Hubungan memiliki hal spesial bagi kedua insan tapi bagaimana jadinya jika seorang twins atau kembar yang jodoh nya tertukar begitu saja dalam suatu insiden yang tak pernah di sangka sangka.
pasangan mereka tertukar , apalagi pasangan tersebut bukan lagi berstatus pacaran melainkan hubungan suami istri yang berarti sudah sakral dalam mata agama.
" nak tolong lah keluarga kami , calon Alfa tidak datang dan tidak ada informasi sama sekali , dan Alfi juga Bunda tidak tau dia kenapa tidak ada disini." ucap Bunda twins
" tamu sudah berdatangan , Saya juga sangat merasa tertolong jika kamu mau menikah dengan Alfa sekarang ini menggantikan Kekasih nya." ucap Daddy kembar
" Aku akan menjadi wali , dan aku sebagai kakak Vera sangat merestui jika adik saya bersama sahabat saya sendiri " ucap kakak Vera
pernikahan begitu saja terjadi tanpa ada ikatan cinta dari keduanya , mereka berdua sama sama menelan pil pahit , walaupun sebenarnya Alfa sama sekali tidak menaruh hati pada kekasih nya yang harusnya menjadi istri nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 2 ( berkumpul )
jam menunjukkan pukul 5:30 jam kerja Vera sudah selesai , saat sudah berkemas Yuli langsung menahan nya
" Vera kamu sudah mau pulang ?? tanya Yuli
" iya Bun " jawab Vera sopan
" nanti aja yah , sekalian makan malam sama sama " ucap Yuli
" iya kak nanti Oma , kai , aunty dan uncle juga datang Lo " ucap ayu
" tapi ibu saya nanti khawatir dengan ku " jawab Vera
" nanti aku antar pulang , dan telfon saja dulu ibu mu " ucap Alfi yang sedari tadi bersembunyi guna untuk menguping pembicaraan
" kak Alfi mah cuma caper " ucap Bagas kesal
" diam kau kutu air " ucap Alfi
" kak Alfi , coba jangan keluarin kata kutu air ,pengen ku tarik tu mulut mu yang bawel " ucap Bagas kesal
" mana bisa , sudah kebiasaan , dan lagi pula ayah mu yang memulai duluan dulu , ayah mu selalu memanggil kami anak cicak " jawab Alfi
" kalian ini berdua gak ada gunanya kalau sudah bertemu kaya gini " ucap Yuli kesal
" mau ya Vera ?? tanya lagi Yuli ke Vera
Karen merasa tidak enak hati menolak , jadi Vera menyetujui ajakan Yuli
" yes " ucap senang Alfi
" yes apa Alfi ?? tanya Bunda nya dengan tatapan tajam
" pasti yes ngantar lah tu , apa lagi " jawab Bagas
" kau kutu air ganggu Mulu , mending kau sana main sama ikan di kolam berenang " ucap Alfi kesal
" ayo kak Vera kita ke kamar ayu , kalau kelamaan disini nanti kita ketularan gilanya Kakak sama Bagas " Ucap ayu menarik tangan Vera
" aku ikut " ucap azkia
" aku juga sekalian mau ganti baju " ucap Davira
" aku juga mau ikut dong ganti baju " ucap Bagas yang mendapat tarikan maut dari bunda
" aduh , duh , sakit Bun " teriak Bagas kesakitan
" makanya jangan ngomong sembarangan " ucap Yuli melepaskan tarikan nya
" mampus lu " ucap Alfi cekikikan
jam 07;00 semua keluarga sudah berkumpul dengan obrolan
ke empat gadis tersebut turun untuk ikut ngobrol bersama keluarga mereka
" Oma " teriak ayu memeluk Oma nya
" hai gadis ku , kenapa kamu sudah jarang ke rumah " ucap Oma nya
" karena ada uncle Kevin dan aunty Siska " jawab ayu
" hah memangnya kenapa kalau ada kami di rumah ?? tanya Siska ibu dari azkia
" karena ibu selalu ngomel kalau main " jawab azkia
" bagus sekali jawaban mu nak " ucap ayah nya yang bernama Kevin
" maaf yah " ucap azkia
" hahaha azkia takut " ejek Bagas
" Gas " ucap Dara dengan penuh penekanan
" iya iya , cuma becanda " saut Bagas
" Davira tidak ikut ikutan ya " ucap Davira melirik kedua orang tuanya
" oh iya ini guru les kami , namanya kak Vera " ucap ayu yang membuat Vera sangat canggung
" wah cantik sekali kamu nak " puji Oma nya Ayu
" terimakasih banyak nek " jawab Vera sopan namun sangat canggung
" hahaha kamu sudah tua Yani " ucap suaminya yang bernama Zei
" maaf kalau kata kata saya kurang enak didengar " ucap lagi Vera semakin canggung
" gakpapa , kamu panggil Oma ya , dan kamu tidak perlu takut kita sama sama Manusia " ucap Oma Yani
