Seorang driver ojol tampan tapi bernasib sial mendapatkan sistem aplikasi "Godjek" misterius, di mana setiap orderan absurd dari pelanggan cantik memberinya hadiah kekuatan aneh yang bikin geleng-geleng kepala.
Bertahun-tahun lalu, sebelum jadi ojol, Raka memiliki seorang adik perempuan yang sangat dia sayangi. Suatu hari, adiknya memesan ojek online malam-malam untuk pulang. Raka yang saat itu sibuk, tidak bisa menjemputnya sendiri.
Malam itu, ojol yang ditumpangi adiknya mengalami kecelakaan fatal.
Kata-kata terakhir adiknya di telepon sebelum kecelakaan adalah: "Mas, aku udah jalan ya, ojolnya baik banget." Raka tidak pernah memaafkan dirinya sendiri. Dia menjadi ojol yang baik untuk "menebus Dosa" dan penyesalan di dasar hatinya setelah adiknya pergi untuk selama-lamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lihazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Desahan Super Model
Suasana di dalam ruangan utama L'Amour Gallery of Fine Arts terasa semakin sunyi, hanya menyisakan desah napas halus Nadia Anastasia yang tengah berjuang menahan gelombang rasa pedas ekstrem di lidahnya. Di sekelilingnya, lukisan-lukisan abstrak bernilai miliaran rupiah seolah menjadi saksi bisu adegan yang sangat absurd ini. Kontras visual tingkat tinggi terpampang begitu nyata. Di satu sisi, ada seorang mantan supermodel internasional bertubuh dewi dengan gaun rajut abu-abu ketat yang mengekspos punggung mulusnya. Di sisi lain, berdiri seorang driver ojek online asal Tambora dengan jaket premium hijau perak mengkilap, memegang botol air mineral dengan ketenangan seorang pendekar.
Nadia baru saja menelan kunyahan ketiga dari ketoprak Pak Kumis. Efek dari lima puluh cabai rawit setan itu tidak main-main. Uap panasnya membuat bibir sensualnya yang semula pucat kini membengkak merah muda alami, basah, dan terlihat sangat erotis. Keringat tipis mulai bermunculan di dahi dan pelipisnya, meluncur perlahan melewati leher jenjangnya yang putih seputih porselen, lalu menghilang di balik kerah rendah gaunnya. Dada sang supermodel naik turun dengan cepat akibat pasokan oksigen yang tersendat oleh rasa terbakar.
"Hahhh... hahhh... Arya," desah Nadia dengan suara serak yang sangat menggoda iman, matanya yang berwarna cokelat terang tampak berair dan sayu. "Ini... ini benar-benar gila. Lidahku rasanya seperti terbakar api neraka komersial, tapi... tapi entah kenapa aku tidak bisa berhenti mengunyah. Otakku yang tadinya stres memikirkan perjodohan bisnis itu mendadak kosong. Yang tersisa cuma rasa pedas... dan kehadiranmu."
Arya Prasetya yang berdiri kurang dari satu meter di depannya langsung mengalami badai monolog batin berlapis dengan kecepatan penuh. Jantungnya berdegup kencang melihat penampilan Nadia yang begitu sensual akibat efek makanan pedas tersebut.
“Aduh gusti! Ini cewek kenapa makannya estetik sekaligus hot banget sih?! Itu keringat ngalir di lehernya kenapa jalurnya lurus banget kayak jalan tol cipali?! Bibirnya yang merah merona begitu kalau dilihat-lihat bisa bikin iman cowok normal langsung rontok ke lantai galeri! Mana dia sebut-sebut nama gua pake desahan manja lagi. Sistem, lu bener-bener gak sehat buat kesehatan mental gua! Gua ini cuma ojol yang mau nyari nafkah halal, bukan cowok sewaan yang tugasnya nemenin supermodel baper lewat jalur ketoprak mercon! Tapi tunggu, kalau gua biarin dia pingsan gara-gara kepedasan, rating gua bisa jatuh ke kerak bumi. Dan motor Supra gua... oh tidak, warna pink menyala dengan stiker 'Aku Imut' itu gak boleh jadi kenyataan! Gua harus bertindak dengan moralitas yang kokoh!”
