NovelToon NovelToon
Will Never Let You Go

Will Never Let You Go

Status: tamat
Genre:Komedi / Patahhati / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:202.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vin Shine

Hubungan antara dua orang yang saling mencintai tentu saja akan lebih membahagiakan jika ada restu kedua orang tua di dalamnya. Namun, bagaimana akhirnya jika setelah semua usaha dilakukan, tapi tetap saja tidak ada kata restu untuk hubungannya?

Ini tentang Arasellia. Gadis dari kalangan biasa yang selalu kesulitan mendapatkan restu dalam setiap menjalin hubungan.

"Kalau pada dasarnya mereka udah nggak suka sama aku, mau aku kasih mereka uang semiliar juga nggak akan mengubah apa pun."

"Kalau misal berubah, emang kamu punya uang semiliar?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vin Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

Hening menyelimuti karena mobil yang mestinya hanya berisi dua orang kini menjadi tiga. Ya, siapa lagi orang tambahan itu jika bukan Ajeng. Berkat Rini, perempuan itu kini bisa duduk manis di jok belakang mobil Elang.

"O, iya, kebetulan sekali rumah Ajeng juga searah dengan rumah Ara. Kamu nggak keberatan 'kan, Ra?" Rini menyunggingkan senyuman palsunya.

Ara bisa apa selain mengangguk, meski hatinya teramat berat. Ia berharap Elang-lah yang menolaknya, tapi lagi-lagi kekasihnya itu hanya diam.

Usai menurunkan Ajeng di depan sebuah rumah berlantai dua, Elang melajukan kembali mobilnya menuju rumah Ara. Berusaha memecah kesunyian yang ada, Elang memencet tombol play di mobil. Lagu berjudul "Putus atau Terus" milik Judika pun seketika terputar.

Coba tanyakan lagi pada hatimu

Apakah sebaiknya kita putus atau terus

Kita sedang mempertahankan hubungan

Atau hanya sekedar menunda perpisahan

Klik!

Elang langsung mematikannya kala mendengar liriknya, takut jika gadis yang duduk di sebelahnya yang sejak tadi memilih untuk memandang keluar terprovokasi kemudian mengucapkan sebuah kata yang tidak ingin ia dengar.

Elang sadar sudah mengecewakan Ara. Ini kali ke-tiga kekasihnya dirundung oleh sang ibu. Pertama saat ulang tahun Melodi dulu. Waktu itu ia dan Ara baru sebulan berpacaran. Elang pikir itu karena ibunya baru mengenal Ara. Namun, saat kali ke-dua, yakni saat ulang tahun Elang, Rini secara tidak langsung menghina Ara dengan mengatakan bahwa cupcake yang diberikan dianggap sebagai hadiah murahan. Padahal Ara membuat cupcake itu dengan bahan-bahan premium selama seharian sampai-sampai dia tidak membantu orang tuanya di toko.

Begitu mobil milik kekasihnya berhenti di halaman rumah, segera Ara membuka pintu lalu keluar. Namun, sebelum itu terjadi Elang menahannya sejenak.

"Kamu marah, Ra?" tanya laki-laki itu retoris.

Ara menoleh ke belakang. "Menurut kamu?"

Tatapan kecewa Ara berhasil untuk membungkam mulut Elang. Mestinya laki-laki itu langsung saja mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Bukannya bertanya akan hal yang sudah ia ketahui jawabannya.

"Mas Elang, tahu nggak? Aku banyak diem karena aku berharap Mas Elang bela aku, tapi tadi ... buat nolak Ajeng biar nggak pulang bareng aja Mas nggak bisa." Ara sudah mau menutup mobil, namun ia teringat akan satu hal, "Oya, besok jadwalku bantuin bapak di toko. Jadi, Mas Elang nggak perlu ke sini."

Setelahnya, Ara benar-benar menutup pintu mobil dan masuk ke rumah dengan kunci yang selalu ia bawa ke mana-mana. Usai menyapa orang tuanya yang masih betah menonton TV, ia menuju kamar untuk menghapus make up dan berganti pakaian kemudian merebahkan tubuhnya di kasur.

Selain kecewa karena Elang tidak membelanya seperti yang pernah laki-laki itu janjikan, hati Ara juga sakit mengingat Rini yang lagi-lagi menghina kado pemberiannya. Hadiah berupa jam tangan yang ia berikan memang tidak semahal kalung yang diberikan Ajeng. Namun bagi Ara yang notabene hanya seorang karyawan di restoran fast food, uang tiga ratus ribu itu cukup banyak. Ia sendiri bahkan tidak pernah membelikan ibunya barang semahal itu. Meraih boneka monyet miliknya, Ara menutupi wajahnya dan menumpahkan tangisnya di sana hingga tertidur pulas.

Prangggg!

Ara kaget bukan main ketika mendengar bunyi benda jatuh yang membuatnya hampir terjatuh dari ranjang. Dengan langkah gontai, ia keluar dari kamar dan menuju dapur. Tempat di mana orang-orang rumahnya selalu berkumpul di waktu pagi.

"Yeee ... bangun juga, nih, anak perawan satu," cibir Gusti yang kini sedang menyapu pecahan beling di dekat sink.

"Pantes pecah ternyata kamu yang nyuci," balas Ara.

"Yah, gimana, ya ... ada anak cewek, tapi jam delapan baru bangun."

Seketika kepala Ara menoleh menatap jam dinding yang berada di belakangnya. Ia sempat membelalak sebelum kemudian duduk di depan ayahnya yang baru selesai sarapan, sedangkan ibunya yang tak tampak pasti sedang menjemur pakaian.

"Bapak nggak ke toko? Atau nungguin aku? Kalo iya, aku siap-siap dulu, deh."

