seorang gadis cantik bernama Aom Shusar Manaying adalah seorang agen kepercayaan pemerintah di negara ini... kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi...
tapi kali ini ia benar-benar mendapatkan suatu misi yang sangat berat... misi untuk melumpuhkan mafia terkuat di negaranya itu...
***
seorang pemuda gagah berani yang tengah berdiri di sebuah dermaga tersenyum penuh arti setelah mendengar laporan dari anak buahnya
"Semua informasi telah saya sampaikan bos.. selanjutnya bagaimana bos?" tanyanya serius kepada laki-laki tampan yang ia panggil bos itu
"biarkan saja mereka mencobanya..." sahutnya dengan seringaian tajam yang terlukis di wajah tampannya itu...
Ya... dia adalah sang pimpinan mafia yang terkenal sangat kejam dan dingin kepada siapapun orang di dekatnya...
Lalu mampukah sang agen menaklukkannya? atau malah sebaliknya dia yang akan ditaklukkan oleh sang raja kegelapan ini?
jangan lupa stay tune guys...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuina 24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kim Hans #1
Pukul 7 pagi terlihat sebuah mobil putih memasuki areal parkir itu, dan sejurus kemudian terlihat Aom keluar dari mobil itu...
Aom dan Kim akan selalu bekerja bersama sampai proyek ini selesai karena Aom adalah penanggung jawab dinas tata ruang yang akan memantau jalannya proyek ini bersama Kim...
"Selamat pagi nona, silahkan masuk.." sapa anak buah Kim yang berjaga di pintu masuk kantor itu
"iya selamat pagi.." ujar Aom sambil tersenyum ramah dan menuju ruangan Kim.
Saat masuk ke dalam ruang Aom melihat Kim yang fokus memeriksa berkas-berkas yang ada dihadapannya..
"selamat pagi.. sepagi ini kamu sudah bekerja sangat keras ya.." ujar Aom berusaha membuat Kim menanggapi kedatangannya
"tentu nona, ini harus dilakukan jika kita ingin proyek ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan" sahut Kim datar
"bukankah kita sudah setuju untuk memanggil nama kita masing-masing Kim? Kita akan bekerja cukup lama maka jangan terlalu formal lah" ujar Aom
"Hmmm baiklah aom" sahut Kim tetap fokus pada dokumen-dokumen yang dipegangnya
"Hmmm kamu itu workholic ya Kim?" Tanya Aom
"tidak juga Aom, memangnya kenapa?" Sahut Kim tanpa menoleh padanya
"ya karena kamu hanya mau fokus pada pekerjaanmu tanpa peduli sekitar sepertinya.."sahut Aom
"kau tau Aom? Orang terbentuk karakternya dari keluarga dan lingkungannya, jadi mungkin aku sudah terbiasa seperti ini.. kau tidak harus memperdulikanku" sahut Kim dengan suara khasnya yang dingin dan tanpa ekspresi
"hmmm.. baiklah.." sahut Aom kemudian membuka berkasnya dan menghidupkan komputer di depannya...
"Dingin sekali dia.. aku akan membuatnya jatuh cinta padaku.. belum pernah ada yang mengacuhkanku sebelumnya" batin aom...
Tak terasa mereka bekerja dalam diam selama berjam-jam sampai jam istirahat makan siang...
"Huufffttt akhirnya selesai juga.." ujar Aom sambil merentangkan tangannya, sementara Kim terlihat masih asik memeriksa laporan bongkar muat kapal yang baru saja diberikan oleh nan padanya...
"Kim apa kamu tidak ingin makan siang?" Tanya Aom sambil tersenyum manis padanya
"sepertinya belum Aom, masih ada beberapa dokumen yang harus aku periksa perkembangannya" sahut Kim
"tidak bisakah dokumen itu menunggu sebentar Kim? Aku baru disini jadi aku tidak tau bisa membeli/memesan makanan dimana.." ujar Aom sedikit manja, Kim meliriknya dan menutup berkas ditangannya itu
"baiklah untuk kali ini aku akan menemanimu, tapi tidak untuk lain kali" sahutnya dingin
"yey makasi Kim.." sahut Aom riang
"ayo ikut aku" ujar Kim sembari berjalan keluar ruangan itu...
Mereka menuju kafetaria yang berada di belakang kantor itu, terlihat banyak anak buah Kim yang sedang menikmati makan siang disana...