Arya melangkah mendekat, memperkecil jarak di antara mereka hingga aroma parfum vanilla mewah milik Nadia bercampur dengan aroma keringatnya yang segar dan wangi mint sisa permen karet diplomasi Arya. Dengan gerakan tangan yang sangat lembut namun tegas, Arya mengambil sendok dari jemari lentik Nadia.
"Nona Nadia, cukup," ujar Arya dengan suara berat yang dipenuhi wibawa maskulin berkat sisa-sisa Skill Aura Pekerja Mandiri yang masih melekat pada dirinya. "Makanan pedas itu baik untuk memicu endorfin dan menghilangkan stres sesaat, tapi kalau berlebihan, Anda hanya akan menyakiti diri sendiri. Tubuh Anda adalah aset berharga, jangan dijadikan pelampiasan dari kemarahan Anda terhadap keadaan dunia luar."
Nadia mendongak, menatap mata elang Arya yang memancarkan kejujuran dan kekuatan moral yang sangat jarang dia temui di kalangan pria elit SCBD yang biasanya hanya menatap tubuhnya dengan pandangan penuh nafsu korporat. Kata-kata Arya yang begitu sederhana namun sarat akan nilai kehidupan langsung merasuk ke dalam lubuk hatinya yang terdalam.
"Kamu... kenapa kamu peduli padaku?" bisik Nadia, setitik air mata murni lolos dari sudut matanya, menghapus sedikit riasan tipis di pipinya. "Di luar sana, semua orang mendikteku. Ayahku menganggapku sebagai pion bisnis untuk digabungkan dengan keluarga konglomerat lain. Para desainer menganggapku gantungan baju berjalan. Tidak ada yang pernah peduli apakah lambungku sakit, atau apakah hatiku hancur. Tapi kamu... seorang driver ojol yang baru pertama kali bertemu denganku, malah menyuruhku berhenti menyakiti diri sendiri."
Arya tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh pesona yang membuat ketampanan rahang tegasnya terlihat kian menawan di bawah lampu sorot galeri. "Bagi kami para pekerja di jalanan, Nona, tubuh adalah satu-satunya modal untuk bertahan hidup. Jika kami sakit, keluarga di rumah tidak bisa makan. Karena itu, melihat seseorang yang dengan sengaja merusak tubuhnya hanya karena masalah pikiran, rasanya sangat disayangkan. Uang bisa dicari, bisnis bisa dibangun lagi, tapi kesehatan dan kebahagiaan jiwa tidak ada tiruannya di pasar loak."
Mendengar petuah slice of life yang begitu mendalam dari Arya, pertahanan emosional Nadia Anastasia runtuh secara total. Spiral perasaan baper yang luar biasa pekat langsung menyelimuti hatinya. Sang supermodel secara impulsif berdiri dari kursinya, melangkah maju, dan tanpa disangka-sangka, dia menyandarkan kepalanya yang pening pada dada bidang Arya yang terbalut jaket premium Anti-Gosong.
DEG!
Arya mematung bagai patung marmer di galeri tersebut. Dia bisa merasakan kehangatan tubuh Nadia yang ramping, kelembutan dadanya yang padat yang menempel erat pada dadanya, serta hembusan napasnya yang panas yang menerpa lehernya. Monolog batin Arya kembali menjerit histeris dalam kepanikan komedi tingkat tinggi.
“Waduh, waduh! Ini adegan skinship tipe apa lagi, ya Allah?! Supermodel internasional meluk gua di tengah galeri seni mewah! Ini kalau pintunya mendadak dibuka sama bokapnya yang raja properti, gua bisa langsung ditimbun pakai semen tigaroda buat jadi fondasi apartemen baru di Jakarta Selatan! Wangi rambutnya enak banget kayak kebun bunga di swiss, tapi posisi ini bener-bener berbahaya buat keselamatan paspor ojol gua! Sistem! Lu jangan diem aja dong! Ini cewek baper parah, tolong kasih gua jalan keluar yang tidak melibatkan baku hantam dengan bodyguard-nya!”
