NovelToon NovelToon
SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Berondong / Tamat
Popularitas:989.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: shafrilla

"Aku mohon akan, kuberikan kan seluruh kekayaan kami. asalkan kau menikah dengan Putra kami." ucap seorang wanita tua seorang ibu dari pria yang bernama Haikal.

"Ibu jangan seperti itu Aku tidak bisa menikah dengan Putra Ibu." jawab seorang gadis bernama Vivian.

Apa yang terjadi dalam kehidupanmu jika kau seorang wanita berusia 25 tahun harus menikahi pria yang lebih muda dari umur 5 tahun. walaupun dia kaya namun terasa sedikit menggelikan jika dipandang dari usia yang terpaut 5 tahun, akankah Vivian bisa menyelamatkan Haikal yang sedang sekarat. pernikahan kontrak pun harus diterima oleh Vivian demi menyelamatkan nyawa dari Haikal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Vivian

Dari waktu ke waktu perjalanan pernikahan Vivian dan Haikal sudah empat bulan berjalan.

"Vivian Ayah mau tanya sama kamu?" tanya Pak Wiraguna kepada Vivian.

"Ada apa Ayah?" tanya Vivian.

"Katanya Beberapa bulan yang lalu Haikal habis bertemu dengan mantan pacarnya?" tanya pak Wiraguna. Bunda Irma langsung tersedak ketika dia minum es campur yang ada di mangkok.

"Ayah tahu dari mana?" tanya Vivian.

"Ayah bertanya, kau jangan malah bertanya kepada Ayah." jawab Pak Wiraguna. Vivian menganggukkan kepalanya.

Sesaat kemudian...

Brakkk..

Tiba-tiba Pak Wiraguna langsung menggebrak meja makan yang ada di ruangan tersebut, sontak Hal itu membuat Bunda Irma langsung terkejut dan marah kepada Pak Wiraguna.

"Vivian, Kenapa kau memperbolehkan suamimu itu bertemu dengan mantannya!" seru Pak Wiraguna.

"Memangnya kenapa ayah?" tanya Vivian.

"Dia itu suamimu, sayang. dia itu suamimu bukan temanmu." jawab Pak Wiraguna.

Sesaat kemudian Vivian menganggukkan kepalanya sembari menghela nafasnya,.

"Sebentar Yah, aku mau minum dulu." ucap Vivian yang kemudian meneguk segelas air putih, Karena sangat terkejut saat Pak Wiraguna menggebrak meja makan.

"Bukan begitu Ayah, dengarkan cerita Vivian." ucap Vivian yang kemudian menceritakan semua kronologi kejadian waktu itu.

"Lalu?" tanya Pak Wiraguna.

"Vivian ingin mas Haikal menjadi pria yang mempunyai ketegasan, Vivian tidak ingin Mas Haikal seperti seorang pemuda kecil yang tidak mempunyai ketegasan. pria itu harus mengatakan kepada mantan kekasihnya dengan jelas kalau dia sudah mempunyai istri, tentu saja mas Haikal mengajakku ayah. dia juga mengatakan kalau aku ini istrinya, dasar wanita itu saja yang ingin hidup enak dan numpang tenar sama Mas Haikal." jawab Vivian yang terlihat agak emosi. Bunda Irma yang melihat hal itu nampak wanita itu tersenyum.

"Kau benar Vivian, Bunda setuju dengan perkataanmu itu. Bunda malah mensuport dirimu untuk membuat suamimu itu mempunyai ketegasan tinggi dan percaya diri yang hebat sepertimu." ucap Bunda Irma yang kemudian membuka lemari es dan mengambil sisa es campur.

"Lalu, Apakah besok kau mau ikut Haikal ke Bali untuk melakukan pameran perhiasan?" tanya Pak Wiraguna.

"Belum tahu Ayah." jawab Vivian.

"Kenapa kau belum tahu?" tanya Pak Wiraguna.

"Kelihatannya mas Haikal hanya membeli 1 tiket." jawab Vivian yang terlihat sedikit kecewa karena Haikal hanya membeli 1 tiket untuknya saja.

"Bagaimana bisa Haikal hanya membeli 1 tiket, lalu untukmu mana?" tanya Pak Wiraguna.

"Vivian tidak tahu Ayah." jawab Vivian. sesaat kemudian terlihat Haikal sudah keluar dari kamarnya sembari tersenyum kepada Vivian.

"Haikal sini duduk!" seru Pak Wiraguna yang memerintahkan Haikal untuk segera duduk.

"Ada apa Ayah?" tanya Haikal.

"Apakah kau sudah membeli tiket untuk ke Bali?" tanya Pak Wiraguna. Haikal menganggukkan kepalanya.

"Kau beli berapa tiket?" tanya Pak Wiraguna. Haikal menatap sang istri sembari tersenyum.

