NovelToon NovelToon
Alisha

Alisha

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:62.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yuliana Farida

Ini hanyalah kisah romansa remaja yang dialami Alisha, remaja SMA ketika ia dekat dengan seorang anak laki laki yang berbeda dengan dirinya. Keseharian berjualan kaki lima tak surut untuk Alisha dalam mendekati Dika yang diam diam menyimpan kesempurnaan dalam hidupnya.


"Aku menyukainya.. tidak mau menahu akan pandangan orang orang disekitar akan dirinya, karena hanya aku yang mengetahui segalanya mengenai dia, Dika Arya."

Alisha Puteri,



"Sejak kapan kamu menjadi sosok puitis?"


Dika Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sunday Mood

"Ke perpustakaan mau gak Dik?" tanya Alisha yang sedari tadi berjalan berdua tanpa arah.

"Boleh." jawab Dika menganggukkan kepala.

Mereka pun berjalan menuju perpustakaan kota yang tak jauh dari mereka berada sekarang.

Setelah meregistrasi data, mereka berjalan ke lantai dua perpustakaan.

"Kamu mau baca buku apaan Dik?" tanya Alisha sambil berbisik saat berjalan di lorong perpustakaan yang terlihat sepi.

Dika tampak berpikir sejenak, "Ehm sains boleh."

"Bagus. Aku ada tugas Biologi jadi sekalian ngerjain ya?" Alisha terkikik senang sambil menutup mulutnya supaya tidak terlalu berisik.

"Iya kamu yang kerjain." Dika berkata enteng tak menyadari ungkapan bantuan secara tak langsung yang Alisha ucapkan tadi.

"Gak ada niat mau bantu apa?"

"Gak." ucap Dika melengos pergi meninggalkan Alisha berdiri di lorong perpustakaan sendirian.

"Jahatnya."

Sesampainya mereka di ruangan sains, mereka langsung menghampiri rak buku. Alisha menghampiri rak buku materi mengenai Rekayasa Genetika dan mencari cari buku yang tepat untuk referensi.

Sedangkan Dika memilih untuk membaca buku tentang Sistem Organ Manusia yang sangat diminatinya sejak dulu.

"Sudah dapat bukunya?" tanya Dika menghampiri Alisha yang masih kebingungan mencari buku mana yang tepat.

"Gak tau, bingung." Alisha menggaruk garukkan kepalanya yang tidak gatal. Kemudian Dika memutuskan untuk membantu mencari buku yang tepat untuk Alisha.

"Ini?" tawar Dika menunjukan sebuah buku ke hadpaan Alisha. Alisha melihat sekilas isi bukunya dan mengangguk menyetujuinya.

"Kayaknya penuh deh bangku nya." Alisha memperhatikan sekeliling dimana semua bangku duduk hampir semuanya penuh .

"Itu disana." Tunjuk Dika ke arah bangku paling belakang dan memojok yang baru saja ditinggalkan oleh yang menempatinya tadi.

"Ayo." ajak Alisha diikuti Dika.

Setelah mendapatkan bangku, Dika dan Alisha duduk berhadapan yang dihalangi oleh kaca meja yang transparan.

"Kamu bawa Buku?"

"Iya, buku catatan pribadi sih." jelas Alisha sambil membuka buku catatan dari dalam tas kecil yang dibawanya.

Keduanya sibuk dengan bacaan masing masing. Sesekali Alisha bertanya kepada Dika mengenai soal yang tidak dimengertinya, dan Dika dengan senang hati membantu menjawab dengan pengetahuannya.

Sampai suatu saat dikala mereka sedang fokus, datang tiga orang perempuan menghampiri bangku Dika dan Alisha yang kebetulan sebelahnya masih kosong.

Mereka bertiga langsung duduk tanpa seizin mereka berdua. Satu duduk disebelah Alisha, dua lagi di sebelah Dika yang setengah memaksa merapat ke arah Dika.

Alisha yang melihat itu langsung terpecahkan konsentrasinya. Ia langsung cemberut ketika ketiga perempuan itu curi curi pandang ke arah Dika yang masih fokus dengan buku ditangannya.

