CERITA PENUH PENGORBANAN,KEBERANIAN DAN CINTA
NO PLAGIAT,BIARPUN CERITA RECEH GUE GAK RELA DIPLAGIAT
YANG PLAGIAT,MATANYA BISULAN
Nagara,bocah jalanan yang diangkat anak oleh Ilham dan Reina saat dia berusia 9 tahun,kini tumbuh menjadi pria yang mandiri,kuat dan juga sangat menyayangi keluarga angkatnya.Terutama pada putri keluarga Samudera yang merupakan adik angkat sekaligus tuan putri kesayangannya.Bahkan Nagara rela melakukan apa pun untuk gadis itu.
Hingga sikap protektif serta posessife Nagara perlahan lahan membuat sang gadis salah paham dengan semua perlakuannya.
Akankah ikatan persaudaraan mereka tetap terikat kuat,Apa yang akan terjadi saat salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya yang selama ini dipendam.
'Mencintai namun tidak dapat memiliki' akankah kalimat itu akan menjadi kenyataan dalam hidup mereka atau malah sebaliknya.Siapa jati diri Nagara sebenarnya?mampukah dia mengungkap semuanya?
Yuk dibaca aja
SEQUEL dari cerita GEGANA SANG PENJINAK HATI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Bisa Marah Padamu
"Sini Papa lihat!"
Lovy menarik kedua kakinya saat Ilham sang Papa ingin meraih kedua kakinya yang terbalut perban tipis karena luka luka dikedua kakinya sudah diobati.
Sedangkan Reina,sang Mami yang sedari tadi menyuapi putri satu satunya itu tengah berada didapur untuk membuatkan Lovy salad buah kesukaannya sama seperti sang Papa.
"Udah gak apa apa kok,lukanya udah Abang obatin tadi."
Ilham menghela nafasnya pelan sembari mengulurkan satu tangannya untuk mengusap lembut rambut putri cantiknya itu.Perpaduan antara Reina dan dirinya benar benar bibit unggul hingga menciptakan putri secantik Lovy serta putra setampan Ragata.
"Abang marah sama kamu hm?"
Dengan senyum masam,Lovy menganggukan kepalanya pelan.Memang benar,Gara saat ini masih mendiamkannya setelah mereka sampai dirumah.Lovy yakin kalau Abangnya itu tengah marah padanya saat ini.
Ilham yang melihat wajah masam princesnya itu hanya mengacak gemas kepala putrinya.Ilham sudah menduga kalau putra sulungnya itu akan marah pada adiknya,karena Ilham dapat melihat betapa posessife serta protektifnya Nagara pada Lovyna.Jangankan terluka,Lovy belum makan saja bisa membuat Nagara kalang kabut.Karena pria itu tidak mau melihat Lovy sakit karena telat makan.
"Makanya kalau diomongin sama yang lebih tua itu nurut,you know nurutkan?"
Kedua netra Lovy memicing tidak suka pada pria muda yang tengah memainkan ponselnya diatas karpet bulu yang ada dikamarnya itu.Dan pria muda itu adalah Raga,saudara kembarnya yang super menyebalkan baginya.
"Berisik kau arwah!"
Kini giliran Raga yang memicingkan kedua matanya pada Lovy saat gadis yang usianya hanya berbeda lima menit dengannya.
"Wah Pah,dengerkan si Lope ngeledekin nama aku Pah."
"Arwah diem!"
"Wah wah wah,makin ngelunjak nih anak."
Ilham memijit pelipis serta pangkal hidungnya yang sedikit berdenyut saat mendengar perdebatan kedua anak kembarnya itu.Ilham memang sudah biasa mendengar kedua anaknya itu beradu kata jadi cukup tutup kedua telinga serta pijat pelipis,itu sudah cukup untuk membuatnya rileks.Apa lagi yang memijatnya adalah Reina,wanita yang paling dia cintai.
"Papa mau mandi dulu,kalian lanjutkan saja berdebatnya."
Keduanya berdecak mendengar ucapan pria paruhbaya yang terlihat masih muda dan tampan untuk usianya sekarang yang sudah menginjak setengah abad itu.
Saat keduanya hendak beradu kata kembali,tiba tiba pintu kamar Lovy terbuka,menandakan kalau ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya.
"Nah untung Bang Gara kesini aku bisa keluar dari kandang nenek cerewet."
Bugh...
Lovy melemparkan satu buah bantal pada pria muda yang berhasil menghindar sembari menjulurkan lidahnya guna meledek gadis muda yang terlihat menampakan wajah sangar padanya.
"Hati hati Bang,"
"Elang bondol!!" bugh,Lovy melemparkan kembali bantal love kesayanganya pada Raga yang sudah berlari guna menghindari serangan saudari kembarnya itu.
Lovy semakin kesal pada saudara kembarnya yang selalu mengajak adu kata serta adu otot dengannya itu.Namun itu tidak akan berlangsung lama,dia dan Raga akan kembali berbaikan beberapa belas menit kemudian.
"Masih sakit?"
Lovyna sedikit tersentak saat merasakan ada sebuah tangan mengusap lembut kakinya yang masih terbalut perban putih.
Lovy hanya menganggukan kepalanya pelan pada pada orang yang tengah mengusap lembut kakinya itu,karena entah kenapa tiba tiba dia tidak bisa membuka mulutnya dan merasa salah tingkah dibuatnya.
"Abang marah sama Vy?"
Lovy menatap sendu pada pria dewasa yang tengah mengusap lembut kedua kaki yang terperban putih itu.Manik keduanya bertemu saat Lovy dan Gara sama sama mengangkat wajah mereka masing masing.
"Abang tidak bisa marah sama kamu,Cinta."
benernya kalau kaya gitu mah si Ilham gk usah bawah anak buahnya sama si Ali ali ini....
tak kusangka, mudanya Luan di sini ganteng bingit 😆
merasa tertampar otak aku mikirin semua itu
aku merasa terdzalimi
mendadak ngefans sama Luan 🤭
otakmu ternoda ya Raga 🤣
sampai ke anak cucu