"Kalau kau cuma membeli satu tiket maka lupakan mengenai pameran mu itu." jawab Pak Wiraguna yang kemudian melotot kepada Haikal.

"Aku sudah membeli 2 tiket Ayah, kenapa ayah berkata seperti itu?" tanya Haikal.

"Apakah kau yakin?!" seru Pak Wiraguna.

"Tentu Ayah," jawab Haikal.

"Untuk siapa saja?" tanya Pak Wiraguna kepada Haikal.

"Tentu saja untuk aku dan istriku, Ayah." jawab Haikal. Pak Wiraguna menghela nafasnya, sesaat kemudian dia meminta Vivian untuk mengikutinya ke sebuah ruangan yang ada di rumah tersebut.

"Memangnya ada apa Bunda?" tanya Haikal kepada ibunya. tatapan matanya menatap sang ayah yang begitu marah kepadanya dengan membawa sang istri.

Bunda Irma hanya mengangkat kedua tangannya sembari melanjutkan makan es buah.

"Besok kau berangkat jam berapa?" tanya bunda Irma.

"Penerbangan pukul 09.00 bunda." jawab Haikal

Di sebuah ruangan Pak Wiraguna mengajak Vivian berbicara.

"Kau tahu kan Vivian, kalian sudah menikah selama 4 bulan dan kau tahu bagaimanakah kondisi suamimu itukan, dia selalu meratapi kesedihan karena kehilangan kakaknya. kau tahu bagaimana jika dia mengalami depresi seperti waktu itu." ucap pak Wiraguna. Vivian menganggukkan kepalanya.

"Kalian sudah menikah selama 4 bulan. aku hanya meminta padamu untuk selalu menjaga Haikal. kami sudah tidak mempunyai anak lagi Vivian, aku sudah menganggapmu sebagai putriku. tolonglah jaga Haikal sebagai pengganti kami, jangan pernah kau tinggalkan suamimu itu." ucap pak Wiraguna yang membuat Vivian menganggukkan kepalanya. setelah Kejadian beberapa minggu yang lalu saat Haikal mengingat kembali kematian sang kakak hingga membuat pria itu depresi berat.

Entah mengapa perasaan ibah muncul ketika Vivian melihat hal itu.

"Tenanglah Ayah, Vivian akan menjaga Haikal selamanya. Vivian tidak akan meninggalkan pria itu, kecuali Haikal sendiri yang meminta untuk berpisah dengan Vivian." jawab Vivian. mungkin saja perasaan iba itu akan berubah menjadi cinta di hati Vivian untuk sang suami. apalagi terlihat Vivian sudah memanggil Haikal dengan sebutan Mas.

"Terima kasih Vivian, Ayah hanya minta padaMu untuk kau selalu memperhatikan suamimu itu. hanya kaulah tumpuannya, hanya kaulah yang bisa menenangkan suamimu itu." ucap pak Wiraguna yang kemudian menghela nafasnya sangat kasar.

"Baiklah Ayah, Vivian akan menjaga Putra ayah seumur hidup Vivian. jadi ayah tidak perlu mengkhawatirkan hal itu." ucap Vivian yang kemudian mengajak Pak Wiraguna untuk kembali ke ruang makan. karena takut nanti Haikal tiba-tiba ada di ruangan itu dan berfikir kalau Vivian akan meninggalkannya. entah apa yang terjadi kepada Haikal jika Vivian benar-benar meninggalkan dirinya.

** bersambung **

1
Nana Niez
walah,, siapa lagi itu alex,,, bukan Andreas kah?
Nana Niez
kok jdi Arthur?
Nana Niez
ngapain dipanggil mas juga,, hrsnya kan tuan rehan bisnis kok manggil mas
Nana Niez
lhaa, bknnya sdh mengenaskan masih blm ngaku juga
Nana Niez
emang sdh tau kl buang keroknya pria?????
Nana Niez
sinetron banget deh,, gemes ah
Nana Niez
hrsnya sbg cowok dia lbh dewasa,, dia sdribyg pgn dinikahi tpi istrinya di anggurin
Nana Niez
panggilannya berubah trs,,, yg konsisten donk please,, biar yg bc g bingung
Nana Niez
kok ssh manggil ibu aja,, g ada keterangan nya
solehatin binti rail
💪💪💪💪😘
solehatin binti rail
aku suka ceritanya tapi kenapa nama pemerannya selalu salah sebut💪
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
uci umami
kok jadi artur bukan Andreas
uci umami
Samsul oy...Samsung mah merk hp 🤣😭🤭🤦
uci umami
sekutu? apa security-nya
uci umami
menggombal keles bukan mengimbau
uci umami
bego emang Luh...baru sadar
uci umami
dasar egois Haikal ....bini lu hampir dibawa cowo lain juga gue jitak sini biar sadar
uci umami
seharusnya tuan aja jangan Tuhan x yah
Witri Yanti
mantap Thor ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!