Geram dengan tingkah mereka Alisha berdehem agar tidak terlalu berisik. Dika yang mendengarnya menatap Alisha dengan tatapan bertanya nya.

Alisha hanya melirik sinis ketiga perempuan yang kini sedang bergosip untuk mengundang perhatian Dika.

Dika yang melihat itu memberi jawaban kepada Alisha untuk membiarkan saja.

Alisha yang kesal membawa semua benda yang dibawanya ke tempat aman yang lebih tenang. Ia memilih duduk dilantai bersandar pada rak dan menghadap ke arah luar.

'Setidaknya pemandangan disini lebih sejuk daripada disana.' pikir Alisha.

Namun sebelum itu, ia kembali melihat ke arah bangku yang tadi ia tempati bersama Dika. Bahkan sekarang lebih parah! Perempuan yang tadi duduk bertiga dengan Dika berpindah tempat ke tempat duduk bekasku. Bahkan perempuan itu terang terangan memfoto Dika yang sedang serius membaca.

Alisha semakin geram. Bukan hanya kepada ketiga perempuan itu, tapi juga kepada Dika yang sedari tadi hanya diam saja membiarkan berulah.

"Dasar ganjen."gumam Alisha merutuki ketiga perempuan genit itu.

Alisha mencoba mengabaikan dan membuka kembali buku untuk mengerjakan soal soal yang belum terjawab.

Belum satu menit dirasa, Alisha merasa seperti ada yang berjalan menghampiri dirinya. Tapi Alisha membiarkannya, mungkin orang yang mau mengambil buku. Tapi ternyata salah, orang itu malah berjongkok didekat Alisha dan memilih duduk di samping kanannya.

Tanpa bicara, sosok itu kembali melanjutkan kegiatan membacanya. Alisha tahu bahwa itu adalah Dika, namun ia malah membiarkannya karena masih kesal akan kejadian barusan.

Setelah beberapa lama, akhirnya Alisha menyelesaikan Tugasnya. Kemudian ia menengok ke arah Dika.

"Dika?" bisik Alisha mengganggu kegiatan membaca Dika. Dika mengangkat pandangannya dari buku di tangannya, kemudian menyimpannya di lantai dan mengambil buku catatan milik Alisha tanpa seizin pemiliknya.

Terlihat Dika sedang memeriksa dengan cermat semua hasil jawaban yang Alisha kerjakan tadi.

"Ini salah Lish. Fungsi Genetik itu untuk membawa informasi pada setiap sel makhluk hidup yang dapat diturunkan pada keturunan selanjutnya." jelas Dika membenarkan jawaban.

"Oh gitu." Dengan wajah tidak tahunya, Alisha mengangguk.

"Untuk contohnya, Rambut kamu yang hitam lurus itu menurun dari ibu kamu karena gen tersebut. Dan semua yang ada ditubuh kamu itu menurun dari orang tua kamu." ucap Dika memperjelas dan Alisha hanya mengangguk anggukkan kepala dan mulai membenarkan jawabannya.

"Jadi Nanti anak aku punya mata sipit, rambut tebal, hidung mancung, badan tinggi, kulit putih, sama kayak kamu." ucap Alisha beranda andai sambil tangannya menoel noel bagian wajah Dika.

Untuk sesaat mereka saling bertatapan dengan jarak yang begitu dekat.

Kemudian Dika tersadar akan perkataan Alisha dan tersenyum mengejek sambil melepaskan telunjuk Alisha dari wajahnya.

"Ngarep." Dika berkata ketus, tapi tidak dengan wajahnya yang sedikit memerah karena malu.

"Sifatnya juga menurun loh Lish."

"Oh kalau itu dari aku aja. Aku gak mau ya anak aku judes kayak kamu." ucap Alisha sambil tertawa pelan.

"Jangan mendahului Tuhan Lish." ucap Dika mengingatkan. Alisha hanya menyengir tak bersalah.

"Emang kamu mau nikah sama aku?" Tanya Alisha masih dengan cengirannya.

Dika hanya mengedikkan bahu lalu berdiri membawa bukunya untuk disimpan kembali.

