Al tak pernah mengira pertemuan nya dengan Chelsea, gadis kecil yang duduk di sebelahnya saat di pesawat berbuntut panjang. Gadis kecil itu sepertinya hantu yang terus saja mengikutinya.
Chelsea jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria kaku, dingin dan dewasa. Entahlah daya tarik apa yang dia miliki, yang pasti Chelsea menyukainya.
Pertemuan demi pertemuan tak sengaja terjadi, namun Al justru menuduhnya sengaja membuntuti pria itu, hingga sebuah insiden yang mengharuskan mereka menikah.
Penasaran? ikutin kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis kecil
Al kembali ke Apartemen nya. Di sepanjang jalan pulang dia terus memikirkan yang baru saja terjadi. Sebenarnya hatinya sangat ingin kembali berkumpul dengan keluarga besarnya, mama, Papa dan juga nenek. Tapi rasa ego dan harga diri membuatnya menekan semua kerinduannya itu dalam dalam dan menyimpannya di dasar hatinya.
Al mengganti pakaiannya dengan pakaian formal dan bersiap untuk meeting, dia sudah mencetak kembali file yang telah hilang di dalam kopernya yang tertukar.
Al akhirnya bertemu dengan kliennya, pertemuan ini berjalan sedikit alot, hingga memakan waktu sampai lebih dari dua jam.
Pukul sembilan malam Al bersiap keluar dari lobi hotel tempat dia melakukan meeting.
Dia memesan taksi dan bersiap kembali ke apartemen nya, Al ingin segera tidur. Hati dan tubuhnya lelah, semua yang terjadi tidak hanya menguras tenaga tapi juga hati dan pikirannya.
"Mama.." lirihnya tanpa sadar.
Al memberhentikan taksi di depan mall, dia turun dan berjalan masuk. Al ingin membeli perlengkapannya yang terbawa di dalam kopernya yang tertukar.
Al sudah membeli beberapa kemeja, pakaian dalam dan dia berjalan menuju toko yang menjual dasi. Tanpa sengaja dia menabrak, tepatnya dia yang di tabrak. Seketika belanjaannya terjatuh, begitu juga dengan seseorang yang menabraknya juga terjatuh.
"Heh, kalau jalan pake mata donk!" terdengar suara gadis itu memarahinya.
Al memungut belanjaannya, hari ini dia malas berdebat, suasana hatinya lagi tidak baik.
"Heh! terdengar gadis itu membentak.
"Lo budek ya! Dasar....." ucapannya terhenti saat Al mengangkat wajahnya, Chelsea tertegun cowok itu kini berada di hadapannya.
"Hei, anak kecil, kalau jalan lihat yang benar jangan pecicilan." setelah bicara Al pergi, dia belum menyadari jika gadis di hadapannya itulah adalah gadis yang sama dengan yang dia temui di pesawat.
Dandanan Chelsea berubah, dia terlihat modis dengan tatanan rambut dan pakaiannya. tidak seperti di pesawat dia hanya mengikat asal rambutnya tanpa riasan sama sekali.
Al meninggalkan nya, dia malas berdebat, Al ingin segera sampai di apartemen nya dan tidur.
"Lo nggak apa apa?" Ririn mengguncang baju sahabatnya yang bengong memandang kepergian pria yang sempat mengatai mereka.
"Eh..." Chelsea tersadar.
*Lo pegang ini, bentar!"Chelsea berlari mengejar Al yang sudah jauh, namun tidak sulit baginya karena dia menggunakan sneekers.
"Om, tunggu!" panggil Chelsea
Namun yang di panggil terus melangkah. "Om Gibran tunggu," panggilnya dengan sedikit keras. Bahkan beberapa orang yang ada di sekitarnya sempat menoleh kearahnya, namun Chelsea tak perduli.
Merasa namanya di panggil, Al menoleh, disaat yang sama Chelsea sudah berada di depannya. Al mengerutkan keningnya, sepertinya dia pernah melihat gadis kecil ini, tapi dimana? belum sempat dia mengingatnya gadis kecil itu justru menyebutkan sesuatu yang membuatnya langsung mengingat sesuatu.
"Mana koperku?"
Oh jadi ini gadis kecil itu, tapi dia terlihat berbeda, Al menatapnya dari atas ke bawah.
"Om, jangan macam-macam ini tempat umum!" tegas Chelsea.
what! dia bilang apa? jangan macam macam, apa dia pikir aku mau...argh...gadis aneh.
"Hei anak kecil, jaga bicaramu. Siapa yang mau macam macam, bukankah kamu yang memaksa masuk ke dalam taksi milikku, justru aku yang dirugikan, hampir saja aku kehilangan proyek besar gara gara ulahmu!"
"Dengar ya om, kamu yang serobot taksi aku, sekarang balikin koper aku!" Chelsea tak mau kalah.
Al semakin geram bukannya minta maaf, gadis itu justru memarahinya. "Sudahlah percuma bicara pada anak kecil." ucap Al dan berbalik hendak pergi.
Chelsea kesal, apalagi saat menyebutnya anak kecil, dia sudah dewasa usianya juga sudah hampir dua puluh tahun delapan bulan lagi, hehehe...
"Om!" Chelsea memotong langkah Al.
"Kembalikan koperku, pasti om sudah membukanya, kembalikan hadiahku. Itu hadiah untuk kakakku, dan itu mahal!" ucap Chelsea lantang. Seakan akan dia menuduh Al sengaja menyembunyikannya.