"Toko libur, Nduk. Bapak lagi pengen istirahat."

"Hah, kenapa? Bukannya kalo hari Minggu hasilnya lumayan, ya?" Ara mengernyit heran.

"Rejeki sudah ada yang mengatur. Jangan terlalu ngoyo," ucap Pak Narto. Padahal sebenarnya pria bertubuh subur itu melakukan hal tersebut karena tidak tega pada putrinya yang sedang bersedih entah karena masalah apa. Ya, Pak Narto bisa mengetahui hal itu hanya dengan melihat wajah mendung Ara semalam.

"Ya, udah kalo gitu." Ara beranjak menuju rak piring. Bersamaan dengan itu, ibunya masuk bersama seorang gadis yang menenteng sebuah kantong plastik berukuran cukup besar.

"Hai ... selamat pagi. Sugeng enjang. Good morning. Bonjour. Guten morgen," ucap gadis yang tidak lain tidak bukan adalah Keyla.

Gadis itu lantas menaruh kantong plastik yang ia bawa di meja yang ada di depan Pak Narto. "Rambutan buat Bapak sama yang lain," katanya sambil mendudukkan tubuhnya di kursi yang tadi ditempati Ara.

"Makasih, ya, Key. Udah cantik, baik lagi," puji Pak Narto.

"Halah! Mbak Keyla baik, tuh, biar kalo kita panen mangga dia juga dikasih. Ngaku kamu, Mbak?" cetus Gusti.

"Berisik!" Keyla memasang wajah garang. Sama seperti Ara, ia juga sebal dengan Gusti.

"Sudah, sudah. Masa pagi-pagi udah berantem." Seperti biasa, Bu Ata bagian melerai.

Sesaat kemudian pandangan Keyla telah beralih pada Ara yang baru mendaratkan bokong di kursi sebelahnya. "Lemes amat, Ra, kayak cakwe."

Dibandingkan menjawab, Ara lebih memilih untuk menyuapkan nasi goreng buatan ibunya ke dalam mulut.

"Dari semalam gitu, Key," celetuk Pak Narto membuat Ara menegakkan kepala. "Coba ajak jalan-jalan, Key. Katanya kalian mau nonton?"

"Emang mau nonton, Pak, tapi ntar nunggu gajian," jawab Keyla dengan tatapan mengintimidasi yang mengarah pada Ara.

"Hari ini aja gimana? Bapak yang bayarin tiketnya, deh."

"Serius, Pak?"

"Iyalah, mau ndak?"

Tanpa meminta persetujuan Ara, Keyla mengangguk mantap. "Mau, mau."

"Apaan, sih, Key?" Akhirnya Ara bersuara, meksipun itu sebuah aksi protes.

"Hehehe ... maaf, ya, Ra. Aku, tuh, nggak bisa nolak gratisan. Omong-omong makasih, ya, Pak. Nanti sore aku jemput Ara ke sini. Keyla pulang dulu." Keyla lantas bangkit berdiri lalu mencium tangan Pak Narto dan Bu Ata sebelum kemudian membisikkan sesuatu di telinga Ara.

"Kamu utang cerita sama aku."

1
Studesyy
Bagus, ringan, tata bahasanya rapih dan mengalir, ga giung banget, dutunggu karya lainnya Thor ... SEMANGAAAAT!!!
grey: thanks a lot, kalo jadi bulan depan nelorin cerita baru 🥰🥰🥰
total 1 replies
Studesyy
Aku suka ceritanya Thor, proses perasaannya ditunjukin banget, ga ujug2 jatuh cinta pada pandangan pertama trus bucin maksimal trus terkesan giung banget akhirnya, iya emang ini dunia novel yg absurd dan giung mah udah biasa, tapi aku suka cerita ini, alurnya sesuai sama real life banget ..
Rahmaniar
suka ceritanya
grey: terima kasih,
aku ada cerita on going di aplikasi sebelah
total 1 replies
Putri Kelima
di tempat ku namanya king2
Ida Farida
aku suka ceritanya thor..ceritanya ringan..seperti kehidupan sehari hari...bkn cerita sprti novel kebnyakan yg cerita CEO kaya rya, yg tnggal di mansion mansion mewah...🥰🥰🥰
grey: terima kasih, boleh banget baca ceritaku yg lain. aku jg nulis di platform lain

sorry iklan 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Imas Karmasih
salam. kenal kakak, suka cerita nya
grey: hai, makasih sudah suka ceritaku. boleh bgt baca yg lain, aku juga menulis di beberapa platform
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
tolong diperjelas, merem melek karna apa 🙈🙈🙈
grey: kepedesan






tp boong
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
maafkan aku Tuhan.
jujur aku seneng omanya mati
🙈🙈🙈
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aldo kan temenya darma
Kenny sihyanti
Mampir
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
palingan juga gak lama bakalan break 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
sengaja biar Elang cepet balik ke rumahnya 😅
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
mas Elang bikin mood langsung anjlok kaya rel kereta
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
berawal dari tukang ojek ceritanya..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
lagi di bioskop mana bisa tenggelam Ara ?
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
ealah tadi aku plesetin,beneran muncul disini .pantes othornya kebakaran jenggot,eh punya jenggot gak sih😅🤭
grey: kata gue sih lu mending diem ☝️☝️☝️😭😭😭😭
total 1 replies
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
pucuk di ulam cinta pun tiba 🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻: sengaja 😜...othornya lg PMS nih kayanya dari pagi darting mulu 🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️
total 2 replies
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Darma mana Darma...
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Elang ini kaya kebo yang di cocok hidungnya.ngikutin apapun kemauan ibunya sampe gak bisa belain atau sekedar menjaga perasaan Ara.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
yang sabar sabar aja ngadepin ibu² julid
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!