"Dika." seru Alisha sedikit berteriak mengabaikan orang orang yang menatapnya protes, lalu membereskan barang barangnya dan mengembalikan buku tadi ke tempatnya.

Alisha berjalan keluar ruangan sambil melihat sekeliling melihat keberadaan Dika. Sesampainya Di pintu ia melihat Dika yang sedang berdiri membelakangi Alisha menopang tangannya di pagar besi dan sedang melihat ke lantai satu.

"Dik, Ayo." Ajak Alisha keluar dari perpustakaan.

Saat berjalan menuruni tangga Alisha berkata kepada Dika.

"Kamu pinter biologinya. Aku aja kesusahan belajarnya." Keluh Alisha dengan menekuk wajahnya.

"Aku suka baca buku kedokteran milik kakek. Jadi sedikit paham."

"Kakek kamu dokter?" tanya Alisha dengan pelan. Dika hanya mengangguk meng-iya kan.

Selanjutnya mereka berjalan dalam diam. Setelah keluar dari perpustakaan Alisha mengajak Dika untuk sarapan bubur karena tadi ia belum sempat sarapan di rumah.

"Pak buburnya dua porsi ya." Pesan Alisha yang di angguki oleh penjual bubur itu.

"Eh Dik?" tanya penjual bubur mengetahui ada Dika dibelakangku.

"Bang." sapa Dika sambil tersenyum. Lalu duduk di bangku yang disediakan.

"Kamu kenal Dik?" bisik Alisha yang duduk dihadapan Dika.

Dika hanya mengangguk. Kemudian penjual bubur itu bertanya kepada Dika, sekedar basa basi.

"Dagangan gimana Dik?"

"Lancar bang."

"Eh bukan gitu, maksudnya sekarang gak jualan?" ralat penjual bubur sambil menuangkan bubur kedalam mangkok.

"Oh ada ayah yang jaga. Bosen katanya di bengkel terus." jelas Dika.

"Gitu ya." Penjual bubur menghampiri bangku Dika dan Alisha dengan nampan berisi dua porsi bubur dan minumannya.

"Silahkan Dik, neng." ucapnya mempersilahkan yang di angguki mereka berdua.

"Jangan terlalu banyak Sambalnya." ucap Dika memperingatkan Alisha yang akan menyendok sambal lagi setelah satu sendok sambal ia tuangkan ke dalam mangkuk buburnya.

"Iya." jawab Alisha patuh menyimpan sendok sambalnya.

Dika menyelesaikan makannya dengan cepat. Sementara mangkok Alisha masih dipenuhi oleh bubur.

"Cepat habisin Lish." ucap Dika seraya beranjak dari duduknya menghampiri penjual bubur dan membayarnya.

Kemudia Dika kembali duduk didepan Alisha dan memperhatikannya.

"Bang ada Tisue?" tanya Dika ke arah penjual bubur.

"Ada Dik, sebentar. Duh abang lupa nyimpen di meja. Maafnya."

"Iya bang."

"Lap mulut kamu tuh." ucap Dika seraya menyodorkan tisue kepada Alisha yang sibuk menghabiskan buburnya.

"Eh? Belepotan ya?" tanya Alisha dengan cengiran dan menerima tisue dari Dika.

Alisha meminum teh tawarnya dan berdiri. "Udah Dik."

"Ayo. Makasih bang." ucap Dika sambil berjalan pergi.

Sekarang mereka tengah berjalan di depan Mall yang letaknya dekat dengan perpustakaan kota, kemudian Alisha berinisiatif mengajak Dika untuk menonton di Bioskop.

"Dik nonton yuk?"

Dika mengangguk ragu yang kemudian tangannya ditarik oleh Alisha memasuki Mall. Mereka berjalan menaiki Eskalator menuju lantai tiga.

"Kamu mau nonton apa Dik?" tanya Alisha melihat kearah Dika.

"Gak tau." Dika memang tak tahu apa apa tentang film terbaru.

"Kalau mariposa gimana? Kayaknya seru." tawar Alisha dengan antusias. Dan hanya di angguki setuju oleh Dika.

