Bagaimana jadinya ketika sesuatu terjadi tanpa di sengaja, iseng pembawa malapetaka. Akan kah hidup Zoya bahagia setelah ia mendadak hamil hanya karena kesalahan 1 malam?.
Setelah bertanggung jawab, apakah semuanya selesai?? pernikahan yang di lakukan ketika masih sekolah apa akan berjalan lancar??
Ikutin kisah Zoya yuk, baca dari awal hingga ending.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehilangan
Dinginnya AC merasuk ke permukaan kulit Zoya, mata yang memiliki bulu lentik mulai mengerjap ngerjap menyesuaikan pencahayaan.
Zoya meraba raba mencari selimut, sesuatu berat seakan menahan perutnya. Mata Zoya membulat merasakan pergerakan seseorang yang mempererat pelukan pada tubuhnya.
Ragu ragu Zoya melihat tubuhnya yang sudah tidak di balut apa apa lagi. Syok, Zoya langsung mendorong melepaskan pelukan Azlan, lalu menarik selimut sebagai penutup tubuh polosnya.
"Azlan!!! " bentak Zoya mulai menangis.
Azlan yang kaget mendapat dorongan dari Zoya membuka matanya malas, beberapa detik ia masih melongo belum mencerna apa yang terjadi. Seketika mata nya membulat ketika melihat Zoya menangis terisak. Azlan meraih baju dan celananya untuk menutup bagian tubuhnya yang terbuka.
"Loe apain gue Lan. hiks hiks" tangis Zoya memukul mukul dada bidang Azlan.
"Kita khilaf zoy, gue gak tahu apa yang terjadi" kata Azlan bingung mencoba mengingat apa yang telah ia lakukan. Azlan tidak merasa bersalah, ia juga korban di sini.
"Lo jahat!!! loe bajingan!! masa depan gue hancur gara gara loe!!! "
"Gue gak inget mengapa kita berada di kamar ini" ujar Azlan kembali mencoba mengingat sesuatu. Kepalanya semakin pusing ketika ia memaksa untuk mengingat kejadian apa yang terjadi tadi malam.
"Gue benci sama loe!!!! " Zoya turun dari ranjang memungut seluruh pakaian nya yang berserakan di lantai, lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah membersihkan diri Zoya keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Keluar dari kamar hotel yang Azlan booking dengan hempasan kuat.
"Kenapa jadi begini!! " Azlan mengacak acak rambutnya asal. Kemarin ia hanya berniat Mengerjai Zoya, malah membuatnya terjebak seperti ini.
Sejak kejadian itu zoya tak menapakkan diri lagi. Sudah seminggu zoya tidak masuk sekolah, tugas tournya pun tidak ia kerjakan karena Zoya memutuskan untuk langsung pulang kerumah.
Hari ini dengan keyakinan kuat Zoya masuk sekolah, tubuhnya tampak lesu tanpa semangat. Matan sembab dengan wajah pucat seperti mayat hidup.
"Zoya are you oke? " tanya Mila sadar ketika melihat Zoya masuk ke dalam kelas.
Zoya tidak menjawab, gadis itu langsung duduk di bangkunya
"Hei Zoya!! loe sakit? muka loe pucet banget" ucap Mila khawatir.
"Zoya!! loe kok cuekin gue sih! " sungut Mila kesal karena Zoya tak kunjung merespon ucapannya.
"Ada apa? " tanya Nisa yang baru saja datang, lalu duduk di depan meja Zoya.
"Zoy, loe kemana aja? kita kita khawatir tau" gerutu nisa, namun tetap tak mendapat jawaban dari Zoya.
"Zoya!! " panggil Mila membentak, ia merasa kesal karena Zoya tak kunjung menjawab pertanyaan nya. Zoya tersentak,
"Sorry gue hanya tidak enak badan" kataZoya pelan melirik Nisa dan Mila bergantian, lalu membaringkan kepalanya di atas meja. Gadis ini tidak seperti Zoya yang mereka kenal, Zoya tidak pernah mengacuhkan sahabat nya ketika berbicara dengan nya.
" Zoya kenapa sih? "bisik Nisa pada Mila yang di jawab gelengan kepala dari Mila.
" Gue gak tahu, dateng dateng dia udah kaya gini" jawab Mila.
" Eh Zoya udah masuk" goda Ali masuk ke dalam kelas IPA 1,termasuk Azlan dan Agai. Mereka yang sudah seminggu tidak melihat Zoya menjadi kangen melihat pertunjukan anjing dan kucing lagi.
"Duh udah deh jangan buat masalah lagi di kelas kita! " marah Mila.