Karena Chelsea sedikit berteriak, banyak pengunjung yang melirik kearah mereka, bahkan ada beberapa yang berbisik. Al sungguh merasa terganggu dan malu.
Detik berikutnya dia menyeret Chelsea memasuki lift dan menekan tombol lantai satu. Seketika gadis itu menjadi ketakutan, dia melirik Al sekilas, yang ada wajah datar penuh amarah. Chelsea didera rasa takut, nyalinya hilang entah kemana.
"Om...lepaskan aku, om..ma-mau membawaku kemana?" tanyanya ragu.
Al tak menjawab dia melirik sekilas dan tersemyum tipis, namun langsung ber wajah datar kembali. Chelsea semakin takut dan panik.
"Om,.jangan macam-macam, aku bisa teriak dan orang orang akan memu-kuli..'
Chelsea memelankan suaranya dan terdiam, tatapan membunuh yang Al layangkan.
langsung membungkam mulutnya. Lift terbuka dan Al menariknya keluar menuju parkiran. Disana Al melepaskan tangannya dengan kasar.
"Dimana alamatmu?" tanya Al masih dengan nada datar.
"Untuk apa? om mau ke rumahku?" bukannya menjawab Chelsea justru kembali bertanya. Al yang sudah kesal menjadi semakin marah.
"Aku akan mengirimkan koper mu kembali lengkap dengan isinya."
"Katakan saja dimana alamat Om, aku akan mengambilnya. Om jangan modus ya, aku tahu om tertarik denganku kan? dan pengen tahu siapa aku sebenarnya," cerocos Chelsea dengan penuh percaya diri.
"Dengar ya anak kecil!" bentak Al yang sudah tidak dapat menahan kekesalannya.
"Aku tidak mengenalmu, dan aku tidak tertarik untuk mengenal gadis ingusan yang sok cantik dan kecentilan sepertimu. Aku tahu sejak awal kau terus saja mencari cara mendekati ku, aku tahu betul jenis gadis seperti mu, tapi sayangnya aku tidak tertarik. Sebaiknya kau cari pria lain." ucap Al tegas.
"Satu lagi, gara gara ulah mu hampir saja aku kehilangan proyek besar, untung saja aku segera mendapat kopian file yang ada di dalam koper itu, paham!' bentak Al.
Kemudian Al menatap Chelsea dari atas ke bawah, "Anak kecil seperti mu seharusnya duduk manis dan belajar di rumah bukan kelayapan dan menggoda pria. Oh ya, jangan panggil aku Om, karena aku bukan Om kamu!"
setelah bicara Al berbalik meninggalkan Chelsea yang masih dia mencerna kalimat Al. Sejenak pria itu berhenti tanpa menoleh,
"Oh ya, temui aku besok di kafe Senja jam tiga, Aku akan mengembalikan koper mu dan jangan lupa untuk membawa koperku juga."
Al berlalu dan menghilang, Chelsea masih diam mematung, dia tidak menyangka Al akan sekadar itu menilainya, dia gadis yang dibesarkan dengan penuh cinta merasa sakit hati dengan kalimat Al.
Apalagi saat Al mengatakan jika dia mencari pria, maksudnya aku gadis...aaaa..dasar om om sialan. makinya dalam hati.
"Kamu nggak apa-apa?" Ririn sudah berdiri disampingnya tanpa dia sadari.
Airmata Chelsea jatuh, habis sudah pertahanannya, dia sedih, sakit hati dan kecewa. "Apakah aku terlihat begitu murahan? apa aku salah mengaguminya? mengapa dia menganggap ku seperti seorang...!" jeritnya dalam hati.
"Kamu kenapa?" Ririn semakin bingung. Dia membawa sahabatnya menuju mobil dan kembali ke rumah.
"Are you Ok?" lagi Ririn bertanya sambil mengemudi.
"Apa aku terlihat murahan dan terkesan ingin menggoda pria hidung belang?" tanya Chelsea tiba tiba.
Ririn segera menepikan mobilnya, "Apa maksudmu? apa pria tadi yang mengatakannya?" tanya Ririn penuh emosi, dia tidak terima sahabatnya dihina.
Chelsea mengangguk, "Bahkan dia bilang aku sengaja menggodanya."
Chelsea kemudian menceritakan pertemuan pertamanya dengan Al, hingga koper mereka yang tertukar dan pertemuan tadi.
"Apa kau menyukainya?"
"Awalnya iya, tapi.....aku sakit hati dengan ucapannya, dia jahat!"
"Kau tahu siapa dia?"
Chelsea balik mengangguk, namanya Gibran Al Habsi."
"Hanya itu?"
Chelsea menoleh, "Apa maksudmu? aku lagi sedih bukannya menghibur tapi kau terus saja bertanya, menyebalkan!"
"Cari tahu siapa dia, aku akan membantumu balas dendam, siapa tahu kita bisa mencari kelemahannya,"
"Baiklah, akan aku cari. Aku akan minta bantuan kak Reno, dia pasti mau membantu,makasih ya." wajah Caca berbinar bahagia.
Tunggu saja aku pasti akan membalas mu, Om. Akan aku buat kamu bertekuk lutut di hadapan ku. Kau hanya belum tahu siapa Caca,
"Sudah jangan melamun,kita sudah sampai." Ririn membuyarkan lamunan Caca. Dia turun dan langsung masuk ke halaman rumah.
Hari ini mamie update double, terima kasih yang sudah like dan vote.
Akan ada bonus dari mamie untuk pemenang podium poin lima teratas, hingga 25 Desember. Semoga beruntung.
mau tau gimana rasa nya,,sini Aq bisikin ca😅