Setelah mereka sampai Di lantai tiga mereka langsung berjalan ke arah Bioskop. Alisha menyuruh Dika untuk duduk di kursi tunggu, sementara Alisha membeli tiket dan camilan.

Kemudian Alisha menghampiri Dika dengan membawa minuman dan camilan yang akan dibawa saat menonton dan mengajak Dika untuk segera masuk ke dalam bioskop.

Satu jam lebih film itu diputar. Hingga akhirnya film tersebut selesai dan semua orang berjalan keluar meninggalkan bioskop.

"Lish, uang tiket tadi." ucap Dika bermaksud untuk membayar tiket untuk menonton tadi.

"Aku traktir. Gak usah bayar." jawab Alisha.

"Beneran?" tanya Dika ragu dan ingin memastikan. Pasalnya uang di dompetnya hanya pas untuk membayar tiket tersebut.

"Iya Dika." jawab Alisha gemas membuat Dika tersenyum tipis. Ia jadi malu sendiri karena seharusnya ia sebagai laki laki yang membiayainya.

"Kapan kapan aku ganti ya." ucap Dika.

"Gak usah. Kapan kapa kita main lagi ya? pinta Alisha antusias.

"Terserah."

"Yaudah minggu depan ya." pinta Alisha lagi yang kemudian di anggukki oleh Dika.

"Aku pulang dulu ya, mama udah ngirim pesan nih." Beritahu Alisha sambil mengangkat ponselnya ke hadapan Dika.

"Aku antar ya." ucap Dika tanpa memberi kesempatanAlisha untuk menolak karena tangannya sudah ditarik oleh Dika untuk mengikutinya.

"Padahal kamu gak usah antar aku." ucap Dika saat mereka telah berada di tempat jualan ayahnya.

"Gak masalah. Kamu tunggu disini ya. Ayah titip Alish." Pesan Dika yang kemudian berlari menuju rumahnya.

Ayah Dika yang melihat kelakuan anaknya hanya menggeleng gelengkan kepala, sementara Alisha tersenyum melihatnya.

"Habis dari mana saja neng?" tanya Ayah Dika kepada Alisha yang duduk di kursi panjang itu.

"Oh, Dari perpustakaan pak, terus nonton film." jawab Alisha Kepada ayah Dika yang sekarang ikut duduk disamping Alisha.

"Wah kamu harus sering sering ajak Dika ke perpustakaan, dia paling seneng kalau udah baca buku kedokteran. Biar ilmu nya nambah."

Alisha hanyak tersenyum mengangguk. Kemudian ayah Dika menambahkan.

"Kalau aja Dika gak keras kepala, pasti dia juga bisa sekolah kayak kamu." Ayah Dika menghela nafas.

"Kenapa memangnya pak?" tanya Alisha yang mulai penasaran.

"Dari kecil dia selalu nolak untuk sekolah. Katanya mau kerja bantu bapak. Sampai sampai dia ditangkap satpol pp gara gara masih kecil sudah jualan." kata Ayah Dika sambil tersenyum menerawang masa lalu.

"Dia bahkan terus menolak saat kepala Dinas membujuknya untuk sekolah. Meskipun dibiayai oleh pemerintah."

"Kamu harus terus ajak dia belajar ya neng. Kasian dia kerja terus." harap Ayah Dika dengan sangat. Alisha kembali menganggukkan kepala dengan senyuma tulus. Ia akan berusaha untuk selalu mendorong Dika agar ia mempunyai keinginan untuk mencari ilmu, dari manapun asalnya.

Tak lama kemudian Dika datang mengendarai motornya yang terlihat antik dan berhenti di dekat gerobaknya.

"Ayo Lish." ajak Dika sambil membuka kaca helm nya.

"Pak saya pulang dulu ya." pamit Alisha kepada Ayah Dika, lalu berjalan menghampiri motor Dika dan menaiki jok dibelakangnya.

"Yah, Dika nganter dulu." pamit Dika yang kemudian melajukan motonya menuju rumah Alisha.

