Aguel Wardhana adalah seorang remaja laki-laki berusia 27 tahun. Ia memiliki seorang saudara kembar yang sangat cantik yaitu Agiel Wardhania.
Mereka lahir dalam lingkungan keluarga yang cukup berada. Umi dan abahnya sangat menyayangi mereka berdua, meskipun mereka terlahir paling bungsu. Ya ... Aguel adalah anak ke-tujuh, sedangkan Agiel anak ke-delapan.
Kehidupan sosialnya cukup dibilang baik, tetapi tidak dengan saudaranya sendiri. Hal itu terlihat jelas saat ia ditinggalkan oleh keluarga besarnya untuk pindah ke kota B, sedangkan ia di kota P.
Semua perlakuan yang mereka berikan padanya berubah 180° sejak mereka tidak tinggal satu kota lagi. Bahkan semua akses informasi ditutup rapat dari Aguel.
Tapi Aguel tak pernah berburuk sangka. Sampai ahirnya semua terbongkar, akankah Agiel dan Aguel mampu menyatukan kembali keutuhan keluarga besar mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KESEMBUHAN UMI
Mereka pun menggenggam tangan satu sama lain sebelum operasi dimulai. Aguel memang ikut masuk didalam ruangan operasi umi atas saran dokter. Karena saat itu hanya dialah yang bersedia menemani umi di ruangan operasi.
...***...
Saat itu umi juga sempat berpesan pada Aguel untuk tidak mempermasalahkan tentang malpraktek tersebut. InsyaAllah umi sudah mengikhlaskan hal tersebut.
Alhamdulillah, operasi umi berlangsung aman dan lancar tanpa kendala. Setelah operasi berhasil, umi pun dipindahkan ke ruang observasi untuk memudahkan pihak rumah sakit dalam memantau perkembangan pasien pasca operasi.
Lebih tepatnya untuk memudahkan mereka memonitor perkembangan kesehatan pasien dengan lebih ketat dan spesifik sampai kondisi pasien benar-benar stabil. Ruangan ICU yang dipakai umi sudah memeliki peralatan yang lebih canggih ketimbang rumah sakit yang digunakan umi pada saat operasi pertama.
Sembari menunggu umi sadar pasca operasi, Aguel pun membantu Agiel untuk mondar-mandir di rumah sakit. Mereka sudah kaya setrika yang bolak-balik kesana kemari. Tentu kita tau, berurusan dengan pihak rumah sakit tentu sangatlah ribet.
Terlebih ada satu masalah lagi yang muncul saat itu. Terjadi kejanggalan saat Agiel memesan kamar untuk perawatan uminya. Saat itu Agiel memesan kamar VIP untuk uminya.
Tetapi dari pihak rumah sakit bilang kalau semua kamar VIP sudah terbooking tidak bersisa. Semua ruangan VIP sudah penuh dan hanya bersisa satu ruangan, yaitu ruangan Royal VVIP.
Tentu Agiel kebingungan karena ia tidak mau menggunakan keuangan negara dan ia hanya mau menggunakan BPJS dan keuangan pribadi. Karena jika mereka mengambil ruangan tersebut akan banyak membutuhkan biaya, makanya mereka bernegosiasi kembali dengan pihak rumah sakit.
Setelah bernegosiasi cukup panjang dan alot, ahirnya umi bisa dirawat di ruangan royal VVIP rasa VIP. Tapi Aguel tak tinggal diam, ada kejanggalan yang menghinggapinya saat itu. Ia pun bertekad untuk menyelidiki hal tersebut dengan cepat.
Ia tidak mau kecolongan lagi dalam hal apapun. Oleh karena itu ia pun melakukan penyelidikan tanpa sepengetahuan Agiel ataupun umi.
Setelah beberapa lama, ahirnya Aguel tau bahwa hal itu terjadi karena sebuah kerja sama yang terjadi antara rumah sakit H dengan rumah sakit tersebut. Sebagai upaya permintaan maaf karena telah melakukan malpraktek pada operasi umi sebelumnya.
Maka dari itu, umi pun bisa menempati ruang perawatan kelas Royal VVIP rasa VIP. Bagaimana tidak? karena saat itu Aguel membayar harga kamar perawatan umi setara harga ruangan VIP.
...***...
Sebenarnya perbedaan ruang rawat VIP dan Royal VVIP tidak terlalu banyak. Tetapi jelas ruangan Royal VVIP memiliki alat kesehatan yang sangat lengkap jika dibandingkan dengan ruangan lainnya dalam rumah sakit.
Sebenarnya juga ruangan VIP biasanya digunakan untuk kalangan yang berduit alias punya keuangan lebih dibanding kalangan biasa. Fasilitasnya juga sudah cukup lengkap dibanding dengan kelas dibawahnya.
Sedangkan yang menggunakan ruangan Royal VVIP biasanya juga orang-orang terpenting dalam kedudukan kenegaraan, misalnya saja anggota keluarga presiden. Sedangkan para pejabat dibawahnya bisa menggunakan ruangan VIP.
