Karena permintaan Dari ke dua orang tuanya, Marcel terpaksa menikahi perempuan yang bahkan belum dikenalnya sama sekali. sedangkan Syifa hanya menurut saja apa permintaan dari omanya untuk menikah. lantaran setelah kepergian dari kedua orang tuanya, hanya oma haidah lah satu-satunya keluarganya.
Marcel.
Kita lihat saja nanti, setelah menikah? aku akan buat hari-harimu seperti di neraka, dan kau sendiri. yang akan minta berpisah dariku. sehingga aku akan bebas dari belenggu pernikahan palsu ini.
Syifa
perasaan apa ini, akankah pria! yang akan kunikahi nanti bakal mencintaiku dengan sepenuh hati atau malah sebaliknya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sari Fernita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Syifa mencoba semua kebaya rancangan terbaru namun belum ada yang cocok. terus-menerus bolak-balik dikamar ganti membuatnya lelah mencoba semua rancangan terbaru.
" Oma?? istirahat dulu sebentar...aku lelah." ucap Syifa sembari menyambar botol air minum yang ada didekatnya dan meneguknya sampai habis.
" iya mendingan kamu istirahat dulu??. Marcell kenapa belum datang...ini sudah lewat jam nya loh." tanya Oma pada Syifa.
Syifa merasa tidak tahan lagi untuk tidak mengatakannya. Melihat Omanya terus mengharapkan kedatangan Marcell, membuatnya merasa bersalah. karena ia tau Marcell tidak akan bersedia untuk datang.
" Omaa?? sebenarnya....
" eh Raisa?? kapan datang." ujar Oma tiba-tiba menyela pembicaraan Syifa.
Syifa mendengar omanya memanggil seseorang. karena penasaran ia lantas berbalik dan terkejut melihat Marcell tiba-tiba datang.
"Kalau bukan paksaan dari mamah? ogah bangat gue datang disini." gumam Marcell dalam hati.
" baru nyampe tadi pagi bunda, maaf yaa bunda... kami telat datang? biasa jalanan kota jakarta macet bangat." ucap Raisa meminta maaf.
" gak apa-apa kok Raisa." balas Oma haida dengan tersenyum tulus.
" Apakah dia Syifa?." tanya Raisa pada Oma Haida sambil terus memperhatikan Syifa lamat-lamat.
" iya dia Syifa? Cucuku." jawab Oma Haida.
"Cantik sekali???." ucap Raisa sembari terus menatap Syifa.
" makasi tante." ucap Syifa tersenyum malu-malu.
Kini Marcell beranjak untuk mencoba beberapa jas. namun Syifa mengeluh karena sekian banyak rancangan, belum ada yang cocok ditubuhnya. ia merasaa kesall sebab Kebaya yang ia coba kebanyakan lengannya kebesaran, dadanya terlalu terbuka, dan ada juga yang terasa sempit. Hal itu membuat Syifa merasa malas untuk kembali mencoba.
Pemilik butik pun memberitahu bahwa masih ada satu kebaya rancangan terbaik mereka. ia berdoa semoga kali ini cocok dan pas ditubuh Syifa. Lantas Syifa pun meraihnya dan kembali lagi kekamar ganti untuk mencoba rancangan terakhir tersebut.
Setelah Syifa keluar dari kamar ganti. alangkah terkejutnya mereka semua melihat kecantikan Syifa terpancar saat mengenakan kebaya tersebut. Kebaya tersebut sangat pas dan cocok ditubuh Syifa.
Marcell memandang Syifa dengan mulut menganga saking terpukaunya akan kecantikan Syifa. tentu saja Raisa dan Oma Haida tersenyum melihat reaksi Marcell.
"Cantikk." kata itu terlontar begitu sajah dari mulut Marcell tanpa ia sadari. Mendengar Marcell memujinya lantas membuat Syifa tersenyum malu-malu.
" jelas calon menantu mamah begitu sangat cantik." ucap Raisa seketika membuat Marcell tersadar.
Marcell merasa malu akan tingkahnya yang tidak ia sadari. ia merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh karena sempat terpukau. Namun ia tidak memungkiri bahwa Syifa begitu sangat cantik tapi baginya akan tetap Hana yang selalu menjadi nomor 1 untuk segalanya.
Akhirnya mereka menjatuhkan pilihannya pada kebaya tersebut. cukup lama mereka menghabiskan waktu, Akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.
