NovelToon NovelToon
CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:875.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Note : Novel ini gabungan dari tiga novel, Anak genius : Melahirkan Anak CEO, Bos Tampan Pemilik Hati, Anak Buah Kesayangan , dan Cinta pertama dan terakhir jadi biar tahu mereka ini anak siapa baca dulu ya Novel yang aku sebutin.



Alta Putera Bakrie adalah seorang pewaris utama dari kerjaan bisnis keluarga Bakrie, bahkan sejak kecil pria genius ini sudah bisa membangun perusahaannya sendiri.

Merasa jenuh dengan pekerjaan yang selama ini digelutinya, Alta mencoba beralih profesi menjadi seorang dosen. Hingga akhirnya Alta dipertemukan dengan Mahasiswinya yang tengil dan menyebalkan bernama Bianca Megantara.

Kekocakan dan perseteruan diantara keduanya menambah keseruan cerita cinta diantara mereka berdua.

Akankah Alta bisa jatuh cinta kepada Mahasiswinya sendiri, yang merupakan wanita tengil dan selalu membuat onar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membujuk Alta

🌍

🌍

🌍

🌍

🌍

Keesokkan harinya...

Alsya sudah duduk santai di meja makan sembari menyantap nasi goreng.

Tap..tap..tap..

Suara langkah kaki menuruni anak tangga sudah mulai terdengar, itu tandanya Alta sudah bangun.

"Selamat pagi, Kakakku yang tampan," sapa Alsya.

"Ya ampun Alsya, kamu nginap di sini?"

"Iya...ayo sini Kak, sarapan dulu Alsya sudah siapkan nasi goreng buat Kakak."

Alta tampak mengangkat satu alisnya...

"Sejak kapan kamu bisa masak?" tanya Alta dingin.

"Yaelah Kak, kaya Kakak ga tahu aja Alsya mah masak air aja gosong mana bisa Alsya buat nasi goreng."

"Ya terus, itu nasi goreng bikinan siapa?"

"Alsya pesan gofood tadi," sahut Alsya dengan sengirannya yang khas.

"Ga usah nyengir."

Alta duduk di samping Alsya dan mulai melahap nasi goreng yang sudah Alsya siapkan.

Tiba-tiba muncul sebuah ide di otak cantik Alsya.

"Nah, Alsya punya ide Kak!" teriak Alsya.

"Uhuk..uhuk..uhuk..."

Alta langsung mengambil minum dan meminumnya sampai tandas.

"Astaga Alsya, bisa ga sih kalau ngomong itu ga usah teriak-teriak."

"Hehehe...maaf Kak, Alsya punya ide Kak."

"Ide apaan? jangan aneh-aneh deh."

"Kak, Kakak kan ga punya tukang masak nih bagaimana kalau Bee bekerja sebagai tukang masak di sini? Bee jago masak loh Kak."

"Bee lagi-Bee lagi, bisa ga sih kamu ga bahas dia."

"Ayolah Kak, coba dulu pasti Kakak bakalan suka sama masakan Bee. Sumpah Bee jago masak, memangnya Kakak mau setiap hari makan jungfood terus? ga baik loh Kak buat kesehatan."

"Alah kamu jangan sok-sokan nasehatin Kakak."

"Bukannya nasehatin Kakak, tapi kan Alsya itu adik yang baik. Alsya ga mau lihat Kakak sakit," seru Alsya dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.

Pletaaakkk...

Alta menyentil kening Alsya...

"Jangan di paksakan ekspresi sedih, kamu bukan artis jadi ga cocok pura-pura sedih kaya gitu."

Alsya hanya mencebikkan bibirnya, memang sangat sulit merayu Kakaknya yang satu ini. Butuh kesabaran yang tinggi dan kalau bukan demi Bee, Alsya tidak sudi merayu dan berpura-pura baik kepada Kakaknya yang menyebalkan itu.

Alta memang tidak punya tukang masak di rumahnya, rumah sebesar itu hanya dihuni oleh Alta dan lima pekerja saja. Satu tukang kebun, sopir, dua tukang bersih-bersih rumah, dan satu lagi tukang loundry pakaian.