" iya benar tu Vera " ucap Aidil
" jangan sungkan nak " ucap Kevin
" iya om , " jawab Vera
" kenalin kak Vera yang itu uncle Bimo dan aunty Dara orang tua Bagas , yang disana uncle Kevin dan aunty Siska orang tua azkia dan yang itu uncle Rei dan aunty Nurul orang tua Davira dan yang terakhir Oma dan kai " ucap ayu menunjuk satu per satu
" Mana si anak cicak itu ?? tanya Bimo ayah Bagas
" Bim jangan bilang kamu selalu mengingat masa ngidam kamu, hingga buaya dan kadal nikah maka lahirlah cicak yang terkena azab " ucap Aidil yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak kecuali mereka anak gadis
" memangnya ayah pernah ngidam ?? tanya Bagas
" kamu gak tau aja gas kalau ayah mu dulu yang ngidam bukan ibu mu " ucap Kevin
" hahaha iya sampai ayah mu dulu ke apotek beli alat kehamilan sampai debat sama yang jual " ucap Rei
" hei sialan dari mana kamu tau ?? tanya Bimo yang mengira jika tidak ada orang dulu yang tau
" aku dulu disana juga , buat ketemu sama sepupuku yang kerja disana " jawab Rei tertawa berbahak bahak kecuali yang lain tidak tau menahu
" kok bisa ?? tanya Aidil
" Bimo tidak melihat ku , padahal aku berada di samping nya , apa kalian tau jika dia marah marah sampai semua orang menontonnya"" ucap Rei tak bisa melanjutkan nya karena tak tahan menahan tawanya
" lanjut dong om , marah nya seperti apa " ucap ayu
Rei atau ayah Davira mulai menceritakan dari awal yang ia ketahui
mau beli apa pak ?? tanya orang tersebut
" yang dipake untuk tes kehamilan " ucap Bimo
" maksud bapak test pack ?? tanya orang tersebut
" hah tu kamu tau masih nanya lagi , kamu mau mancing emosi saya ? omel Bimo yang membuat orang tersebut ketakutan
" tapi maaf pak sebelum nya karena banyak alat untuk ngetes kehamilan" ucap perempuan tersebut
" kenapa kamu bisa langsung tau tadi, kalau banyak alat kehamilan , pasti cuma itu alat nya kan , kalau mau nanya itu yang benar " omel lagi Bimo
" iya pak maaf , tapi alat test pack mau nya bapak yang bagaimana ?? tanya lagi perempuan tersebut
" kau mau mati betulan ya nanya-nanya Mulu , kau udah bilang tadi kalau alat test pack yang digunakan untuk mengecek kehamilan dan kau sekarang nanya lagi test pack nya Yang bagaimana , kamu kira aku yang jual " omel Bimo
" bukan begitu pak tapi alat test pack ada beberapa macam " ucap perempuan tersebut
" kau yang bermacam macam bukan alat nya kalau yang namanya test pack ya tidak ada lagi macam macam nya " ucap Bimo
" gimana ya pak , tapi memang begitu " ucap perempuan tersebut
" ya kan tuh, kau setuju dengan ucapan ku! kenapa masih mancing emosi Ku " ucap Bimo yang mengira jika perempuan tersebut menyetujui ucapan nya
" astaga pak , bukan begitu maksud saya " ucap perempuan tersebut panik , tak tau harus menjelaskan bagaimana lagi dengan manusia didepan nya ini
" ihh kau bikin emosi ku naik 20 kali lipat ya , tadi kau sudah setuju dengan ucapan ku dan sekarang kau ngelag lagi , mau mu apa sih , apa perlu opotik ini rata dengan tanah " omel Bimo lagi
perempuan tersebut langsung memberikan beberapa jenis test pack
" ini pak maksud saya , banyak jenisnya " ucap perempuan tersebut
" bilang dong dari tadi " ucap Bimo merasa tidak bersalah sekalipun membuat perempuan tersebut menggeleng gelengan kan kepalanya
" yang mana bagus ?? tanya Bimo
belum sempat perempuan tersebut menjawab Bimo langsung memotong nya
" bungkus semua saja " ucap Bimo
" memangnya istri bapak berapa ?? tanya perempuan tersebut yang menandakan perang akan terjadi lagi
" kamu mau ku bunuh betulan ya , kau ingat ya istriku cuma satu kalau kau masih nanya bapaknya berapa akan ku pisah kan kaki mu dan kepalamu " ucap Bimo tegas
" iya pak , maaf " ucap perempuan tersebut ingin tertawa tapi dia takut
semua orang yang mendengar nya tertawa berbahak bahak kecuali Bimo yang sangat merasa malu karena kebodohannya
💪💪💪
Sukses selalu dan lanjut
thanks mbak 💪👍🙏🏻
Sukses selalu dan lanjut