Vina adalah seorang single mother. Karena pernah gagal membuatnya menutup pintu hati. Bukan dirinya tidak ingin mempunyai kehidupan uang baru tapi kali ini Vina lebih hati hati untuk melabuhkan hati karena tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.
Saat cinta datang dari masa lalunya justru ada banyak halangan yang menguji titik sebarannya dan itulah hidup tak seindah cerita cinta sinderella seperti dalam dongeng.
SELAMAT MEMBACA..
Jika suka dengan novel in jangan lupa like, komen dan berikan ❤️ serta jangan lupa di Vote ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Ervinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7. Wisuda tampa suami
Satu minggu kemudian
Hari ini Vina sudah tampil cantik dengan balutan kebaya modern yang memperlihatkan keelokan tubuhnya. Walau dalam hati Vina menyimpan kesedihan, kecewa sang suami lebih memilih pekejaan ketimbang dirinya.
Kedua mertua Vina ikut hadir dalam acara wisuda, mereka tidak ingin melihat Vina sedih. Walau sebenarnya mereka tahu yang dibutuhkan Vina saat ini adalah Dion sebagai suami bukannya mertua.
"Vina, apa sudah siap? ." sahut ibu Mega dari luar kamar
"Iya sudah mama, bentar ." jawab Vina sambil memperhatikan dirinya didedepan cermin, memastikan tidak ada yang kurang dalam penampilannya. Dengan balutan kebaya merah maroon riasan tipis diwajah, rambut disanggul dan menggunakan high heels setinggi 5 cm menambah aura kecantikan Vina makin terpancar jelas.
Vina berjalan keluar kamar dengan menentang handbag yang hampir senada dengan kebaya yang dikenakan, berjalan menghampiri mertuanya yang sudah menunggu diruang tamu.
Ibu mega dan pak Angga terpana melihat kecantikan menantunya. Mereka menyambut kedatangan Vina dengan tersenyum lebar dan memuji Vina,
"Sayang, hari ini kamu sangat cantik bahkan lebih cantik saat kamu menikah. Rugi Dion tidak melihat ada bidadari cantik dirumah kita hari ." ujar ibu Mega yang memuji kecantikan Vina
Vina hanya tersipu malu saat dipuji mertuanya sekaligus bangga akan dirinya.
Lalu Vina dan kedua mertuanya pergi menuju kampus dengan menggunakan mobil mertua.
Vina sangat senang dan bahagia, walau Dion tidak ada di sampingnya saat ini. Vina bersyukur mempunyai mertua yang sayang akan dirinya dan selalu memberikan dukungan.
\*\*\*\*
Dalam waktu 20 menit Vina sudah tiba di kampus, setelah memarkir mobil dirinya turun bersama ibu Mega dan pak Angga berjalan memasuki aula kampus tempat acara berlangsung.
Dikampus pak Angga cukup terkenal dikalangan para Dosen maupun mahasiswa lainnya. Karena, pak Angga Wijaya adalah pensiunan Dosen lima tahun yang lalu mengajarkan Ilmu Sosiologi sekita 20 tahun lamanya.
Banyak Dosen yang manyapa pak Angga saat berjalan memasuki aula kampus, sekedar menyapa dan bertanya tentang kabar. Semua Dosen di kampus memang sudah tahu kalau Vina menantu dari pak Anngga Wijaya.
"Sayang, kamu begitu cantik terlihat lebih anggun sampai mama hampir tidak mengenali anak sendiri. " ucap Ibu Riska yang sudah dari tadi menanti kedatangan Vina.
Ibu Riska datang lebih awal karena jarak dari rumahnya lumayan jauh.
Vina langsung memuluk tubuh ibu Riska dengan erat, seolah olah Vina melepas kerinduan karena lampa tidak berjumpa.
Ibu Riska juga membalas pelukan dari anaknya
"Mama, Vina kangen ." ujar Vina sambil mengeratkan pelukan. Kedua mertua Vina hanya memandangi tingkah ibu dan dan anak yang melepas kerinduan tampa berkata apa apa tapi senyum bahagia terpancar dari bibir mereka.
"Sudah kangenannya, nanti cantiknya bisa luntur. Oh ya, mama tidak lihat Dion, kemana Dion? ." ucap ibu Riska dengan heran saat melepaskan pelukan dari Vina dengan memutarkan bola mata ke kiri kanan, sosok Dion yang memang tidak ada
Sejenak suasana menjadi hening, ibu Mega dan pak Angga sebenarnya merasa malu. Mereka tidak tahu harus berkata apa lalu Vina berkata,
"Mama, mas Dion lagi diluar kota urusan pekerjaan. Mas Dion sudah berusaha datang semalam tapi pesawat yang ditumpangi mas Dion di delay. Saat ini mas Dion masih tertahan di bandara Kalimantan ."
Vina terpaksa berbohong pada mamanya agar, tidak berfikir macam macam tentang rumah tangga Vina. Hal yang dilakukan Vina demi kebaikan semua termasuk menjaga harga diri mertuanya didepan mama Vina.
"Ya sudah sayang, hari moment spesial buat kamu. Kamu jangan sedih ada mama dan kedua mertua kamu yang akan mendampingi kamu ." jawab ibu Riska yang paham akan kondisi, jika dia tahu kalau Vina berbohong maka dirinya akan sangat kecewa
"Maafkan Vina mama terpaksa berbohong. Vina cuman ingin menjaga harga diri mas Dion dimata mama, Vina tidak ingin dimata mama mas Dion terlihat buruk walau memang kenyataannya Vina selalu mendapatkan perlakuan buruk dari mas Dion ." bisik Vina dalam hati
Kemudian Vina berserta mama dan kedua mertuanya berjalan menuju tempat yang yang sudah disediakan bagi para tamu undangan.
Sedangkan Vina duduk ditempat peserta wisuda.
Vina duduk berdampingan dengan dengan kedua sahabatnya yang memang sudah hadir lebih awal.
"Cantik banget Vina! ." ucap Anita dan Lisa dengan serentak saat Vina duduk samping mereka
"Kalian berdua juga jauh lebih cantik ." jawab Vina memuji balik kedua sahabatnya dan saling melempar senyum
"Suami kamu gak datang ya, tidak terlihat batang hidungnya! ." tanya Anita sambil mencari cari sosok Dion dari celah kerumunan ratusan orang yang berada di Auditorium
"Dia di Kalimantan, ada kerjaan penting ." jawab Vina dengan lirih
"Itukan aku memang yakin, suami tercinta kamu itu memang tidak akan hadir diacara penting kamu. Karena memang dimatanya kamu tidak penting lagi, aku yakin dia pasti ada wanita lain! ." jawab Anita dengan nada marah
"Kamu bicara apa sh Anita, bukannya menghibur malas memperburuk keadaan ." lanjut Lisa. Vina tidak tersinggung dengan perkataan Anita, bagi Vina Anita berkata demikian karena kasihan melihat diriya.
Acara wisuda berlangsung sangat lama dan berjalan dengan lancar.
Kini Vina, Anita dan Lisa sudah bergelar Sarjana, sungguh mereka sangat bahagia.
Mereka mengabadikan moment penting itu dengan berfoto bersama keluarga masing-masing dan para teman-teman yang lain.
Mereka bertiga larut dalam kebahagiaan dengan mengekspresikannya lewat foto.
Sesekali Vina melihat Hpnya, tidak ada panggilan telpon atau pesan dari Dion yang memberikan ucapan selamat kepada Vina, membuat Vina lagi lagi menelan Saliva kepahitan.
Aq mampir nih, Kak