1
lee_you
haaiii... masih ada yang Dateng ke lapak ini?? semoga aja ada yak😆.. meskipun cerita ini udah tamat.. aku kangen banget sama Dika dan mampir kesini lagi setelah sekian lama😭😭😭 kepikir buat revisi semua bab karena aku akui novel ini masih banyak kekurangan.. mulai dari alur yang berantakan, bahasa kepenulisan yang masih banyak salah.. dan banyak lagi😭😭 aku pikir mau rombak cerita ini sepenuhnya agar lebih baik lagi dan layak baca🥰🥰 thanks banget buat yang udah baca cerita ini sampai habis.. apalagi sama komentar" yang inovatif, suportif, dan kocak".. semoga cerita ini begitu berkesan yaa:)
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Baca ulang deh, kangen banget sama Dika
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є: Wah MaasyaaAllah.. Kembali berjumpa kita ya. Semangat terus dalam berkarya ya Yul
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Ehh baru sempat buka cerita ini lagi, dulu aku baca pakai akun yang satunya, btw update selanjutnya pindah lapak ya yul..?
Aduh gak bisa ikutan aku😭
Doaku, semoga dikau sukses di lapak sebelah ya..!

Ini aku admin gc mu, aku udh gak menerima member karna gc sekarang pada sepi, takut cuma nampung doang sedang kita disana sering bertukar poin. Member disana asli sudah terpercaya dan memanfaatkan gc sebijak mungkin.
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є: Akhir² ini aku jarang on, aplikasi error terus. Gc pada hilang.
total 2 replies
Joko Jokoo
evan n dina jg seru kyk ny. buat crita evan yg ditinggl kekasih ny. trus nmuin cewk bru gitu.
Joko Jokoo: oche 👍
total 2 replies
Joko Jokoo
crita alex n kina, mau buat di mna thor??
lee_you: di dreame juga.. nunggu rampung dika sama alish dulu haha
total 1 replies
Nenk Fadila
inovel ada ga thor ?
lee_you: ada kak
total 1 replies
Joko Jokoo
kangen dika n alish
lee_you: sabaaarr😭😆
total 1 replies
Joko Jokoo
kpan lnjut lgi??
lee_you: tunggu beberapa hari lagi yaa
total 1 replies
Kiki•Put(ভ_ ভ)
haahhh... 🙀
begitu berat... tapi gak apa lahh,
Semangat terus kak Yul😁😆😆
lee_you: siapp😆❤
total 1 replies
RO_che
semaangat thor.. edisi jilid 2 yaa thorr... 🥰🥰🥰🥰🥰 pindah t4 kah thor??
lee_you: iyaa.. terima kasihh😁
total 1 replies
Flamboyan Dari Timur
suka bnget nget
Flamboyan Dari Timur
suka bnget..... jgn cpat tmat donk
lee_you: nantikan Dr.D ya☺💕
total 1 replies
Joko Jokoo
dika dri naik sepeda, smpe naik mobil. saling setia dn saling mendukung dlm meniti karir masing2.
lee_you: uwuu banget kak😁
total 1 replies
Joko Jokoo
ini lnjut di nt atw dream thor.

jangn buat konflik yg berat2 dong. msa crita ny di pisah kn melulu. 😣😣

ap lgi klw ad smpe ad konflik lupa ingatn dn gk ingt dgn pasangn ny.
Joko Jokoo: 👍👍👍👍👍👍👍
total 4 replies
Akifa
sukaaaa
lee_you: makasihh❤
total 1 replies
melfida
suka bangetttttt.....
lee_you: bener?? uuhh makasihh😘
total 1 replies
RO_che
masih puanjangg kan thoor ceritaanya..🥰🥰
RO_che: okeh siap thorr.. 🥰🥰
total 2 replies
RO_che
jgn buru2 dunk thor..
RO_che: ceritanyaa.. jgn c4 ending thor
total 4 replies
Joko Jokoo
dika, nyebeliiiiinnnn

tpi kmu suka kn liiiiisssshhh
lee_you: sukaaa😝
total 1 replies
icha.sunflower
yang novelnya welcome to wania disana ta thor. Dr. D nya belum ada
lee_you: iya.. Dr. D belum bikin, nanti nyusul☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!