NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:402
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

...****************...

Kabar mengenai seseorang yang berusaha membuktikan pertunangan Evelyn Hills dan Arseno Andreas sebagai sebuah sandiwara membuat suasana di mansion keluarga Andreas berubah tegang.

Evelyn berdiri di dekat jendela ruang keluarga sambil melipat kedua tangannya.

"Jadi, ada seseorang yang mencoba membongkar hubungan kita?"

Antonio mengangguk.

"Benar."

Arseno duduk di sofa dengan wajah serius.

"Siapa yang memiliki informasi itu?"

"Kami belum tahu."

Kosta yang baru masuk membawa tablet segera menjawab.

"Tapi kami menemukan sesuatu."

Semua mata langsung tertuju kepadanya.

Kosta meletakkan tablet di atas meja.

"Beberapa hari lalu, seseorang mengirimkan sejumlah foto dan dokumen kepada tiga media besar."

Evelyn mengerutkan kening.

"Foto apa?"

"Foto kalian berdua sebelum mengumumkan pertunangan."

Arseno langsung berdiri.

"Foto ketika kita baru kembali dari Singapura?"

"Ya."

Kosta mengangguk.

"Termasuk foto kalian saat keluar dari hotel."

Evelyn membeku.

Ia tahu persis kejadian yang dimaksud.

Peristiwa yang menjadi awal semua kekacauan.

"Kalau foto itu tersebar..."

"Media akan mengaitkannya dengan kejadian di Singapura," kata Arseno.

Kosta mengangguk.

"Benar."

Antonio menatap mereka.

"Karena itu kita harus bergerak lebih cepat."

Malam itu, tim keamanan digital keluarga Andreas dan Hills bekerja tanpa henti.

Semua rekaman kamera, transaksi, komunikasi, hingga akses sistem perusahaan diperiksa.

Hingga akhirnya...

Naomi menemukan sesuatu.

"Nona!"

Evelyn yang sedang duduk bersama Arseno langsung menoleh.

"Apa?"

Naomi menunjukkan sebuah laporan.

"Kami menemukan rekening perusahaan cangkang yang membayar penyebaran berita."

Arseno mengambil tablet itu.

"Siapa pemiliknya?"

"Perusahaan itu terdaftar atas nama orang lain."

"Namun..."

Naomi menarik napas.

"Uang yang digunakan berasal dari sebuah rekening yang terhubung dengan mantan direktur Andreas Corporation."

Arseno langsung berdiri.

"Dia."

Kosta mengangguk.

"Kami juga menemukan komunikasi antara dia dan pihak media."

Antonio segera memerintahkan tim hukum bergerak.

Beberapa jam kemudian...

Semuanya terbongkar.

Mantan direktur tersebut ternyata bekerja sama dengan sebuah kelompok bisnis yang kalah dalam proyek Singapura.

Mereka sengaja menyebarkan rumor tentang Evelyn dan Arseno.

Tujuannya sederhana.

Membuat kedua perusahaan saling mencurigai.

Menurunkan kepercayaan investor.

Dan pada akhirnya...

Mengambil alih beberapa proyek penting.

Namun rencana itu justru menjadi bumerang.

Karena semakin banyak mereka menyebarkan rumor...

Semakin kuat hubungan bisnis Evelyn dan Arseno.

Dan ketika mereka mencoba membongkar pertunangan palsu...

Mereka justru meninggalkan jejak digital yang cukup jelas untuk ditemukan.

Keesokan harinya...

Konferensi pers kembali digelar.

Kali ini Evelyn dan Arseno datang bukan untuk membicarakan hubungan mereka.

Tetapi untuk membersihkan nama kedua perusahaan.

Arseno berdiri di depan wartawan.

"Setelah melakukan penyelidikan bersama, kami menemukan bahwa berita dan informasi palsu yang beredar selama beberapa waktu terakhir merupakan bagian dari upaya sabotase bisnis."

Evelyn melanjutkan.

"Kami menyerahkan seluruh bukti kepada pihak berwenang dan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab."

Seorang wartawan bertanya,

"Apakah pertunangan Anda juga bagian dari konspirasi?"

Evelyn dan Arseno saling menatap.

Untuk beberapa detik...

Tidak ada yang berbicara.

Kemudian Arseno tersenyum.

"Pertunangan kami memang awalnya dibuat untuk meredakan situasi."

Ruangan langsung ramai.

Evelyn melanjutkan,

"Tapi hubungan kami sekarang..."

Ia melirik Arseno.

"...sudah jauh lebih baik daripada sekadar strategi bisnis."

Jawaban itu membuat Arseno terdiam sesaat.

Bahkan Evelyn sendiri sedikit terkejut dengan ucapannya.

Namun publik justru bersorak.

Setelah konferensi pers selesai...

Evelyn berjalan menuju mobil.

Arseno menyusul.

"Kau tadi hampir membuatku terkejut."

Evelyn menoleh.

"Kenapa?"

"Ucapanmu."

"Apa?"

"Kau bilang hubungan kita sudah jauh lebih baik."

Evelyn tersenyum kecil.

"Memangnya salah?"

Arseno menggeleng.

"Tidak."

Ia berjalan di samping Evelyn.

"Justru..."

"Apa?"

"Aku senang mendengarnya."

Evelyn terdiam.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Namun ia pura-pura tidak memperhatikan.

"Jangan terlalu percaya diri."

Arseno tersenyum.

"Sudah terlambat."

Malam itu...

Arseno duduk sendirian di ruang kerjanya.

Tidak ada dokumen yang dibaca.

Tidak ada laporan yang diperiksa.

Pikirannya hanya tertuju kepada Evelyn.

Ia teringat bagaimana wanita itu selalu membuatnya tertawa.

Bagaimana Evelyn selalu berani membantahnya.

Bagaimana wanita itu memperhatikan orang-orang di sekitarnya.

Dan bagaimana dirinya selalu mencari keberadaan Evelyn ketika mereka tidak bersama.

Arseno akhirnya bersandar di kursi.

"Sejak kapan?"

Ia terdiam.

Sejak kapan wanita itu menjadi begitu penting?

Sejak kapan ia menunggu pesan Evelyn?

Sejak kapan ia merasa kesal ketika Evelyn terlalu sibuk?

Sejak kapan makan siang bersama Evelyn terasa lebih menyenangkan daripada makan sendirian?

Arseno memejamkan mata.

Lalu tersenyum kecil.

"Jangan-jangan..."

Ia membuka mata.

"...aku benar-benar jatuh cinta."

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya...

Arseno Andreas mengakui sesuatu yang tidak bisa diselesaikan dengan uang, kontrak, ataupun strategi.

Ia jatuh cinta.

Dan wanita yang berhasil membuatnya kehilangan kendali itu...

Adalah Evelyn Hills.

Keesokan paginya...

Sebuah pesan masuk ke ponsel Evelyn.

Arseno:

Malam ini kau sibuk?

Evelyn membaca pesan itu.

Evelyn:

Kenapa?

Balasan datang beberapa detik kemudian.

Arseno:

Dinner.

Evelyn tersenyum.

Evelyn:

Bisnis?

Arseno mengetik cukup lama sebelum mengirim.

Arseno:

Tidak.

Evelyn:

Lalu?

Balasan terakhir membuat Evelyn terdiam.

Arseno:

Aku ingin mengajakmu berkencan.

Evelyn menatap layar ponselnya.

Wajahnya perlahan memerah.

Dan untuk pertama kalinya...

Ia tidak tahu harus membalas apa.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!