Jadi perbedaan antara ruang VIP dengan ruangan Royal VVIP terletak pada pemakaiannya dan bisa dirasakan dari pelayanan dan fasilitas yang berada di ruangannya.
Tentunya VVIP jauh lebih mahal dan lengkap fasilitasnya ketimbang ruangan-ruangan lain di dalam rumah sakit.
...***...
Umi dirawat selama satu minggu di rumah sakit tersebut. Kalau dinominalkan maka jumlah uang yang dihabiskan sudah lebih dari 10 juta. Itu pun baru biaya kamarnya, belum ditambah lagi dengan biaya lain-lain.
Alhamdulillah saat itu rezeki datang dari arah tak terduga, ternyata pertolongan Allah nyata adanya.
Ada saja rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka, sehingga Aguel bisa membayar semua administrasi dari rumah sakit.
Selama umi di rawat Aguel dan Agiel terus berdoa untuk kesembuhan umi. Tak lupa dorongan moril mereka berikan untuk uminya, agar beliau cepat sembuh.
Setelah satu minggu disana, umi diizinkan pulang dengan kondisi yang lumayan baik. Sebelum pulang umi juga sudah melakukan chek up.
Pihak rumah sakit tidak lepas tangan begitu saja, mereka menyarankan agar umi tetap melakukan prosedur chek up 1-2 minggu sekali dalam satu bulan. Maklum dalam masa itu masih bisa beresiko pasca operasi. Untuk mengurangi resiko harus rutin melakukan medical chek up.
Selama masa pemulihan umi masih merasakan kesakitan. Bukan karena operasinya gagal, tetapi hal itu akibat dari pembusukan kornea mata kemarin.
Tentu saja masih ada saraf yang masih dalam proses penyembuhan. Sehingga masih ada sedikit rasa sakit yang tertinggal.
Untung saja bola mata umi sudah diangkat. Jadi minim resiko untuk bisa menularkan ke bola mata yang disebelahnya.
Semoga saja, umi segera diberi kesembuhan seperti sedia kala, begitulah doa yang selalu Aguel panjatkan.
...***...
Satu bulan pasca operasi, kesehatan umi mulai membaik. Tetapi karena belum terbiasa, semua masih terasa aneh untuk umi.
Sebelum operasi beliau masih menggunakan kedua bola matanya, tetapi saat ini beliau hanya mempunyai 1 bola mata. Seperti halnya kita melihat dengan satu mata saja, seperti itulah keadaan umi saat ini.
Jadi memang semuanya harus dibiasakan terlebih dahulu, karenanya penglihatan umi masih penuh keterbatasan. Saat membaca atau melihat Hp, beliau juga tidak bisa lama-lama. Kalau dipaksakan atau terlalu lama nanti malah jadi pusing.
Efek lain dari pengangkatan kornea adalah waktu tidur umi jadi terganggu. Lebih tepatnya masih merasa nyeri disalah satu kelopak matanya.
Disaat seperti itulah, umi menggunakan waktunya untuk sholat malam dan terkadang mengaji sampai beliau mengantuk ataupun sampai ketiduran.
Tetapi disisi lain, umi menjadi punya banyak waktu untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah.
...***...
Dengan seluruh perhatian dari Aguel dan Agiel kesehatan umi semakin lama semakin membaik. Agiel dan Aguel dengan setia mengantar umi untuk rutin chek up ke dokter.
Selama Aguel di kota itu, dengan telaten Aguel merawat uminya dengan berjuta kasih sayang. Dengan ijin Allah perlahan-lahan kesehatan umi semakin membaik.
Karena dirasa kondisi umi sudah membaik, Aguel pun meminta ijin untuk kembali ke kota P. Ia tak bisa meninggalkan kota tersebut untuk waktu yang lama. Tentu saja pekerjaannya Aguel menjadi lebih terbengkalai lagi, kalau ia sampai berlama-lama di kota itu.
Sebenarnya umi masih kangen akan kehadiran putranya tetapi ia juga tidak bisa menahan keinginan putranya pergi. Dengan terpaksa Aguel pun ahirnya meninggalkan umi.
Saat itu umi mengajukan sebuah syarat yang menyulitkan langkah Aguel untuk meninggalkan umi. Umi meminta Agiel ikut serta bersamanya.
"Nak, kamu boleh kembali pulang ke kota P, tapi dengan satu syarat, dan kamu tidak boleh menolaknya."
"Apa itu umi?"
"Bawa adikmu turut serta bersamamu."
"Ta-tapi umi ..." ucapan Aguel tergantung ketika memandang umi dan adiknya.
Dari sorotan mata umi, beliau benar-benar menginginkan adiknya untuk ikut bersamanya. Entah alasan apa lagi yang membuat umi memutuskan hal tersebut.
Padahal Aguel ingin Agiel tetap ada untuk bersama umi, agar ia bisa terus melaporkan semua hal yang terjadi padanya lewat telephone.
Tapi kenyataan berkata lain.
...~Bersambung~...
.
.
.
.
.
...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH BANYAK🙏😊...
salam dari berbagi cinta dan My Kids My Hero
salam dari Broken Angel
boom like
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER
salam dari karya terbaruku ☺️