Saat Kim tiba di kafetaria itu semua anak buahnya langsung bangun dan memberi hormat padanya
"sudah tidak apa-apa, lanjutkan makan kalian" ujar Kim sambil terus melanjutkan jalannya menuju sebuah meja kosong, lalu ia duduk disana diikuti oleh Aom
"mau pesan apa bos?" Tanya pelayan yang datang menghampirinya dengan nada yang sangat sopan
"berikan menunya pada gadis ini" sahut Kim
"pesanlah apapun yang kamu suka" ujar Kim
"baiklah.. aku mau.. spaghetti 1 dan orange jus 1.. kamu mau apa Kim?" Tanya Aom
"pelayan itu sedikit terkejut saat Aom memanggil bosnya dengan namanya langsung, karena baru pertama kalinya ia mendengar ada yang berani memanggil nama bosnya itu
"aku mau steak ayam seperti biasanya dan jus melon" ujar Kim pada pelayan itu
"baik bos, harap menunggu sebentar bos.." ujarnya sambil undur diri, tak berapa lama pesanan mereka pun datang
"silahkan bos.." ujar pelayan itu saat menyajikan makanannya
"terima kasih ya.." ujar Aom pada pelayan itu sambil tersenyum manis, Kim menatapnya dengan tatapan datar sesaat saat Aom tersenyum lalu mulai makan pesanannya
"wah kelihatannya steakmu sangat enak Kim.. boleh aku coba? Boleh ya.." Tanya Aom manja
"sebentar aku pesankan" sahut Kim
"tidak perlu Kim.. aku hanya ingin mencoba sedikit saja punyamu, boleh ya?" Tanya Aom lagi
"baiklah ini" sahut Kim singkat sambil memberikan sepotong steak itu pada Aom
"wow memang lezat.. seleramu bagus juga Kim.." ujar Aom tersenyum senang sambil melahap habis makanannya itu
"Cepatlah kita harus segera menyelesaikan pekerjaan lainnya" ujar Kim
"Hmmm iya Kim.." sahut Aom sambil membersihkan mulutnya dengan tissue.
Tak terasa sudah 1 bulan mereka bekerja bersama dalam proyek ini, Kim masih tetap bersikap dingin seperti biasanya pada Aom, namun sebaliknya Aom yang tadinya ingin membuat Kim jatuh cinta padanya malah terjerat pesona Kim yang begitu cool dan misterius itu.
"Ada apa denganku.. aku terjebak dalam usahaku sendiri untuk membuatnya jatuh cinta padaku, malah sekarang aku yang mulai mengaguminya" gumam Aom di lobby kantor itu
"mengagumi siapa nona? Apa kau mengagumi bos besar?" Tanya Mario yang kebetulan ada dibelakang Aom saat itu
"ah itu.. tidak Mario, aku sedang memikirkan orang lain" sahutnya berusaha mengelak
"jikalaupun nona mengaguminya, itu sudah hal biasa nona.. karena bos memang sangat mengagumkan" ujar Mario berlalu menuju ruangan berbeda
"uuhh hampir saja.. aku harus hati-hati Hmmm" gumam aom
Di dalam ruangan Kim dan Aom, saat mereka tengah fokus pada dokumen masing-masing, tiba-tiba Zee dan nan mengetok pintu dan meminta izin masuk kedalam
"masuklah" sahut Kim
"bos sepertinya ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan dan sepertinya..." Ujar Zee sedikit menggantung sambil melirik aom
"baiklah temui aku di ruang A 10 menit lagi dan bawa semua yang diperlukan" ujar Kim
"baik bos" sahut mereka lalu undur diri untuk mempersiapkan semuanya
"Hmmm Kim kenapa kurasa mereka sangat-sangat menghormatimu ya?" Tanya Aom penasaran
"tentu saja karena aku bosnya" sahut Kim datar
"maksudku itu, rasa hormat mereka melebihi tingkat kewajaran dalam sebuah perusahaan.." sahut Aom
"karena lingkungan kita berbeda Aom.. kau tidak akan mengerti" sahut Kim dingin seperti biasanya
"Hmmm ya sudahlah.." sahut Aom
"tentu saja lingkungan kita sangat berbeda Kim.. bahkan bertolak belakang" batin aom saat melihat Kim meninggalkan ruangan itu.
"Baiklah jelaskan padaku bagaimana mungkin ada permasalahan yang dapat terjadi?" Tanya Kim dingin
"maaf bos, tapi menurut data yang telah saya analisa kemungkinan ada penghianat di dalam pengerjaan proyek itu bos" sahut nan
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
lanjuuttttt..
jangan lama2 ya...
sukses sllu thoorrr.
lanjut trus ya sampe tamat
trus lanjut jg cerita ART di novel yg satunya 🥰🥰