Tepat pada momen krusial tersebut, ponsel gaib di kantong celana Arya kembali bergetar dengan heboh. Layar holografis keemasan menyala di depan matanya dengan petunjuk baru.
TING-TONG!
[NOTIFIKASI SISTEM: MISI UTAMA SELESAI!]
Target Nadia Anastasia telah berhasil diselamatkan dari krisis selera makan dan beban mental melalui terapi ketoprak ekstrem dan pengulitan moral kelas pekerja.
Skor Kepuasan Pelanggan: Bintang 5 Kelap-Kelip (Level Istimewa).
Hadiah Reward Permanen Diklaim: "Uang Tunai Rp 10.000.000 (Langsung Ditransfer ke Rekening Go-Pay)" & "Skill Permanen: Lidah Titanium (Kekebalan Mutlak Terhadap Segala Jenis Makanan Pedas dan Beracun)".
Efek Samping Reward: Target wanita akan memiliki keterikatan batin jangka panjang dan akan selalu mencari Anda setiap kali mengalami tekanan psikologis.
Nadia perlahan melepaskan pelukannya, menatap Arya dengan tatapan mata yang dipenuhi asmara yang mendalam dan rasa hormat yang mutlak. Pipi mulusnya merona merah tua saat dia menyadari tindakan nekatnya barusan.
"Maaf... aku terlalu emosional," ujar Nadia sambil merapikan gaun ketatnya dengan salah tingkah, memberikan senyuman termanis yang pernah dia miliki sepanjang kariernya. "Terima kasih, Arya. Makanan ini... dan kata-katamu, benar-benar menyelamatkanku hari ini. Aku sudah memberikan ulasan bintang lima terbaik dengan tip maksimal di aplikasi."
"Sama-sama, Nona Nadia. Sudah menjadi tugas saya sebagai mitra Godjek untuk memberikan pelayanan terbaik," jawab Arya dengan profesionalisme luar biasa meskipun hatinya masih berdebar kencang. "Kalau begitu, saya mohon pamit dulu karena masih harus melanjutkan tarikan hari ini."
"Tunggu! Ini kartu namaku," Nadia menyodorkan sebuah kartu tipis berbahan plat platinum hitam yang sangat mewah ke tangan Arya. "Hubungi aku kapan saja. Jika kamu butuh bantuan apa pun di Jakarta ini, atau... jika kamu hanya ingin menemaniku makan ketoprak lagi, pintu galeri ini selalu terbuka lebar untukmu."
Arya menerima kartu nama sultan tersebut, memberikan anggukan hormat, lalu berbalik melangkah keluar dari galeri dengan langkah tegap yang memancarkan karisma tiada tanding. Begitu dia keluar dari pintu kaca otomatis dan kembali ke area parkir di samping Porsche putih, dia langsung menyandarkan tubuhnya pada motor Supra Fit-nya, mengembuskan napas kelegaan yang teramat sangat besar.
“Fiuhhh... aman! Motor gua gak jadi warna pink imut! Dan dapet transferan sepuluh juta lagi! Mantap bener ini sistem kalau urusan finansial. Tapi skill Lidah Titanium buat apa coba?! Apa sistem mau gua ikutan lomba makan keripik setan level seratus di kelurahan Tambora?! Ah, lupakan dulu. Yang jelas hari ini gua sukses bertahan hidup dari terkaman supermodel kaya. Mari kita balik ke basecamp sebelum ada dewi kayangan lain yang mesen makanan aneh lewat aplikasi gua!”
Arya segera memakai helm INK bututnya, menyalakan mesin motor Supra-nya yang kini terdengar kian garang, dan melesat kembali membelah jalanan Menteng menuju jalan pulang. Namun, tanpa disadari oleh Arya, di sudut ruangan galeri seni, Nadia Anastasia masih berdiri di balik jendela kaca besar, menatap kepergian sang driver ojol tampan dengan binar mata yang dipenuhi rencana asmara jangka panjang. Perang perebutan hati Arya di antara para wanita elit Jakarta kini dipastikan akan semakin membara dan penuh intrik komedi romantis yang tak terduga!