"Siapa yang buat masalah, orang kita kangen sama Zoya" balas Ali. Azlan tak bersuara, ia malah diam membisu melirik Zoya sebentar lalu memilih untuk keluar dari kelas IPA 1.
"Gak seru" celetuk Ali. Zoya dan Azlan tidak melakukan pertunjukan lagi.
"Udah sana keluar!! " usir Nisa mendorong tubuh Ali dan Agai. Sebelum benar-benar keluar Agai sempat bertanya pada Mila tentang keadaan Zoya yang terlihat begitu pucat.
"Zoya sakit? " tanya Agai.
"Gue juga gak tahu, udah dehh keluar dulu"
usir Mila.
Pembelajaran pun dimulai, Zoya tampak tidak fokus. Bu mindi sempat khawatir melihat kondisi Zoya yang terlihat pucat dan tidak semangat.
"Zoya, kalau kamu sakit. Seharusnya istirahat di rumah" kata bu mindi. Mila menyikut Zoya.
"Iya bu, saya tidak apa apa" balas Zoya lemes.
"Ya sudah, pelajaran hari ini cukup sampai di sini" kata bu mindi menutup pelajaran nya.
"Yuk ke kantin" ajak nisa pada kedua sahabat nya.
"Kalian duluan saja, gue gak nafsu makan" ucap Zoya sembari merapikan buku bukunya ke dalam laci.
"Zoya.. kalo loe ada masalah cerita sama kita. "
"Iya Zoya, kita selalu ada sama loe. " sambung nisa.
"Gue beneran gak papa kok" kata Zoya memaksakan mengukir senyum di bibirnya. Mila dan Nisa tahu ada sesuatu yang di sembunyikan Zoya dari mereka.
"Yaudah deh kita ke kantin dulu" ucap Mila menarik Nisa.
"Loh, Zoya gimana? kok kita tinggal sendiri " ucap Nisa tak sampai hati meninggalkan sahabatnya di kelas sendirian.
"Udah ayok" desak Mila menarik tangan Nisa menuju kantin, mungkin Zoya membutuhkan waktu sendiri, ia masih belum siap berbagi cerita dengan kedua sahabat nya.
Di kantin ketiga cowo ganteng duduk di meja biasa, Ali tampak berfikir mengingat tingkah aneh Zoya.
"Menurut kalian Zoya kenapa yah? kok mendadak berubah gitu" kata Ali.
"Gila, mukanya pucet banget. Udah kaya manusia tanpa semangat gitu" celetuk Agai.
"Lan, loe kok tumben gak ribut sama tu cewek" tanya Ali.
Azlan yang sedang makan nasi goreng mendadak tidak selera makan. Di letakkan nya sendok sedikit lebih keras, lalu bangkit dari duduknya.
"Mau kemana? " tanya Agai.
"Cabut! " sahut Azlan.
"Lah, tu cowo juga aneh" bisik Ali.
pletak~ sebuah kitakan sukses mendarat di jidat Ali.
"Kok loe jitak gue sih! " tanya Ali menatap Agai kesal sembari mengusap bekas kitakan Agai.
"Loe sih, punya mulut gak di jaga. " omel Agai.
"Gue salah apa? kan cuma nanya doang"
"Ni makan semua" ucap Agai menyuapi nasi goreng ke mulut Ali lalu bangkit dari duduk nya keluar dari kantin.
"Dengan senang hati" sorak Ali. Beberapa detik kemudian matanya melotot mengingat semua makanan ini belum di bayar.
"Woy... bayar dulu" teriak Ali tak di dengar oleh Agai dan juga Azlan yang sudah tak terlihat lagi.
Zoya merasa kebelet buang air kecil, gadis itu pun bangkit dari bangku nya menuju toilet.
Ketika melewati tangga, seseorang tiba-tiba menarik lengan Zoya dan membawanya ke taman belakang yang sepi.
"Loe bisa gak bersikap seperti biasanya! "
Zoya tak menjawab, ia menatap laki-laki yang yang menjadi sumber ke hancuran hidupnya. Zoya menjadi seperti ini karena Azlan, masa depannya hancur karena Azlan. Zoya menatap Azlan penuh kebencian.
"Jangan buat sahabat loe bingung dan curiga hanya karena sikap loe yang kaya gini! "
"Zoya yang dulu sudah lenyap bersama hilang nya kehormatan gue" ucap Zoya penuh penekanan.
"Semakin loe kaya gini, mereka semakin curiga. Gue gak mau mereka tahu tentang hal ini! "
"Urus saja urusan loe, jangan campuri hidup gue lagi! " bentak Zoya, lalu pergi bersama hancurnya perasaannya.
"Sial! " umpat Azlan mengacak acak rambutnya.
...T E R I M A K A S I H...