Alta bukannya tidak punya tukang masak tapi tahu sendirilah kalau Alta itu ribetnya minta ampun kalau urusan makanan. Semua makanan harus perfect dan detail, maka dari itu banyak yang tidak betah dan lebih memilih mengundurkan diri.

Walaupun Alta mempunyai wajah yang tampan dan sempurna tapi ucapan Alta yang kadang-kadang sangat menyakitkan membuat para pekerja lebih memilih pergi daripada makan hati setiap hari. Hanya orang-orang yang mempunyai hati yang kuat yang bisa bertahan bekerja dengan Alta.

Alta bangkit dari duduknya...

"Cepat berangkat ke Kampus, Kakak tidak akan memasukan mahasiswa yang telat dan kamu akan mendapatkan nilai F kalau kamu selalu datang terlambat," seru Alta sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Alsya.

"Ckckck...sama adik sendiri kok kejam sih, Kak Alta benar-benar harus di carikan jodoh ini biar sifatnya sedikit lunak," gumam Alsya.

Alsya segera menyelesaikan sarapannya dan dengan cepat menyusul Kakaknya menuju Kampus.

***

Sementara itu di lain sisi...

Bee tampak tidak bersemangat pergi ke Kampus, pikirannya kacau memikirkan dimana nantinya dia akan tinggal.

Bee melajukan motornya dengan kecepatan sedang, beberapa kali Bee menghela napasnya dan menghembuskannya secara kasar. Tidak lama kemudian, semua kendaraan berhenti karena lampu merah.

Lagi-lagi Bee melamun, hatinya begitu sakit. Bee sama sekali tidak terima rumahnya di jual oleh Rega, apalagi mengingat siapa pembeli rumahnya sungguh sangat menyebalkan.

"Aaaaaarrrrgggghhhh....."

Tanpa sadar Bee berteriak kencang membuat para pengendara menatap aneh kepada Bee termasuk Polisi yang saat ini sedang mengatur lalu lintas.

"Maaf Nona, apa anda sudah gila teriak-teriak di tengah jalan?" seru salah satu Polisi yang ternyata adalah Rayyan.

"Ah maaf Pak, saya sedang banyak masalah," sahut Bee dengan meringis menahan malu.

"Kalau banyak masalah jangan berkendara, selain akan membahayakan diri sendiri anda juga akan membahayakan pengendara yang lain," seru Rayyan dingin.

"Iya..maaf Pak."

"Lain kali jangan terlalu cinta sama pria, akhirnya kalau sudah patah hati kan jadi kaya gitu stres," seru Rayyan dengan kejamnya.

"Apa dia bilang? patah hati? pacar aja ga punya, mana ada patah hati. Ga Dosen, ga Polisi sama-sama dingin, datar, nyebelin, dan kaku kaya kanebo kering," gerutu Bee.

"Apa kamu bilang? saya belum budeg ya, jadi bisa mendengar gerutuan kamu."

Lampu pun berubah menjadi hijau...

"Nah, lampunya sudah hijau Pak...saya pergi dulu, terima kasih Bapak Polisi yang tampan," seru Bee dengan menancab gasnya.

Mood Bee yang memang sudah jelek bertambah hancur dengan pertemuannya dengan Polisi yang tak kalah menyebalkan dari Dosennya.

"Kalau bukan Polisi, aku ajak berantem tuh orang," gerutu Bee.

Tidak lama kemudian, Bee sampai di parkiran Kampus dan Bee juga melihat Alta baru saja datang. Bee segera melepas helmnya dan dengan cepat menghampiri Alta.

"Selamat pagi, Pak Dosen yang tampan dan baik hati," sapa Bee dengan senyuman yang di buat seindah mungkin.

Alta menatap Bee dengan tatapan aneh...

"Kenapa kamu senyum-senyum? salah minum obat?"

"Hah...."

Alta pun melangkahkan kakinya meninggalkan Bee yang saat ini terlihat melongo.

"Sialan tuh Dosen, aku sudah tersenyum manis seperti ini di bilang salah minum obat. Harus sabar dan semangat demi rumahku kembali lagi," gumam Bee dengan mengepalkan tangannya tanda semangat.

Bee baru saja akan menyusul Alta, seseorang berteriak memanggil namanya.

"Bee...."

"Alsya."

"Kamu mau kemana? buru-buru amat, si amat juga ga buru-buru."

