masuk,,," Seru Keyla. Dia menjawab suara ketukan pintu dari luar.

"Selamat pagi Keyla cantik." Jonathan langsung tebar pesona begitu membuka pintu. Senyumnya mereka menatap wajah segar Keyla di pagi hari.

Menutup pintu dan menghampiri Keyla yang hanya menanggapi dengan senyuman, Jonathan duduk didepan meja kerja Keyla.

"Ini berkas kemarin, tolong kamu cek ulang ya." Ujar Jonathan sembari menyodorkan berkas di atas meja.

"Baik Pak Jojo," Jawab Keyla.

"Pak Jojo.?" Dahi Jonathan berkerut. Terlihat tidak nyaman di panggil Jojo oleh Keyla.

"Kenapa Pak.? Ada yang salah.?" Keyla tampak kebingungan.

"Aku jadi merasa sangat tua di panggil seperti itu." Protesnya.

"Jangan panggil Pak lagi, jangan juga panggil Jojo."

"Panggil Joe saja. J - O - E,, Joe." Jonathan sampai harus mengeja namanya.

"Sesuai sama umur dan wajahku yang tampan." Jelasnya dengan memuji diri sendiri.

Keyla sampai terkekeh kecil, merasa lucu dengan sikap Jonathan.

"Ekhem..!"

Suara deheman itu membuat Jonathan dan Keyla menoleh bersamaan ke sumber suara.

Kedatangan Dion di ruangan itu seketika membuat suasana terasa dingin. Jonathan bahkan langsung beranjak dari duduknya, menyengir kuda pada Dion.

"Pagi boss,," Ucap Jonathan dengan candaan.

Dia berjalan santai ke arah Dion, memberikan tepukan di bahu Dion sebelum keluar dari ruangan.

"Tidak ada niatan pindahin Keyla ke ruanganku.?" Ujar Jonathan berbisik. Dion langsung menepis tangan Jonathan dari bahunya, tak lupa memberikan lirikan sinis.

"Kerja yang benar.!" Tegur Dion. Dia berjalan ke meja kerjanya dan duduk di sana. Ekspresi wajah datar dan sikap dinginnya membuat Jonathan menggelengkan kepala.

Hal itu menambah kecurigaan Jonathan pada Dion akan hubungannya dengan Keyla. Karna Dion terlihat tidak suka melihat dia berduaan dengan Keyla di dalam ruangan itu.

Keyla menundukkan pandangan dan pura-pura sibuk dengan berkas di atas mejanya saya pandangan matanya beradu dengan Dion. Tatapan tajam Dion membuat bulu kuduknya meremang.

Tadi pagi saat sarapan bersama, sikapnya tidak sedingin dan semenyeramkan itu.

Entah kenapa sikap Dion di kantor berkali-kali lipat lebih menguras kesabaran ketimbang saat berada di luar kantor.

"Buatkan aku teh.!" Seru Dion.

"Hah.?" Ujar Keyla. Antara kaget dan bingung.

"Sejak kapan pendengaran kamu bermasalah.?" Meski nada bicaranya datar, tapi tetap saja terdengar menyindir sinis.

"I,,iya aku dengar." Keyla bangun dari duduknya. Dia buru-buru keluar dari ruangan tanpa berani menatap ke arah Dion. Bulan hanya tidak berani, Keyla malas kalau harus menikah ekspresi wajah Dion yang pasti sangat menyebalkan.

"Ini tehnya,," Keyla meletakkan teh hangat di atas meja kerja Dion. Mantan suaminya itu hanya melirik sekilas, setelah itu kembali fokus pada layar di depannya.

Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Dion.

"Terimakasih,, Sama-sama,,," Gumam Keyla lirih sembari berjalan ke meja kerjanya.

Karna Dion tidak mengatakan apapun, jadi Keyla berinisiatif mengatakan terimakasih pada dirinya sendiri.

Ternyata ucapan Keyla di dengar oleh Dion. Laki-laki itu kembali melirik Keyla, tapi dengan tatapan yang berbeda. Tidak lagi sinis seperti tadi.

1
ayu cantik
suka
antha mom
happy ending
Gintania nia
bagus
Anonymous
ini cerita nya kaya loncat loncat apa ada bab yg udh di hps sama outhor
Rahmi Mamimima
pantes aja william se marah itu
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat
irma hidayat
ternyata Dion nyelup perempuan lain
Kostum Unik
Knp ya Keyla ini kok lembek bgt. Dion jg pedes bgt kata2 nya serasa yg paling tersakiti.
Kostum Unik
Bego ahhh Keyla
Linda Antikasari
Luar biasa
Atisa
Buruk
tuti sriyono
Luar biasa
crmell
baguss menn ceritaneee😍😍
CANTIKA
bagus banget loh ceritanya,Dion sm Keyla itu ngegemesin😘😘
CANTIKA
wahhh ternyata udh tamat, Alhamdulillah happy ending, makasih Thor😘
CANTIKA
Erik bukan suaminya bulan kan?
CANTIKA
coba pukul pke stik golf kali aj bisa bangun kek dokter yg disana🤣🤣🤣
CANTIKA
astaga....cidera tulang mungkin,ups bertulang ga sih???🤣😅
CANTIKA
bangun tuh pasti😳😇
CANTIKA
serah Lo lah bang,klo cinta jgn gengsi.tar nyesel diambil org
CANTIKA
paling tanya sm vano
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!