Raisa menyuruh Syifa untuk naik mobil bersama Marcell agar menghabiskan waktu berdua. sedangkan ia akan bergabung bersama oma Haida. Marcell tidak ada pilihan lain selain menuruti Raisa.
Selama diperjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan. Marcell terus fokus menyetir, sedangkan Syifa memandang keluar jendela mobil. cukup lama berdiam diri akhirnya Marcell memulai pembicaraan.
"jangan salah paham? aku memujimu tadi karena cuman ingin membuat mamah senang. bagiku hanya hana yang tercantik dan akan selalu menjadi prioritasku ." tekan Marcell sembari terus fokus menyetir.
Syifa hanya tersenyum kecut. ia menyadari bahwa sampai kapanpun Marcell tidak akan pernah melihat dirinya. Marcell begitu mencintai kekasihnya Hana dan akan selalu seperti itu.
Syifa rela untuk tidak dicintai oleh suaminya nanti. yang penting ia sudah menjalankan kewajibannya sebagai seorang anak untuk memenuhi permintaan terakhir dari kedua orang tuanya. toh dia juga tidak mencintai Marcell jadi ia menerima sajah kalaupun Marcell tidak menganggapnya sebagai istri nantinya.
Kini mereka menikmati hidangan yang di suguhkan oleh pelayan di restoran tersebut. hanya Raisa dan Oma Haida yang terus berceloteh sedangkan Marcell dan Syifa hanya diam sembari terus fokus menikmati makanan mereka.
**********
Kini Roy, Martin, dan Alena makan siang bersama. Martin terus menyerang Roy dengan pertanyaan tentang kejadian semalam pasalnya ia sama sekali tidak mengingat kedatangannya dirumah Roy.
" hey Roy? tadi malam gue diantar siapa." tanya Martin di sela-sela makannya.
" wanita yang kamu sewa? mereka yang mengantarmu kemari." balas Roy enteng sambil terus menyuapi mulutnya dengan makanan.
" oh ya?? mereka tau dari mana alamatmu." tanya Martin kembali.
" yaampun Roy? apa kau geger otak sekarang jelaslah elo sendiri yang memberitahukan wanita itu alamat rumah gue." Jawab Roy dengan lantang.
" oh yaa? untung sajah gue memberitahukan alamat apartemenmu. kalau sajah gue pulang kerumah dalam keadaan mabuk seperti semalam bisa-bisa ayah membunuhku." ujar Martin.
" makanya kalau memang tidak kuat minum? kenapa harus dipaksakan." emosi Roy.
" Cafe gue Roy? sekarang diambang bangkrut. tidak ada para investor yang mau bekerja sama denganku untuk menanam modal. makanya gue stress." ujar Martin dengan wajah sendu.
Roy tersentak mendengar keluhan dari sahabatnya Martin. ia ingin sekali membantu Martin tapi percuma Martin tidak akan menerima bantuan darinya. Karena harga diri yang begitu tinggi serta benci di kasihani membuatnya tidak bisa berbuat lebih selain memberi dukungan untuk sahabatnya tersebut.
" elo yakin menolak bantuan dari gue?." tanya Roy memastikan.
" Roy? gue menceritakan masalah gue ke elo bukan semata-mata meminta bantuan darimu. gue cerita karena gue anggap elo seperti sodara gue sendiri. elo cukup memberi gue dukungan, semangat, agar bisa melalui cobaan gue.
" tapi gue tulus ingin membantumu." ujar Roy
" Makasi Roy? gue sangat beruntung punya elo dan Marcell. kalian selalu ada untuk gue dan memberi gue semangat lebih. tapi gue minta maaf Roy, gue tidak bisa menerima bantuanmu, karena gue benci dikasihani. karena dikasihani gue kelihatan terlihat lemah sebagai laki-laki. dan gue tidak akan membiarkan hal itu terjadi, elo tenang sajah, gue pasti bisa membangun kembali cafe gue.
" good job guys? gue bakal selalu dukung elo." ucap Roy menyalurkan semangatnya pada Martin.
Karena mereka sudah bersahabat dari kecil, mereka mengenal sifat satu sama lain. sifat Roy yang ingin membantu Martin dengan tulus mendapat penolakan dari Martin. sifatnya yang benci dikasihani membuatnya tidak menerima bantuan cuma-cuma dari siapapun. walaupun itu sahabatnya sekalipun. dan Roy memahami akan Hal itu, jadi ia cukup membantu dengan menyalurkan semangat agar sahabatnya tidak terpuruk.
mereka pun kembali melanjutkan makan siangnya setelah berbincang-bincang cukup lama.
Bersambung...