"Apaan sih Sya, ga lucu. Aku lagi mau ngejar Pak Alta nih."

"Hah...ngapain kamu ngejar Pak Alta? jangan bilang kamu suka sama Pak Alta dan mau nbak doi."

Pletaaakkk...

Bee memukul kepala Alsya dengan bukunya...

"Aw sakit, Bee."

"Makannya jangan sembarang kalau ngomong, siapa juga yang mau nembak tuh Dosen resek kaya yang ga ada cowok lain aja."

"Ya terus ngapain kamu mau ngejar Pak Alta?"

"Huwaaaaaaa......" Bee tiba-tiba menangis dengan kencangnya.

"Yaelah, di tanya malah mewek. Kenapa sih?"

Alsya menarik tangan Bee untuk duduk di kursi taman Kampus.

"Ada apa?" tanya Alsya.

"Rega, Sya. Dia sudah menjual rumah peninggalan orang tuaku."

"Apa? astaga tuh anak memang benar-benar ya keterlaluan," geram Alsya.

"Dan kamu tahu Sya, siapa yang sudah membeli rumahku?"

"Siapa?"

"Pak Alta."

"Whaaatttt....."

"Makannya bagaimana pun caranya aku harus membujuk Pak Alta untuk mengembalikan akta rumahku, walau pun di bayarnya harus dengan cara mencicil seumur hidupku. Sekarang aku harus bagaimana Sya, aku sudah ga punya tempat tinggal lagi kalau kontrakanku habis aku harus tinggal dimana?"

Alsya tampak berpikir...

"Aha...aku punya ide."

"Apa Sya?"

"Kakakku kan lagi cari tukang masak tuh, kamu kan jago masak jadi kamu bisa bekerja di rumah Kakakku sekaligus kamu juga bisa punya tempat tinggal gratis."

"Wah, serius Sya?"

"Aku serius, nanti pulang kuliah kita langsung ke rumahnya oke..."

"Makasih ya Sya, kamu adalah sahabat terbaikku."

"Sama-sama."

Bee dan Alsya pun saling berpelukkan...

"Tapi kamu jangan kaget ya Bee, kalau Kakakku ternyata Pak Alta," batin Alsya dengan senyumannya.

🌍

🌍

🌍

🌍

🌍

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Priscila Hanny
awal pertemuan seperti di dracin perfect and casual.
Nurul Riwan
Ending cerita bikin nangis,,
Huwaaaaa,,,alsyaaaaaa🥺😭
Patrick Khan
.kasian alsya😫😫
Patrick Khan
.seru pertemanan mereka🤗🤗😄
Patrick Khan
.seno bakal ter ter nie
Patrick Khan
.udah dapet jodoh sendiri2..kak othor emang adil😁😁😁
Patrick Khan
.cie cie di cium 2x nie pak alta😂😂ser ser rasanya y pak
Patrick Khan
.lanjuttttttttt😉
Indah Setianingrum
novelnya bagus ceritanya seru..ada konflik ada bucin pokoknya seru abis.semngat author bikin karya yg lebih bagus lagi
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
yeunsu
Isabell Serinah
bila boleh baca second love tu.
Isabell Serinah
terbaik
Isabell Serinah
cerita ni terbaik
Isabell Serinah
Luar biasa
Nurjannah Rajja
Ummaa, special edition.
Rynnn
cerita ini tuuu keren banget🤩😍🤩😍
aku suka aku suka...
baca novel ini tuu ngk henti" nyaa🤣...
pokoknya the Best....
yg pastiiii bakal kngen sama 4serangkai n pasangan mereka...apa lagi oppa alta❤️bee...
huwaaaa cuman sdih bnget sad end ntuk gibran&alsya😢,rasanya ngk ikhlas,hmmm💔..
but apapun thanks author sudah bikin cerita yg bagus ini..big 👏👏 for you🌷💟..
tetap semangat dalam berkaryaa✨
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: untuk Gibran ada lanjutannya di SECOND LOVE, YUK MAMPIR🙏🙏🥰🥰
total 1 replies
arwati sani
lanjut thor
Zahra Azumna
wkwkwk 😂😂😂😂😂
Tut Eny
lanjuþ
Evi Yolanda
kerennnnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!